Bab 2 : Anjuran Menikah
A. Sunnah Para Nabi dan Rasul
Kalau ada orang yang paling tinggi derajatnya di sisi Allah, mereka tentulah bukan para pendeta atau biksu yang hidupnya membujang dan menjauhi hidup berumah tangga. Kalau ada orang yang dijamin pasti masuk surga setelah terjadi hari kiamat nanti, pastilah mereka adalah para nabi dan rasul yang mulia.
Para pendeta dan biksu hanya mengklaim diri mereka sebagai orang suci, tetapi di sisi Allah sebagai tuhan yang menetapkan tata cara beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya, para pendeta dan biksu yang tidak menikah itu bukan orang yang dekat dengan diri-Nya.
Orang-orang terdekat yang langsung menerima wahyu dari Allah SWT tidak lain hanyalah para nabi dan rasul. Mereka adalah orang-orang yang resmi menjadi pembawa wahyu dari langit.
Dan para nabi serta rasul itu seluruhnya hidup normal dengan menikahi wanita, berumah tangga dan punya anak serta keturunan.
Di dalam Al-Quran Allah SWT berfirman :
ﺪﹶﻘﹶﻟﻭ
ﺎﺟﺍﻭﺯﹶﺃ ﻢﻬﹶﻟ ﺎﻨﹾﻠﻌﺟﻭ ﻚِﻠﺒﹶﻗ ﻦﻣ ﹰﻼﺳﺭ ﺎﻨﹾﻠﺳﺭﹶﺃ
ﹶﻥﺎﹶﻛ ﺎﻣﻭ ﹰﺔﻳﺭﹸﺫﻭ
ِﻥﹾﺫِﺈِﺑ ﱠﻻِﺇ ٍﺔﻳﺂِﺑ ﻲِﺗﹾﺄﻳ ﻥﹶﺃ ٍﻝﻮﺳﺮِﻟ
ﺏﺎﺘِﻛ ٍﻞﺟﹶﺃ ﱢﻞﹸﻜِﻟ ِﻪﹼﻠﻟﺍ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab. (QS. Ar-Ra'd : 38)
Dan di dalam hadits nabi SAW disebutkan bahwa menikah itu bagian dari sunnah para Nabi dan Rasul.
Dari Abi Ayyub ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Empat hal yang merupakan sunnah para rasul : [1] Hinna',5 [2] berparfum, [3] siwak dan [4] menikah. (HR. At-Tirmizi)
1. Para Nabi Menikah
Al-Ustadz Khalid Al-Athfi, mantan ketua Al-Jam’iyah
Asy-Syar’iyah li ‘Amilina bi Kitabi wa As-Sunnah
Al-Muhammadiyah di Jiza, menulis sebuah penelitian yang cukup
informatif melengkapi ayat dan hadits di atas tentang penikahan-pernikahan para nabi.6
Menurut beliau, para nabi dan rasul itu bukan hanya menikah tetapi juga punya istri lebih dari satu orang. Berikut adalah hasil penelitian beliau :
a. Nabi Ibrahim Menikah 3 kali
Pertama kali beliau menikah dengan Sarah, karena tidak punya anak, maka beliau menikah lagi dengan Hajar yang memberinya anak yang bernama Nabi Ismail ‘alaihissalam.
Lalu Sarah kemudian hamil dan melahirkan Nabi Ishak ‘alaihissalam. Istri ketiga nabi Ibrahim adaalh Qutsurah (ةرﻮﺜﻗ), darinya tidak disebutkan ada keturunan atau tidak.
b. Nabi Ya’qub Menikah 5 kali
Nabi Ya’qub alaihissalam adalah anak dari Nabi Ishaq ‘alaihissalam, cucu dari Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang berjulukan Israil.
Sebutan Bani Israil dinisbahkan kepada anak-anak beliau yang konon berjumlah 12 orang, hasil dari pernikahan dengan 5 orang istri. Di antara anak-anak beliau adalah Nabi Yusuf ‘alaihissalam dan Bunyamin.
5 Hinna' artinya adalah memakai pacar kuku. Namun sebagian riwayat mengatakan bahwa yang dimaksud adalah bukan Hinna' melainkan Haya' yang maknanya adalah rasa malu.
34
c. Nabi Musa Menikah 4 kali
Nabi yang paling dibanggakan oleh Bani Israil atau Yahudi adalah Nabi Musa ‘alaihissalam. Beliau menikah 4 kali, salah satunya adalah Shafura (Zaphora), puteri Nabi ٍSyu’aib ‘alaihissalam.
ﻲِﻧﺮﺟﹾﺄﺗ ﻥﹶﺃ ﻰﹶﻠﻋ ِﻦﻴﺗﺎﻫ ﻲﺘﻨﺑﺍ ﻯﺪﺣِﺇ ﻚﺤِﻜﻧﹸﺃ ﹾﻥﹶﺃ ﺪﻳِﺭﹸﺃ ﻲﻧِﺇ ﹶﻝﺎﹶﻗ
ﻙِﺪﻨِﻋ ﻦِﻤﹶﻓ ﹰﺍﺮﺸﻋ ﺖﻤﻤﺗﹶﺃ ﹾﻥِﺈﹶﻓ ٍﺞﺠِﺣ ﻲِﻧﺎﻤﹶﺛ
ﻖﺷﹶﺃ ﹾﻥﹶﺃ ﺪﻳِﺭﹸﺃ ﺎﻣﻭ
ﲔِﺤِﻟﺎﺼﻟﺍ ﻦِﻣ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﺀﺎﺷ ﻥِﺇ ﻲِﻧﺪِﺠﺘﺳ ﻚﻴﹶﻠﻋ
Berkatalah dia : "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik".(QS. Al-Qashash : 27)d. Nabi Daud Menikah 9 kali
Nabi Daud alaihissalam adalah salah seorang nabi dari kalangan Bani Israil yang memiliki kerajaan yang amat besar. Beliau disebutkan menikah 9 kali.
Nabi Daud ini menjadi simbol dan perlambang bahwa keangkara-murkaan pasti akan dapat dikalahkan dengan iman dan keteguhan hati.
e. Nabi Sulaiman Menikah 1000 Kali
Disebutkan bahwa Nabi Sulaiman alaihissalam memiliki istri sebanyak 1.000 orang. Pendapat lain menyebutkan istri beliau 300 orang dan 700 budak wanita.
Ada sebuah atsar menyebutkan bahwa beliau menggilir 90 istrinya dalam semalam dan beliau berkata :
َﻷ
ﹸﻃ
ﹶﻓﻮ
ﻦ
ﱠﻠﻟﺍ
ﻴﹶﻠﹶﺔ
ﻋ
ﹶﻠﻰ
ِﻧ
ﺴ
ِﺋﺎ
ﹶﻓ ﻲ
ﹾﻠﺘ
ﺤ
ِﻤ
ﹾﻞ
ﹸﻛ
ﱡﻞ
ﻣﺍ
ﺮﹶﺃ
ٍﺓ
ﻭ
ﹶﻟﻴِﻠ
ﺪ
ﹶﻥ
ﹶﻓ
ِﺭﺎ
ﺳ
ﺎ
ﻳﹶﻘ
ِﺎ
ﹸﻞﺗ
ِﻓ
ﺳ ﻲ
ِﺒﻴ
ِﻞ
ِﷲﺍ
Aku akan menggilir istriku hingga dalam satu malam sehingga mereka masing-masing hamil dan melahirkan prajurit yang berperang di jalan Allah
2. Apakah Nabi Isa Menikah?
Sudah lazim di kalangan pemeluk Kristiani anggapan bahwa Nabi Isa alaihissalam dianggap tidak pernah menikah. Sehingga ketika ada novel yang menyebutkan bahwa beliau pernah menikah dengan Maria Magdalena, gereja pun protes atas pencemaran itu.
Buat kita sebagai muslim, bagaimana memandang masalah ini? Benarkah informasi bahwa Nabi Isa alahissalam itu tidak pernah menikah selama hidup beliau? Atau malah sebaliknya, beliau pernah menikah dan hidup normal sebagaimana umumnya manusia?
Kita tidak menemukan informasi resmi dari Al-Quran Al-Karim bahwa Nabi Isa alaihissalam hidup membujang. Sebagaimana sebaliknya juga tidak ada informasi tentang beliau menikah atau tidak.
Namun secara umum ayat di atas telah menyebutkan bahwa semua nabi itu memiliki istri bahkan juga punya keturunan. Bahkan Nabi Adam alaihissalam sebagai nabi yang pertama, juga sudah dilengkapi dengan istri.
Sehingga secara dalil umum kita meyakini bahwa sebagai salah seorang nabi, beliau pun pasti menikah dan berketurunan. Hanya saja, kita tidak pernah tahu siapakah wanita yang menjadi istri beliau. Dan tidak tertutup kemungkinan beliau pun menikah bukan hanya dengan satu istri. Sebagaimana tidak tertutup kemungkinan bahwa beliau punya anak, sebagaimana layaknya para nabi dan rasul.
36
Kalau ada persepsi bahwa Nabi Isa alaihissalam tidak menikah dan tidak punya anak, kita perlu mencurigai hal itu, mengingat infromasi itu justru datang dari para ahli kitab, dimana periwayatan mereka tidak bisa kita terima. Dan terbukti selama beberapa ratus tahun agama yang beliau bawa itu sempat dikuasai oleh kalangan pendeta yang mengajarkan anti pernikahan.
Maka sangat boleh jadi para pendeta itu adalah orang-orang yang bertanggung-jawab atas informasi yang keliru tentang sosok Nabi Isa, demi untuk menjadikan kehidupan beliau sebagai legitimasi dari pembujangan para pendeta.
Kalau pun ada pendapat yang menyebutkan bahwa Nabi Isa alahissalam karena alasan khusus tidak menikah, maka harus ada dalil yang qath’i lewat jalur periwatan yang shahih, baik lewat ayat Al-Quran atau As-Sunnah yang bisa diterima. Selama tidak ada dalil tersebut, maka asumsi tidak menikahnya Nabi Isa alaihissalam harus tertolak dengan adanya keumuman ayat di atas.
3. Injil : Isa Menikah dan Poligami
Di dalam Injil Matius disebutkan bahwa Nabi Isa
alaihissalam bukan hanya sekedar tidak membujang, bahkan
beliau menikah lebih dari satu perempuan. Beliau menikahi 5 orang wanita.
Prof. Dr. Barbara Tiring, pakar theology dari University Of Australia yang telah melakukan penelitian atas apa yang disebut sebagai ‘Naskah Laut Mati’ selama lebih dari 20 tahun dan menghubungkannya dengan ayat-ayat Injil. Sehingga dia berkesimpulan yang cukup kontroversial bagi umumnya pemeluk agama Kristen saat ini, bahwa nabi Isa bukan hanya beristri tetapi poligami.
Menurutnya upacara upacara pernikahan Nabi Isa berusaha dikaburkan oleh pihak Gereja. Misalnya dalam Injil Markus pasal 14 ayat 3 :
Datanglah seorang perempuan dengan membawa buli buli pualam yang berisi minyak wangi murni yang mahal harganya, setelah dipecahkan buli buli itu dan dicurahkan minyak itu ke kepala Yesus.
Lukas pasal 7 ayat 37 menjelaskan bahwa Maria Magdalena membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi, sambil menangis ia berdiri di belakang kaki Nabi Isa, kemudian dibasahinya dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, menciuminya dan meminyakinya.
Seorang perempuan membawa minyak wangi menyeka dan memberi minyak wangi ke rambutnya. Ini adalah upacara pernikahan bangsawan yahudi. Sebenarnya itu adalah perbuatan pihak gereja untuk menutupi fakta sejarah bahwa sesungguhnya Nabi Isa menikah.
Barbara Tiring mengatakan bahwa pernikahan Nabi Isa dengan Magdalena sangat jelas dalam Injil, karena Maria datang meminyaki rambut Yesus dan menciumnya. Menurutnya ini adalah upacara pernikahan, karena tidak ada seorang perempuan mencium laki-laki yang bukan muhrimnya melainkan di hukum mati. Kalau Maria Magdalena tidak dihukum mati, asumsinya karena Maria Magdalena sedang menyelenggarakan upacara pernikahan dengan Yesus.
Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes memang bungkam tentang pernikahan ini, namun Injil Philipus menjelaskan menyebutkan hal itu. Sayangnya Injil Philipus ini ditolak oleh Gereja yang kini berkuasa. Karena kalau Gereja menerima injil Philipus bahwa beliau menikah, maka paham kerahiban yang selama ini mereka anut akan runtuh dengan sendirinya. Biarawan dan biarawati itu akan sia-sia saja mengabdi, karena ternyata yang mereka ikuti justru menikah, punya anak bahkan berpoligami.
Naskah Laut Mati bahkan menjelaskan kronologi perkawinan Yesus. Perkawinan Yesus yang pertama dengan
38
Maria Magdalena pada hari Jum’at 22 september 30M pk 18:00pm yang bertempat di Ain Feshkha (Palestina) ini adalah kawin gantung.
Kemudian pernikahan yang kedua pada hari Kamis 19 Maret 33M jam 24:00 bertempat di Ain Feshkha (Kana). Yesus kawin yang kedua kalinya dengan Maria Magdalena. Saat itu adalah saat sebelum Yesus di salib. Dan saat itu Yesus dan Maria Magdalena sudah bercampur dengan Istrinya. Ini di perlihatkan dalam Yohanes pasal 12 ayat 3
Kemudian di dalam Kisah Para Rasul, pasal 6 ayat 7, dijelaskan bahwa pada tanggal 14 Juni tahun 37 Masehi, lahirlah anak Nabi Isa yang pertama, yaitu Yesus Justus yang berbunyi : and the words of God continued to spread”. Kemudian dijelaskan lagi pada tanggal 10 April tahun 44 Masehi, lahirlah anak Yesus yang ketiga yang tidak dijelaskan namanya.
Selanjutnya pada malam selasa 17 Maret 50 Masehi, 17 tahun setelah resepsi dengan Maria Magdalena, Nabi Isa menikah untuk yang kedua kalinya dengan seorang wanita yang bernama Lydia.