• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.2.3. Pengembangan Model

4.2.3.2. Tahap Design

Pada tahapan ini ditentukan Tujuan, Maksud, dan Sasaran.

a. Tujuan

1.Meningkatkan kompetensi manajerial sekolah dalam pengelolaan kurikulum yang mengamalkan konsep dasar pendidikan Islam yaitu Ta’dib, Tarbiyah, dan Ta’lim

2.Menjadi panduan bagi guru untuk menyusun perencanaan, proses pembelajaran , dan evaluasi sesuai prinsip dalam melaksanakan kegiatan berbasis kearifan religi Islami.

b. Maksud

1. Sebagai pedoman bagi sekolah dalam melaksanakan kurikulum 2013 dengan mendasarkan pada nilai-nilai relegius Islami. 2. Sebagai pedoman bagi sekolah dalam

mengelola kegiatan berbasis kearifan religi. c. Sasaran

Panduan kegiatan ini disusun untuk digunakan oleh pengelola dan para guru/pembimbing dalam melaksanakan kegiatan berbasis kearifan religi di SDN Jombor.

110

4.2.3.3. Development

Tahap ini dikembangkan Konsep dan Prinsip Model a.Konsep

Konsep dasar pendidikan Islam, yaitu; Ta’dib, Tarbiyah, dan Ta’lim. Ta’dib berarti mendidik. Sedangkan dalam bahasa Indonesia kata adab diartikan sebagai sopan santun, budi pekerti dan tata krama. Jadi pada konsep pendidikan Ta’dib difokuskan pada pembinaan akhlak, budi pekerti, sikap yang sesuai dengan ajaran Islam sebagai proses untuk membentuk sebuah peradaban. Tarbiyyah diartikan sebagai mencipta, memelihara, memenuhi kebutuhan dan menyempurnakan. Cakupan materi Tarbiyah adalah pembinaan bakat minat yang merupakan potensi siswa. Dikembangkan lewat kegiatan ekstrakurikuler. Adapun kegiatan pembinaan bakat dan minat siswa bidang keagamaan antara lain: Seni Rebana dan MTQ. Ta’lim berasal dari kata ‘allama artinya proses pengajaran dengan menggunakan seluruh indra yang dimiliki manusia yang selanjutnya direkam oleh akal (nalar). Dengan demikian ta’lim memiliki cakupan yang lebih spesifik yang hanya menitik tekankan terhadap proses penalaran saja. Jadi merupakan pengajaran di

111 bidang pengetahuan dan ketrampilan. Kegiatan ini dilaksankan melalui TPQ.

Adapun konsep dasar pembelajaran berbasis kearifan religi dapat dilihat dalam diagram di bawah

ini:

Gambar: 4.2. Konsep Pengajaran Pendidikan Berbasis Kearifan Religi

112

b. Prinsip Pendidikan Berbasis Kearifan Religi Prinsip pengembangan kegiatan berbasis kearifan religi dikembangkan berdasarkan prinsip pengembangan kurikulum 2006 yaitu berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Berpijak pada prinsip tersebut maka tujuan diadakan Pendidikan berbasis kearifan religi ini adalah :

a. Memberikan pedoman dasar bagi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang bisa diterima di tempat umum.

b. Memberikan penjelasan dasar teknis membaca Al-Qur’an sebagai penunjang mata pelajaran Agama Islam pada Lembaga pendidikan formal.

c. Memberi kontribusi kepada siswa untuk menimba ilmu agar bisa mengembangkan aspek-aspek yang berkaitan dengan aplikasi ilmu pengetahuan agama.

d. Memberikan sarana pelatihan dan pendalaman agama bagi siswa agar dapat mendialogkan materi pelajaran Agama Islam yang diperoleh, sehingga dapat mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari,

113 dan diharapkan siswa mampu menentukan sikap dan arah yang harus diambilnya dalam kehidupan sehari-hari.

e. Membina siswa untuk gemar membaca Al Qur’an dan mampu menuliskannya

f. Membekali Siswa dalam berinteraksi dengan Al Qur’an secara lebih intensif di kemudian hari.

g. Memberi bekal kemampuan kepada siswa untuk mengembangkan kehidupan sebagai pribadi muslim yang beriman dan bertaqwa, percaya diri dan berakhlaq mulia

Agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan efektif maka sekolah menerapkan prinsip-prinsip:

1 Optimalisasi Program

Program Pendidikan berbasis kearifan religi dimaksudkan untuk memperkuat lembaga pendidikan SDN Jombor dengan pendidikan Al-Quran melalui kegiatan TPQ.

2 Optimalisasi Ketenagaan

Program Kegiatan berbasis kearifan religi melalui kegiatan TPQ dapat mengoptimalkan ketenagaan (Guru TPQ) yang ada untuk melaksanakan dua program secara terpadu, yaitu program kegiatan SDN Jombor baik pembiasaan maupun

114

ekstrakurikuler dan Pendidikan Al-Quran untuk meningkatkan mutu Pendidikan. 3 Optimalisasi Sarana dan Prasarana

Program Pendidikan berbasis Kearifan religi (TPQ) dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia seperti musholla dan prasarana lain yang dimiliki sekolah.

A. Sasaran

Sasarana dalah semua siswa SD Negeri Jombor dari kelas 1 sampai dengan kelas 6

B. Jenis kegiatan

Kegiatan berbasis kearifan religi dilaksankan melalui 3 jenis kegiatan yaitu TPQ, Pembiasaan dan Ekstrskurikuler yang mendukung kegiatan keagamaan

4.2.3.4. Implementation

Tahap ini merupakan tahap implementasi Produk sebagai panduan yang berisi langkah-langkah untuk melaksanakan kegiatan berbasis kearifan religi yang merupakan model pengembangan materi pembelajaran agama Islam yang tidak hanya dilaksankan dalam kegiatan intrakurikuler melalui kegiatan TPQ, namun dilaksankan secara berkesinambungan pada kegiatan pembiasaan dan

115 kegiatan ekstrakurikuler. Adapun materi kegiatan dilaksanakan melalui Kegiatan Intrakurikuler lewat TPQ dengan materi pembelajaran yang terdiri dari : 1)Pendidikan Al Qur’an meliputi Membaca Al Quran dengan menggunakan modul (Jilid). Metode yang digunakan adalah metode Iqro’. dan Tarsana. Materi Kelas 1 adalah Materi Iqro’ I karangan KH. As’ad Humam Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarus “AMM” Yogyakarta dari pengenalan huruf sampai dengan jilid II. (lebih ditekankan pada penguasaan huruf, dan sudah mulai pada bacaan panjang pendek). Materi kelas I dimulai dari Iqro Jilid 1 - Jilid 3. Materi Kelas 2 dapat menyelesaikan Iqro’ jilid III dan menginjak jilid IV (penekanan dan penguasaan panjang I’ u’, Dhomah dibalik, panjang, fathah tegak, kasroh tegak).Materi Kelas 3 dapat menyelesaikan Iqro’jilid IV dan jilid V (penguasaan pada panjang pendek, bacaan AN, IN, UN, tanwin, membaca sengau AU, AI dan qolqolah, perbedaan huruf mati pada hamzah, Ain, Kaf, Kof. Materi Kelas 4 adalah Dapat menyelesaikan Jilid V dan VI, (khatam Iqra’). Sehingga siswa sudah memahami pada panjang pendek, bacaan tajwid, (non teori), membaca sengau, qolqolah, huruf mati, waqof, ghorib). Materi Kelas 5 adalah Dapat menyelesaikan Jilid VI, (khatam Iqra’) dan Juz Amma. Kompetensi ditekankan penguasaan

116

pada panjang pendek, bacaan tajwid (non teori), membaca sengau, qolqolah, huruf mati, waqof, ghorib). Materi Kelas 6 di samping kelancaran dan frekwensi bacaan al Qur’an diharapkan siswa dapat berlatih menterjemahkan al Qur’an

Untuk membaca Al-Quran dengan berlagu Metode yang diterapkan adalah Tarsana (Tartil – Sari’- Nagham) melalui pemanduan dan CD Pembelajaran adapun petunjuk yang digunakan adalah buku Tarsana karya H. Sjamsudin Mustaqim.

Selain belajar membaca al Quran melalui TPQ diajarkan pula Menulis huruf Arab. Pada buku panduan ini diajarkan cara penulisan huruf berkarakter tegak, datar, miring, dan lengkung kanan. Mencontoh cara penulisan huruf tunggal awal, tengah dan akhir berkarakter tegak, datar, miring, dan lengkung kanan, Mencontoh cara penulisan huruf tunggal bergerigi dan lengkung kiri , Mencontoh cara penulisan huruf tunggal awal, tengah dan akhir bergerigi lengkung kiri , Mencontoh cara penulisan angka Arab, Mencontoh cara penulisan huruf sambung berhuruf dua, tiga. empat , Mencontoh cara penulisan huruf sambung berhuruf lima, enam, tujuh , Seni mewarnai kaligrafi dan aneka gambar .

Dalam buku panduan ini juga terdapat materi Pendidikan Ibadah yaitu pendidikan untuk

117 membentuk pribadi muslim yang taat beribadah, Membina siswa untuk mampu menghafal bacaan do’a dan ayat-ayat Al Qur’an, Membina siswa untuk taat beribadah melaksanakan shalat. Siswa yang telah lulus harus hafal 10 surat-surat pendek dalam jus 30 Al Qur’an dan hafal beberapa do’a sehari-hari. Buku Panduan ini sejalan dengan pendapat Sugiarto (2011) tentang buku ajar yaitu buku yang disusun untuk kepentingan proses pembelajaran baik yang bersumber dari hasil-hasil penelitian maupun hasil dari sebuah pemikiran tentang sesuatu atau kajian bidang tertentu yang kemudian dirumuskan menjadi bahan pembelajaran.

Dalam panduan ini juga diatur tenaga pengajar TPQ SDN Jombor yang terdiri dari para guru SDN Jombor yang memiliki latar belakang S1 Pendidikan Agama Islam ditambah pengajar dari luar yang memiliki ilmu keagamaan yang sesuai. Agar pembinaan siswa dapat berlangsung dengan efektif, maka diterapkan teknik Klasikal, Individual, Tutorial. Adapun metode yang digunakan dalam pembelajaran antara lain: Demonstrasi, Pemanduan, Permainan. Dalam rangka menegakkan disiplin, menggugah semangat dan memperlancar proses pembinaan ditetapkan Tata Tertib.

118

Untuk mengetahui sejauh mana keefektifan produk dapat mencapai tujuan maka dilakukan Evaluasi yang meliputi evaluasi terhadap pengelolaan yang diselenggarakan, guru, materi maupun siswa.

Evaluasi pengelolaan yaitu Evaluasi yang dilakukan untuk mengukur keberhasilan pengelolaan pendidikan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan lainnya. Baik pada pengelolaan, guru maupun siswa. Evaluasi pengelolaan dilakukan melalui rapat pengelola, rapat tim dan laporan-laporan.

Evaluasi guru dilakukan untuk mengukur kompetensi guru dan keberhasilanya dalam membina siswa. Evaluasi siswa dilakukan untuk menguji kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran, dilakukan ketika siswa akan naik jilid dan sesuai kebutuhan. Agar kegiatan berbasis kearifan religi dapat berjalan efektif maka perlu dialakukan beberapa laporan, antara lain:1) Laporan pengelolaan. Setiap aktivitas yang diselenggarakan harus memberi laporan terdokumentasi. Adapun Laporan Pengelolaan TPQ terdiri dari: Laporan Bulanan, Catatan Umum Pengelolaan., Daftar Karyawan dan Pembinaannya, Data Santri., Daftar Nama, Pembiayaan dan Kemajuan , Belajar santri., dan Laporan Keuangan, bila diperlukan, 2)Laporan Panitia dan Team yaitu laporan kegiatan yang dilaksanakan

119 oleh Panitia dalam rangka melaksanakan suatu kegiatan, seremonial dan atau perlombaan, 3)Laporan Tahunan yaitu laporan Kepala Sekolah dalam mengelola seluruh aktivitas Pengelolaan TPQ- yang terdiri dari: Program Kerja, Rencana Kerja dan Anggaran Pengelolaan (RKAP). Realisasi Program Kerja, Kemajuan Pendidikan, Keuangan, Evaluasi dan Lampiran yang terdiri dari dokumen Proses Pengajaran, Aktivitas., Prestasi, Dokumentasi, dan lain-lain.

4.2.3.4.1. Prosedur Implementasi Model

Berdasarkan konsep pengembangan model ADDIE ada beberapa langkah yang diterapkan untuk melaksanakan strategi kegiatan berbasis kearifan religi yaitu perencanaan program, sosialisasi penggunaan model, uji coba terbatas, setelah dilakukan uji terbatas maka peneliti melakukan revisi produk berdasarkan masukan kelemahan-kelemahan yang perlu dibenahi.

4.2.3.4.2. Gagasan Peneliti

Strategi bersaing adalah suatu cara atau langkah melalui tahapan-tahapan yang direncakan secara terprogram agar dapat memenangkan persaingan pada situasi yang terjadi di pasaran. Untuk memenangkan persaingan diperlukan

120

program atau kegiatan yang sesuai dengan minat dan keinginan masyarakat pengguna. Karena keinginan masyarakat desa Jombor adalah unggul di bidang pembelajaran Agama Islam, maka perlu dikembangkan kurikulum berbasis kearifan religi yang memuat nilai-nilai ajaran Islam.

Terbatasnya kompetensi pendidik SDN Jombor di bidang agama Islam, maka untuk pelaksanaan kegiatan perlu mendatangkan guru yang latar belakang pendidikannya di bidang agama Islam. Demikisn juga dalam rangka mempelancar pelaksanaan kegiatan sekolah perlu menyediakan sarana prasarana, seperti buku Iqra’, Al Quran, buku panduan tarsana, LCD, lap top, CD pembelajaran , dan peralatan lain yang mendukung.

Dalam pelaksanaan kegiatan intrakurikuler /TPQ bisa dilaksanakan di luar kelas sesuai dengan materi pembelajaran, supaya anak tidak merasa bosan dan tertekan. Adapun prosedur implementasi model pembelajaran berbasis kearifan religi dapat dilihat pada diagram berikut:

121 Gambar 4.3. Prosedur Implementasi Model

Dokumen terkait