C. Pendidikan Agama Islam
2. Tujuan Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti
Menurut Hawi (2013:20) tujuan pendidikan Agama Islam bukanlah semata-mata untuk memenuhi intelektual saja, melainkan segi penghayatan juga pengamalan serta pengaplikasiannya dalam mehidupan dan sekaligus menjadi pegangan hidup.
Mata pelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti juga memiliki tujuan yang ingin dicapai. Pendidikan Agama Islam bertujuan meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan
30
pengalaman peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt.serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Menurut Arifin dalam Hawi tujuan pendidikan islam adalah “ membina mendasari kehidupan anak dengan nilai-nilai syariat Islam secara benar sesuai dengan pengetahuan agama” (2013: 20).
Menurut Edu Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti bertujuan untuk: Menumbuh kembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah Swt.
Kemudian Mewujudkan peserta didik yang taat beragama, berakhlak mulia, berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, santun, disiplin, toleran, dan mengembangkan budaya Islami dalam komunitas sekolah, Membentuk peserta didik yang berkarakter melalui pengenalan, pemahaman, dan pembiasaan norma-norma dan aturan-aturan yang Islami dalam hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri, sesama, dan lingkungan secara harmonis dan bertujuan untuk Mengembangkan nalar dan sikap moral yang selaras dengan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sebagai warga masyarakat, warga negara, dan warga dunia. ( Edu, 2017)
Adapun tujuan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di sekolah adalah sebagai berikut:
a. Menumbuh kembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah Swt.
31
b. Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komonitas sekolah.
Disimpulkan bahwa tujuan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ini harus berisi hal-hal yang dapat menumbuh dan memperkuat iman serta mendorong kepada kesenangan mengamalkan ajaran agama Islam. Untuk itu diperlukan usaha pembentukan materi yang akan memperkaya peserta didik dengan sejumlah pengetahuan, membuat mereka dapat menghayati dan mengembangkan ilmu, juga membuat ilmu yang mereka pelajari itu berguna bagi mereka dan tujuan itu mengandung mengamalkan dan mengajarkannya.
Selain itu ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Agama Islamdan Budi Pekerti adalah:
a. Al-Qur’an dan Hadist b. Aqidah
c. Akhlak d. Fiqh
e. Tarikh dan kebudayaan Islam (Ramayulis, 2005: 22-23).
Pendidikan Agama Islamdan Budi Pekerti menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian antara hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri dan hubungan manusia dengan alam sekitar.
32 D. Penelitian yang Relevan
1. Ahmad Kausar, Yusuf Fazri Sutiawan, Vidila Rosalina Sistem Komputer Fakultas Teknolog Informasi Universitas Serang Raya Kota Serang Banten “Perancangan video company profile kota serang Dengan teknik editing menggunakan Adobe premier pro cs 5”(2015).
Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan.
Tujuan dari penelitian ini adalah membuat video company profile pada kota serang. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai media informasi dan promosi. Metode yang digunakan yaitu metode pendataan dengan cara observasi lapangan, wawancara, studi pustaka.
Pendekatan masalah yaitu analisa, pengambilan gambar membuat storyboard, capturing, voice over, editing dan rendering. Hasil dari penelitian berupa sebuah video company profile Kota Serang. Untuk membuat video company profile ini peneliti menggunakan software adobe premier pro cs 5 dalam proses editing dan penambahan teks serta animasi. Untuk video company profile Kota Serang dibuat dalam format file mp4
2. Choirun Anwar,program studi pendidikan teknik elektronika, Universitas Negeri Yogyakarta “ Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran Pneumatic Menggunakan Mmacro Media Flash 8 Siswa Kelas Xi Kompetensi Keahlian Elektronika Industri Smk Muhammadiyah Prambanan” penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Prosedur penelitian melalui lima tahap pengembangan, yaitu analisis, desain, pengembangan,implementasi dan penilaian. Hasil penelitian tingkat kelayakan pengembangan media pembelajaran pneumatic dinyatakan melalui pengujian ahli media, materi dan pendapat siswa.
3. Ds Wardaani Jurusan ekonomi pembangunan“Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis adobe premier pro mata pelajaran ekonomi” (2014).
33
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dalam hal ini yang dikembangakan adalah media pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan adalah Model Pengembangan Sugiyono. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket validasi untuk ahli materi, ahli media, dan untuk siswa.Hasil analisis data yang diperoleh dari hasil validasi ahli materi dan ahli media menunjukkan bahwa persentase validitas materi sebesar 100% dan persentase validitas media sebesar 81,3%. Uji kelompok kecil yang telah dilakukan menunjukkan persentase validitas penggunaan media pembelajaran ini sebesar 94,4%, sedangkan uji keterpakaian di lapangan menunjukkan persentase validitas sebesar 91,2%.
Berdasarkan paparan data tersebut, maka media pembelajaran interaktif berbasis Adobe Premiere Pro pada mata pelajaran ekonomi pokok bahasan Ketenagakerjaan dan Pengangguran untuk kelas XI IPS di SMAN 1 Kepanjen ini termasuk pada kriteria valid, tidak revisi, dan layak untuk digunakan.
4. Bae Jurita, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu sosial” Pengembangan video stop motion untuk pembelajaran sejarah berbasis adobe premier cs6.” (2017).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengadaptasi dari metode penelitian dan pengambangan dari Sugiyono. Metode ini memiliki sepuluh tahap, namun dalam penelitian ini hanya digunakan sembilan tahap. Adapun tahapan-tahapannya yaitu: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain;
(5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; (9) revisi produk. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar validasi ahli materi dan media, angket respon peserta didik, dan tes (pre-test danpost-test).Produk tersebut telah melalui uji coba dengan hasil validasi dari ahli materi menunjukkan persentase sebesar 95% dan 92,5% dariahli media. Hasil uji coba yang
34
dilakukan kepada kelompok kecil menunjukkan persentase sebesar 89,5% dan 88,75% dari uji kelompok besar. Diperoleh data hasil pre-test yaitu menunjukkan nilai rata-rata sebelum menggunakan produk sebesar 47,5 dan hasil post-test setelah menggunakan produk sebesar 82,5.Kesimpulan dari hasil persentase di atas yaitu media pembelajaran Stop Motion berbasis Adobe Premiere CS 6 yang dikembangan valid dan efektif, sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk mempermudah proses pembelajaran peserta didik. Perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut pada media ini dengan materi-materi pelajaran yang lain.
5. Pengembangan media video pembelajaran “daur air” untuk mata pelajaran IPA kelas V semester 2di SDN Sidoharjo 1 Lamongan.
Penelitian menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa meningkat setelah menggunakan video pembelajaran dalam bentuk DVD dalam mata pelajaran IPA. Kesimpulannya bahwa kualitas pada video pembelajaran agar lebih menarik bagi sasaran serta lebih banyak berkonsultasi pada ahli media dan materi untuk kesempurnaan video yang dihasilkan perlu dihubungkan video pembelajaran pada mata pelajaran lain dan materi pokok lain juga akan meingkatakan hasil belajar siswa dan minat belajar siswa dalam proses pembelajaran yang lenih bervariasi.
35 BAB III
METODE PENELITIAN