SUNTINGAN NASKAH
B. Deskripsi Naskah
5. Suntingan Teks 1. Pengantar Suntingan Teks
peneliti menggunakan tanda-tanda khusus dalam melakukan transliterasi teks. Tanda-tanda khusus itu adalah sebagai berikut.
a. Tanda garis miring satu (/) dipakai untuk menunjukkan setiap akhir baris naskah atau sebagai penanda pergantian baris.
b. Tanda garis dua (//) dipakai untuk menunjukkan setiap akhir halaman naskah atau sebagai penanda pergantian halaman.
c. Angka (1,2,3,…) yang terletak di sebelah kanan baris atau paragraf
menunjukkan permulaan halaman naskah.
d. Kata, frasa, atau kalimat yang diberi angka (1,2,3,…) di kanan atas dapat
dilihat pada catatan kaki. Angka ini ditulis menempel pada kata, frasa, atau kalimat yang dimaksud.
commit to user
e. Tanda (….) menunjukkan lakuna, yaitu pengurangan huruf, atau suku kata,
frasa, klausa, kalimat dan paragraf.
f. Tanda […] menunjukkan substitusi, yaitu penggantian huruf atau suku
kata, kata, frase, klausa, kalimat, atau paragraph.
g. Tanda -…- menunjukkan dittografi, yaitu perangkapan huruf atau suku kata, kata, frasa, klausa, kalimat, atau paragraf.
h. Tanda <…> menunjukkan adisi, yaitu penambahan huruf atau suku kata,
kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf.
i. Tanda *…* menunjukkan transposisi, yaitu perpindahan letak huruf atau
suku kata, kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf.
j. Tanda titik-titik diantara huruf dalam satu kata digunakan untuk menunjukkan kata-kata yang tidak terbaca.
Pedoman ejaan yang digunakan dalam suntingan teks Tarīqatus Shālihīn
adalah sebagai berikut:
a. Ejaan dalam suntingan ini disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia baku menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD).
b. Kosa kata yang berasal dari bahasa arab yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia disesuaikan dengan EYD.
c. Kosa kata arkais dan kosa kata yang menunjukkan ciri khas bahasa Melayu ditulis dengan garis bawah.
d. Kosa kata, istilah, dan kalimat dalam bahasa Arab yang belum diserap ke dalam bahasa Indonesia atau belum dikenal secara umum ditulis miring dan sesuai dengan pedoman transliterasi.
commit to user 2. Pedoman Transliterasi
Pedoman transliterasi huruf Arab ke Latin yang digunakan dalam suntingan teksTarīqatus Shālihīn adalah sebagai berikut:
a. Huruf ( ) yang terletak di tengah dan dimatikan diedisikan menjadi (k)
pada kosa kata yang telah diserap dalam bahasa Indonesia dan (‟) jika
belum diserap. Misalnya “Iktidal” (kata yang sudah diserap) dan
„amā ba‟du
b. Kalimat, frase, dan katakata Arab yang belum terserap ke dalam bahasa Indonesia ditransliterasikan dengan sistem sebagai berikut :
1) Sistem alihtulis:
Tabel 11
Pedoman Transliterasi
No Huruf Nama Nilai No Huruf Nama Nilai
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. alif ba‟ ta tsa jim cha kha dal a b t ts j ch kh d 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. „ain ghain fa‟ qaf kaf lam mim nun ‟ gh f q k l m n
commit to user 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. dzal ra‟ zai sin syin shad dlad tha‟ dha‟ dz r z s sy sh dl th dh 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. / / wau ha‟ ya‟ hamzah ce ge pe aŋ әñ w h y ' c g p ng ny
2) Tanda baca syaddah ( ) ditransliterasikan dengan penggandaan huruf yang bertanda syaddah, misalnya “wa sallam” . Tanda baca
tanwin ( ) ditransliterasikan dengan an – in – un, misalnya:
“katsīran”
3) Penanda vokal panjang alif ( ), wau ( ), dan ya ( ) ditransliterasikan dengan tanda hubung (-) diatas vokal, yaitu ā,ī,ū. Misalnya Bismi „l -Lāhi „r-Rachmani „r-Rachīm
4) Penanda vokal panjang yang berjumlah enam ketuk ditransliterasikan
dengan tanda hubung (~) diatas vokal. Misalnya ãti muhammadani „l -wasīlata wa „l-fadlīlata.
commit to user
5) Partikel /al/ atau yang diikuti huruf Qomariyah ditransliterasikan dengan /al/ apabila terletak di awal kalimat atau anak kalimat;
ditransliterasikan dengan /‟l/ apabila terletak di tengah atau frase.
Contoh: Al-chamdu li „l-Lāhi „l-Ladzi „alama‟l nafsihi qobla wujudihā
6) Huruf /l/ atau pada artikel /al/ atau apabila diikuti huruf syamsiah, maka ditransliterasikan menjadi huruf syamsiah yang mengikutinya. Misalnya as-shalatu .
7) Huruf ditransilterasaikan dengan /ch/ bukan /h/. Transliterasi ini di dasarkan pada alasan, yaitu apabila terdapat kata yang mengandung huruf dan di garis bawahi maka garis bawahnya akan menerjang tanda (_) dibawah /h/ ini. Misalnya hikmah menjadi hikmah.
8) Vokal pada akhir kata yang berada di tengah kalimat tetap berbunyi dan yang berada di tengah kalimat dipenggal. Misalnya: Māliki yaumi d-dīn .
9) Bunyi diftong ditransliterasikan dengan /au/ untuk ( ) dan /ai/ untuk ( )
10)Ta marbuthah ( , ) yang hidup atau mendapat baristanda bunyi
fatchah, kasrah, dan dlammah, diedisikan dengan /h/atau /t/.
Penulisan huruf besar atau kapital disesuaikan dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD).
Pedoman transliterasi yang diunakan dalam penyuntinan teks TSBAS
commit to user
didapatkan penulis dengan mengunduh artikel “Edisi Teks dan Pengembangan
penelitian Filologi” melalui situs www.ista.scribd.com.
3. Transliterasi
Bismi „l-Lāhi „r-Rachmani „r-Rachīm /
Kunamai kitab ini dengan nama Allah yang amat mulia lagi yang amat mengasihi / ia akan hambanya. Al-chamdu li-„l-Lāhi „l-ladzi „alama‟l nafsihi qabla wujudihā./ Segala puja pujian bagi yang mengetahui ia akan segala perkara itu dahulu / daripada wujudnya. Wa „s-shallātu wa ‟s-Sallammu „allā Rasūli-„l -ladzī „athāhu/ mā lam yu‟thi malakān wa la basyara. Bermula rahmat Allah dan salam Allah atas / Rasulnya yang telah memberi ia akan barang yang tiada memberi akan segala / malaikat dan segala manusia. Wa „ala alihi wa ash-chabihi „l-ladzīna yat-bi‟ūnahum / ani „h-tadā. Dan atas segala keluarganya dan segala sahabatnya yang mengikuti / akan mereka itu oleh segala orang yang beroleh pe(tu)njukku1. „amā ba‟du. Adapun kemudian / dari itu maka inilah suatu risalah yang sempu(r)na2 dan kunamai akan dia tharīqatu „s-Shālichīn. / Artinya perjalanan orang yang shalihin. Fī bayāni aurādi // „s-Sālikīn. Pada menyatakan segala aurad orang yang berjalan kepada akhirat.
Ketahui / olehmu hai segala saudaraku yang berkehendak kemenangan dan kebesaran ketinggian dan kemulyaan kepada Allah taala dalam dunia dan di dalam akhirat. Akan bahwasannya Allah / Subhanahu Wa Ta‟āla itu menyuruh akan ia akan kamu dengan mengerjakan segala / suruhnya.
1 Tertulis 2 Tertulis 3 4
commit to user
Bermula segala suruh Allah taala kepada kamu itu dua perkara. Pertama / segala fardu dan kedua segala sunah. Bermula segala fardu itu muka dari pertiganya / dan segala sunah itu umpama laba perniagaan. Dan jikalau kamu kerjakan akan / segala fardu dan segala sunah maka dinamai akan kamu itu orang yang berlaba dan / -dan-3 hampir kepada Allah taala dan dengan angan kemenangan dalam akhirat dan kekasihnya Allah taala dalam dunia hingga sampai kepada negeri akhirat. Dan jikalau kamu kerja / kan akan segala yang fardu jua dan kamu banggakan akan segala ibadah yang sunah / padahal tiada kamu berbuat akan segala yang diharamkan maka dinamakan akan kamu // itu orang yang sejahtera daripada kena siksa di dalam negeri akhirat. Dan kamu / tinggalkan akan segala fardu dan kamu kerjakan akan yang diharamkan dinamakan akan kamu / itu orang yang rugi dan celaka di dalam negeri akhirat. Dan jikalau kamu kerja / kan akan segala sunah jua padahal kamu tinggalkan akan segala yang difardukan / atas kamu maka dinamakan akan kamu itu orang yang terpedaya dan celaka dan kena siksa dalam negeri akhirat.
Ketahui olehmu hai segala saudaraku yang ber / kehendak menjalani jalan akhirat dan yang berkehendak kemenangan di dalam akhirat bahwa tiada / kuasa kamu mendirikan akan segala ibadah yang disuruh akan Allah taala itu / melainkan dengan kamu peliharakan sungguh-sungguh akan segala anggota kamu dan hati / pada tiap-tiap kutika, daripada kutika pagi-pagi hingga petang-petang dan tiada kuasa engkau atas yang demikian itu melainkan engkau beri bagian segala waktumu itu / dengan aurad dan ibadah daripada pagi-pagi dan petang-petang dan hingga malam. Dan // hingga engkau tidur maka engkau ingatkan pada
3
Tertulis
commit to user
tiap-tiap waktumu yang di dalam sehari / semalam itu akan segala ibadah yang disuruhkan oleh Allah taala atasmu. Maka engkau / kerjakan akan dia.
Ketahui olehmu hai orang yang menutup akan akhirat bahwasanya / segala ibadah itu tiga perkara. Pertama perbuatan anggota. Kedua pengingatan / hati. ketiga perkataan lidah. Maka tiada memberi manfaat segala ibadah itu melainkan / dengan khusuk dan hadir hati kepada Allah taala. Maka tiada engkau peroleh
khusyu‟ / dan hadir hati kepada Allah taala melainkan engkau ketahui dan engkau pahamkan / akan mengenai segala yang engkau bacakan pada segala ibadahmu dan segala auradmu / yang di dalam sehari semalam. Dan karena inilah hamba kasih bahwa hamba kutetapkan / mengenai segala lafal yang engkau bacakan pada segala ibadahmu dan auradmu / yang di dalam sehari semalam.
Hai saudaraku hafizkan olehmu akan segala dzikir dan / segala doa dan segala tasbih yang di dalam kitab ini. Dan ingatkan olehmu akan segala // maknanya supaya jadilah engkau itu orang yang munajat, yakni orang yang berbaik-baik dengan Allah taala. Segala ibadahmu auradmu dan supaya khusyu‟‟
dan / hadir hati serta Allah taala dan beroleh pahala yang amat banyak dan beroleh / derajat yang ketinggian dan kebesaran dan dapat kemenangan di dalam akhirat insya Allah / taala.
Fahamilah pada menyatakan tersebut segala aurad yang di dalam sehari / semalam.
Syahdan apabila engkau bangun daripada tidur maka di baca olehmu syahadat Lā ilāha illā„l-Lah wa „h-dahu lā syarīkalahu. / Saksi aku bahwasanya tiada yang disembah dengan sebenar melainkan Allah padahal esanya tiada yang sekutu baginya. Wa asy-hadu „anna Muhammadan / „abdihi wa rasūluh. Saksi
commit to user
aku bahwasanya Nabi Muhammad itu hambanya dan pesuruhnya. / Al-hamdu
li-„l-Lāhi „l-Ladzi achyāna ba‟dama amā tanā wa ilaihi „n-nusyur. Segala / puja pujian bagi Allah salladzī yang berhimpun ia akan kami kemudian daripada mati kami dan kepadanya berhambur sekalian makhluk. Ash-bachna wa ashabcha „l -mulku // li-„l-Lah, wal fadhamatu wa „s-sulthanu li-„l-Lah. Berpagi-pagi kami berbuat ibadah / bagi Allah dan pagi-pagi kerajaan itu bagi Allah. Bermula kebesaran dan kerajaan itu / bagi Allah. Wa „l-„izzatu wa „l-qudratu li-„l-Lah.
Bermula kemulyaan dan kuasa itu bagi / Allah. Ashbachna „ala fithrati „l-islami wa <„ala>4kalimati „l-ikhlash. Dan berpagi-pagi / kami atas agama islam dan atas yang kalimat yang ikhlas yakni atas menyebut kalimat Lā ilāha illa „l-Lah wa dīni Nabiyyina Muhammad shalla „l-Lahu „alaihi / wa „s-Sallama wa millati abīnā ibrāhīma „alaihi „s-sallam chanīfān muslimā wa mā/ mina „l-musyrikīn. Dan / atas agama Nabi kita Muhammad shalla „l-Lahu „alaihi wa „s-sallam. Dan / atas agama bapa kita Nabi Ibrahim „alaihi „s-sallam yang cenderung kepada agama / yang batin kepada yang sebenarnya adalah ia muslim. Dan tiada ia daripada /
orang yang menyekutui Tuhan. Allahumma bika ashbachna wa bika amsainia wa
bika / nakhya wa bika namūtu wa ilaika „l-masyīr. Hai Tuhanku dengan dikau kami // berpagi-pagi dan dengan dikau kami berpetang-petang dan dengan dikau hidup kami dan / dan dengan dikau mati kami dan dengan dikau dan kepadamu kami kembali. Allahumma / inna as`aluka an taba‟tsana fī hadza „l-yauma illa kulli khairin wa naud-dzu bika / min kulli basyar. Hai Tuhanku bahwasanya kami pinta daripadamu bahwa engkau yang / katakan akan kami di dalam hari ini kepada tiap-tiap kebajikan. Dan kami minta / peliharakan dengan dikau daripada
4
Tertulis
9 8
commit to user
tiap-tiap kejahatan. Wa na‟ūdzu bika an-najtarich / fīhi sū‟ān au najurrahu illā muslimin as`aluka khaira hadza „l-yaum wa khaira ma fīhi / wa a‟ūdzubika min -syara wa -syara mā fīhi. Dan kami minta peliharakan dengan dikau / daripada bahwa kami hila(ng)kan5 di dalamnya itu akan kejahatannya atau kami hila(ng)kan6 / akan dia kepada orang yang islam kami pintakan daripadamu akan kebajikan hari / ini dan kebajikan barang yang di dalamnya.
Maka apabila engkau hendak masuk ke t.n.d.s. / Maka baca olehmu di luar t.n.d.s. Bismi „l-Lāhi Allahumma a‟udzubika mina „l-khubutsi wa //„l-khabāits. Itu aku mulai masuk t.n.d.s . Dengan nama Allah hai Tuhanku / bahwasanya aku -aku-7 minta peliharakan dengan dikau daripada syaitan laki-laki dan / daripada syaitan perempuan. Maka tatkala sudah engkau qadha hajat maka engkau / keluar maka dibaca olehmu. Ghufrānaka Alchamdu li-„l-‟Lahi ‟l-Ladzi ad-haba „ani „l -Ladzā / wa „ā fā nī. Aku minta akan ampunanmu hai Tuhanku segala puji bagi Allah / salladzī yang menghilang ia daripadaku akan penyakit akan daku dan memberi Afiyat ia akan daku. Allahumma thahir qalbī mina „n-nifāqi wāch-shun farjī mina / „l-fawājir. Hai Tuhanku sucikan olehmu akan hatikan daripada segala perangai menipu dan pelihara akan olehmu akan farjiku daripada segala kejahatan. Dan jika ada / engkau di dalam junub maka engkau mandi junub maka niatkan olehmu. Nawaitu raf-„il /‟l-hadatsi „l-akbar „an jami‟i „l-badāni. Sehaja aku angkatkan [hadas]8 yang berdiri pada / sekalian badan.
5 Tertulis 6 Tertulis 7 Tertulis 8 Tertulis 10
commit to user
Maka tatkala sudah engkau mandi junub apabila engkau berhendak // mengambil air sembahyang maka engkau mulai air sembahyang itu dengan bersiwak dan / niatkan olehmu. Nawaitu „l-siwāka sunati „l-Lahi taala. Sehajaku bersiwak sunah karena / Allah taala. Apabila sudah engkau bersiwak maka baca olehmu. Bismi „l-Lāhi „r-Rachmani „r-Rachīm. / Aku mulai mengambil air sembahyang dengan nama Allah yang amat murah lagi amat mengasihi. Audzu /
bika min hamazāti „sy-syayāthina wa a‟udzubika rabbana Ayakh dzurūn Aku / minta peliharakan dengan engkau hai Tuhanku daripada bahwa hadir mereka itu akan dikau./
Maka engkau basuh akan tanganmu dan baca olehmu kutika kala itu.
Allahumma inni asaluka / „l-yumna wa „l-barakata wa a‟udzubika mina syūmi wa „l-halakah. Hai Tuhanku bahwasanya aku -aku-9 / pohonkan daripadamu akan sempu(r)a10 yang baik dan berkat. Dan aku minta / peliharakan dengan dikau daripada celaka. Dan maka engkau masuk air kemulut serta engkau / kumur-kumurkan dan baca olehmu kutika itu. Allahumma „aniya „ala tilāwati kitābika /
wa kats-rati „l-dzikrika. Hai Tuhanku tolong olehmu akan daku atas mem(b)aca11 kitabmu // dan membanyakkan dzikir bagimu.
Maka engkau masuk air kehi[dung]mu12 dan baca olehmu kutika itu. /
Allahumma aujidziq raichta „l-janati fi „l-janati wa anta rā dli „anī / Hai tuhanku dapatkan olehmu akan daku bawu-bawuan surga di dalam surga padahal / engkau
9 Tertulis 10 Tertulis 11 Tertulis 12 Tertulis 12 11
commit to user
ridho daripadaku. Dan keluar olehmu barang yang cemar-cemar dari dalam hi[dung]mu13 dan baca / olehmu kutika itu. Allahumma „ini „audzubika min ruwa „l-chi „l-nama riwa min sū‟i „l-ladī. / Hai Tuhanku bahwasanya aku -aku-14 minta peliharakan dengan dikau daripada segala bawu neraka. Daripada kejahatan negeri yaitu neraka. Engkau basuh akan mukamu serta / engkau niatkan nawaitu ra‟il hadasi. Sehaja angkatkan [hadas]15 dan baca olehmu / kutika itu. Allahumma bayidl wajhī bi nūrika yauma tab-yadlu wujūhu wa/ auliyaka wala tusawid waj-hī bidlulumatiā yauma tusawadu wujūhi „ada`ika./Hai Tuhanku putihkan olehmu akan muka dengan cahayamu pada hari / jadiku putih segala muka auliamu dan jangan engkau hitamkan akan mukaku // dengan k.m.h.w. pada hari jadi hitam segala muka seterumu.
Maka engkau basuh / akan tanganmu yang kanan dan baca olehmu kutika itu.
Allahumma „athinī kitabi / biyamīnī wacha sibī chisāban yasīra. Hai Tuhanku beri olehmu akan daku akan / suratkan pada hari kiamat dengan tangan kananku. Dan kira-kirakan olehmu akan daku / akan kira-kira yang sudah yang sedikit lagi suruh. Maka engkau basuh akan tanganmu yang/ kiri dan baca olehmu kutika itu.
Allahumma inī „audzubika an-taqthini kitābī / bisyimālī au min warā-„i dhuhurī.
Hai Tuhanku bahwasanya aku minta peliharakan dengan di / kau daripada bahwa engkau beri akan daku akan suratkan dengan tangan kiriku atau / daripada bila akan ku maka engkau sapu akan segala kepalamu dan baca olehmu kutika / itu.
Allahumma namtanī birachmatika wa anzil „alayyun min barakatika wa thilnī 13 Tertulis 14 Tertulis 15 Tertulis 13
commit to user
tachta „arsyika yauma ladhilā illā dhiluk. Hai Tuhanku li(m)pa(h)kan16 olehmu akan daku dengan / rahmatmu. Dan turunkan olehmu atasku daripada segala berkatmu dan naung olehmu akan daku // dibawah naung arasymu pada hari kiamat yang tiada naung melainkan naung arasymu. /
Maka engkau sapu akan kedua telingamu dan dibaca olehmu kutika itu.
Allahumma „j-„alni mina „l-ladzīna yasma‟una „l-qauli fayataqbūna achsanuh.
Hai Tuhanku / jadikan olehmu akan daku daripada orang yang men(d)engar17 mereka itu akan perkataan. Maka / mengikut mereka itu akan yang tersebut banyaknya. Allahumma asma‟ni munā da „l-janati / macha „l-abrār. Hai Tuhanku perangi olehmu akan daku yang memanggil kedalam surga / serta orang yang berbuat kebajikan. Maka sunah engkau sapukan batang bahumu dan / -dan-18 baca olehmu kutika itu. Allahumma fakiraqabati mina „n-nari wa „audzu mina „l -salasili wa „l-aghlāl. hai Tuhanku lepaskan olehmu akan leherku daripada api / neraka dan aku minta peliharakan dengan dikau daripada kena rantai dan kena belenggu / pada hari kiamat.
Maka engkau basuh akan kakimu yang kanan dan baca olehmu kutika / itu.
Allahumma tsabit qadamī „ala shirathi yauma tazala „l-aqadam fī nār. Hai // Tuhanku tetapkan olehmu akan <a>kakiku19 di atas niat shirātha „l-mustaqīm
pada hari yang ter / gelin[ci]r20 segala kaki kafir ke dalam neraka.
16 Tertulis 17 Tertulis 18 Tertulis 19 tertulis 20 Tertulis 14
commit to user
Maka engkau basuh akan kakimu yang kiri dan / (baca)21 olehmu kutika itu.
Allahumma inni „audzubika an tadziru qadami „ala shirathi yaumi tazala / „l -aqdami „l-munafiqīn. Hai Tuhanku bahwasanya aku minta peliharakan dengan dikau daripada / bahwa gelincir dua kakiku di atas niat shirātha „l- mustaqīm pada hari tergelincir kaki / orang muafik.
Dan apabila selebi(hn)ya22 engkau daripada mengambil air sembahyang. Maka / engkau ingatkan akan kepadamu kelangit dan baca olehmu kutika itu. Syahadat / lā ilaha illa „l-Lah wach-dahu lā syarī kalahu. Ku ketahui dengan iktiqad yakin / bahwasanya tiada Tuhan yang disembah dengan sebenarnya itu melainkan Allah. Padahal / tiada yang menyekutui baginya. Wa asyhadu anna Muchammad abduhu wa rasūluh. Dan / ku ketahui dengan iktiqad yang yakin bahwasanya Nabi Muhammad itu hamba Allah dan / Rasulnya. Sub-chanaka Allahumma wa bi chamdika lā ilāha illa anta su‟an wa dhalamtu // nafsī. Maha suci engkau hai Tuhanku daripada yang tiada layak bagimu. Hai Tuhanku / dengan pujimu kami memuja akan dikau tiada Tuhan melainkan engkau jua. Telah aku / berbuat akan kejahatan dan aku dhalim akan diriku. Astaghfiruka wa atūbu ilaika / fāghfirli kulu danbi wa tud „ala inaka anta at-tawabu „r-Rachim.
Aku ampun / daripadamu dan aku taubat kepadamu. Maka ampun olehmu bagiku akan tiap-tiap dosaku / dan anugerahi olehmu taubat atasku karena bahwasanya engkau itu yang amat menerima / taubat lagi yang amat mengasihi. Allahumma ajalni mina „t-tawabīna wa ja‟alnī / min „ibādika s-Shalichin. / Hai Tuhanku jadikan olehmu akan daripada orang yang menyatakan / taubat. Dan jadikan
21 Tertulis 22 Tertulis 16
commit to user
olehmu akan daku daripada segala hambamu yang sholeh. Wa ja‟alni / „abdu chubura masyukura wa ja‟alni an adzakuraka dzikran katsira subchanaka bukrata wā ashilā./ Dan jadikan olehmu akan daku akan hambamu yang banyak sabar dan banyak syukur / akan dikau. Dan jadikan olehmu akan daku bahwa aku sebutkan akan dikau akan sebagai sebutan // yang banyak. Dan aku menunjuk tasbih akan dikau pada pagi-pagi dan petang-petang.
Setelah / itu apabila belum terbit fajar maka engkau sembahyang sunah wudu dua rakaat / demikianlan niatnya. Ushalī sunatan wudhu‟i raka„ātin li-„l-Lahi ta‟āla. Ku sembahyangkan / sunah wudhu dua rakaat karena Allah taala. Jika telah terbit fajar maka engkau yang / demikianlah lafalnya. Allahu Akbar.
Bermula Allah taala itu terlebih besar daripadamu. / Tiap-tiap suatu Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar. Maka maknanya seperti yang da / hulu. Maka engkau ucap perlahan-lahan. Asy-hadu an lā ilaha ila-„l-Lah. Saksi / aku bahwasanya tiada yang disembah dengan sebenar melainkan Allah. Asy-hadu an lā ilaha ila-„l- / Lah. Maka maknanya seperti yang dahulu. Asy-hadu anna muchammadan Rasūlū „l-Lah. Maka / saksiku bahwasanya Nabi itu pesuruhnya Allah. Asy-hadu anna muchammadan Rasūlu „l-Lah./ Maka maknanya seperti yang dahulu.
Maka engkau ucap dengan barang. Asy-hadu an / lā ilaha ila-„l-Lah.