SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM OLEH:
SURAT PERNYATAAN
Saya yang bertandatangan dibawah ini :
Nama : Agnes Aurora Paramitha
Nomor Induk Mahasiswa : 111501054
Program Studi : S-1 Reguler
Judul Skripsi : Penetapan Kadar Mineral Besi, Kalium, Kalsium dan Natrium pada Kol (Brassica
oleracea L.) Secara Spektrofotometri
Serapan Atom
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi ini ditulis berdasarkan data dan hasil pekerjaan yang saya lakukan sendiri, dan belum pernah diajukan orang lain untuk memperoleh gelar kesarjanaan di perguruan tinggi lain, dan bukan plagiat karena kutipan yang ditulis setelah disebutkan sumbernya didalam daftar pustaka.
Apabila di kemudian hari ada pengaduan dari pihak lain karena di dalam skripsi ini ditemukan plagiat karena kesalahan saya sendiri, maka saya bersedia menerima sanksi apapun oleh Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, dan bukan menjadi tanggung jawab pembimbing. Demikian surat pernyataan ini saya perbuat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan jika diperlukan sebagai mana mestinya.
Medan, April 2016 Yang Membuat Pernyataan
Agnes Aurora Paramitha 111501054
PENETAPAN KADAR MINERAL BESI, KALIUM, KALSIUM, DAN NATRIUM PADA KOL ( Brassicaoleracea L.)
SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM
ABSTRAK
Kol (Brassica oleracea L.) adalah tumbuhan yang berasal dari suku berbunga (Brassicaceae). Tanaman ini cukup dikenal di masyarakat luas dan dapat dijadikan sebagai tanaman sayuran asupan gizi karena mengandung kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin C. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar mineral besi, kalium, kalsium, dan natrium yang terdapat pada kol.
Penetapan kadar dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom nyala udara-asetilen. Analisis kuantitatif besi (Fe), Kalium (K), kalsium (Ca), dan natrium (Na) dilakukan pada panjang gelombang berturut-turut 248,3 nm, 766,5 nm, 422,7 nm, dan 589,0 nm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar mineral besi, kalium, kalsium dan natrium dalam kol segar adalah (0,3807 ± 0,0065) mg/100g; (218,1384 ± 2,3427) mg/100g; (84,8170 ± 0,2235) mg/100g; (1,5935 ± 0,0629) mg/100g. Serta kadar mineral besi, kalium, kalsium dan natrium dalam kol rebus adalah (0,3647 ± 0,0159) mg/100g; (191,7957 ± 1,3376) mg/100g; (79,6892 ± 0,3506) mg/100g; (1,2864 ± 0,0117) mg/100g.
Hasil uji statistik yaitu uji beda rata-rata kadar mineral antara kol segar dan kol rebus, menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kadar masing-masing mineral , besi, kalium, kalsium dan natrium antara kol segar dan kol rebus dengan tingkat kepercayaan 95%. Disarankan untuk masyarakat untuk mengkonsumsi kol dengan cara sebagai lalapan atau direbus selama 5 menit.
Kata kunci : kol (Brassica oleracea L. ), besi, kalium, kalsium, natrium, spektrofotometri serapan atom
DETERMINATION OF IRON.PHOSPHORUS.CALSIUM. SODIUM LEVEL IN CABBAGE ( Brassicaoleracea L.)
BY ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY
ABSTRACT
Cabbage (Brassica oleracea L.)is a local plant of the Brassicaceae. This plant is well known in the wider community and can be used as a vegetable plant nutrition because it contains compounds of calcium, phosphorus, iron, vitamin A, vitamin B1, vitamin C. The purpose of this study was to determine mineral content of iron, potassium, calcium and sodium in the cabbage.
The determination is conducted by using atomic absorption spectrophotometer with air-acetylene flame. Quantitative analysis of iron (Fe), potassium (K), calcium (Ca) and sodium (Na) is perfomed at the 248.3 nm, 766.5 nm, 422.7 nm and 589.0 nm wave length.
The results showed that the levels of the minerals iron, potassium, calcium and sodium in the fresh cabbage is adalah (0.3807 ± 0.0065) mg/100g; (218.1384 ± 2.3427) mg/100g; (84.8170 ± 0.2235) mg/100g; (1.5935 ± 0.0629) mg/100g. As well as the levels of the minerals iron, potassium, calcium and sodium in the boiled cabbage is (0.3647 ± 0.0159) mg/100g; (191.7957 ± 1.3376) mg/100g; (79.6892 ± 0.3506) mg/100g; (1.2864 ± 0.0117) mg/100g.
The results of statistical tests that test the average difference between the mineral content of the fresh cabbage and in the boiled cabbage, concluded that there are significant differences of each mineral content of iron, potassium, calcium and sodium between the fresh cabbage and in the boiled cabbage with a level of confidence 95%. It is advisable for people to consume cabbage in a way as fresh vegetables or boiled for 5 minutes.
Keywords : cabbage (Brassica oleracea L.), iron, potassium, calcium, sodium,
AFTAR ISI
Halaman
JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT ... vi
ABSTRAK ... vii
ABSTRACT ... viii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Perumusan Masalah ... 4 1.3 Hipotesis ... 4 1.4 Tujuan Penelitian ... 4 1.5 Manfaat Penelitian ... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5
2.1 Kol ... 5
2.1.1 Sistematika Tumbuhan ... 5
2.1.2 Nama Daerah dan Nama Asing ... 5
2.1.3 Deskripsi Tumbuhan ... 5
2.2 Mineral ... 7
2.2.1 Besi ... 7
2.2.2 Kalium ... 8
2.2.3 Kalsium ... 9
2.2.4 Natrium ... 10
2.3 Spektrofotometri Serapan Atom ... 12
2.3.1 Instrumen Spektrofotometri Serapan Atom ... 13
2.3.1.1 Sumber Sinar ... 13
2.3.1.2 Sumber Nyala ... 13
2.3.1.3 Monokromator ... 14
2.3.1.4 Detektor ... 15
2.3.1.5 Readout ... 15
2.3.2 Gangguan – gangguan pada Spektrofotometri Serapan Atom ... 15
2.4 Validasi Metode Analisis ... 16
BAB II METODE PENELITIAN ... 19
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 19
3.2 Bahan-bahan ... 19 3.2.1 Sampel ... 19 3.2.2 Pereaksi ... 19 3.3 Alat-alat ... 19 3.4 Identifikasi Sampel... 19 3.5 Pembuatan Pereaksi ... 20 3.5.1 Larutan HNO3 (1:1) ... 20 3.5.2 Larutan H2SO4 1 N ... 20
3.5.3 Larutan K4[Fe(CN)6] 2N ... 20
3.5.4 Larutan Asam pikrat 1% ... 20
3.5.5 Larutan NH4SCN 1,5 N ... 20
3.6 Prosedur Penelitian ... 20
3.6.1 Pengambilan Sampel ... 20
3.6.2 Penyiapan Sampel... 20
3.6.3 Proses Dekstruksi Kering ... 21
3.6.4 Pembuatan Larutan Sampel ... 21
3.6.5 Analisis Kualitatif ... 21 3.6.5.1 Besi ... 21 3.6.5.2Kalium ... 22 3.6.5.3Kalsium ... 22 3.6.5.4Natrium ... 22 3.6.6 Analisa Kuantitatif ... 22 3.6.6.1 Besi ... 22
3.6.6.1.1 Pembuatan Kurva Kalibrasi Besi…. 22 3.6.6.1.2 PenetapanKadarBesi dalam KS ... 23
3.6.6.1.3 Penetapan KadarBesi dalam KR ... 23
3.6.6.2Kalium ... 24
3.6.6.2.1 Pembuatan Kurva Kalibrasi Kalium 24 3.6.6.2.2 Penetapan Kadar Kalium dalam KS 24 3.6.6.2.3 Penetapan Kadar Kalium dalam KR 24 3.6.6.3Kalsium ... 25
3.6.6.3.1 Pembuatan Kurva Kalibrasi Kalsium 25 3.6.6.3.2 Penetapan KadarKalsium dalam KS 25 2.6.6.3.3 Penetapan Kadar Kalsium dalam KR 25
3.6.6.4Natrium ... 26
3.6.6.4.1 Pembuatan Kurva Kalibrasi Natrium 26 3.6.6.4.2 Penetapan Kadar Natrium dalam KS 26 3.6.6.4.3 PenetapanKadarNatrium dalam KR ... 26
3.6.7 Analisa Data Secara Statistik ... 27
3.6.7.1 Penolakan Hasil Pengamatan ... 27
3.6.7.2 Pengujian Beda Nilai Rata-Rata Antar Sampel ... 28
3.6.8 Uji Perolehan Kembali (Recovery) ... 29
3.6.9 Simpangan Baku Relatif ... 30
3.6.10 Penentuan Batas Deteksi dan Batas Kuantitas ... 30
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 32
4.1 Identifikasi Sampel... 32
4.2 Analisis Kualitatif ... 32
4.3 Analisis Kuantitatif ... 33
4.3.1 Kurva Kalibrasi Besi, Kalium, Kalium,dan Natrium ... 33
4.3.2 Analisis Kadar Kalsium, Besi, Kalium, dan Natrium dalam Kubis ... 35
4.3.3 Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi ... 38
4.3.4 Uji Perolehan Kembali (Recovery) ... 39
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 41
5.1 Kesimpulan ... 41
5.2 Saran ... 41
DAFTAR PUSTAKA ... 42