Tabel 15 dibawah menunjukkan posisi outstanding SBN dalam kurun waktu 2008-triwulan II tahun 2013. Dalam kurun waktu tersebut, penerbitan SBN mengalami peningkatan yang cukup siginifikan dari Rp 906,5 triliun pada akhir tahun 2008 menjadi Rp 1.457,1 triliun pada triwulan II tahun 2013. Dalam kurun lima tahun terakhir, pasar keuangan domestik menjadi prioritas penerbitan SBN. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan penerbitan SBN di pasar keuangan domestik dari tahun ke tahun. Selama periode tersebut, penerbitan SBN meningkat rata rata sebesar 10,0 persen. Meningkatnya penerbitan SBN tersebut berdampak pada meningkatnya outstanding SBN domestik. Outstanding SBN domestik meningkat dari Rp 783,86 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp 1.157,62 triliun pada triwulan II tahun 2013.
Tabel 15. Posisi Outstanding Surat Berharga Negara 2008 – Juni 2013 (Triliun Rupiah)
Sumber: Kementerian Keuangan
Sama halnya dengan SBN domestik, penerbitan SBN valas di pasar internasional juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dalam kurun waktu 2008-triwulan II tahun 2013, penerbitan SBN valas meningkat rata-rata sebesar 19,6 persen. Outstanding SBN valas meningkat dari Rp 122,6 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp 299,52 triliun pada triwulan II tahun 2013. Dalam mata uang asing, sampai dengan triwulan II tahun 2013, outstanding SBN valas dalam mata uang USD adalah sebesar USD 25,60 miliar dan mata uang Yen Jepang sebesar JPY 155,00 miliar. Adapun
JENIS SBN 31 Des 2008 31 Des 2009 31 Des 2010 31-Des-11 31-Des-12 28-Jun-13
1 2 3 4 5 I. SBN Rupiah Fixed Rate 318.925 353.394 399.724 485.515 576.240 631.067 ORI 34.633 40.149 40.672 31.627 34.153 34.153 Variable Rate 145.934 143.286 142.795 135.063 122.755 122.755 Zero Coupon 11.491 8.686 2.512 2.512 1.263 -SPN 10.012 24.700 29.795 29.900 22.820 20.790 SBSN 4.700 11.869 25.717 38.988 63.035 79.750 SUP 258.160 251.875 248.432 244.636 240.144 237.571 SDHI 2.350 12.783 23.783 35.783 31.533 Total SBN Rupiah 783.855 836.309 902.430 992.025 1.096.193 1.157.618 II. SBN Valas INDO 122.640 141.032 145.654 169.572 221.927 257.658 SBSN Valas 6.110 5.844 14.962 25.626 26.312 RIJPY 3.570 10.478 11.096 17.355 15.554 Total SBN Valas 122.640 150.712 161.976 195.630 264.907 299.524 GRAND TOTAL SBN (I+II) 906.495 987.021 1.064.406 1.187.655 1.361.100 1.457.142 Asumsi Nilai Tukar (IDR/USD)
Nilai SBN Valas
- INDO (dalam miliar USD) 14,20 16,20 18,70 22,95 22,95 - SBSN (dalam miliar USD) 0,65 0,65 1,65 2,65 2,65 - RIJPY (dalam miliar JPY) 35,00 95,00 95,00 155,00 155,00 Komposisi
SBN Rupiah (dalam %) 0,86 0,85 0,85 0,84 0,81 0,79 SBN Valas (dalam %) 0,14 0,15 0,15 0,16 0,19 0,21
penerbitan SBN dalam mata uang JPY dilakukan Pemerintah pada tahun 2009, 2010 dan November 2012 dengan nilai nominal masing masing sebesar JPY 35,00 miliar, JPY 60,00 miliar dan JPY 60,00 miliar.
Selanjutnya Tabel 16 menunjukkan target dan realisasi penerbitan SBN 2013 (neto) terkait perannya sebagai instrumen utama pembiayaan APBN. Dalam upaya pemenuhan target pembiayaan SBN neto, penerbitan SBN dilakukan secara periodik. Kenaikan penerbitan SBN dalam kurun lima tahun terakhir antara lain ditujukan untuk refinancing. Refinancing tersebut dilakukan melalui penerbitan utang baru yang mempunyai syarat dan kondisi yang lebih baik. Sampai dengan triwulan II tahun 2013, realisasi penerbitan SBN neto mencapai Rp 90,59 triliun atau mencapai 39,08 persen persen dari pagu yang ditetapkan dalam APBN-P 2013.
Tabel 16. Realisasi Penerbitan Surat Berharga Negara (Neto) (Juta Rupiah)
Sumber : Kementerian Keuangan
Posisi kepemilikan SBN domestik sampai dengan triwulan II tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel 17 di bawah ini. Dari sisi kepemilikan SBN domestik, sampai dengan triwulan II tahun 2013, realisasi penerbitan SBN domestik lebih banyak diserap oleh investor nonbank; terutama oleh investor asing, asuransi, reksadana, dan investor lainnya termasuk investor individu. Nilai total SBN domestik yang diserap oleh investor nonbank mencapai Rp 545,05 triliun atau 63,09 persen dari total SBN domestik. Investor perbankan menyerap Rp 314,34 triliun atau 35,38
Target Nominal Realisasi % Realisasi sd 28 Juni 2013
SBN Netto (APBN-P 2013) 231.800.000 90.593.680 39,08% SBN Jatuh Tempo 2013 85.610.835 50.617.810 59,13% Rencana Buyback 3.000.000 1.551.385 51,71% Kebutuhan Penerbitan 2013 (Gross)* 330.790.835 145.562.875 44,00%
SUN 120.619.000 SUN Domestik 91.450.000 - ON 75.100.000 - SPN 16.350.000 - ORI -SUN Valas 29.169.000 SBSN 24.943.875 SBSN Domestik 24.943.875 - IFR -- SPN--S -- SBSN Ritel -- SDHI -SBSN Valas -Uraian
persen dari total SBN domestik. Sedangkan sisanya sebesar 3,28 persen dimiliki oleh Bank Indonesia.
Dari tabel 17 dapat dilihat juga bahwa kepemilikan SBN domestik oleh investor nonbank dalam kurun waktu 2008- triwulan II tahun 2013 meningkat rata-rata sebesar 17,4 persen. Peningkatan ini jauh lebih besar dibanding peningkatan kepemilikan SBN domestik oleh investor perbankan yang hanya meningkat rata-rata 4,0 persen dari Rp 258,75 triliun di akhir tahun 2008 menjadi Rp 314,34 triliun pada triwulan II tahun 2013. Selanjutnya kepemilikan SBN domestik oleh Institusi Pemerintah juga meningkat sebesar rata-rata 4,8 persen dari Rp 23,01 triliun di tahun 2008 menjadi Rp 29,13 triliun pada triwulan II tahun 2013.
Kenaikan kepemilikan SBN domestik oleh investor nonbank tersebut paling banyak disumbang oleh kepemilikan investor asing yang meningkat rata-rata sebesar 26,4 persen selama kurun 2008-triwulan II tahun 2013. Besarnya kepemilikan asing mengindikasikan bahwa investor asing memiliki kepercayaan terhadap kondisi fundamental perekonomian di dalam negeri. Namun demikian, besarnya kepemilikan asing terhadap SBN tersebut perlu diwaspadai karena sangat rentan terhadap risiko terjadinya sudden reversal yang dapat berdampak sistemik terhadap perekonomian secara nasional. Untuk mengantisipasi terjadinya resiko tersebut, berbagai kebijakan dilakukan pemerintah, antara lain dengan melakukan penyempurnaan terhadap protokol manajemen krisis (crisis management protocol/CMP) di pasar SBN dan mempersiapkan skema mekanisme stabilisasi pasar SBN melalui Bond Stabilisation Framework (BSF).
Tabel 17. Posisi Kepemilikan SBN Domestik Per Triwulan II Tahun 2013 (Triliun Rupiah)
Sumber : Kementerian Keuangan
2008 2009 2010 2011 2012 Juni 2013 Rata-Rata Persentase
Kepemilikan Bank 258,75 254,36 217,27 265,03 299,66 314,34 4,0 35,38%
Bank BUMN Rekap 144,72 144,19 131,72 148,64 147,52 Bank Swasta Rekap 61,67 59,98 54,93 67,33 81,58 Bank Non Rekap 45,17 42,40 26,26 42,84 62,07 BPD Rekap 6,50 6,02 1,41 4,32 3,67 Bank Syariah 0,69 1,77 2,95 1,90 4,83 Institusi Pemerintah 23,01 22,50 17,42 7,84 3,07 29,13 4,8 3,28% Non Banks 243,93 304,89 406,52 450,75 517,53 545,04 17,4 61,34% Reksadana 33,11 45,22 51,16 47,22 43,19 39,61 3,6 4,46% Asuransi 55,83 72,58 79,30 93,09 83,42 126,38 17,8 14,22% Asing 87,61 108,00 195,76 222,86 270,52 282,96 26,4 31,85% Dana Pensiun 32,98 37,50 36,75 34,39 56,46 29,11 -2,5 3,28% Sekuritas 0,53 0,46 0,13 0,14 0,30 0,99 13,3 0,11% Individu 25,02 2,82% Lain lain 33,87 41,12 43,43 53,05 64,64 40,97 3,9 4,61% Total 525,69 581,75 641,21 723,62 820,26 888,51 0,86 1,00
Pinjaman
Pembiayaan utang melalui pinjaman terdiri dari pinjaman luar negeri dan pinjaman dalam negeri. Sedangkan pinjaman luar negeri meliputi pinjaman program dan pinjaman proyek. Tabel 18 menunjukkan realisasi pembiayaan utang melalui pinjaman pada tahun 2008-triwulan II tahun 2013. Sampai dengan triwulan II tahun 2013, realisasi pinjaman luar negeri mencapai Rp 6,75 triliun atau 13,8 persen dari target yang ditetapkan di dalam APBN-P 2013. Realisasi pinjaman luar negeri tersebut meliputi penarikan pinjaman proyek yang mencapai Rp1,60 triliun atau sebesar 14,4 persen dari pagu APBN-P 2013 dan pinjaman program sebesar Rp 5,15 triliun atau sebesar 13,6 persen dari pagu APBN-P 2103. Sedangkan realisasi pinjaman dalam negeri mencapai Rp0,08 triliun atau sebesar 16,1 persen dari pagu APBN-P 2013.
Tabel 18. Realisasi Pembiayaan Utang Melalui Pinjaman 2008- Juni 2013 (Triliun Rupiah)
*)posisi sampai dengan triwulan II tahun 2013 Sumber: Kementerian Keuangan
PINJAMAN 50,22 58,66 55,19 34,37 31,95 49,54 6,83 13,8%
Pinjaman Luar Negeri 50,22 58,66 54,79 33,75 31,02 49,04 6,75 13,8%
- Pinjaman Program 30,10 28,94 28,97 15,27 14,98 11,13 1,60 14,4%
- Pinjaman Proyek 20,12 29,72 25,82 18,48 16,05 37,91 5,15 13,6%
Pinjaman Dalam Negeri 0,00 0,00 0,40 0,62 0,93 0,50 0,08 16,1%
JENIS PEMBIAYAAN UTANG Real 2008 Real 2009 Real 2010 Real 2011 APBN-P 2013
Real Juni
2013 %