HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengembangan
3. Tahap develop (pengembangan)
Pada tahap ini dilakukan dengan prosedur tahap penilaian (assessment). Tahap ini melalui dua tahap, yakni validasi dan praktikalisasi.
a. Tahap Validasi
Prototipe yang dirancang di validasi oleh 3 orang validator.
Divalidasikan oleh 1 orang dosen dan 2 orang guru. Setelah
67
divalidasikan, peneliti berdiskusi dengan validator mengenai produk yang dirancang dan meminta saran dari validator untuk perbaikan produk. Validator yang memvalidasi produk ini yaitu: ibuk Silvia Susrizal MA, Yuswarni, S.Ag, Nelsiwati, S.Ag.
Berikut diuraikan hasil validasi produk dan instrumen penilaian yang dirancang. 100% termasuk kategori sangat valid. Pengketegorian hasil berdasarkan Riduwan dimana persentase antara 0%-20% dengan kategori tidak valid, 21%-40% dengan kategori kurang valid, 41%-60% dengan kategori cukup valid , 61%-80% dengan kategori valid, 81%-100% dengan kategori sangat valid.
Dari hasil validasi RPP menunjukkan bahwa RPP yang dirancang sangat valid. Berarti RPP yang dibuat ini sudah dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
68
2) Validasi Lembar Uji Validitas Media
Untuk mengetahui validitas terhadap angket yang akan digunakan untuk validasi media, maka terlebih dahulu angket akan divalidasikan kepada validator. Hasil validasi angket dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel. 9 Validasi Lembar Uji Validitas Media
N0 Aspek yang yang digunakan 91,67, butir pernyataan angket 91,67.
Pengkategorian hasil validitas angket berdasarkan pendapat Riduwan persentase antara 0% - 20% dengan kategori tidak valid, 21% - 40% dengan kategori kurang valid, 41% - 60%
dengan kategori cukup valid, 61% - 80% dengan kategori valid, 81% - 100% dengan kategori sangat valid.
69 aspek kelayakan penyajian 88,88% dan aspek kelayakan bahasa 100 %. persentase antara 0% - 20% dengan kategori tidak valid, 21% - 40% dengan kategori kurang valid, 41% - 60% dengan kategori cukup valid, 61% - 80% dengan kategori valid, 81% - 100% dengan kategori sangat valid.
4) Validasi lembar praktikalitas media oleh siswa
Cara yang digunakan peneliti untuk mengetahui praktikalitas terhadap media peneliti membagikan angket kepada siswa. Sebelum angket tersebut peneliti bagikan kepada siswa, angket tersebut divalidasikan oleh 3 orang validator. Hasil validasi angket dapat dilihat pada tabel berikut ini:
70
Tabel. 11 Validasi Lembar Praktikalitas Media Oleh Siswa
Sehingga lembar praktikalitas media atau angket respon siswa dapat dibagikan kepada siswa. Dari aspek yang dinilai rata-rata format angket 100 %, bahasa yang digunakan 91,66%, butir pernyataan angket 91,66%. Menurut Riduwan persentase antara 0% - 20% dengan kategori tidak valid, 21% - 40% dengan kategori kurang valid, 41% - 60% dengan kategori cukup valid, 61% - 80%
dengan kategori valid, 81% - 100% dengan kategori sangat valid.
b. Tahap praktikalitas
Untuk melihat praktikalitas media berbasis video ini dilakukan uji coba pada kelas VII SMPN 5 Sawahlunto pada tanggal 26 Januari 2019. Data tentang praktikalisasi video diperoleh melalui angket respon siswa, wawancara dengan guru dan observasi yang dilakukan di kelas VII SMPN 5 Sawahlunto.
Berikut ini dijelaslkan hasil yang diperoleh mengenai praktikalitas media berbasis video adobe premier pro.
1) Hasil observasi praktikalitas media berbasis video adobe premier pro pada tanggal 26 Januari 2019.
Observasi dilakukan untuk melihat pemakain video pembelajaran PAI dan Budi Pekerti khususnya materi thaharah terfokus pada indikator tata cara berwhudu.
71
Observasi dilakukan oleh peneliti dan didampingi oleh guru PAI dan Budi pekerti yang ada disekolah.
Hasil Observasi yang didapatkan bahwa media interaktif berbasis video ini membantu siswa dalam memahami pelajaran khususnya pada materi thaharah tentang tata cara berwuduk dan siswa memiliki minat dalam belajar. Sehingga siswa mudah memahami tata cara berwhudu yang benar setelah menggunakan video pembelajaran sebagai pedomannya untuk mempraktekkan tata cara berwhudu.
2) Hasil wawancara dengan guru
Peneliti melakukan wawancara dengan guru PAI dan Budi Pekerti di SMPN 5 Sawahlunto tanggal 26 Januari 2019 untuk mengetahui praktis penggunaan media berbasis video adobe premier pro khususnya pada materi thaharah tentang tata cara berwuduk.
Hasil wawancara yang diperoleh bahwa media berbasis video adobe premier pro ini sudah praktis, ditandai dengan tampilan yang menarik. Pada video tersebut terpapar secara jelas cara berwuduk yang benar. Dan media berbasis video ini dapat digunakan berulang-ulang kali dan mebuat siswa antusias sehingga siswa sehingga siswa lebih aktif dalam pembelajaran dan dengan penggunaan media berbasis video ini dapat mengefesienkan waktu (tidak terlalu banyak memakan waktu) (Yuswarni, wawancara dengan guru PAI dan Budi Pekerti)
3) Respon siswa terhadap praktikalitas media pembelajaran interaktif berbasis video adobe premier pro.
Peneliti mengumpulkan data dari siswa mengenai penggunaan video. Berdasarkan uji respon siswa hasil yang didapat dari respon siswa terhadap praktikalitas penggunaan media video dalam pembelajaran sebagai berikut:
72
Hasil Respon Siswa terhadap Praktikalitas Media Video Tabel. 11 Data Hasil Respon Siswa
No Indikator Skor
siswa
Skor maks
%
1. Media pembelajaran interaktif berbasis video memiliki tampilan yang menarik
84 92 91,3
2. Saya lebih mudah memahami materi melalui Media pembelajaran interaktif berbasis video pembelajaran interaktif berbasis video jelas dan mudah dipahami
86 92 93,4
5 Untuk menambah pemahaman dalam pembelajaran Media pembelajaran interaktif berbasis video dapat digunakan berulang-ulang kali
80 92 86,9
6 Media pembelajaran interaktif berbasis video menambah motivasi saya untuk belajar
84 92 91,3
7 Media pembelajaran interaktif berbasis video membuat memahami konsep dan absrtak
84 92 91,3
8 Saya berminat mengikuti proses pembelajaran menggunakan Media pembelajaran interaktif berbasis video
82 92 89,1
9 Dengan melihat Media 82 92 89,1
73
pembelajaran interaktif berbasis video bisa memahami materi thaharah dengan baik khususnya tata cara berwuduk
10 Tulisan di dalam Media
pembelajaran interaktif berbasis video jelas dan mudah dibaca
87 92 94,5
11 Saya tertarik mengikuti proses pembelajaran berikutnya yang
menggunakan Media
pembelajaran interaktif berbasis video
78 92 84,7
12 Media pembelajaran interaktif berbasis video dapat mengembangkan potensi saya dalam belajar mandiri
83 92 90,2
Jumlah 992 1104 89,85
Berdasarkan pada tabel diatas hasil respon dari 23 orang siswa kelas VII SMPN 5 Sawahlunto bahwasanya penggunaan media pembelajaran berbasis video sangat praktis dengan rata-rata 89,85%. Pengketegorian hasil praktikalitas angket berdasarkan Riduwan dimana persentase antara 0%-20% dengan kategori tidak praktis, 21%-40% dengan kategori kurang praktis, 41%-60%
dengan kategori cukup praktis, 61%-80% dengan kategori praktis, 81%-100% dengan kategori sangat praktis.
B. Pembahasan