• Tidak ada hasil yang ditemukan

Surplus Konsumen – Kurva Permintaan

Dalam dokumen Pengantar Mikro Ekonomi Teori dan Aplika (Halaman 150-153)

141 b) Kondisi dimana: UMx/Px < UMy/Py

8.3. Surplus Konsumen – Kurva Permintaan

Umumnya dapat dikatakan, bahwa semakin banyak suatu barang dikonsumsi maka tambahan utilitas yang diperoleh akan semakin mengecil. Bahkan, jika sangat banyak barang itu dikonsumsi dapat membosankan atau dikatakan tidak lagi memberikan utilitas. Dengan demikian, dapat diartikan pula bahwa konsumsi barang ke pertama akan memberikan utilitas tertinggi, dibandingkan dengan barang yang kedua, ke tiga dan seterusnya, jika kegiat an konsumsi itu dilakukan secara terus- menerus.Jika dikembalikan pembicaraan ini ke persoalan konsumsi buah mangga sebelumnya, dengan menggunakan data Tabel 16, maka utilitas yang semakin menurun ini ditampilkan melalui nilai dari utilitas maginalnya.

Oleh karena, satuan tambahan utilitas ini dimanipulasi dalam satuan uang (Rp) yang dipakai sebagai petunjuk kesediaan konsu men membayar, maka kali ini dinyatakan bahwa untuk konsumsi mangga ke pertama konsumen akan menerima utilitas marginal sebesar 8 util (lihat Tabel 16). Dan hal ini berarti pula bahwa konsumen berani menilai utilitas marginal itu dengan satuan uang. Sebesar Rp 8.000/util. Kemudian untuk mangga kedua, karena utilitas marginal yang diperoleh konsumen lebih kecil, yakni hanya dinilai 6 util, maka konsumen cuma berani menilai utilitas marginal tersebut dengan satuan uag Rp 6.000/util. Demikian seterusnya, untuk utilitas marginal dari mangga ketiga, keempat dan yang lain nya, karena dinilai semakin mengecil maka utilitas marginalnya pun dinilai semakin rendah dalam satuan uang, seperti disajikan dalam Tabel 16.

143

Tabel 16.

Jumlah Mangga, Nilai Marginal Dan Surplus Konsumen

Jumlah Mangga (Buah/hari)

Nilai Marginal Buah Mangga (Rp.000/Buah) Surplus Konsumen (Rp.000) Harga Mangga (Rp.000/Buah) 1 2 3 4 5 6 8 6 4 2 - - 8 - 4 = 4 6 – 4 = 2 4 – 4 = 0 - - - 8 6 4 2

Dengan dasar penilaian seperti disebutkan di atas, kemudian dapat disusun data tentang penilaian konsumen terhadap utilitas marginal dari setiap unit mangga yang dikonsumsi oleh konsumen. Dan ternyata hubungan antar data nilai utilitas marginal dari setiap unit mangga yang dikonsumsi menampakkan arah yang semakin menu run, jika jumlah mangga yang dikonsumsi itu semakin bertambah banyak. Lihat data pada Tabel 16.

8.3.1. Surplus Konsumen

Jika sekarang diumpamakan bahwa harga pasar untuk sebuah mangga adalah Rp 4.000/buah. Kemudian, dicoba untuk dihitung besar surplus yang diperoleh konsumen dari kegiatan mengkonsumsi buah mangga, pada berbagai tingkatan harga yang mana sesungguhnya konsumen bersedia untuk membayar.

Surplus konsumen adalah selisih antara harga pasar suatu barang dengan kesediaan konsumen membayar suatu barang, yang disesuaikan dengan utilitas marginal yang ia terima pada saat mengkonsumsinya. Karena harga pasar mangga adalah Rp 4.000/buah, sedangkan untuk mangga ke pertama konsumen sesungguhnya bersedia membayar Rp 8000 dan disini dikatakan bahwa konsumen memperoleh surplus sebesar Rp 8.000– Rp 4.000=Rp 4.000.

Untuk mangga kedua, dimana konsumen sesungguhnya bersedia membayar mangga dengan Rp 6.000/buah, tetapi karena harga pasar mangga hanya Rp 4000/buah, maka disini dikatakan konsumen memperoleh surplus sebesar Rp 6.000 – Rp. 4.000=Rp. 2.000, demikian seterusnya, data surplus konsumen dapat dihitung lebih lanjut. Dan, data surplus konsumen ini telah dicantumkan pada Tabel 16.

Untuk melihat lebih lanjut tentang hubungan antara variabel jumlah barang yang dikonsumsi dengan besarnya surplus konsumen dari mengkonsumsi mangga ini, dapat dilihat pada Gambar 16. Surplus konsumen dihitung sebagai berikut:

Pada tingkat harga Rp. 4.000 jumlah mangga=3 buah. Pada tingkat harga Rp. 10.000 jumlah mangga =0 buah. Rumus:

[ ∆ Harga][∆ jumlah mangga] Sk=___________________________________________

2

[Rp. 10.000 – Rp. 4.000] [3 – 0] Sk=_________________________________________

144

[Rp 6.000] [3]

Sk=____________________

2 Sk=Rp 9.000.

Jadi surplus konsumen dapat ditunjukkan melalui bidang yang dibatasi oleh kurva nilai marginal dengan tingkat harga dan jumlah barang di tingkat pasar. (Lihat Gambar 68).

Andaikata kurva permintaan barang disini tidak berbentuk sebuah garis lurus, maka perhitungan surplus konsumen dilakukan dengan menhitung luas bidang yang dibatasi kurva permintaan yaitu dibawah kurva permintaan bukan garis lurus, dengan garis harga dan jumlah barang di tingkat pasar. Rumus menghitung surplus konsumen disini menggunakan perhitungan integral seperti yang dijelaskan pada bagian analisis konsumer surplus dan produser surplus.

8.3.2. Kurva Permintaan Dan Nilai Marginal

Konsumen dalam menilai utilitas marginal dari konsumsi barang per unit menggunakan satuan uang (misalnya Rupiah) sebagai cara untuk memanipulasi satuan util, dan ini menunjukkan tanda kesediaan membayar atas utilitas yang diperolehnya. Oleh karena, dalam pembahasan di atas telah disebutkan bahwa nilai utiliti marginal per unit mangga ini diukur dengan Rp/util, sehingga satuan utilitas marginal ini berarti sama dengan Rp/ buah.

Sekarang dapat dijelaskan kembali bahwa nilai marginal ini sama dengan harga per unit barang, karena itu pula kurva nilai utilitas marginal (UM) ini sekaligus dipakai menunjukkan kurva permintaan suatu barang dari seorang konsumen. Adapun bentuk kurva nilai utilitas marginal dan kurva permintaan mangga disini sebagai contoh, adalah turun dari kiri atas ke kanan bawah, sesuai dengan hukum permintaan barang Gambar 69 dan Gambar 70.

Dengan memperhatikan satuan utilitas marginal yaitu satuan Rp/util dan kurva permintaan diukur dengan satuan Rp/unit, ini berarti bahwa satuan per util itu dimanipulasikan dengan satuan Rp/unit, dan kedua satuan tersebut selanjutnya

Gambar 68.

Kurva Nilai Marginal Dan Surplus Konsumen

Harga (Rp.000/Buah) 10 4 NM 0

1 3 Jumlah Barang (Buah/hari)

Keterangan:

* Luas bidang segitiga yang diarsir hitam menunjuk- kan SK=surplus konsumen.

* NM=kurva nilai marginal.

145

dinyatakan sama. Oleh karena itu, kurva nilai utilitas marginal adalah sama dengan kurva permintaan. Lihat data pada Tabel 16 pada kolom 2 dan 4.

Gambar 69. Gambar 70.

Kurva Nilai Utilitas Marginal Kurva Permintaan Barang

Nilai Utilitas Marginal Harga (Rp/util) (Rp/buah) 10 10 8 8 6 6 4 NM 4 d 2 2 0 1 2 3 4 5 6 0 1 2 3 4 5 6 Jumlah Barang (buah/hari) Jumlah Barang (buah/hari) Keterangan:

1. Satuan pada kurva nilai utilitas marginal (NM) yakni Rp/util 2. Satuan pada kurva permintaan barang (d) yakni Rp/buah.

3. Nampak disini satuan Rp/util di kurva nilai utilitas marginal ini dimanipulasi dengan Rp/buah pada kurva permintaan barang.

Dalam dokumen Pengantar Mikro Ekonomi Teori dan Aplika (Halaman 150-153)