• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabunagn Kartu Smart

Dalam dokumen AKUNTANSI SUMBER DANA perhitungan fihak (Halaman 24-34)

TABUNGAN LAINNYA

2.3 Tabunagn Kartu Smart

Tabungan Kartu Smart adalah tabungan berkartu dimana pada kartu tabungan tersebut diberikan suatu processor (chips) untuk menyimpan data

Bank-bank yang telah dan sedang mengembangkan produk dengan teknologi chips ini antara lain adalah Bank Sewu, Bank Dharmala, Bank PSP, BRI, BBD dan beberapa bank lainnya yang sedang dalam tahapan uji coba.

a. Manfaat Tabungan Smart

Karena sifatnya yang khas dimana kartu dapat dipergunakan sebagai alat bayar, maka manfaat penggunaan tabungan smart yang berteknologi chips ini antara lain :

1) Sebagai alat pembayaran di toko-toko atau sebagai point of sale (POS)

2) Sebagai alat untuk memperoleh diskon

3) Sebagai pengganti membawa uang tunai milik sendiri

4) Selain itu dalam chips dapat direkam juga data pribadi nasabah seperti :

5) Nomor kartu penduduk

6) Nomor NPWP

7) Nama dan alamat dokter pribadi dan rumah sakit

8) Sejarah kesehatan nasabah

Khusus untuk pengoperasian secara off-line, nilai uang yang terekam dalam chips akan ditentukan sendiri oleh nasabah bersangkutan. Bila pengoperasian secara on-line, kartu tabungan akan berfungsi sebagai debit card (langsung mendebit rekening tabungan nasabah) pada point-of-sale di mana transaksi berlangsung.

b. Pengoperasian Tabungan Smart

Operasional tabungan smart dapat dilakukan secara on-line maupun off-line. Maksud pengoperasian secara on-line adalah setiap transaksi yang dilakukan dengan mempergunakan kartu tabungan smart diproses secara langsung dan mempengaruhi saldo nasabah bersangkutan baik pada kartu tabungan (chips) maupun pada pusat komputer dari bank bersangkutan.

Maksud pengoperasian secara off-line adalah bahwa setiap transaksi yang dilakukan dengan mempergunakan kartu tabungan tersebut tidak secara langsung mempengaruhi saldo rekening nasabah pada bank bersangkutan sekalipun saldo pada Kartu Smart berubah, bergantung kepada jumlah pemakaian dan yang telah disetorkan ke dalam chips. Kedua macam pengoperasian ini akan mempengaruhi perlakuan akunansi dan tabungan Kartu Smart ini.

Untuk pengoperasian tabungan dengan Kartu Smart (chips) ini diperlukan jaringan oleh bank yang bersangkutan. Jaringan ini dapat disediakan langsung oleh bank penyelenggara tabungan bersangkutan maupun melalui jaringan pihak ketiga. Pihak ketiga yang menyediakan jaringan untuk Kartu Smart ini antara lain Procard dan perusahaan-perusahaan jaringan lainnya.

Setiap kali Kartu Smart dipergunakan, nasabah selalu diminta memasukkan PIN (Personal Identification Number) yang merupakan data sandi untuk membuka dan mengoperasikan kartu nasabah yang bersangkutan.

c. Akuntansi Untuk Tabungan Smart

Akuntansi untuk tabungan smart akan dibedakan berdasarkan tata cara pengoperasian kartu tabungan smart : on-line dan off-line.

1) Pengoperasian Secara On-line

Pengoperasian secara on-line menangani semua transaksi yang berkaitan dengan rekening nasabah langsung berubah pada terjadinya. Semua penyetoran maupun penggunaan kartu chips akan langsung mengubah saldo rekening nasabah seketika.

Pembukaan dan Penyetoran

Setiap kali nasabah hendak membuka dan menyetor ke dalam tabungan dengan teknologi Kartu Smart ini akan dikreditkan ke dalam rekening nasabah.

Sebagai contoh, Tn. Wijaya membuka rekening Tabungan Kartu Smart dengan setoran awal Rp 625.000,00 dibayar tunai. Beban kartu sebesar Rp 15.000,00 juga dibayar tunai. Oleh bank bersangkutan akan dibukukan sebagai berikut :

Pembebanan kartu tabungan smart dibukukan sebagai berikut :

D : Kas Rp 625.000,00

K : Tabungan Rp 625.000,00

D : Kas Rp 15.000,00

Pada saat nasabah kartu diberikan nasabah, chips tersebut sudah mencatat nilai sebesar Rp 625.000,00. Proses pemindahan data dari komputer ke dalam chips tersebut dikenal dengan nama download. Proses download ini akan dilakukan secara otomatis melalui jaringan (network) bila data nasabah ter-update dengan adanya transfer uang dari pihak ketiga ke dalam rekening nasabah bersangkutan. Update ini tidak menjadi masalah karena sewaktu nasabah hendak menggunakan kartunya akan muncul sendiri data terakhir dalam layar pada terminal point-of-salenya merchant. Demikian data nasabah selalu dijaga up-date.

Cara lain untuk mengetahui berapa saldo terakhir, nasabah dapat langsung pergi ke ATM (automated teller machine) dan memeriksa saldonya sekaligus download data ke dalam chips.

Setiap kali setoran, rekening nasabah bersangkutan akan dikredit dalam komputer bank bersangkutan.

Penggunaan Kartu Smart pada Merchant

Pada saat nasabah menggunakan Kartu Smartnya sebagai alat pembayaran di salah satu merchant, nasabah cukup menunjukkan kartunya yang akan dimasukkan ke dalam mesin pembaca chips dan beroperasi secara on-line ke pusat komputer bank bersangkutan. Pengoperasian ini dilakukan secara on-line yang langsung meng-up-date data nasabah atas sejumlah pembayaran.

Sebagai contoh, Tn. Wijaya berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan yang menerima Kartu Smart dari bank bersangkutan. Nilai belanja sebesar Rp 75.000,00. Pembayaran dilakukan dengan Kartu Smart. Oleh merchant bersangkutan akan divalidasikan ke dalam mesin pembaca chips yang beroperasi

secara on-line. Setelah mengetahui bahwa kartu dapat dipakai, maka merchant akan memasukkan angka Rp 75.000,00 tersebut untuk mendebit rekening nasabah bersangkutan. Pada waktu ini, karena pengoperasian secara on-line, rekening nasabah akan didebit oleh bank dengan ayat jurnal sebagai berikut :

Merchant bersangkutan sudah memiliki rekening pada jaringan cabang yang mengoperasikan Kartu Smart, sehingga mempermudah pembayaran atas barang yang dijualnya kepada nasabah bank tersebut.

Pengoperasian secara on-line tersebut tidak menjadi masalah baik untuk merchant maupun bagi bank.

2) Pengoperasian Secara Off-line

Pengoperasian Kartu Smart secara off-line atau tidak langsung meng-up-date data nasabah bila terjadi transaksi ini akan dibedakan khususnya pada waktu download data dari rekening tabungan di komputer ke dalam chips dan sewaktu pendebetan saldo dalam kartu chips atau pembayaran suatu transaksi.

Kebanyakan bank yang sedang mengembangkan Kartu Smart ini, menyediakan juga fasilitas penarikan tunai dengan chips tersebut melalui ATM yang dapat membaca chips. Cara kerjanya akan diuraikan di bawah ini.

Pembukaan dan Penyetoran

D : Tabungan Rp 75.000,00

Sebagai contoh, seseorang membuka rekening Tabungan Kartu Smart dengan setoran awal Rp 750.000,00 dibayar tunai. Beban kartu sebesar Rp 15.000,00 juga dibayar tunai. Oleh bank dibukukan sebagai berikut :

Pembebanan kartu tabungan smart dibukukan sebagai berikut :

Transaksi Download Ke dalam Chips

Apabila nasabah bersangkutan hendak melakukan proses download ke dalam chips sebesar Rp 250.000,00, maka nasabah bersangkutan dapat langsung ke dalam mesin ATM yang dapat membaca chips untuk melakukan proses download tersebut. PIN tetap akan diminta oleh mesin ATM sebagai proses otentifikasi. Proses download sebesar Rp 250.000,00 tersebut akan dicatat oleh mesin dengan ayat jurnal sebagai berikut :

Dengan demikian sisa rekening tabungan dalam pembukuan bank tetap total sebesar Rp 750.000,00, namun sudah terpecah menjadi dua bagian : pada

D : Kas Rp 750.000,00

K : Tabungan Rp 750.000,00

D : Kas Rp 15.000,00

K : Persediaan Kartu Smart Rp 15.000,00

D : Tabungan Rp 250.000,00

rekening semula sebesar Rp 500.000,00 dan pada kartu chips sebesar Rp 250.000,00. Hal ini diperlukan untuk memudahkan audit trail bila data transaksi hilang dan sebagainya.

Penggunaan Kartu Smart Pada Merchant

Apabila kemudian nasabah bersangkutan menggunakan Kartu Smartnya pada salah satu merchant yang telah ditunjuk di mana jaringan terpasang, maka oleh merchant Kartu Smart tersebut akan dimasukkan ke dalam mesin verifikasi dan nasabah harus memasukkan PIN-nya.

Sebagai contoh, bila nasabah hendak membayar sejumlah barang dengan nilai Rp 120.000,00 dan mempergunakan Kartu Smart untuk membayarnya, maka alat yang terpasang pada merchant akan mengurangi nilai saldo yang terdapat pada chips tersebut.

Sebagai alat kontrol bagi bank dan merchant, alat verifikasi tersebut akan mencetak slip penjualan yang harus ditandatangani oleh nasabah. Hal ini mutlak diperlukan untuk audit trail. Atas data yang telah ditandatangani oleh nasabah bersangkutan dan diterima oleh bank, maka bank akan membukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut :

Kontrol terhadap saldo dalam chips maupun dalam rekening bank akan tetap dapat dilakukan oleh bank. Saldo tabungan nasabah sekarang bernilai Rp 630.000,00, yang terdiri dari rekening di bank Rp 500.000,00 dan chips Rp 130.000,00.

D : Tabungan Kartu Chips Rp 120.000,00

Penarikan Tunai Melalui Chips

Bila nasabah memerlukan uang tunai yang harus ditarik oleh ATM, nasabah bersangkutan dapat langsung ke ATM khusus yang dapat membaca kartu chips. Perlu diketahui, kini tersedia ATM yang langsung dapat membaca Chips maupun Magnetic Stripe (MS) untuk transaksi dengan ATM. Bila nasabah menggunakan chips dalam ATM, maka akan langsung meng-up-date saldo dalam chips. Apabila nasabah menggunakan MS, maka akan langsung meng-up-date rekening nasabah di bank bersangkutan.

Sebagai contoh, apabila nasabah bersangkutan hendak menarik uang tunai melalui ATM dari chips sebesar Rp 50.000,00, maka dengan memasukkan PIN uang akan keluar dan bank akan membukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut :

Bila jumlah uang sebesar Rp 50.000,00 tersebut diambil melalui MS, yaitu dari rekening tabungan bersangkutan, maka ayat jurnalnya akan menjadi sebagai berikut :

Jadi, semua transaksi penarikan ini harus dapat memberikan audit trail yang jelas bagi bank bersangkutan.

D : Tabungan Kartu Chips Rp 50.000,00

K : Kas Rp 50.000,00

D : Tabungan Rp 50.000,00

Pada contoh di atas, saldo dalam chips menjadi sebesar Rp 80.000,00 (Rp 130.000,00 dikurangi dengan Rp 50.000,00). Apabila kemudian nasabah hendak menggunakan Kartu Smart untuk belanja melebihi jumlah Rp 80.000,00, maka merchant tidak dapat mengotorisasi transaksi karena saldo tidak cukup. Untuk itu, nasabah bersangkutan harus terlebih dahulu melakukan download melalui ATM terdekat.

Sebagai contoh, nasabah bersangkutan hendak menggunakan Kartu Smart untuk membayar suatu transaksi senilai Rp 175.000,00, dan ia melakukan download sebesar Rp 200.000,00, ayat jurnal untuk mencatat transaksi adalah sebagai berikut :

Pada waktu download Rp 200.000,00 dari rekening ke dalam chips

Dengan demikian saldo rekening tabungan menjadi Rp 300.000,00 (Rp 500.000,00 dikurangi dengan Rp 200.000,00) dan saldo dalam chips menjadi Rp 280.000,00 (Rp 80.000,00 ditambah download Rp 200.000,00).

Pembayaran dengan Kartu Smart sebesar Rp 175.000,00 sekarang dapat diambil alih oleh merchant dan bank akan membukukan atas dasar tagihan merchant dalam slips penjualan dengan ayat jurnal sebagai berikut :

D : Tabungan Rp 200.000,00

K : Tabungan Kartu Chips Rp 200.000,00

D : Tabungan Kartu Chips Rp 175.000,00

Sekarang saldo dalam chips menjadi Rp 105.000,00 (Rp 280.000,00 dikurangi Rp 175.000,00). Audit trail yang baik akan selalu memiliki data lengkap untuk setiap transaksi.

Penggunaan Kartu Smart ini nantinya perlu dikembangkan bukan hanya terbatas terhadap transaksi sebagai alat bayar dan transaksi yang bersangkutan dengan bank, melainkan juga sebagai penyimpan data karena chips tersebut berfungsi sebagai komputer kecil yang berkemampuan cukup besar. Hal ini memerlukan waktu untuk mendidik manusia yang menggunakannya.

Dalam dokumen AKUNTANSI SUMBER DANA perhitungan fihak (Halaman 24-34)

Dokumen terkait