• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber Daya Manusia (Pegawai)

Dalam dokumen PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS (Halaman 39-0)

BAB II GAMBARAN PELAYANAN RUMAH SAKIT UMUM

2.2 Sumber Daya Manusia

2.2.1 Sumber Daya Manusia (Pegawai)

21 21 3 SMA Sederajat 138 147 285

57

147 204 93

137 230 4 D1 - 7 7 - 6 6 - 6 6 5 D2 - 1 1 - 1 1 - 1 1 6 D3 204 264 468 213 260 473 184 260 444 7 D4 27 - 27 27 - 27 26 - 26 8 S1 175 100 275 141 88 229 150 88 238 9 S2 17 1 18 56 36 92 49 36 85 10 S3 - - - - - - - - - Jumlah 576 554 1.130 506 572 1.078 502 561 1.063

2017 2018 2019

Kategori Kategori

Jumlah Jumlah

Kategori

Jumlah Tingkat

Pendidikan No

2.2.1 Sumber daya Manusia (Pegawai)

Dibawah ini dapat dilihat jumlah SDM berdasarkan tingkat pendidikan.

Tabel 2.2

Jumlah Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan RSUD dr. Soekardjo dari Tahun 2017-2019

Sebagian besar tenaga adalah lulusan Diploma III ke atas. Hal ini juga menggambarkan bahwa ketenagaan di RSUD dr.

Soekardjo Kota Tasikmalaya tingkat kompetensi dan profesionalisme cukup baik.

2.3 Kinerja Pelayanan RSUD dr. Soekardjo 2.3.1 Pelayanan Rawat Jalan

Produksi jasa layanan medis secara poliklinik di RSUD Kota Tasikmalaya di selenggarakan dan dilaksanakan secara professional di Instalasi Rawat Jalan yang terdiri atas berbagai jenis jasa layanan meliputi :

 Pelayanan Medik dasar/umum

 Pelayanan Mediik Gigi Mulut

 Pelayanan KIA/KB

 Pelayanan Gawat Darurat Umum 24 jam & 7 hari seminggu

 Penyakit Dalam

34

 Kesehatan Anak

 Bedah

 Obstetri dan Ginekologi

 Anestesia

 Radiologi

 Patologi Klinik

 Patologi Anatomi

 Rehabilitasi Medik

 Mata

 Kulit dan Kelamin

 Kedokteran Jiwa/Psikiatri/Psikogeriatri/NAPZA

 Orthopedi

 Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher

 Saraf

 Jantung dan Pembuluh Darah

 Urologi

 Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat

 Bedah Mulut

 Konservasi Gigi

 Orthodonti

 Prosthodonti

 Bedah Saraf

 Perinatologi

 CT Scan

 Pelayanan Farmasi

 Bank Darah

 Sterilisasi/CSSD

 Rekam Medik

 Pengolahan Limbah/Kesehatan Lingkungan

 Sistem Informasi dan Komunikasi/SIRS/IT

 Pemulasaran Jenazah

35

 Bedah Digestif

 Pelayanan Intensif PICU

 Pelayanan Intensif ICU & NICU Gambar 1.1

Jumlah Kunjungan Rawat Jalan

112354

76287

64936

2017 2018 2019

36 2.3.2 Pelayanan Rawat Inap

Tabel 2.3

Alokasi Tempat Tidur Ruang Perawatan Tahun 2020

Berdasarkan Keputusan Direktur Nomor 445/Kep-17-Huk/2020 Tanggal 17 Februari 2020

Rawat Inap:

Ruang Perawatan Khusus:

Kapasitas tempat tidur kelas III terhitung paling banyak dibanding dengan tempat tidur kelas lainnya di RSUD dr.

Soekardjo kota Tasikmalaya dimana untuk kelas III (58,94%), kelas II (9,05%), Kelas I (14,57%), VIP (6,18%), VVIP (1,77%).

VVIP VIP I II III Non

Kelas

1 Wijayakusumah 5 10 15

2 Dahlia 10 10

3 Melati 2 A 25 25

4 Melati 2 B 24 24

5 Melati 3 50 50

6 Melati 4 50 50

7 Melati 5 50 50

8 Anyelir 2 4 10 16

9 Mawar 17 17

10 Bougenvill 3 12 21 36

11 Aster 22 22

12 Cempaka 2 4 15 21

13 Kenanga 2 8 10 20

14 Perinatologi 32 32

15 Kamar Bersalin 1 1 11 13

16 Tulip Lt 2 26 26

17 Tulip Lt 3 26 26

8

28 66 41 267 43 453 JUM LAH

JUM LAH TEM PAT

TIDUR KELAS

NO RUANG

NO RUANG JUMLAH TEMPAT TIDUR

1 ICU 7

2 NICU 7

3 PICU 5

JUMLAH 19

37 Tabel 2.4

Tingkat Hunian BOR per Kelas Tahun 2017– 2019

Gambar 2.2

Jumlah kunjungan Rawat inap

VVIP VIP UTAMA + UTAMA B KELAS I KELAS II KELAS III

2019 52,02 108,54 76,21 146,28 140,94

2018 63,78 47,12 53,40 66,96 70,40

2017 57,60 129,21 35,01 33,85 58,79 107,41 64,54

TAHUN KELAS

2017 2018 2019

29377 29833

59421

38

Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %

Anemia

2.3.3 Pola Morbiditas (10 Penyakit terbanyak) Tabel 2.5

Pola Morbiditas Penyakit Rawat Inap Tahun 2017-2019

Dalam kurun waktu 2017 sampai 2019 pola angka kesakitan atau morbiditas pasien rawat inap terdapat beberapa pergeseran namun untuk kasus-kasus anemia, diare dan tuberculosis paru masih menempati 10 jenis penyakit terbesar di RSUD Kota Tasikmalaya.

39

Tabel 2.6

Pola Morbiditas Penyakit Rawat Jalan Tahun 2017-2019

Sedangkan untuk rawat jalan penyakit gagal ginjal lainnya, tuberculosis paru, gagal jantung dan gangguan reflaksi menjadi penyakit-penyakit yang selama 4 tahun berturut-turut masuk dalam golongan 10 penyakit terbesar memerlukan pelayanan rawat jalan di RSUD Kota Tasikmalaya.

2.4 Sarana dan Prasarana (Asset)

Pelayanan rumah sakit adalah pelayanan dalam bidang industri jasa dan merupakan bentuk upaya pelayanan kesehatan yang bersifat sosio ekonomi, yaitu suatu usaha yang walau bersifat sosial, namun diusahakan agar bisa memperoleh surplus dengan cara pengelolaan yang profesional. Dalam upaya peningkatan kepuasan pengguna jasa pelayanan rumah sakit maka diharapkan tersedianya sarana dan prasarana yang dapat mendukung terhadap pelayanan. Karena dengan kurangnya sarana dan prasarana untuk melayanipasien rumah sakit menjadi

Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %

Gangguan Reflaksi

Jumlah 21.126 100,00 Jumlah 25.840 100,00 Jumlah 26.641 100,00 Jumlah 11.108 100,00

Jenis / Kasus Penyakit Jenis / Kasus 2019

Penyakit

Tahun 2016 Jenis / Kasus Penyakit

2017 Jenis / Kasus

Penyakit

2018

40

kendala tersendiri untuk melayani kesehatan masyarakat. Adapun sarana prasarana dan peralatan rumah sakit meliputi :

1. Bangunan

Bangunan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya merupakan bangunan dengan luas bangunan berkisar 36.967,32 M2. yang terdiri dari 72 bangunan yang berdiri diatas lahan seluas 32.770 m2. Dengan keterbatasan lahan yang ada Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya berusaha setiap tahunnya meningkatkan pelayanan melalui pemeliharaan rutin/berkala bangunan-bangunan yang ada di rumah sakit seperti perbaikan dan pengecatan ruangan-ruangan, baik itu ruangan rawat inap, ruangan rawat jalan dan ruangan-ruangan lainnya. Bangunan merupakan salah satu aspek yang dapat meningkatkan kepuasan pasien karena tingkat kepuasan pasien tidak hanya terletak pada kualitas dari pelayanan, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas bangunan. Kesan pertama terhadap rumah sakit terbentuk sejak pasien pertama kali melihat bangunan rumah sakit dari luar sebelum memasuki kawasan rumah sakit.

Pada dasarnya rumah sakit ini mengharapkan dapat memperluas lahan sehingga dapat memenuhi standar desain rumah sakit namun dikarenakan posisi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tasikmalaya berada di tengah kota jadi untuk perluasan lahan tidak memungkinkan dan kalaupun bisa itu memerlukan biaya yang cukup besar untuk membuat semua ruangan yang dibutuhkan oleh rumah sakit sesuai dengan standar, tapi paling tidak ada upaya yang baik dari pengelola rumah sakit untuk membuat rumah sakit yang nyaman bagi siapa saja yang berada di rumah sakit.

2. Pertamanan

41

Rumah sakit merupakan tempat dimana orang-orang sakit akan mendapatkan perawatan kesehatan, dan orang-orang sakit tersebut butuh perawatan kesehatan dengan menginap dan tinggal di rumah sakit untuk beberapa waktu.

Optimalisasi penggunaaan ruang terbuka dapat mendukung terciptanya situasi yang kondusif untuk beraktivitas di rumah sakit. Sehubungan dengan fungsi rumah sakit yang mana mengobati orang-orang yang sakit, maka dengan adanya taman disekitar rumah sakit dapat mengakomodasi aktivitas penyembuhan pasien, baik bagi pengunjung, staf rumah sakit, dokter, maupun pasien itu sendiri. Taman yang indah harus didukung oleh kebersihan lingkungan sekitar karena kebersihan merupakan kunci utama penilaian sebuah rumah sakit. Dengan adanya taman yang ditunjang oleh kebersihan lingkungan sekitar maka rumah sakit dapat menjadi rumah sakit pilihan utama di priangan timur.Untuk mewujudkan hal tersebut maka pihak Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tasikmalaya dalam pengelolaan taman dan kebersihan dibantu oleh cleaning service dan petugas pengelola taman yang ada di rumah sakit.

3. Sarana Rumah Sakit termasuk Instalasi listrik dan gas

Sarana pendukung lainnya yang dapat menunjang terhadap pelayanan adalah listrik yang tersedia, adapun Listrik berasal dari 2 (dua ) sumber, yakni dari PLN dan Genset dimana kapasitas yang bersumber dari PLN total sebanyak 1150 KVA dari sebelumnya sebesar 690 KVA ditambah pada tahun 2018 dan dari genset sebanyak 2 unit dengan total kapasitas sebesar 1300 KVA yang dapat mengakomodir seluruh ruangan di Rumah Sakit.

Pada tahun 2018 Rumah Sakit menambah daya listrik dikarenakan banyaknya peralatan medis yang memerlukan

42

daya yang lebih besar dan untuk mengindari kerusakan alat-alat dikarenakan kurang besarnya daya yang disediakan. Selain listrik ada juga pesawat telepon yang tersedia dimana terdiri dari 3 saluran (hunting) 1 set dan 1 saluran (non hunting), Satu saluran dipakai khusus untuk Direktur, tiga saluran lainnya pada Faxsimilli dan satu saluran khusus untuk kasus kegawatdaruratan (IGD) untuk keperluan komunikasi di dalam lingkungan Rumah Sakit ada 200 saluran sambungan.

4. Sanitasi dan kesehatan lingkungan

Sanitasi lingkungan (environmental sanitation) adalah upaya pengendalian semua faktor lingkungan fisik manusia yang mungkin menimbulkan atau dapat menimbulkan hal-hal yang merugikan bagi perkembangan fisik, kesehatan dan daya tahan hidup manusia.Dalam lingkup Rumah Sakit (RS), sanitasi berarti upaya pengawasan berbagai faktor lingkungan fisik, kimiawi dan biologik di RS yang menimbulkan atau mungkin dapat mengakibatkan pengaruh buruk terhadap kesehatan petugas, penderita, pengunjung maupun bagi masyarakat di sekitar Rumah sakit. Dari pengertian di atas maka sanitasi RS merupakan upaya dan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.Adapun lingkup sanitasi Rumah Sakit mencakup upaya-upaya yang bersifat fisik seperti pembangunan sarana pengolahan air limbah, penyediaan air bersih, fasilitas cuci tangan, masker, fasilitas pembuangan sampah, serta upaya non fisik seperti pemeriksaan, pengawasan, penyuluhan, dan pelatihan.

Untuk Sanitasi yang ada di lingkungan Rumah Sakit Umum Dearah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya antara lain :

43 a. Air Bersih.

Penggunaan air bersih bersumber pada pompa sumur gaji dan sumur bor. Untuk menjaga kualitas air sumur sebagai sumber utama pemakaian dilakukan pemeriksaan berkala di Laboratorium sebanyak 3 kali dalam setahun. Adapun penggunaan PDAM sejak tahun 2010 hanya digunakan untuk keperluan air minum atau isi ulang, sedangkan pompa air menjadi 47 buah .

b. Instalasi Pengolahan Air Limbah ( IPAL).

Pembuangan air limbah yang bersumber dari ruang–ruang perawatan disalurkan ke tempat pengolahan air limbah (IPAL), untuk diproses dan dinetralisir kembali sehingga air limbah tersebut sebelum dibuang benar-benar sudah tidak berbahaya bagi lingkungan sekitarnya.

c. Pengolahan Sampah Medis dan Non Medis.

- Pengelolaan Sampah Medis

Untuk pengelolaan sampah medis RSUD dr. Soekardjo selain pengupayaan pemilahan, timbulan sampah (dari ruangan-ruangan) selanjutnya dikirim ke TPS untuk diangkut oleh pihak ke 3 yang bekerja sama dengan pihak Rumah Sakit untuk dimusnahkan.

- Pengelolaan Sampah non medis

Untuk pengelolaan limbah non medis pihak RSUD bekerja sama dengan DLH Kota Tasikmalaya. Dengan jadwal pengangkutan 4 kali dalam 1 minggu. Diangkut dengan container dengan kapasitas 6 m³ per container dan dikirim ke TPA yang berada di daerah Ciangir.

44 5. Peralatan medis

Peralatan medis merupakan salah satu pendukung dalam memberikan pelayanan, dengan peralatan medis yang lengkap maka akan dapat memenuhi kebutuhan pasien dalam proses perawatan dan pengobatan di rumah sakit. Peralatan medis di rumah sakit meliputi : Alat-alat kedokteran umum, Alat-alat kedokteran mata, alat-alat kedokteran kandungan dan kebidanan, alat-alat kesehatan, alat-alat radiologi, alat-alat laboratorium, Alat-alat kedokteran bedah, alat-alat kedokteran anestesi, dll. Untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut memerlukan biaya yang besar sehingga untuk pemenuhannya rumah sakit setiap tahunnya mengganggarkan untuk pemenuhannya dan berupaya mendapat bantuan dana baik itu dari APBD Kota, APBD Provinsi maupun APBN.

6. Peralatan non medis

Sama halnya dengan peralatan medis, maka peralatan non medis juga dibutuhkan dalam memberikan pelayanan di rumah sakit. Dalam pengadaannya peralatan medis diadakan rutin setiap tahunnya melalui kegiatan-kegiatan yang ada di Rumah Sakit. Peralatan non medis merupakan peralatan yang dapat mendukung terhadap pelayanan seperti : mebelair, komputer, atk, kursi tunggu pasien, pakaian dinas, dll.Sebagai gambaran kondisi asset dan sarana prasarana di RSUD dr.

Soekardjo dalam melaksanakan fungsinya seperti tertera dalam tabel di bawah ini :

45 Tabel 2.7

Gambaran Asset RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Tahun 2019

2.5 Unit Usaha

RSUD dr. Soekardjo dalam mengembangkan pelayanan juga melakukan kerjasama operasional (KSO) dengan pihak ketiga antara lain seperti dalam tabel berikut ini:

NAMA BARANG NILAI (Rp.)

ASET TETAP 521.187.346.394,47

1 Tanah 45.332.982.500,00

2 Peralatan dan Mesin 306.228.610.817,77 2 Alat-alat Besar 1.190.788.984,00 3 Alat-alat Angkutan 5.390.459.659,00 4 Alat Bengkel dan Alat Ukur 1.089.671.508,00 5 Alat Pertanian 1.493.865.163,00 6 Alat Kantor dan Rumah Tangga 30.753.345.942,70 7 Alat Studio dan Alat Komunikasi 4.426.689.189,00 8 Alat-alat Kedokteran 205.326.755.154,57 9 Alat Laboratorium 51.143.935.217,50 10 Alat-alat Perenjataan/Keamanan 5.413.100.000,00 3 Gedung dan Bangunan 125.116.726.004,45 11 Bangunan Gedung 125.116.726.004,45 12 Monumen -4 Jalan, Irigasi dan Jaringan 3.856.610.838,25 13 Jalan dan Jembatan 172.155.000,00 14 Bangunan air/irigasi 246.250.000,00 15 Instalasi

-16 Jaringan 3.438.205.838,25

5 Aset Tetap Lainnya 448.647.800,00 17 Buku dan Perpustakaan 448.647.800,00 18 Barang Bercorak Kebudayaan -19 Hewan dan Ternak serta Tanaman -20 Aset Renovasi -6 Konstruksi Dalam Pengerjaan 40.203.768.434,00 ASET LAINNYA 11.497.279.980,91

7 Aset Lainnya 11.497.279.980,91

21 Aset Kondisi Rusak Berat/Hilang/Lainnya 10.826.845.780,91 22 Aset yang dimanfaatkan Pihak Lain -23 Aset Tidak Berwujud 670.434.200,00 KODE

46 Tabel 2.8

Jumlah Kerjasama yang dilaksanakan dengan Pihak Ketiga Tahun 2017

No Bidang Yang Dikerjasamakan Jumlah Kerjasama Tujuan Kerjasama Hasil Yang Telah Dicapai

1 Pelayanan Kesehatan 21 Lembaga

Melayani Kebutuhan 2 Konsultasi Hukum 1 Lembaga Konsultasi Hukum Konsultasi Hukum 3 Penangananan Limbah 1 Lembaga Pembakaran sampah

medis

Pembakaran sampah medis terpenuhi

4 Pelaksanaan Pendidikan 7 LembagaPraktek kerja lapangan dan penelitian

Pelanggan didik bisa praktek, magang dan penelitian di RSUD dr.

Soekardjo

5 Pengadaan Bahan Bakar

Minyak (BBM) 1 Lembaga

7 Pengelolaan Kantin 1 Lembaga

Pengelolaan pada

8 Informasi Program RSUD dr.

Soekardjo Kota Tasikmalaya 1 Lembaga

Penyampaian

10 Pelayanan Kerohanian 4 Lembaga Pelayanan Kerohanian untuk pasien

Terpenuhinya pelayanan kerohanian

untuk pasien

47 Tabel 2.9

Jumlah Kerjasama yang dilaksanakan dengan Pihak Ketiga Tahun 2018

No Bidang Yang Dikerjasamakan Jumlah Kerjasama Tujuan Kerjasama Hasil Yang Telah Dicapai 1 Pelaksanaan Pendidikan 16 Lembaga

Praktek kerja lapangan dan

penelitian

Pelanggan didik bisa praktek, magang dan penelitian di RSUD dr.

Soekardjo

2 Pelayanan Kesehatan 15 Lembaga

Melayani Kebutuhan

3 Informasi Program RSUD dr.

Soekardjo Kota Tasikmalaya 1 Lembaga

Penyampaian 4 Konsultasi Hukum 1 Lembaga Konsultasi Hukum Konsultasi Hukum

5 Ekonomi 1 Lembaga

Asuransi Kendaraan Dinas Roda 4 (Empat)

dan Roda 2 (dua)

Meminimalisir resiko kerugian

6 Pengadaan Bahan Bakar

Minyak (BBM) 1 Lembaga

8 Penangananan Limbah 2 Lembaga Pengolahan Limbah

Mengoptimalkan

10 Pelayanan Kerohanian 2 Lembaga Pelayanan Kerohanian untuk pasien

Terpenuhinya pelayanan kerohanian

untuk pasien

48 Tabel 2.10

Jumlah Kerjasama yang dilaksanakan dengan Pihak Ketiga Tahun 2019

No Bidang Yang Dikerjasamakan Jumlah Kerjasama Tujuan Kerjasama Hasil Yang Telah Dicapai

2 Pelayanan Kesehatan 17 Lembaga

Melayani Kebutuhan

3 Pengadaan Bahan Bakar

Minyak (BBM) 1 Lembaga

4 Penangananan Limbah 4 Lembaga Pengolahan Limbah

Mengoptimalkan Upaya Penyehatan Lingkungan Rumah Sakit dari Pencemaran

Limbah

5 Informasi Program RSUD dr.

Soekardjo Kota Tasikmalaya 5 Lembaga

Penyampaian

6 Pemeliharaan Alat Berat 1 Lembaga Perawatan/Pemelihar aan Elevator

Terlaksananya Kegiatan Pemeliharaan Alat Berat Rumah Sakit

7 Pelaksanaan Pendidikan 8 Lembaga

Praktek kerja lapangan dan

penelitian

Pelanggan didik bisa praktek, magang dan penelitian di RSUD dr.

Soekardjo

8 Ekonomi 1 Lembaga Asuransi Kendaraan

Dinas

Meminimalisir resiko kerugian

9 Pemulasaran Jenazah 1 Lembaga Pemulasaran Jenazah

Terpenuhinya Perawatan Jenazah di

Rumah Sakit 10 Konsultasi Hukum 1 Lembaga Konsultasi Hukum Konsultasi Hukum

11 Penggunaan/Peminjaman

12 Pemeliharaan Listrik 1 Lembaga Tambah Daya

Terpenuhinya Pemeliharaan, Penyediaan dan Pemakaian Listrik di

Rumah Sakit

13 Data Kependudukan 1 Lembaga

Pemanfaatan NIK,

14 Pelayanan Kerohanian 2 Lembaga Pelayanan Kerohanian untuk pasien

Terpenuhinya pelayanan kerohanian

unutk pasien

49

Selama tahun 2017-2019 telah dilaksanakan 13 bidang kerjasama. Dari sejumlah kerjasama, pada tahun 2017 dan 2019 kerjasama dalam bidang pelayanan kesehatan yang paling banyak dilakukan yaitu 21 lembaga dan 17 lembaga, hal ini dikarenakan dengan tugas dan fungsi Rumah Sakit dr. Soekardjo yang ditunjuk sebagai Rumah Sakit rujukan regional dimana harus memiliki mitra dalam melaksanakan pelayanan dalam hal ini dengan Puskesmas yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya. Untuk Melengkapi sarana dan prasarana dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, namun merujuk pada kondisi anggaran yang tidak memugkinkan untuk mengadakan pengadaan sendiri, RSUD dr. Soekardjo juga perlu upaya salah satunya dengan menjalin kemitraan dengan pihak lain.

Dengan adanya kemitraan dengan berbagai lembaga maka dampak yang diperoleh adalah dapat terlayaninya pasien rawat jalan, rawat inap dan gawat darurat dengan baik. Walaupun selama berjalannya kemitraan dengan berbagai lembaga tidak sedikit RSUD dr. Soekardjo mengalami kendala diantaranya dalam hal pengurusan pembaharuan kerjasama beberapa kali terjadi keterlambatan sehingga mempengaruhi kelancaran pelayanan.

2.6 Diklat

Pengembangan karier melalui pendidikan, kursus dan pelatihan yang dilaksanakan baik di dalam maupun di luar Rumah Sakit dr. Soekardjo senantiasa diupayakan adanya peningkatan, hal ini dilakukan dalam rangka Pengembangan potensi Sumber Daya Manusia yang ada di RSUD dr. Soekardjo.

Sebagaigambaran kegiatan pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia di RSUD dr. Soekardjo kami sajikan dalam tabel sebagai berikut:

50

Tabel 2.11

Kegiatan Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia RSUD dr. Soekardjo dari Tahun 2017-2019

2.7 Kinerja Pelayanan RSUD dr. Soekardjo

Untuk mengukur kinerja pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo dapat diketahui melalui pencapaian indikator sasaran melalui Indikator Kinerja Utama dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) RSUD dr. Soekardjo.

Indikator kinerja akan digunakan untuk mengukur kinerja atas keberhasilan organisasi dan merupakan syarat penting untuk menetapkan rencana kinerja sebagai penjabaran dari RPJMD.

Secara umum indikator kinerja yang telah ditetapkan oleh RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD Kota Tasikmalaya.

Indikator Kinerja Utama RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya pada periode Renstra 2013-2017 seperti yang tertera pada tabel berikut :

Jumlah Pelatihan

Jumlah Orang

Jumlah Pelatihan

Jumlah Orang

Jumlah Pelatihan

Jumlah Orang 1 Pelatihan/Workshop 62 134 52 110 62 134 2 In House Training 30 1.720 10 583 30 1.720 3 Pertemuan/Sosialisasi/

Rapat/Studi Banding 11 75 5 22 11 75 4 Seminar/Simposium 74 391 91 407 74 391

177

2.320 158 1.122 177 2.320 Jumlah

2017 2018 2019

Tahun Jenis Pelatihan

No

51 Tabel 2.12

Pencapaian Kinerja Pelayanan RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Tahun 2013-2019

2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019

1 % kehadiaran

karyawan % 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% - - 100,00% 92,00% 94,00% 100,00% - - - 100,00% 92,00% 94,00% 100,00% - - -

2 % pemenuhan diklat

sesuai kebutuhan % 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% - - 100,00% 58,22% 80,00% 85,20% - - - 100,00% 58,22% 80,00% 85,20% - - -

6 % ketersediaan SOP

sesuai kebutuhan % 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% - - 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% - - - 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% - - -

11Nilai SAKIP RSUD dr.

Soekardjo Kategori - - - - B B BB - - - - NA C CC - - - - Belum

status Akreditasi Kategori - - - - Paripurna Paripurna Paripurna - - - - Paripurna Paripurna Paripurna - - - - 100,00% 100,00% 100,00%

13Cost Recovery Ratio

(CRR) % - - - - - 100,00% 100,00% - - - - - 86,86% 80,77% - - - - - 86,86% 80,77% NO Indikator Kinerja Satuan

Target Renstra Perangkat Daerah Tahun 2013-2019 Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun

- - - Tercapai Tercapai Tercapai

52

Pada tabel diatas dapat kita lihat secara umum capaian indikator sudah baik dimana capaian indikator sebagian besar sudah tercapai, walaupun masih ada beberapa target indikator yang telah ditentukan nilai realisasinya belum tercapai.

Selanjutnya dapat kita lihat pula pada tahun 2017 adanya perubahan capaian indikator kinerja utama IKU), hal ini disebabkan karena perubahan - perubahan yang terjadi sehingga dipadang perlu untuk dilakukan review terhadap capaian Indikator kinerja utama yang sudah ada pada Renstra 2013-2017.

Perubahan ini juga tidak terlepas dari sasaran dan tujuan RPJMD Kota Tasikmalaya.

Hanya tiga dari sembilan indikator kinerja di tahun 2016 belum memenuhi target yaitu pemenuhan diklat, ketenagaan dan pendapatan. Sedangkan pada tahun 2017 hanya satu dari tiga indikator kinerja belum mencapai target yaitu capaian nilai AKIP yang mana hal ini disebabkan tidak dilakukannya penilaian atas dokumen AKIP RSUD dr. Soekadjo tahun 2016 oleh Inspektorat.

2.8 Standar Pelayanan Minimal (SPM)

Sebagai dasar upaya pencapaian SPM adalah Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, yang ditindaklanjuti dengan Perwalkot nomor 77 Tahun 2011 tentang Standar Pelayanan Minimal Badan Layanan Umum Daerah RSUD Kota Tasikmlaya.

SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal.Spesifikasi teknis tentang tolak ukur pelayanan minimum yang diberikan oleh Badan Layanan Umum kepada masyarakat. SPM berisikan indikator-indikator mulai dari penyediaan sumber daya, cakupan layanan

53

dan mutu layanan, yang digunakan sebagai alat ukur keberhasilan. Dengan melakukan pengukuran dan evaluasi secara periodik diharapkan terjadi peningkatan kinerja pelayanan secara terus menerus. Selain itu juga dapat memberikan informasi secara transparan terhadap pencapaian kinerja pelayanan. Guna efektivitas analisa hasil pencapaian SPM di RSUD dr. Soekardjo dikelompokkan dalam 3 (tiga) jenis pelayanan yaitu :

1. Pelayanan Medis dan Keperawatan 2. Pelayanan Penunjang

3. Pelayanan Administrasi Keuangan dan Manajemen

54 1. Pelayanan Medis dan Keperawatan

Tabel 2.13

Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pelayanan Medis dan Keperawatan

No Jenis

Pelayanan Indikator Standar SPM Realisasi Capaian Tahun

2014 2015 2016 2017 2018 2019

1 Gawat darurat

Kemampuan menangani Live Saving Anak dan Dewasa

100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

Jam Buka

Pelayanan Gawat

Darurat 24 Jam 24 Jam 24 Jam 24 Jam 24 Jam 24 Jam 24 Jam

Pemberian

Pelayanan Gawat darurat yang Bersertifikat yang masih berlaku BLS/PPGD/GELS /ALS

100% 100% 100% 100% 90% 100% 100%

Ketersediaan Tim Penanggulangan Bencana

1 Tim 1 Tim 1 Tim 1 Tim - - -

Waktu tanggap pelayanan dokter di Gawat Darurat

≤ 5 menit terlayani setelah pasien

datang

1,015

Menit 100% 100%

Kepuasan

Pelanggan ≥ 70% 71,12% 73,05% 73% 75.78% - -

55

Kebidanan Kebidanan Kebidanan Kebidanan Kebidana

n Kebidanan Kebidan an

Bedah Bedah Bedah Bedah Bedah Bedah Bedah

56

Jam Visite dokter

Spesialis

08.00 s/d 14.00 setiap hari kerja

08.00 s/d 14.00 setiap hari

kerja

08.00 s/d 14.00 setiap hari

kerja

08.00 s/d 14.00 setiap hari

kerja

Minimal 1 kali sehari maksima

l jam 14.00

55,25% 55,95%

Kejadian Infeksi

Pasca Operasi ≤ 1,5 % 1,63% 1,21% 0,14% - - -

Kejadian Infeksi

Nosokomial ≤ 1,5 % 0,15% 0,16% 0,43% 0.63% 0,42% 0,39%

Tidak adanya kejadian pasien jatuh yang berakibat

kecacatan/kemati an

100% 100% 100% 100% 99.99% 99,99% 99,99%

Kematian pasien >

48 jam ≤ 0,24% 2,12% 2,12% 2,40% 0.20% 0,20% 0,19%

Kejadian Pulang

Paksa ≤ 5% 7,65% 7,65% 3,43 1.62% 1,875% 2.20%

Kepuasan

Pelanggan ≥ 90% 73,05% 85,60% 75.78% 77,84% 76,85%

Rawat Inap TB

Penegakan Diagnosis TB melalui pemeriksaan Microscope TB

60% 100% 100% 90% - - -

57

3 Rawat Jalan Dokter Pemberi Pelayanan di Poliklinik Spesialis

100% Dokter

Spesialis 99% dokter Spesialis

Klinik Anak Klinik

Anak Klinik

58

Penegakan Diagnosis TB melalui Pemeriksaan Mikroscope TB

≥ 60% 97,99% 97,99% 97,99% - - -

Terlaksananya kegiatan

pencatatan dan Pelaporan TB di Rumah Sakit

≤ 60 % 22,70% 22,70% 22,70% - - -

4 Bedah

Sentral Waktu Tunggu

Operasi Elektif ≤ 2 hari ≥ 2 hari ≥ 2 hari ≥ 2 hari 10% 30 hari 15 %

Kejadian kematian

di Meja Operasi ≤ 1 % 0% 0% 0% 0% 0% 0%

Tidak adanya

kejadian operasi

salah sisi 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

Tidak adanya kejadian operasi

salah orang 100% 100% 100% 100% 99.05% 100% 100%

Kejadian Infeksi

Pasca Operasi ≤ 1,5 % 1,63% 1,21% 1% 0.05% 100% 100%

Tidak adanya kejadian salah tindakan pada operasi

≤ 1,5 % 0% 0% 0% 100% 100% 100%

Komplikasi anestesi karen aoverdosis, reaksi anestesi dan salah

≤ 6 % 0% 0% 0% 0% 0% 0%

59

Perinatologi Kejadian kematian ibu karena

60

(ICU) Rata-rata pasien yang kembali ke

61 kasus yang

ditangani

dengan kasus yang

ditangani

dengan kasus

yang ditangani

dengan kasus yang

ditangani

sesuai dengan

kasus yang ditangani

100% Perawat minimal D3 dengan sertifikat perawat mahir ICU/Setara D4

73,33% 77% 92,8% 87% 82,45% 76%

7 Intensive

(NICU) Rata-rata pasien yang kembali ke perawatan

intensive dengan kasus yang sama

< 72 Jam

≤ 3% 0% 0% 0% 0% 0% 0%

Pemberi Pelayanan

Unit Intensive Dokter

Spesialis Anak

Dokter Spesialis

Anak

Dokter Spesialis

Anak

Dokter Spesialis

Anak

Dokter Spesialis

Anak

100% 100%

100% Perawat minimal D3 dengan sertifikat perawat mahir NICU/PICU/S ertifikat Pelatihan NICU/PICU

73,33% 38,46% 35,17% 28.58% 7% 0%

62 8 Intensive

(HCU)

Rata-rata pasien yang kembali ke perawatan

intensive dengan kasus yang sama

< 72 Jam

≤ 3% 0% 0% 0% - - -

Pemberi Pelayanan Unit Intensive

Dokter Spesialis Anastesi

Dokter Spesialis

Anastesi

Dokter Spesialis

Anastesi

Dokter Spesialis Anastesi

- - -

100% Perawat minimal D3 dengan sertifikat perawat mahir HCU Sertifikat Pelatihan HCU

45,45% 54,54% 70% - - -

9 Pelayanan

Gakin Pelayanan terhadap pasien Gakin yang datang

Gakin Pelayanan terhadap pasien Gakin yang datang

Dalam dokumen PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS (Halaman 39-0)

Dokumen terkait