• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Dalam dokumen Catatan/ Notes KAS 2a, CASH (Halaman 35-38)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

s. Kewajiban Imbalan Pasca-kerja s. Obligation for Post-employment Benefits

Kewajiban imbalan pasca-kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi jumlah kewajiban imbalan pasca-kerja di masa depan yang timbul dari jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada masa kini dan masa lalu, dikurangi dengan nilai wajar aktiva bersih dana pensiun. Perhitungan dilakukan oleh aktuaris independen dengan metode projected-unit-credit.

The obligation for post-employement benefits is calculated at present value of estimated future benefits that the employees have earned in return for their services in the current and prior periods, deducted by any plan assets. The calculation is performed by an independent actuary using the projected-unit-credit method.

Imbalan pasca-kerja yang diperoleh karyawan dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasi dengan metode garis lurus (straight-line method) selama estimasi sisa masa kerja rata-rata karyawan hingga imbalan pasca-kerja menjadi hak karyawan (vested). Imbalan pasca-kerja yang telah menjadi hak karyawan diakui segera sebagai beban pada saat terjadinya di dalam laporan laba rugi konsolidasi.

The benefits earned by the employees are recognized as expense in the consolidated statement of income on a straight-line basis over the estimated average service period until the benefits become vested. To the extent that the benefits vest immediately, the expense is recognized immediately in the consolidated statement of income.

t. Pajak Penghasilan t. Income Taxes

Perseroan menerapkan metode aktiva dan kewajiban dalam menghitung beban pajaknya. Dengan metode ini, aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui pada setiap tangal pelaporan sebesar perbedaan temporer aktiva dan kewajiban untuk tujuan akuntansi dan tujuan pajak. Metode ini juga mengharuskan pengakuan manfaat pajak di masa akan datang, seperti kompensasi rugi fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa mendatang cukup besar (probable).

The Company adopts the asset and liability method in determining its income tax expense. Under this method, deferred tax assets and liabilities are recognized at each reporting date for temporary differences between the financial and tax basis of assets and liabilities. This method also requires the recognition of future tax benefits, such as tax loss carryforwards, to the extent that realization of such benefits is probable.

u. Informasi Segmen u. Segment Information

Berdasarkan PSAK No. 5 (Revisi 2000) tentang “Pelaporan Segmen”, Bank telah mengidentifikasi dan mengungkapkan pelaporan informasi keuangan berdasarkan segmen geografis Bank (menyajikan informasi produk atau jasa pada wilayah ekonomi tertentu). Segmen adalah komponen dari Bank yang dapat dibedakan berdasarkan risiko dan imbalan yang berbeda dengan segmen lainnya. Pendapatan dari setiap segmen diakui berdasarkan lokasi aktiva dan pelanggannya.

Based on SFAS No. 5 (2000 Revision), “Segment Reporting”, the Bank has identified and disclosed financial information based on the Bank’s geographical segments (providing products or services within a particular economic environment). A segment is a distinguishable component of the Bank which is subject to risks and rewards that are different from those of other segments. Revenue for each segment is recognized based on the location of its assets and external customers.

herein are in Indonesian language.

PT BANK PERMATA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali data saham)

PT BANK PERMATA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

Six Months Ended June 30, 2006 and 2005 (Expressed in millions of Rupiah,

except for share data)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

v. Laba Bersih per Saham v. Earnings per Share

Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.

Basic earnings per share is computed by dividing net income with the weighted average number of outstanding common shares.

w. Penggunaan Estimasi w. Use of Estimates

Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen untuk membuat taksiran-taksiran dan asumsi-asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan, serta pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasi dan jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan. Hasil aktual dapat berbeda dari taksiran-taksiran tersebut.

The preparation of consolidated financial statements in conformity with generally accepted accounting principles requires management to make estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities, and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the consolidated financial statements, and the reported amounts of revenue and expenses during the reporting period. Actual results could differ from those estimates.

3. KAS 3. CASH

Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:

2006 2005

Rupiah 441.554 353.993 Rupiah

Valuta Asing 32.625 105.174 Foreign Currencies

Jumlah 474.179 459.167 Total

Saldo kas dalam mata uang Rupiah termasuk jumlah kas pada ATM masing-masing sebesar Rp106.106 dan Rp47.073 pada tanggal 30 Juni 2006 dan 2005.

Total cash in Rupiah currency included cash in ATMs amounting to Rp106,106 and Rp47,073 as of June 30, 2006 and 2005, respectively.

4. GIRO PADA BANK INDONESIA 4. CURRENT ACCOUNTS WITH BANK INDONESIA

Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:

2006 2005

Rupiah 2.542.857 1.657.589 Rupiah

Dolar Amerika Serikat 148.671 156.040 United States Dollar

Jumlah 2.691.528 1.813.629 Total

herein are in Indonesian language.

PT BANK PERMATA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali data saham)

PT BANK PERMATA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

Six Months Ended June 30, 2006 and 2005 (Expressed in millions of Rupiah,

except for share data)

4. GIRO PADA BANK INDONESIA (lanjutan) 4. CURRENT ACCOUNTS WITH BANK INDONESIA

(continued)

Pada tanggal 30 Juni 2006 dan 2005, Giro Wajib Minimum (GWM) Bank masing-masing sebesar 9,04% dan 7,22% untuk mata uang Rupiah serta sebesar 3,62% dan 3,33% untuk mata uang asing. Bank telah memenuhi Peraturan Bank Indonesia No. 7/29/PBI/2005 tanggal 6 September 2005 tentang Perubahan Atas PBI No. 6/15/PBI/2004 tanggal 28 Juni 2004 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia Dalam Rupiah dan Valuta Asing.

As of June 30, 2006 and 2005, the minimum reserve requirements of the Bank are 9.04% and 7.22% for Rupiah currency, and 3.62% and 3.33% for foreign currency. The Bank has fulfilled Bank Indonesia’s regulation No. 7/29/PBI/2005 dated September 6, 2005 regarding Amendment of Bank Indonesia Regulation No. 6/15/PBI/2004 dated June 28, 2004 regarding Minimum Reserve Requirement of Commercial Banks in Bank Indonesia in Rupiah and Foreign Currency.

5. GIRO PADA BANK-BANK LAIN 5. CURRENT ACCOUNTS WITH OTHER BANKS

Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:

2006 2005

Rupiah Rupiah

- Pihak ketiga 34.689 24.331 - Third parties

- Pihak yang mempunyai

hubungan istimewa 26 - - Related parties

Valuta Asing Foreign Currencies

- Pihak ketiga 161.856 295.721 - Third parties

- Pihak yang mempunyai

hubungan istimewa 41.035 21.933 - Related parties

Jumlah 237.606 341.985 Total

Dikurangi penyisihan penghapusan (2.259) (3.284) Less allowance for losses

Jumlah - bersih 235.347 338.701 Total - net

Pada tanggal 30 Juni 2006 dan 2005, giro pada bank-bank lain yang mempunyai hubungan istimewa merupakan giro pada Standard Chartered Bank (pemegang saham - Catatan 26), yang dilakukan dengan persyaratan dan kondisi normal seperti pada pihak ketiga.

As of June 30, 2006 and 2005, current accounts with other banks which are related parties represented current accounts with Standard Chartered Bank (a stockholder - Note 26), which was entered at the normal terms and condition as those with the third parties.

Pada tanggal 30 Juni 2006 dan 2005, seluruh saldo giro pada bank-bank lain diklasifikasikan sebagai lancar. Manajemen berkeyakinan bahwa saldo penyisihan penghapusan yang dibentuk cukup untuk menutupi kemungkinan tidak tertagihnya giro pada bank-bank lain serta telah dihitung berdasarkan ketentuan Bank Indonesia (Catatan)2n).

As of June 30, 2006 and 2005, all outstanding balance of current accounts with other banks are classified as pass. Management believes that the balance of allowance for losses already provided is adequate to cover possible losses on uncollectible current accounts with other banks and is computed in accordance with the Bank Indonesia regulations (Note 2n).

herein are in Indonesian language.

PT BANK PERMATA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali data saham)

PT BANK PERMATA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

Six Months Ended June 30, 2006 and 2005 (Expressed in millions of Rupiah,

except for share data)

6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN

Dalam dokumen Catatan/ Notes KAS 2a, CASH (Halaman 35-38)