BAB IV HASIL PENELITIAN
Lampiran 2 Surat Tanda Bukti Penelitian dari Sekolah
Lampiran 3
SILABUS
Nama Sekolah : SMP Kanisius Gayam Yogyakarta
Mata Pelajaran : FISIKA
Kelas : VII
Semester : Ganjil
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
Standar Kompetensi : Memahami Wujud Zat dan Perubahannya
Kompetensi Dasar : Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Indikator
Waktu
Sumber/media belajar
Wujud Zat
1. Menyebutkan sifat-sifat zat
2. Menyebutkan kohesi dan adhesi, dan kapilaritas
3. Dapat mendefinisikan massa jenis 4. Memahami pengertian dan rumus
massa jenis
5. Memahami manfaat dari massa jenis
Siswa dapat:
1. Menyelidiki perubahan wujud suatu zat
2. Menafsirkan gaya tarik antar partikel pada berbagai wujud zat melalui penalaran
3. Mampu menghitung massa jenis
4x45 menit Sumber: Buku FISIKA SMP
Alat: CD Interaktif
4. Membedakan kohesi, adhesi, meniskus cekung dan cembung sesaui pengamatannya
5. Mengaitkan peristiwa kapilaritas dalam peristiwa kehidupan sehari-hari
Lampiran 4
REENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RPP
Satuan pendidikan : SMP
Sekolah : SMP Kanisius Gayam Mata pelajaran : Fisika
Kelas / Semester : VII (Tujuh) / I (satu) Materi Pokok : Zat dan Wujudnya Alokasi waktu : 2 x 45 menit
II. Standar Kompetensi : Memahami Wujud Zat dan Perubahannya
III. Kompetensi Dasar : Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapanya dalam kehidupan sehari-hari
IV. Indikator :
1. Menyelidiki perubahan wujud zat
2. Menfsirkan gaya tarik antar partikel zat melalui penaran
V. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat :
2. Mengamati perubahan wujud zat.
3. Membuktikan bahwa parikel dapat bergerak.
4. Membedakan kohesi dan adhesi melalui pengamatan.
5. Mengaitkan peristiwa kapilaritas, meniskus cembung dan cekung dengan peristiwa alam yang relevan.
6. Menghitung massa jenis suatu zat.
7. Menggunkan konsep massa jenis untuk pemecahan berbagai masalah.
VI. Uraian Materi Pokok :
2. Wujud Zat
Segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa disebut zat (Mikrajudin, Saktiyono, 2007:123).
Pengelompokkan zat didasarkan pada wujudnya, yaitu padat, cair, dan gas. Masing-masing wujud zat memiliki sifat yang dapat kita amaati.
Sifat-sifat Zat
Zat padat
Contoh zat padat misalnya gelas. Bentuk dan volume gelas akan tetap seperti semula meskipun dipindah-pindahkan. Jdai, sifat-sifat zat padat adalah mempunyai bentuk dan volem yang tetap. ( Kanginan, 2004: 54).
Contoh zat cair misalnya air. Bentuk zat cair selalu berubah-ubah, ketika air berada didalam gelas, air berbentuk seperti gelas. Ketika air berada didalam botol, air berbentuk seperti botol. Jadi, air atau zat cair pada umumnya memiliki bentuk yang tetap. Benttuk zat cair mengikuti bentuk wadahnya. (kainginan 2004: 55)
Zat gas
Zat dalam wujud gas atau cukup disebut gas mempunyai kecendrungan untuk mengisi seluruh ruang. Jadi sifat gas adalah memiliki bentuk dan volum yang mudah berubah sesuai wadahnya (Kanginan, 2004:55)
Perubahan wujud Zat
Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak disertai dengan terbentuknya zat jenis lain. Contoh perubahan fisika tersebut diantaranya es mencair, air membeku, air menguap, airr mendidih, gula larut dalam air, pemuaian panjang, pemuaian volum air, pemijaran logam yang dipanaskan (Sunardi, Irawan, 2007: 63). Dalam buku Pelajaran IPA-Fisika Terpadu Untuk SMP/MTs Kelas VII oleh Mikraajudin dan Saktiyono (2007: 105) macam-macam perubahan wujud zat dikemukakan sebagai berikut :
a. Membeku
Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi padat. Contohnya air menjadi es dalam lemari es.
b. Mencair/melebur/meleleh
Peristiwa perubahan wujud zat dari padat menjadi cair. Contohnya, mentega berubah menjadi minyak ketika dimasukkan kedalam penggorengan yang panas.
c. Menguap
Peristiwa perubahan wujud dari mencair menjadi gas. Contohnya air yang dipanaskan menjadi uap air dan spiritus menjadi gas.
d. Mengembun
Peristiwa perubahan wujud dari gas mennjadi cair. Bila kita bangun pagi maka kita akan melihat rumput atau tanaman di halaman rumah basah. Hal itu terjadi karena uap air (gas) yang ada disekitar rumput dan tanaman berubah menjadi air (zat cair). Air itu menempel pada rumput dan tanaman sehingga menjadi basah.
e. Menyublim
Peristiwa perubahan wujud dari padat menjadii gas. Contohnya bila kita mempunyai kapur barus dan dapat mencium baunya, itu berarti ada sebagian kapur barus (zat padat) berubah menjadi uap (gas).
f. Mengkristal
3. Teori Partikel Zat
Zat terdiri dari partikel-partikel yang sangat kecil.
Partikel merupakan kumpulan dari molekul dan atom.
Arom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang dapat dibagi lagi.
Molekul addalah bagian terkecil dari suatu zat yang masih mempunyai sifat zat itu (Mikrajudin, Saktiyono, 2007: 108).
4. Susunan dan Gerak Partikel Pada Berbagai Wujud Zat
a. Zat Padat
Partikel-partikel za padat memiliki sifat sebagau berikut:
Partikel-partikel menempati posisi yang tetap. Jika zat padat menempati posisi teratur, maka disebut kristal. Jika zat partikel zat padat menempati posisi yang tidak teratur maka amorf (Mikrajudin, Saktiyono, 2007:108).
Gaya tarik antar-partikel sangat kuat.
Gerakan partikel hanya berupa getaran disekitar posisi tetapnya
Volumenya tetap dikarenakan partikel pada zat padat dapat bergerak dan berputar pada kedudukan saja.
Gb. 2.1 Zat Padat Memiliki Susunan Parikel Dengan Bola Teratur
b. Zat Cair
Zat cair memiliki gaya yang bekerja lebih kecil daripada zat padat. Zat cair mempunyai sifat bentuk berubah-ubah dan volumenya tetap. Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikel-partikel ppda zat cair berdekatan tetapi renggang, tersusun teratur, gaya tarik antar partikel agak lema. Volume tetap dikarenakan partikel pada zat cair mudah berpindah tetapi tidak dapat meninggalkan kelompoknya.
Gb. 2.2 Gaya yang bekerja pada zat cair lebih keci dari zat padat
c. Zat Gas
Zat gas mempunyai sifat bentuk berubah-ubah dan volume berubah-ubah. Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikel- partikel pada zat gas berjauhan, tersusun tidak teratur, gaya tarik antar partikel sangat lemah. Volumenya berubah-ubah dikarrenakan partikel pada zat gas dapat bergerak bebas meninggalkan kelompoknya.
Gb. Partike-partikel zat gas bergerak bebas
5. Kohesi dan Adhesi
Ada dua jenis gaya antar partikel yaitu kohesi dan adhesi. Kohesi adalah gaya tarik menarik antara parikel-partikel zat yang sejenis. Adhesi adalah gaya tarik menarik antara partikel-partikel zat yang tidak sejenis (kainginan, 2004: 59).
Gaya tarik menarik antar partikel zat dapat menjelaskan keadaan permukaan zat cair, yanng berbentuk cembung atau cekung. Keadaan permukaan zat cair seperti ini disebut peristiwa meniskus. Meniskus cembung adalah perrmukaan zat cair yang berbentuk cembung (melengkung keatas atau melengkung ke luar pada suatu bejana). Sedangkan meniskus cekung adalah permukaan zat cair yang berbentuk cekung yaitu melengkung kebawah atau melengkung kedalam pada suatu bejana (Irawan dan Sunardi, 2007: 66).
Gambar. 2.4 Menekus Cembung dan Menekus Cekung
Permukaan air dan raksa dalam tabung akan mengalami peristiwa meniskus yang berbeda, yaitu:
c. Permukaan air dalam tabung berbentuk cekung (menikus cekung) karena adhesi partikel kaca dan partikel air lebih besar daripada kohesi antara partikel-partikel air.
d. Permukaan raksa dalam tabung berbentuk cembung (meniskus cembung) karena kohesi partikel-partikel raksa lebih besar daripada adhesi antara partikel-partikel raksa dan partikel kaca.
Bila kohesi > adhesi :
d. Zat tersebut tidak membahasi dinding wadahnya. e. Permukaan cembung
f. Tetesan membentuk bangun bola
Contoh gejala menikus cembung yang terjadi di alam dalah air yang tidak dapat membasahi permukaan daun talas.
d. Zat tersebut dapat membahasi dinding wadahnya e. Permukaannya cekung (menikus cekung)
f. Tetesan tidak membentuk bangun bola.
Gambar. 2.5 Tidak Membentuk Bangun dan Membentuk Bangun Bola.
Dalam hal ini kita mengenal tiga kondisi sebagai berikut :
Jika gaya kohesi antar-partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya adhesinya, kedua zat tidak dapat bercampur. Contohnya, air yang dicampur dengan minyak goreng.
Jika gaya adhesi antar partikel zat yang berbeda sama besar dengan gaya kohesi partikel zat tercampur merata. Contohnya, air dicampur dengan alkohol.
Jika gaya adhesi antar-partikel zat yang berbeda lebih besar, kedua zat saling menempel. Contohnya, air yang menempel dikaca.
6. Kapilaritas
Kapilaritas adalah gejala naik atau turunnya permukaan zat cair dalam suatu pipa sempit/pipa kapler (Foster, 2004:41). Pipa kapiler merupakan pipa yang mempunyai luas penampang attau lubang yang sangat kecil. Contoh peristiwa kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari adalah :
a. Kompor bisa menyala kerena minyak tanah naik melalui sumbu kompor.
b. Setelah mandi, air dapat dikeringkan dengan handuk. c. Tanaman menyerap air dari tanah melalui akar-akarnya d. Meresapnya air atau minyak pada kian (bdk. Irawan dan
Sunardi, 2007 : 69).
Gambar 2.6 Bejana Berhubungan Dengan Pipa Kappiler
Permukaan air dalam bejana berhubungan yang memiliki pipa kapiler tidak mendatar. Permukaan air semakin tinggi dengan semakin kecilnya pipa kapiler. Air yang dimasukkan dalam bejana berhubungan yang memiliki pipa kapiler mengalami peristiwa kapilaritas (bdk. Irawan dan Sunardi, 2007: 69).
7. Massa Jenis Zat
Salah satu dari sifat zat ditunjukkan oleh massa jenisnya, massa jenis benda berbeda-beda, ditentukan oleh besar massa dan volumenya. Untuk volum yang sama maka benda-benda, seperti besi, kapas, katu, busa, dan beton memiliki massa yang berbeda, berkaitan dengan massa dan volum, kita defininisikan suatu besaran yyang dinamakan massa jenis. Rumus massa jenis adalah massa dibagi volum.
Dengan menyatakan massa jenis, menyatakan massa, dan menyatakan volum zat.
Satuan massa jenis dapat ditentukan dari defenisi massa jenis. Massa jenis =
Satuan massa jenis =
Dalam sistem inernasional satuan massa adalah kg dan satuan volum adalam m3. Berarti satuan massa jenisnya berdasarkan SI adalah kg/m3. Satuan massa jenis yang lain adalah
g/cm3 (Kanginan, 2004: 44).
Ada tiga hal mengenai massa jenis yang dapat kita simpulkan.
Massa jenis merupakan ciri khas suatu zat. Hal ini ditunjukkan bahwa massa jenis tidak bergantung pada jumlah zat sedikit atau banyak jumlah zat, massa jenisnya tetap sama.
Zat yang sama memiliki massa jenis yang sama. Berapapun volumnya.
Zat yang berbeda umumnya memiliki massa jenis yang berbeda. Kalau volum zat sama. Zat yang memilki massa jenis yang besar. Kalau massa zat sama , zat yang memiliki massa jenis lebih besar memiliki volum lebih kecil.
VII. Proses Kegiatan Pembelajaran
(Waktu : 2. 45 menit) Langkah-langkah kegiatan :
Bahan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran Alokasi waktu Media Tempat Zat dan Wujudnya a. Pendahuluan Perkenalan, menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan untuk penelitian. b. Kegiatan inti Pretest c. Penutup Menginformasikan kegiatan selanjutnya akan meggunakan pembelajaran CD interaktif 10 menit 70 menit 10 menit Soal pretest Kelas PERTEMUAN KEDUA (Waktu : 1. 45 menit) Metode : Media CD interaktif
Langkah-langkah kegiatan : Bahan
pembelajaran
Kegiatan pembelajaran Alokasi waktu Media Tempat Zat dan Wujudnya a. Pendahuluan Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan. b. Kegiatan inti Menggunakan CD interaktif sebagai penyampaian materi. - Sifat-sifat zat - Kohesi dan Adhesi - Kapilaritas
c. Penutup
Pada akhir kegiatan ini guru memberikan kesimpulan dari materi yang dipelajari. 10 menit 30 menit 5 menit CD interaktif Kelas PERTEMUAN KETIGA (Waktu : 2. 45 menit)
Bahan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran Alokasi waktu
Media Tempat
Zat dan Wujudnya
a. Pendahuluan
Tanya jawab dengan siswa mengenai massa jenis zat b. Kegiatan inti Menggunakan CD interaktif sebagai penyampaian materi. - Mendefinisikan massa jenis - Merumuskan massa jenis - Latihan c. Penutup
Pada akhir kegiatan ini guru memberikan kesimpulan. 10 menit 30 menit 5 menit CD interaktif Kelas PERTEMUAN KEEMPAT (Waktu : 1. 45 menit) Metode : Media CD interaktif
Bahan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran Alokasi waktu
Media Tempat
Zat dan Wujudnya
d. Pendahuluan
Tanya jawab dengan siswa mengenai massa jenis zat e. Kegiatan inti
Menggunakan CD
interaktif sebagai penyampaian materi. - Manfaat Massa Jenis - Latihan
f. Penutup
Pada akhir kegiatan ini guru memberikan kesimpulan dari materi yang dipelajari 10 menit 30 menit 5 menit CD interaktif Kelas PERTEMUAN KELIMA (Waktu : 2. 45 menit) Metode : Media CD interaktif
Langkah-langkah kegiatan :
pembelajaran waktu Zat dan Wujudnya a. Pendahuluan Menyampaikan tujuan pelaksanaan pembelajaran yaitu postest b. Kegiatan inti Postest c. Penutup Berpamitan kepada siswa 10 menit 60 menit 10 menit Soal postest Kelas
VIII. Sumber Belajar :
Buku IPA-Fisika kelas VII Buku reverensi dan relevan
IX. Penilaian :
1. Tehnik Penilaian
Penilaian dengan memberikan tes tertulis yaitu pretes dan postest 2. Bentuk Instrument
Uraian