• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan)

Dalam dokumen Krakatau Steel Biilingual 30 September 2013 (Halaman 47-53)

3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY

(continued)

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

Penyisihan atas Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha-Evaluasi Kolektif

Allowance for Impairment Losses on Trade Receivables-Collective Assessment

Bila Kelompok Usaha memutuskan bahwa tidak terdapat bukti obyektif atas penurunan nilai pada evaluasi individual atas piutang usaha, baik yang nilainya signifikan maupun tidak, Kelompok Usaha menyertakannya dalam kelompok piutang usaha dengan risiko kredit yang serupa karakteristiknya dan melakukan evaluasi kolektif atas penurunan nilai. Karakteristik yang dipilih mempengaruhi estimasi arus kas masa depan atas kelompok piutang usaha tersebut karena merupakan indikasi bagi kemampuan pelanggan untuk melunasi jumlah terhutang.

If the Group determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed trade receivables, whether significant or not, it includes the asset in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and collectively assesses them for impairment. The characteristics chosen are relevant to the estimation of future cash flows for groups of such trade receivables by being indicative of the customers‟ ability to pay all amounts due.

Arus kas masa depan pada kelompok piutang usaha yang dievaluasi secara kolektif untuk penurunan nilai diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian historis bagi piutang usaha dengan karakteristik risiko kredit yang serupa dengan piutang usaha pada kelompok tersebut.

Future cash flows in a group of trade receivables that are collectively evaluated for impairment are estimated on the basis of historical loss experience for the trade receivables with credit risk characteristics similar to those in the group.

Cadangan Penurunan Nilai Pasar dan Keusangan Persediaan

Allowance for Decline in Market Values and Obsolescence of Inventories

Penyisihan penurunan nilai realisasi neto dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Penyisihan dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Nilai tercatat persediaan Kelompok Usaha sebelum penyisihan atas keusangan dan penurunan nilai persediaan pada tanggal 30 September 2013 adalah sebesar US$584.722 (31 Desember 2012: US$662.878). Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 10.

Allowance for decline in net realizable value and obsolescence of inventories is estimated based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the inventories‟ own physical conditions, their market selling prices, estimated costs of completion and estimated costs to be incurred for their sales. The allowance is re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amount estimated. The carrying amount of the Group‟s inventories before allowance for obsolescence and decline in value of inventory as of September 30, 2013 is US$584,722 (December 31, 2012: US$662,878). Further details are disclosed in Note 10.

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued) Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap Estimating Useful Lives of Fixed Assets Kelompok Usaha mengestimasi masa manfaat

ekonomis aset tetap berdasarkan utilisasi dari aset yang diharapkan dan didukung dengan rencana dan strategi usaha dan perilaku pasar. Estimasi dari masa manfaat aset tetap adalah berdasarkan penelaahan Kelompok Usaha terhadap praktek industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk aset yang setara. Estimasi masa manfaat ditelaah minimum setiap akhir tahun pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dari estimasi sebelumnya dikarenakan pemakaian dan kerusakan fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain atas penggunaan dari aset. Tetapi, adalah mungkin, hasil di masa depan dari operasi dapat dipengaruhi secara material oleh perubahan-perubahan dalam estimasi yang diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor yang disebutkan di atas.

The Group estimates the useful lives of its fixed assets based on expected asset utilization as anchored on business plans and strategies that also consider expected market behavior. The estimation of the useful lives of fixed assets is based on the Group‟s assessment of industry practice, internal technical evaluation and experience with similar assets. The estimated useful lives are reviewed at least each financial year-end and are updated if expectations differ from previous estimates due to physical wear and tear, technical or commercial obsolescence and legal or other limitations on the use of the assets. It is possible, however, that future results of operations could be materially affected by changes in the estimates brought about by changes in the factors mentioned above.

Kelompok Usaha mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 2 sampai dengan 50 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Kelompok Usaha menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat neto atas aset tetap Kelompok Usaha pada tanggal 30 September 2013 adalah sebesar US$878.376 (31 Desember 2012: US$748.936). Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 13.

The Group estimates the useful lives of these fixed assets to be within 2 to 50 years. These are common life expectancies applied in the industries where the Group conducts its businesses. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual values of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised. The net carrying amount of the Group‟s fixed assets as of September 30, 2013 was US$878,376 (December 31, 2012: US$748,936). Further details are disclosed in Note 13.

Pensiun dan Imbalan Kerja Pension and Employees‟ Benefits

Biaya program pensiun manfaat pasti dan imbalan jangka panjang lainnya serta nilai kini kewajiban imbalan kerja ditentukan dengan menggunakan penilaian aktuarial. Penilaian aktuarial melibatkan penentuan berbagai asumsi, termasuk penentuan tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji masa depan, tingkat mortalitas, tingkat pengunduran diri karyawan, tingkat kecacatan dan tingkat hasil yang diharapkan dari aset program. Karena kerumitan penilaian, asumsi yang mendasari dan sifat jangka panjangnya, kewajiban manfaat pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi-asumsi tersebut. Seluruh asumsi ditelaah setiap akhir tahun pelaporan.

The cost of defined benefit pension plans and other long-term employee benefits and the present value of the defined benefit obligation are determined using actuarial valuations. An actuarial valuation involves making various assumptions, which includes the determination of the discount rate, future salary increases, mortality rates, employee turn-over rate, disability rate, and the expected rate of return on plan assets. Due to the complexity of the valuation, the underlying assumptions and its long term nature, a defined benefit obligation is highly sensitive to changes in these assumptions. All assumptions are reviewed at financial year-end.

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan)

3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY

(continued)

Pensiun dan Imbalan Kerja (lanjutan) Pension and Employees‟ Benefits (continued) Dalam menentukan tingkat diskonto yang sesuai,

manajemen memperhitungkan tingkat bunga (pada akhir tahun pelaporan) dari obligasi pemerintah dalam Rupiah. Kelompok Usaha menggunakan tingkat diskonto tunggal untuk masing-masing entitas dalam Kelompok Usaha yang mencerminkan rata-rata perkiraan jadwal pembayaran imbalan dan mata uang yang digunakan dalam membayar imbalan. Tingkat mortalitas adalah berdasarkan tabel mortalita yang tersedia pada publikasi. Tingkat kenaikan gaji masa depan didasarkan pada rencana kerja jangka panjang Kelompok Usaha yang juga dipengaruhi oleh tingkat inflasi masa depan yang diharapkan di dalam suatu Negara.

In determining the appropriate discount rate, management considers the market yields (at year end) on Indonesian Rupiah government bonds. The Group uses a single discount rate for each entity within the Group that reflects the estimated average timing of benefit payments and the currency in which the benefits are to be paid. The mortality rate is based on publicly available mortality tables. Future salary increases is based on the Group long-term business plan which is also influenced by expected future inflation rates for the country.

Walaupun Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Nilai tercatat atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang Kelompok Usaha pada tanggal 30 September 2013 adalah sebesar US$39.682 (31 Desember 2012: US$37.708).

While the Group believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Group‟s actual experiences or significant changes in the Group‟s assumptions may materially affect its estimated liabilities for pension and employees‟ benefits and net employee benefits expense. The carrying amount of the Group‟s long- term liabilities for employee benefits as of September 30, 2013 was US$39,682 (December 31, 2012: US$37,708).

Penjelasan lebih rinci mengenai asumsi-asumsi yang digunakan diungkapkan pada Catatan 23.

Further details about the assumptions used are given in Note 23.

Instrumen Keuangan Financial Instruments

Ketika nilai wajar dari aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian tidak dapat diambil dari pasar yang aktif, maka nilai wajarnya ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian termasuk model discounted cash flow. Masukan untuk model tersebut dapat diambil dari pasar yang dapat diobservasi, tetapi apabila hal ini tidak dimungkinkan, sebuah tingkat pertimbangan disyaratkan dalam menetapkan nilai wajar. Pertimbangan tersebut mencakup penggunaan masukan seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan volatilitas. Perubahan dalam asumsi mengenai faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar dari instrumen keuangan yang dilaporkan.

When the fair value of financial assets and financial liabilities recorded in the consolidated statements of financial position cannot be derived from active markets, their fair value is determined using valuation techniques including the discounted cash flow model. The inputs to these models are taken from observable markets where possible, but where this is not feasible, a degree of judgment is required in establishing fair values. The judgments include considerations of inputs such as liquidity risk, credit risk and volatility. Changes in assumptions about these factors could affect the reported fair value of financial instruments.

Instrumen Keuangan (lanjutan) Financial Instruments (continued) Nilai tercatat dari aset keuangan yang diukur pada

nilai wajar dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September 2013 adalah sebesar nihil (31 Desember 2012: nihil), sedangkan nilai tercatat liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September 2013 adalah sebesar nihil (31 Desember 2012: nihil) (Catatan 17 dan 32).

The carrying amount of financial assets carried at fair values in the consolidated statements of financial position as of September 30, 2013 was nil (December 31, 2012: nil), while the carrying amount of financial liabilities carried in the consolidated statements of financial position as of September 30, 2013 was nil (December 31, 2012: nil;) (Notes 17 and 32).

Ketidakpastian Kewajiban Perpajakan Uncertain tax exposure Pertimbangan signifikan dilakukan dalam

menentukan provisi atas pajak penghasilan badan maupun pajak lainnya atas transaksi tertentu. Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks dan jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan. Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Kelompok Usaha menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai dengan PSAK No. 57, “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi”.

Kelompok Usaha membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika liabilitas pajak untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.

Significant judgment is involved in determining the provision for corporate income tax and other taxes on certain transactions. Uncertainties exist with respect to the interpretation of complex tax regulations and the amount and timing of future taxable income. In determining the amount to be recognized in respect of an uncertain tax liability, the Group applies similar considerations as it would use in determining the amount of a provision to be recognized in accordance with PSAK No. 57, “Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Asset”. The Group makes an analysis of all tax positions related to income taxes to determine if a tax liability for unrecognized tax benefit should be recognized.

Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Nilai tercatat bersih liabilitas pajak penghasilan badan pada tanggal 30 September 2013 adalah sebesar US$3.935 (31 Desember 2012: US$2.423). Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 18.

The Group recognizes liabilities for expected corporate income tax issues based on estimates of whether additional corporate income tax will be due. The net carrying amount of corporate income tax payable as of September 30, 2013 was US$3,935 (December 31, 2012 was US$2,423). Further details are disclosed in Note 18.

Realisasi dari Aset Pajak Tangguhan Realizability of Deferred Income Tax Assets Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal

yang belum digunakan sepanjang besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan pajak masa depan.

Deferred tax assets are recognized for all unused tax losses to the extent that it is probable that taxable profit will be available against which the losses can be utilized. Significant management estimates are required to determine the amount of deferred tax assets that can be recognized, based upon the likely timing and the level of future taxable profits together with future tax planning strategies.

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan)

3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY

(continued)

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

Realisasi dari Aset Pajak Tangguhan (lanjutan) Realizability of Deferred Income Tax Assets (continued)

Pada tanggal 30 September 2013, Kelompok Usaha memiliki rugi fiskal yang dapat dikompensasi setara dengan US$119.098 Rugi fiskal tersebut terkait kepada Perusahaan dan Entitas Anak yang masih mengalami kerugian, belum daluwarsa dan tidak dapat digunakan untuk disalinghapuskan dengan penghasilan kena pajak entitas lain dalam Kelompok Usaha.

As of September 30, 2013, the Group has tax loss carry forwards equivalent to US$119,098. These tax losses relate to the Company and Subsidiaries which still incurred loss, have not yet expired and may not be used to offset taxable profits elsewhere in the Group.

30/09/2013 31/12/2012

Kas 234 238 Cash on hand

Bank Banks

Rekening DolarAS US Dollar account

Pihak Ketiga Third Parties

Bank of Tokyo - Mitsubishi Bank of Tokyo - Mitsubishi

UFJ. Ltd. Jakarta 145 5.072 UFJ. Ltd. Jakarta

The Hongkong and Shanghai The Hongkong and Shanghai Banking

Banking Corporation Ltd. 62 1.454 Corporation Ltd. Standard Chartered Bank 40 124 Standard Chartered Bank PT Bank Central Asia Tbk 5 114 PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk 316 108 PT Bank Danamon Indonesia Tbk

PT. Bank CIMB Niaga Tbk 121 68 PT. Bank CIMB Niaga Tbk

PT Bank Permata Tbk 130 63 PT Bank Permata Tbk Lain-lain (masing-masing di bawah

US$100) 674 131 Others (each below US$100)

Entitas berelasi dengan Pemerintah Government - Related Entities

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 15.488 42.782 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

(Persero) Tbk 3.984 6.467

PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

(Persero) Tbk 3.766 2.284

PT Bank Syariah Mandiri 447 270 PT Bank Syariah Mandiri

Rekening Rupiah Rupiah accounts

Pihak Ketiga Third Parties

PT Bank Central Asia Tbk 1.140 3.125 PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Permata Tbk 1.334 736 PT Bank Permata Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk 144 470 PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk 432 417 PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Bukopin Tbk 337 92 PT Bank Bukopin Tbk PT Bank DBS Indonesia 7 61 Bank DBS Indonesia

The Hongkong and Shanghai The Hongkong and Shanghai Banking

Banking Corporation Ltd. 536 10 Corporation Ltd.

PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah

Jawa barat dan banten Tbk 84 132 Jawa barat dan banten Tbk Lain-lain (masing-masing di bawah

US$100) 129 132 Others (each below US$100)

Entitas berelasi dengan Pemerintah Government - Related Entities

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 8.509 32.404 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 3.371 6.762 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 2.068 3.213 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri 455 1.430 PT Bank Syariah Mandiri Lain-lain (masing-masing di bawah

US$100) 88 20 Others (each below US$100)

Rekening EURO EURO accounts

Pihak Ketiga Third Parties

Lain-lain 144 417 Others

Entitas berelasi dengan Pemerintah Government - Related Entities

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 117 78 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 48 78 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Lain-lain (masing-masing di bawah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Dalam dokumen Krakatau Steel Biilingual 30 September 2013 (Halaman 47-53)