KAJIAN PUSTAKA A. Konsep Manajemen
B. Rukun Tetangga
4. Syarat Menjadi Pengurus RT
a. Warga Negara Indonesia dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Taat kepada UUD 1945 serta Pancasila dan taat kepada negara dan
pemerintah
c. Tidak pernah memiliki keterlibatan kepada organisasi terlarang dan
memiliki perilaku yang baik, jujur, tegas, adil, serta berwibawa
d. Sehat jasmani dan rohani serta dapat membaca dan menulis
e. Tidak memiliki permasalahan yang berkaitan dengan lembaga hukum
f. Telah tinggal dalam wilayah tersebut selama minimal 6 bulan secara
berkelanjutan
g. Terdaftar pada KK dan berusia 17 tahun ke atas atau pernah menikah dan
memenuhi syarat di atas
18 5. Permasalahan yang sering terjadi
a. Pada praktiknya, bisa dilihat bahwa sebenarnya di pedesaan yang terletak
jauh dari kota besar, fungsi RT maupun RW sebenarnya tidak terlalu
terlihat. Karena masyarakat akan dengan mudah terhubung langsung
dengan kepala desa atau lurah.
b. Namun, untuk kota-kota besar memang peran RT dan RW cukup jelas.
Untuk membuat SIM, KTP, surat pindah, surat keterangan miskin, dll
biasanya kita akan memerlukan surat pengantar. Dan surat pengantar
resmi tersebut memerlukan tanda tangan dari Ketua RT. Bahkan untuk
membuat surat keterangan berkelakuan baik pun harus memiliki
pengantar dari RT. Jadi bisa dilihat bahwa ternyata peran dari RT itu
besar.
c. Ternyata peran RT dan RW cukup terbatas pada aturan-aturan yang
mutlak seperti dalam hal pendataan warga, tanda tangan surat-surat
penting, maupun memberikan informasi jika ada program tertentu yang
perlu disebarkan kepada masyarakat. Walaupun akhir-akhir ini jika ada
kegiatan gotongroyong hanya akan disiarkan melalui masjid setempat.
d. Sayangnya organisasi masyarakat lebih terfokus pada misi-misi tertulis
dalam peraturan. Apa yang disebut dengan damai dan aman adalah ketika
masyarakat diam dan tidak terjadi masalah. Namun, tidak ada usaha yang
dilakukan untuk mencegah adanya permasalahn yang mungkin saja akan
terjadi di dalam lingkungan tersebut.
e. Masyarakat masih lebih senang untuk bergosip dan melakukan candaan
19
mereka sendiri dan seharusnya RT maupun RW mengerti bahwa hal
tersebut merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan dan ditangani.
f. RT dan RW melakukan fungsi mereka tanpa mengkaji ulang hal-hal yang
sekiranya perlu mereka lakukan. Namun, keadaan yang menunjukkan
realita saat ini semakin kritis. Masyarakat perlu bergerak dan
memperbaiki diri serta lingkungan hidupnya. Bukan hanya kejahatan tapi
juga lingkungan.
g. Banyak sungai yang tercemar dengan sampah rumah tangga, mengapa
tidak ada tindakan? Jika warga memang terus membandel, teruslah juga
menjadi anggota lembaga masyarakat yang bandel untuk melawan
mereka. Terus berikan masukan dan pengarahan kepada masyarakat agar
menjaga lingkungan hidupnya, bukan untuk orang lain tapi untuk diri
mereka sendiri dan orang-orang yang mereka sayangi.
h. Jika ada program tertentu, berikan penyuluhan. Jika pemerintah memiliki
program relokasi warga di perumahan kumuh misalnya, berikan
informasi yang jelas agar warga bisa meningkatkan kualitas hidupnya.
i. Jika banyak warga kota yang tinggal secara ilegal tanpa KTP, berikan
informasi kepada mereka bahwa RT mauun RW bersedia membantu
mereka. Menunjukkan kepada warga bahwa mereka diberikan
kemudahan dan fasilitas oleh negara adalah apa yang seharusnya
20 4. Pembinaan Remaja
Pembinaan Akhlak dan budi pekerti bagi anak-anak remaja sangat
penting diterapkan di sekolah, . karena adanya pelajaran Akhlak dan Budi
pekerti yang di praktikan di sekolah dapat merubah perilaku yang lebih baik
bagi anak-anak remaja. Berikut sikap dan perbuatan remaja menurut
Wahjosumidjo (2005:99)yang perlu pembinaan untuk kehidupan yang lebih
baik di antaranya:
a. Kejujuran
Kejujuran merupakan kunci keselamatan bagi anak-anak remaja,
karena dengan kejujurannya berterus terang kepada kedua orang tuanya
dalam hal pergaulannya sehingga orangtuanya dengan mudah dapat
memonitoring kegiatan anaknya dalam pergaulannya dengan anak-anak
remaja lainnya, apakah anaknya bergaul dilingkungan anak-anak remaja
yang baik ataukah tidak.
Oleh sebab itu Kejujuran adalah merupakan suatu hal yang
sangat penting diterapkan kepada anak remaja semasa sekolah, yaitu
kejujuran terhadap kedua orangtuanya dan kejujurannya terhadap guru di
sekolahnya,. Karena dengan Kejujurannya dapat menentukan kehidupan
yang lebih baik, baik dalam pergaulan dengan anak-anak remaja seusiannya
maupun dengan yang lainnya., sehingga dapat terhindar dari pergaulan
bebas yang menyalahgunakan narkotika, dan lain-lain.
Mengapa anak-anak remaja sampai terjadi menjadi pecandu
narkotika dan ikut-ikutan Geng antar remaja. Hal ini karena akibat dari
21
setiap kali keluar rumah anak remaja tersebut selalu berbohong kepada
kedua orangtuianya, tanpa menyebuitkan dengan jelas kemana arah dan
tujuannya dalam pergaulannya selama di luar rumah.
b. Sopan Santun
Sopan santundalam ucapan dan sopan santun dalam perbuatan,
Etika pergaulan yaitu sopan santun dengan sopan santun seseorang
terlihat bersikap ramah dan tidak sombong.
Bagaimana tata cara sopan santun bagi murid di sekolah, apakah
diterapkan sebagai pelajaran di sekolah? karena Praktek Etika pergaulan dan
sikap sopan santun sangat penting diajarkan kepada semua murid
bagaimanana berlaku sikap murid terhadap kedua orang tuanya dan terhadap
guru-guru di sekolahnya. Hal ini perlu diajarkan pada setiap siswa & siswi
bagaimana cara menjawab pertanyaan dengan yang sopan terhadap kedua
orang tuanya dan berlaku santun dalam berkata-kata merupakan inilah ciri
kepribadiaannya yang baik, karena selama ini banyak anak-anak remaja
kalau orang tuanya bertanya, sang anak menjawab” seenaknya saja
“Mama tidak perlu tau urusan anak remaja! ” kita-kata kasar anak terhadap orangtuanya, karena tidak ada praktek berkata-kata yang sopan dan santun
di sekolah.
Penerapan system kejujuran dan pembinaan akhlak kepada semua
siswa dan siswi di sekolah merupakan landasan kehidupan masa depan
anak-anak remaja karena sangat berrguna bagi kemajuan bangsa dan negara.
22
Seorang remaja harus berbicara dengan akal sehat, harus bicara
dengan benar dan bijaksana. Banyak berzikir dan berdoa lebih diutamakan
daripada membicarakan keburukan orang lain.
d. Pandai menggunakan waktu
Seorang remaja pantang membuang waktu untuk bermain dan
melakukkan hal yang tak berguna. Seorang remaja lebih baik menggunakan
waktunya untuk beribadah, membaca Al-Qur’an dan mengaji, daripada
nongkrong, nonton film atau begadang.
e. Jangan banyak melamun dan berkhayal
Remaja yang kuat adalah selalu ingat akhirat dan bekerja keras.
Sebaliknya, muslim yang lemah adalah yang hanyut karena nafsu dan suka
berkhayal.
f.Memilih teman bergaul yang baik
Seorang remaja hendaknya memilih teman yang baik akhlaknya,
berbudi luhur, taat pada ajaran Islam, meskipun dari keluarga miskin dan
bukan atas dasar kekayaan.
g. Menuntut ilmu sebagai ibadah
Dalam menuntut ilmu hendaknya jangan bertujuan untuk mencari
uang atau kedudukan atau agar kelak di kemudian hari menjadi orang kaya
dan terkenal seperti mendapatkan pujian orang karena memiliki berbagai
titel. Mencari ilmu hendaknya menjadikan tujuan menuntut ilmu sebagai
ibadah.
23
Seorang remaja hendaknya memilih bacaan yang baik dan
bermanfaat. Jangan terlalu banyak berhayal dengan membaca komik, novel
percintaan yang tidak bermutu, karena akan menyebabkan otak kita akan
penuh dengan angan-angan karena dijejali dengan cerita bohongan dan
maksiat. Bacalah buku-buku Islam yang bermutu, majalah-majalah Islam,
dan biasakan juga membaca hadits-hadits Nabi Muhammad SAW. dari
semenjak muda. Pandai dalam ilmu agama berarti merintis jalan terbaik
menuju surga.
C.Remaja dan Religiusitas 1. Remaja
a. Pengertian Remaja
Dalam membahas pengertian tentang remaja, para ahli mempunyai
asumsi dan pandangan yang berbeda beda. Hal ini tentu saja dipengaruhi
oleh latar belakang pendidikan dan disiplin ilmu yang bebas dan mereka
alami, walaupun pada sisi tertentu memiliki kesamaan.
Menurut Zakiyah Daradjat mendefinisikan remaja adalah tahap
umur yang datang setelah masa kanak-kanak berakhir, ditandai oleh
pertumbuhan fisik cepat (Daradjat, 1995:8).
Orang barat menyebut remaja dengan istilah “puber”, sedangkan orang Amerika menyebutnya “adolesensi”. Keduanya merupakan transisi
dari masa anak-anak menjadi dewasa. Bila ditinjau dari segi perkembangan
biologis, yang dimaksud remaja adalah mereka yang berusia 12 sampai 21
24
ia mengalami mimpi yang pertama, yang tanpa disadarinya keluar sperma
(Zulkifli, 1989:63).
Ditinjau dari sudut perkembangan fisik, remaja dikenal sebagai
suatu tahap perkembangan fisik di mana alat-alat kelamin manusia
mencapai kematangannya (Hartono, 1999:53).
Jadi yang dimaksud masa remaja adalah suatu tingkatan yang
ditempuh oleh seseorang dari masa anak-anak menuju dewasa dengan
perubahan-perubahan perkembangan baik fisik maupun psikis yang
berlangsung antara 12 tahun dan berakhir pada usia 21 tahun.
b. Remaja dan Permasalahannya
Berbicara mengenai problem atau persoalan remaja bertitik tolak
dari pendapat Zakiyah Daradjat yang membagi persoalan remaja menurut
larangannya kepada empat macam yaitu:
1) Persoalan dengan dirinya.
2) Persoalan dengan keluarganya.
3) Persoalan dengan pekerjaannya.
4) Persoalan dengan masyarakat (Daradjat, 1983:11).
Adapun persoalan dengan dirinya sendiri, kita bisa mendapatinya
kadang-kadang tampak gembira, kadang-kadang kelihatan murung, kadang
kala ia berfikir tentang lingkungan secara luas dan kadang pula dengan
pikiran sempit. Remaja sedang mengalami perubahan jasmani, mental dan
perasaan. Perubahan tersebut terjadi dengan kecepatan yang tidak sama,
terganggulah keseimbangannya dan kadang-kadang gejolak jiwanya
25
Masa remaja adalah masa bergejolaknya bermacam-macam
perasaan yang kadang-kadang bertentangan satu sama lain misalnya rasa
ketergantungan kepada orang tua belum dapat dihindari. Mereka tidak ingin
orang tua banyak campur tangan dalam urusan pribadinya.
Di antara sebab atau sumber kegoncangan emosi pada remaja
adalah konflik atau pertentangan yang terjadi dalam kehidupan, baik yang
terjadi dalam dirinya sendiri maupun yang terjadi dalam masyarakat umum
atau di sekolah. Di antara sumber kegelisahan remaja yang penting pula
adalah tampak adanya perpedaan antara nilai ke nilai moral dan kelakuan
orang-orang dalam kenyataan hidup. Misalnya ia mendapat didikan bahwa
berdusta itu tidak baik, tapi ia melihat banyak orang yang berdusta dalam
pergaulan hidup ini ( Daradjat, 1983:41).
Berbagai konflik yang dialami oleh remaja menurut Zakiyah
Daradjat adalah :
1) Konflik antara kebutuhn untuk pengendalian diri dan kebutuhan untuk
bebas, dan merdeka. Remaja membutuhkan penerimaan sosial dan
penghargaan serta kepercayaan orang lain kepadanya.
2) Konflik antara kebutuhan akan kebebasan dan kebutuhan akan
ketergantungan kepada orang tua.
3) Konflik antara kebutuhan seks dan ketentuan agama serta nilai sosial.
4) Konflik antara prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang dipelajari oleh remaja
ketika ia kecil dulu dengan prinsip dan nilai yang dilakukan oleh orang
dewasa di lingkungannya dalam kehidupan sehari-hari.
26
Masalah-masalah dan transisi (peralihan) dari masa kanak-kanak
menuju masa dewasa yang sebelumnya didahului oleh berbagai peristiwa
dan perkembangan dan perubahan, baik dari segi fisik maupun psikisnya.
c. Perlunya Pembinaan Remaja
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (indistrialisasi dan
modernisasi) menyebabkan masyarakat berubah pula terutama remaja,
kerusakan yang ditimbulkannya tidak sedikit, sehingga moral pada remaja,
moral orang dewasa bahkan moral anak telah di rusaknya, terutama bagi
mereka yang kurang mendapat pendidikan agama sejak kecil.
Serangan dan wabah kerusakan moral yang masuk bersama
kebudayaan asing yang bertentangan dengan pancasila itu mudah
menyerang dan menimpa masyarakat kita yang memang sudah mengalami
goncangan jiwa dan kehilangan ketentraman batin.
Pertama yang menjadi korbannya adalah para remaja, yang dalam
diri mereka sedang berkecamuk segala persoalan dan pertentangan batin,
yang tumbuh akibat pertumbuhan dirinya yang mengalami perubahan dari
segi disertai pula kegoncangan yang sangat berat itu mencari saluran untuk
mendapatkan tempat untuk menumpahkan kegelisahan dan ketegangan
batin. Setelah ketegangan yang bersifat semantara itu mereka rasakan,
mereka akhirnya akan bertambah gelisah dan goncang, lalu mencari sasaran
yang lebih hebat lagi demikian seterusnya sampai akhirnya sengsara batin.
Menghadapi perilaku remaja yang cenderung untuk mencoba-coba
27
mendalam maka perlu sekali diadakan pengawasan, pengarahan terhadap
remaja. Prinsip dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda adalah
melalui lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat.
Dalam usaha pembinaan remaja ini menurut Zakiyah Daradjat
harus dimulai dari keluarga yaitu pembinaan ketentraman batin, dalam hal
ini dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain :
1) Orang tua bisa menjaga kebutuhan dan ketentraman keluarganya.
2) Orang tua bisa membimbing sejak kecil.
3) Seorang guru ikut serta membimbing dalam pembinaan mental.
4) Suasana masyarakat dapat mendukung perkembangan agama (Daradjat,
1982:47.
Sedangkan menurut Singgih D. Gunarsa dalam rangka pembinaan
remaja ini langkah awal mencegah terhadap perbuatan-perbuatan mungkar,
dalam usaha ini menggunakan beberapa cara antara lain :
1) Tindakan preventif, segala tindakan yang bertujuan untuk mencegah
timbulnya kenakalan.
2) Tindakan represif, tindakan untuk menindas dan menahan kenakalan
remaja.
3) Tindakan kuratif dan rehabilitatif yaitu usaha untuk memperbaiki akibat
perbuatan nakal terutama individu yang telah melakukan perbuatan
tersebut (Gunarsa, 1991:161).
Sedangkan sistem pendekatannya yaitu :
1) Pendekatan secara langsung yaitu diberikan secara langsung kepada
28
2) Memberikan pendidikan bukan hanya pengetahuan saja, tatapi harus
meliputi pendidikan mental pribadi melalui pengajaran agama.
3) Menyediakan sering-sering guna menciptakan suasana optimal dari
perkembangan pribadi melalui pengajaran agama.
4) Usaha memperbaiki lingkungan sekitar, sosial, keluarga, masyarakat,
dimana banyak terjadi kenakalan remaja (Gunarsa, 1991:162).
d. Fungsi Agama bagi Remaja
Pada pokoknya remaja itu sangat membutuhkan agama dalam
hidupnya, terutama untuk menghadapi kegoncangan jiwanya yang terjadi
akibat perkembangan dan berbagai faktor yang harus mereka hadapi dalam
umur yang sangat banyak dihadapkan kepada berbagai tantangan itu
(Daradjat, 1982:81). Mereka sangat membutuhkan agama karena agama
mempunyai fungsi yang sangat penting yaitu untuk penenang jiwa dan
untuk mengembalikan ketenangan dan keseimbangan jiwanya.
Memang sangatlah tepat kalau remaja yang mengalami
kegoncangan itu berpegang teguh kepada agama sebagai pedoman dalam
hidupnya, kerena dengan begitu akan dapat mengatasi kegoncangan yang
dialaminya, timbullah kesadaran akan keagungan Tuhan Yang Maha Esa
berkehendak dan berkuasa atas segala sesuatu, sehingga akan terciptalah
anak muda yang berpribadi ikhlas dalam berbuat dan berakhlak mulia.
2. Akhlak dan Religiusitas