• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUMBER BELAJAR BAHASA INDONESIA A. Ringkasan Materi

1. Hakikat dan pemerolehan bahasa

Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan bunyi-bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang merujuk pada bahasa

tertentu, misalnya bahasa Indonesia atau bahasa yang lain. Sedangkan komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang tidak menggunakan bunyi-bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap manusia melainkan menggunakan alat-alat/tanda

misalnya dengan gerakan jari tangan, ekspresi wajah, menggunakan benda-benda tertentu.

Adapun karakteristik pemerolehan bahasa menurut Tarigan, dkk (1998) adalah: (a) berlangsung dalam situasi informal, anak-anak belajar bahasa tanpa beban, dan di luar sekolah; (b) pemilikan bahasa tidak melalui pembelajaran formal di lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah atau kursus (dilakukan tanpa sadar atau secara spontan; (c) dialami langsung oleh anak dan terjadi dalam konteks berbahasa yang bermakna bagi anak.

Perbedaan mendasar dari Ejaan yang Disempurnakan (EYD) dengan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI).

a. Pada EBI Diakritik (é) dilafalkan [e]. Misalnya: Anak-anak bermain di teras (téras)b. Diakritik (è) dilafalkan [ɛ] (e taling) Ex: tembok, militer, elok, dan enak. Misalnya: Pertahanan militer (militèr) cukup kuat.

c. Diakritik (ê) dilafalkan [ə] (e pepet) ex: seri, enau, lemak, lembab

Misalnya: Upacara itu dihadiri pejabat teras (têras) Bank Indonesia. Pada EYD Tidak ada.

b. Huruf Konsonan pada EBI

* Huruf q dan x khusus digunakan untuk nama diri dan keperluan ilmu. Huruf x pada posisi awal kata diucapkan [s]. Pada EYD Huruf konsonan

** Huruf q dan x khusus dipakai untuk nama diri (seperti Taufiq) dan keperluan ilmu (seperti sinar-x).

c. Pada EBI Diftong ai au ei oi . Pada EYD Diftong ai au oi .

d. Pada EBI Huruf Kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan. Misalnya: Amir Hamzah dan Jenderal Kancil . Pada EYD

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Misalnya:

Amir Hamzah , Wage Rudolf Supratman .

e. Pada EBI Huruf Miring

Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, nama majalah, atau nama surat kabar yang dikutip dalam tulisan, termasuk dalam daftar pustaka. Pada EYD Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.

f. Pada EBI (1) Nama diri, seperti nama orang, lembaga, atau organisasi, dalam bahasa asing atau bahasa daerah tidak ditulis dengan huruf miring. Pada EYD Tidak ada .

g. Pada EBI Kata Berimbuhan

Bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang berhuruf awal kapital atau singkatan yang berupa huruf kapital dirangkaikan dengan tanda hubung (-). Misalnya: pro-Barat dan anti-PKI. Pada EYD Tidak ada

h. Pada EBI Gabungan Kata gabungan kata yang penulisannya terpisah tetap ditulis terpisah jika mendapat awalan atau akhiran. Misalnya: bertepuk tangan dan .Pada EYD Tidak ada

i. Pada EBI Gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai. Misalnya: dilipatgandakan, menggarisbawahi , dan

menyebarluaskan .Pada EYD Tidak ada .

j. Pada EBI Kata Sandang si dan sang

Catatan: Huruf awal sang ditulis dengan huruf kapital jika sang merupakan unsur nama Tuhan. Misalnya: Kita harus berserah diri kepada Sang Pencipta. Pada EYD Catatan: Huruf awal si dan sang ditulis dengan huruf kapital jika kata-kata itu diperlakukan sebagai unsur nama diri. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada

Sang Kancil.

k. Pada EBI Tanda titik tidak dipakai pada angka atau huruf yang sudah bertanda kurung dalam suatu perincian. Misalnya: Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional yang berfungsi, antara lain lambang kebanggaan nasional,

l. Pada EBI Pemakaian Tanda Titik . Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau angka terakhir dalam penomoran deret digital yang lebih dari satu angka dalam judul tabel, bagan, grafik, atau gambar.

Misalnya: Tabel 1.1 Kondisi Bahasa Daerah di Indonesia Pada EYD Tidak ada

2. Keterampilan menyimak

Jenis Menyimak Berdasarkan Cara Menyimak Bahan yang Disimak a. Menyimak Ekstensif

Menyimak ekstensif adalah kegiatan menyimak yang tidak memerlukan perhatian, ketentuan, dan ketelitian . seperti: menyimak radio, televisi, percakapan orang di pasar, dan pengumuman. Jenis menyimak ekstensif dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu: Menyimak sekunder , Menyimak estetik , Menyimak pasif., Menyimak social, Menyimak Intensif

b. Menyimak intensif adalah kegiatan menyimak yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh konsentrasi untuk menangkap makna dan informasi yang dikehendaki. Ada enam jenis menyimak intensif, yaitu:

Menyimak kritis, Menyimak interogatif, Menyimak penyelidikan , Menyimak kreatif, Menyimak konsentratif, Menyimak selektif

Strategi Menyimak sebagai suatu KeterampilanBerbahasa : Simak Ulang Ucap , Simak Kerjakan

3. Keterampilan berbicara

Strategi Berbicara sebagai suatu Keterampilan Berbahasa antara lain: mendongeng, bermain peran, cerita berantai, media gambar dalam bercerita, menyajikan informasi (pidato), berpartisipasi dalam diskusi, sandiwara boneka, lihat ucap, bercerita atau membaca puisi secara kor, ulang ucap, bercakap-cakap, modelling the way, laporan lisan, bermain drama, parafrase, wawancara, dan deskripsi benda.

Ada berbagai metode yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran membaca permulaan, antara lain (1) metode bunyi, (2) metode eja abjad, (3) metode kupas rangkai suku kata, (4) metode kata lembaga, (5) metode global, dan (6) metode Struktual Analitik Sinteksis (SAS)

(Akhadiah,1992:32-34). 5.Keterampilan menulis

Pengenalan huruf dengan menulis di kelas rendah dapat dilakukan dengan beberapa tahap sesuai dengan perkembangan siswa, yaitu:

1. Menulis Permulaan dengan Huruf Kecil :

Berlatih Menulis di Awang-awang , berlatih Menulis di Punggung Teman, berlatih Menulis di Pasir , berlatih Mengeblat , berlatih Menulis Huruf Lepas

b. Menulis Tegak Bersambung

c. Menulis Permulaan dengan Huruf Kapital pada Huruf Awal Kata Permulaan Kalimat

2. Menulis Lanjut : Menulis Narasi , menulis Deskripsi , Menulis Persuasi, Menulis Argumentasi , Menulis Eksposisi

Langkah-langkah dalam proses menulis ada tiga. Agar tulisan rapi dan benar, laluilah semua langkah berikut, yaitu pramenulis, saat menulis, dan pascamenulis (merevisi, mengedit, dan menyajikan).

6. Apresiasi sastra

Sastra dapat dikelompokkan menjadi prosa, puisi, dan drama. Prosa juga terbagi menjadi prosa lama (Dongeng :m ite, legenda, fabel, cerita jenaka, farabel, dan sage.) Cerita Sejarah , Cerita Pelipur Lara , Cerita-cerita Berbingkai ,

Wiracerita (Epos) , Kitab , Hikayat .

dan prosa baru (Roman , Novel , Cerpen , Riwayat , Kritik , Resensi , Esai , Kisah Perjalanan . Begitu juga dengan puisi, puisi terdiri dari puisi lama ( Mantera , Pantun , Seloka , talibun , karmina , gurindam , syair . dan puisi baru ( balada , himne , ode , elegy , epigram ,satire , romance ).

Drama Unsur-unsur yang terdapat di dalam drama, yaitu: (1) Tema. (2) Alur. (3) Tokoh drama atau pelaku drama terdiri dari tokoh utama dan tokoh pembantu. (4) Watak. (5) Latar atau setting. (6) Amanat drama.

1. Materi yang sudah Anda pahami/kuasai

a. Kemampuan anak dalam berbahasa bertahap. Tahap – tahap pemerolehan bahasa anak ( usia 0-2 bulan , 2-5 bulan ,4-7 bulan ,6-12 bulan , 1 tahu , 2- 3 tahun , usia pra sekolah dan bahasa S iswa sd yang dialami anak secara langsung dalam konteks berbahasa bermakna bagi anak

b. Penggunaan huruf kapital , huruf miring , tnda koma , tanda titik dua dan tanda seru dalam penggunaan kalimat secara benar yang mengacu pada ejaan bahasa Indonesia ( EBI )

c. Stratgi menyimak dalam pembelajaran ( simak ulang – ucap , simak

kerjakan )strategi berbicara ( mendongeng , bermain peran )metode membaca nyaring untuk kelas rendah ( metode bunyi , eja abjad ,kupas rangkai suku kata , kata lembaga , metode SAS ) membaca lancardan mode membaca lanjut untuk kelas tinggi serta Teknik menulis permulaan dan lanjut

2. Materi yang belum dapat Anda kuasai

1. Menyimak berdasarkan taraf aktivitas penyimak adalah kegiatan menyimak bertaraf rendah , upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan daya simak siswa sehingga siswa tidak merespon dengan bahasa non verbal saja

2. Pada langkah strategi mendongeng siswa kelas rendah diminta membaca nyaring didepan kelas , usaha apa yng dilakukan guru untuk membuat siswa berani dan menghilangkan kecemasan bagi anak ( stage fright and speech

anxiety ). ( Bab 3 Berbicara )

3. Pendekatan mengapresiasi sastra anak secara reseptif ( pendekatan emotif , didaktis ,analitis ) dalam materi dijelaskan pengertiannya saja tidak disertai kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan apresiasi sastra anak . ( Bab VI Apresiasi sastra )

C. Materi esensial apa saja yang tidak ada dalam sumber belajar

1. Kompetensi dasar , tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran dalam aspek menyimak , berbicara , membaca , menulis , apresiasi bahasa di SD mulai dari kelas rendah sampai tinggi mengingat kebutuhan dan mental anak yang berbeda . Hal ini penting untuk diketahui guru sebelum menerapkan kegiatan tersebut agar dapat disesuaikan dengan tingkatannya dan dapat diintegrasikan dalam keterampilan berbahasa

2. Metode dan teknik pembelajaran menyimak , berbicara , membaca,menulis, apresiasi bahasa perlu dijelaskan mulai dari kelas rendah sampai tinggi dengan harapan guru dapat menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai dan dapat menarik minat siswa sehingga tercapai tujuan pembelajaran

3. Pada penilaian hanya dijelaskan beberapa kegiatan saja , padahal ada banyak kegiatan menyimak , berbicara , membaca , menulis , apresiasi bahasa ,hal ini penting diketahui guru sebagai pedoman penilaian selama pelaksanaan

pembelajaran

4. Contoh prosa lama , prosa baru , puisi lama , puisi baru . Penting untuk dijelaskan sehingga dapat diketahui perbedaannya

D.Materi apa saja yang tidak esensial namun ada dalam sumber belajar 1. Kegiatan pasca baca terlalu banyak dicantumkan pendapat tokoh dengan

makna yang sulit dipahami sebaiknya berupa jenis – jenis kegiatan pasca baca . 2. Pada materi menulis narasi dan deskripsi hanya dijabarkan menurut tokoh saja tidak disertai langkah pembelajaran sehingga penjabaran tersebut dirasa tidak esensial

E.Kemajuan dalam menyelesaikan Latihan Soal Uraian

1. Soal uraian yang dapat Anda selesaikan sendiri tanpa bantuan mentor Soal no 1 sampai 7 terkecuali nomor 6

2. Soal uraian yang dapat Anda selesaikan setelah mendapat bantuan mentor. Soal nomor 6 yakni mengidentifikasilah faktor-faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa anak serta upaya yang dapat dilakukan agar perbendaharaan kata anak bertambah secara pesat melalui pemerolehan bahasa!

3. Soal uraian yang mana saja yang masih belum dapat Anda selesaikan dengan baik atau belum sempat dilakukan pembimbingan oleh mentor. Soal nomor 5 Menyusun langkah-langkah pembelajaran yang efektif dalam mengadopsi keragaman bahasa siswa, sehingga interaksi dalam proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik.