TABUNGAN LAINNYA
2.5 Traveller’s Cheques Dalam Valuta Rupiah
Travellers Cheques atau Cek perjalanan adalah sumber dana yang paling murah atau tidak berbunga dan memiliki unsur promosi yang tinggi. Travelle’rs cheques lazimnya diterbitkan dalam valuta asing yang dapat dipergunakan
diseluruh dunia dalam lalu lintas pembayaran, namun di Indonesia juga diterbitkan traveller’s cheques dalam valuta rupiah.
Traveller’s cheques merupakan warkat berharga atas nama yang diterbitkan oleh suatu bank yang pencairannya dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, dan hanya oleh orang yang memiliki dan namanya tercantum diatas TC tersebut.
Akuntansi Untuk TC
Akuntansi untuk mencatat transaksi yang timbul dari traveller’s cheques meliputi : penjualan dan pencairan TC, yang mana keduanya dapat dilakukan baik di bank cabang penerbit, agen penjual, maupun di kantor cabang penerbit.
Unsur pengamanan TC adalah nomer seri yang tercetak pada setiap lembar TC (preprinted numbers)
Penerbitan TC
Dalam penerbitan, setiap TC yang telah diterbitkan akan dipelihara oleh bank yang menerbitkannya. Rekening ini akan tetap outstanding dalam neraca selama TC belum dicairkan. TC yang telah diterbitkan tidak memiliki jatuh waktu atau kadarluarsa.
Sebagai contoh Ny. Sita nasabah Bank Omega - Jakarta hendak membeli TC atas beban rekening gironya jumlah TC yang di beli terdiri dari pecahan sebagai
berikut : 80 lembar @ Rp. 10.000; 5 lembar @Rp. 1.000.000. Pada saat penjualan TC oleh Bank Omega – Jakarta akan dicatat dengan ayat jurnal sebagai berikut.
Giro - Rekening Ny .Sita Rp. 5.800.000
TC - Rupiah Rp. 5.800.000
Pencairan TC Dibukan Cabang Penerbit Dilakukan Oleh Sipemilik
Pencairan TC yang dilakukan bukan pada bank bukan cabang penerbit, akan tercipta adanya hubungan rekening Koran, yang lazimnya dibukukan kedalam rekening antar kantor (RAK), rekening ini sifatnya reciprical.
Sebagai contoh apabila Ny. Sita mencairkan TC pada Bank Omega Cab.Surabaya sebanyak 3 lembar @Rp. 100.000 secara tunai. Oleh Bank Omega-Cab.Surabaya akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut :
RAK-Cab.Surabaya Rp. 300.000
Kas Rp. 300.0000
Bank Omega Cab.Surabaya setelah melakukan pembayaran kepada Ny. Sita akan segera mengirimkan warkat TC tersebut kepada penerbitnya yaitu cabang Jakarta. Oleh Bank Omega Cab.Jakarta, setelah menerima warkat TC tersebut, akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut
Rak - Cab.Surabaya Rp. 300.000
Pencairan TC Pada Bukan Cabang Penerbit Yang Dilakukan Oleh Pihak Ketiga (Bukan Si pemilik)
Pada prinsipnya seluruh TC dapat langsung dicairkan. Pencairan yang langsung ini hanya dapat dilakukan apabila TC langsung dicairkan oleh pemilik. Apabila TC dicairkan bukan oleh sipemilik, maka kepada cabang pembayar tidak dapat langsung melakukan pembayaran, tetapi harus terlebih dahulu melakukan inkaso atau penagihan kepada cabang penerbit setelah diteliti keabsahannya.
Sebagai contoh apabila Bank Omega - Cab.Bandung menerima setoran untuk keuntungan rekening Toko Anda, nasabah giro, berupa warkat TC atas nama Ny. Sita yang telah diserahkan dan ditandatangani olehnya atas pembelian sejumlah barang. Besarnya TC sebanyak 30 lembar @Rp. 10.000 dan 1 lembar @Rp. 1.000.000 oleh Bank Omega - Cab.Bandung warkat TC tersebut terlebih dahulu harus diinkasokan ke cabang Jakarta yang akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut :
K : Rekening Administratif Rupiah –
Warkat TC Yang Di Inkaso Rp. 1.300.000
Setelah hasil inkaso kepada cabang Jakarta dinyatakan berhasil, oleh Bank Omega – Cab.Bandung akan dibebankan komisi inkaso sebesar Rp. 25.000 yang
akan dibebankan kepada Toko Anda dan akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut :
D: Rekening Administrative Rupiah –
Warkat Tc Yang Di Inkaso Rp. 1.300.000
Rak- Cab.Jakarta Rp. 1.300.000
Pendapatan Komisi Rp.25.000
Giro-Rekening Toko Anda Rp. 1.275.000
Penerbitan TC Yang Diserahkan Kepada Agen Penjual Tc Yang Telah Ditunjuk
TC dalam valuta rupiah yang diterbitkan oleh suatu bank dapat dijual dan dicairkan pada agen-agen penjual dan pembeli yang telah ditunjuk resmi oleh bank penerbit TC tersebut.
Sebagai contoh Bank Omega – Jakarta mengirim 20 lembar TC rupiah @Rp. 100.000 kepada agennya PT. Indowang dengan memperhitungkan beban formulir berharga senilai @Rp. 1.300 per lembar. Oleh Bank Omega – Jakarta akan dibukukan dengan ayat jurnal sebgai berikut :
Persediaan Formulir Berharga Rp. 26.000
Penyerahan warkat ini juga akan dicatat oleh Bank Omega - Jakarta dalam rekening administratif sebagai suatu kontijensi penjualan TC, dengan ayat jurnal sebagai berikut:
K : Rekening Administrative Rupiah –
TC Yang Diserahkan Kepada Agen Rp. 2000.000
Penjualan TC Oleh Agen Penjual
Penjualan TC yang dilakukan oleh agen akan dilaporkan oleh agen yang bersangkutan setelah menerima hasil penjualan TC tersebut. Berdasarkan laporan penjualan ini, oleh bank penerbit akan mengadminstrasikan seri TC yang telah terjual tersebut. Sebesar nominal TC yang terjual itu yang akan dibukukan sebagai hasil penjualan.
Sebagai cotoh apabila PT. Indowang berhasil menjual sebanyak 20 lembar TC @Rp. 100.000 kepada tuan waskito secara tunai. Hasil penjualan ini segera dilaporkan kepada Bank Omega – Jakarta melalui suatu memo.apabila kepada agen diberikan komisi penjualan sebesar 1% dari hasil penjualan, oleh Bank Omega – Jakarta dibukukan dengan terlebih dahulu menghapus rekening kontijensi yang telah dilakukan sebelumnya sebagai berikut.
D: Rekening administrative rupiah –
Kemudian hasil penjualan TC akan dibukukan sebagai tagihan kepada agen penjual dan akan timbul beban komisi kepada agen tersebut serta munculnya rekening TC pada hutang jangka pendek. Ayat jurnal untuk mencatat transaksi ini sebagai berikut :
Tagihan kepada agen penjual TC –
PT.indowang Rp. 1.980.000
Biaya Komisi penjualan TC Rp. 20.000
TC-Rupiah Rp. 2000.000
TC Yang Hilang
Dalam kasus tertentu, kadangkala nasabah yang telah membeli TC datang melapor bahwa TC yang dibelinya hilang. Untuk memperolehnya kembali perlu diterbitkan oleh bank penerbit bukan oleh agen penjual.
Sebelum melakukan penerbitan kembali, bank penerbit TC terlebih dahulu harus mengumumkan berita stop payment kepada seluruh cabang dan agen pembayar, agar tidak mengambil alih TC yang telah dinyatakan hilang tersebut.
Apabila penerbitan ulang TC yang hilang tersebut dilakukan pada cabang penerbitnya, prosedur penerbitan kembali lebih mudah karena administratif TC yang terlah diterbitkan masih dipelihara oleh cabang penerbit.
Sebagai contoh apabila Ny. Sita melapor ke Bank Omega - Jakarta melapor kehilangan TC serta meminta untuk menerbitkan kembali TC yang baru oleh cab.Jakarta. Penerbitan akan dibebankan komisi sebesar Rp. 5000 oleh Bank Omega cab.Jakarta akan dibukukan sebagai berikut.
TC –Rupiah (Lama) Rp. 1.000.000
TC – Rupiah (Baru) Rp. 1.000.000
Kas Rp. 5.000
Pendapatan Komisi
Peneritan TC Rupiah Rp. 5.000
Pada cabang Jakarta tidak terjadi penambahan atau pengurangan dana TC rupiah. Yang terjadi hanyalah menghapuskan TC yang lama dan mencatat TC yang baru.