B. Prosedur Penelitian
3. Tahap III: Pengujian Produk
Tahap ketiga dalam penelitian ini merupakan tahap uji efektivitas produk.
Tahap ini merupakan pengujian keampuhan dari produk yang dihasilkan. Dalam
tahap ini dilakukan untuk mengetahui keefektifan pengembangan bahan ajar
a. Metode Penelitian
Tahap penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Menurut Sutrisno Badri (2012: 12), penelitian kuantitaif eksperimen adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka-angka) yang diolah dengan metode statistik. Pada dasarnya pendekatan kuantitatif dilakukan pada jenis penelitian inferensial dan menyandarkan kesimpulan hasil penelitian pada suatu probalitas kesalahan penolakan hipotesis nihil. Penelitian eksperimen bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat (cause and effect relationship), dengan cara mengekspose satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih kondisi eksperimen.
Penelitian ini melibatkan satu kelas siswa yang dikenakan perlakuan (treatment) dengan menggunakan bahan ajar PPKn berbasis PBL sebagai kelompok eksperimen, dan satu kelas siswa yang belajar tanpa menggunakan
bahan ajar PPKn berbasis PBL sebagai kelompok kontrol. Pada tahap pengujian ini akan membandingkan kedua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Masing-masing kelompok di berikan
pretest yaitu tes awal sebelum penggunaan bahan ajar, dan posttest (tes akhir) setelah penggunaan bahan ajar. Hasil dari pretes dan postes pada masing-masing kelompok kemudian dibandingkan untuk mengukur tingkat pencapaian pemahaman siswa mengenai materi operasi hitung pecahan. Berdasarkan perbandingan hasil dari kelompok kontrol dan kelompok
eksperimen akan menunjukan keefektifan dari bahan ajar PPKn berbasis PBL.
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest posttest control group design. Menurut Sugiyono (2015:112) kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam desain penelitian ini tidak dipilih secara random. Desain penelitian dalam penelitian ini disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 3.5 Desain Penelitian Pretest-Postest Control Group Design
Kelompok Pretes Perlakuan Postes
Eksperimen 1 Q1 X1 Q2
Eksperimen 2 Q1 X2 Q2
Keterangan:
Q1 : Pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Q2 : Posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol X1 : Penggunaan bahan ajar PPKn berbasis PBL
pada kelompok eksperimen
X2 : Tanpa penggunaan bahan ajar PPKn berbasis PBL pada kelompok kontrol.
b. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian pada tahap pengujian model ini ditentukan peneliti di SD Muhammadiyah 6 Surakarta dan SDIT Ar Risalah Surakarta. Waktu penelitian pada tahap ketiga ini berlangsung pada saat semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 yaitu pada tanggal 1-20 November 2017.
c. Subjek Penelitian
Subjek uji efektivitas dalam penelitian ini adalah siswa dan guru kelas IV di SD Muhammadiyah 6 Surakarta dan SDIT Ar Risalah Surakarta.
d. Data dan Sumber Data
Jenis data dalam tahap ini adalah data kuantitatif. Data kuantitatif bersumber dari nilai hasil pretes dan posttest, nilai dari perbandingan pretest
dan posttest, dan nilai perbandingan posttest dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yang keseluruhannya berwujud data numerik.
e. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam tahap ketiga adalah tes. Instrumen yang digunakan dalam tahap ketiga yaitu lembar soal tes civic knowledge
siswa (lampiran 3.5). Menurut Arifin (2012: 226) tes adalah suatu teknik pengukuran yang di dalamnya terdapat berbagai pertanyaan, pernyataan, atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh responden. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Dalam hal ini tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar PPKn berbasis PBL. Data ini digunakan untuk mengetahui efektivitas bahan ajar PPKn yang digunakan. Menurut Arifin (2011: 226) dalam melakukan tes terdapat beberapa tahapan, yaitu:
Tes yang dilaksanakan berupa tes obyektif atau pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban. Menyusun soal tes harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (a) Menentukan tujuan mengadakan tes; (b) Mengadakan pembatasan terhadap materi yang akan diujikan; (c)Menentukan jumlah waktu untuk mengerjakan tes; (d) Menentukan jumlah butir soal, dan disusun berdasarkan kisi-kisi; (e) Menentukan tipe tes; (f) Menentukan kisi-kisi soal yang disusun berdasarkan indikator pada silabus yang mengarah pada taksonomi menurut Anderson (2009:36).
2) Tahap Uji Coba Soal Tes
Sebelum soal diguanakan sebagai instrument peneliti harus dikonsultasikan pada pembimbing dan divalidasi ahli terlebih dahulu. Setelah instrument soal direvisi sesuai saran pembimbing dan validator kemudian diujicobakan untuk mengetahui validitas, taraf kesukaran, daya beda, dan reliablitas dari soal yang dibuat.
a) Validitas Soal
Instrumen tes harus diuji kevalidanya dalam konstruksi (cinstruct validity) maupun isinya (content validity). Pengujian validasi konstruksi dilakukan dengan mengkosultasikan instrument yang telah dibuat kepada ahli (expert jugedment). Validitas adalah ketetapan mengukur yang dimiliki oleh butir item, soal dikatakan valid apabila instrument tersebut mampu mengukur apa yang hendak
diukur. Untuk mengetahui validitas item soal digunakan korelasi
point biserial.
Pengujian validitas soal dianalisis menggunakan software
ITEMAN. uji validitas butir soal dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikasi 5%, soal dikatakan valid apabila rhitung > rtabel. Validitas butir ditentukan dengan rumus :
πππππ =ππβ ππ π‘
π‘ βππ
Keterangan : rpb
is = Koefisien korelasi tiap item.
Mp = Rata-rata skor total yang menjawab benar pada butir soal
Mt = Rata-rata skor total St = Standar deviasi skor total
p = Proporsi siswa yang menjawab benar pada setiap butir soal
q = Proporsi siswa yang menjawab salah pada setiap butir soal.
Uji coba soal tes dilaksanakan di SD Islam Sunan Kalijaga Surakarta pada 55 anak dengan 30 butir soal pilihan ganda. Hasil analisis butir soal dinyatakan valid jika rhitung > rtabel. rtabel responden adalah 0,266. Hasil validasi menunjukan bahwa dari 30 butir soal
yang diujicobakan pada 55 siswa 5 soal tidak valid dan 25 soal dinyatakan valid. 5 soal tersebut tidak dipergumakan atau dibuang. b) Tingkat Kesukaran Soal
Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Analisis terhadap tingkat kesukaran soal bertujuan untuk mengetahui taraf kesukaran masing-masing butir soal. Menurut Rusilowati (2014:35) menghitung taraf kesukaran tes digunakan rumus:
Tingkat Kesukaran (TK) = ππππ π πππ π‘ππ‘ππ
Mean = ππ’πππβ π πππ ππππ π πππ π‘πππ‘πππ‘π’ ππ’πππβ π ππ π€π π¦πππ πππππππ’π‘π π‘ππ
Tabel 3.6 Kriteria Tingkat Kesukaran Soal
Interval P Kriteria P = 0.00 0.00 < P < 0.30 0.30 β€ P < 0.70 0.70 β€ P < 1.00 P = 1.00 Terlalu sukar Sukar Sedang Mudah Terlalu mudah
Soal tes dalam penelitian ini diuji cobakan pada 55 siswa sekolah dasar. Butir soal yang dianalisis dalam penelitian ini berjumlah 25 soal pilihan ganda. Pengujian tingkat kesukaran soal tes dalam penelitian ini menggunakan software iteman. Tingkat kesukaran dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 3.7 Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Soal Tingkat Kesukaran Soal Nomor Butir Soal Tes
Mudah 9, 16,18,19, 27, 29 Sedang 1, 2, 3, 4, 5, 6,7,8,10,
11,12,13,14,15, 17, 20,21,22,23,24,25,26,28,30
Berdasarkan tabel tersebut menunjukan bahwa 30 soal dalam penelitian ini masuk dalam tiga tingkat kesukaran yaitu mudah, sedang, dan sukar. Setelah dilakukan uji coba dan dianalisis menggunakan iteman, diperoleh 6 butir soal mudah dan 24 butir soal sedang.
c) Daya Pembeda
Daya pembeda dari butir soal adalah gambaran kemmapuan suatu butir soal yang dapat membedakan antara siswa yang telah mengasai materi dan siswa yang tidak menguasai materi, kurang, atau belum menguasai (Kuswana, 2011:285).
Rumus untuk menentukan daya pembeda soal yaitu: π·π = π½π΅π½ππ΄
π΄ β π½π΅π½ππ΅
π΅
Keterangan:
DP = Daya Pembeda
JBA = Jumlah yang benar pada butir soal pada kelompok atas
JBB = Jumlah yang benar pada butir soal pada kelompok bawah
JSA = Banyaknya siswa pada kelompok atas JSB = Banyaknya siswa pada kelompok bawah
Kriteria daya pembeda soal menurut Arifin (2011: 274) dijelaskan pada tabel berikut:
Tabel 3.8 Kriteria Daya Beda Soal
Interval Daya Pembeda Kriteria
0.00 β€ DP < 0.20 0.20 β€ DP < 0.40 0.40 β€ DP < 0.70 0.70 β€ DP β€ 1.00 Jelek Cukup Baik Sangat baik
Berikut ini adalah hasil dari analisis daya beda dengan software
iteman:
Tabel 3.9 Rekap Hasil Analisis Daya Beda Soal
Kriteria Daya Pembeda
Soal Tes
Nomor Butir Soal Tes
Sangat Jelek - Jelek 8,13,14,20, 25 Cukup 2, 22 Baik 1,3,4,5,6,7,4,5,9,10,11,12,15,16,17,18,19,21,23,26,27, 28,29,30 Sangat Baik 24
Berdasarkan tabel diatas menunjukan jika 30 butir soal dalam penelitian ini memiliki daya beda pada katagori jelek, cukup, dan baik. Ada 5 butir soal yang masuk katagori jelek, karena berada pada rentang 0.00 β€ DP < 0.20. Ada 2 soal butir soal yang masuk katagori cukup, karena pada rentang 0.20 β€ DP < 0.40. 24 butir soal dinyatakan baik karena berada pada rentang 0.40 β€ DP < 0.70. dan satu soal dikatagorikan sangat baik karena ada pada rentang 0.70 β€ DP < 1,00. Jadi dari 30 butir soal yang telah dibuat, 5 butir soal tidak dapat digunakan.
d) Uji Reabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui akan keajegan/konsistensi sebuah alat ukur, apakh alat ukur yang digunakan tetap konsisten dan dapat diandalkan jika pengukuran
tersebut diulang. Pengukuran yang memiliki reabilitas tinggi dapat dikatakan sebagai pengukuran yang reliabel yang berarti mengukur sejauh mana alat ukur yaitu tes tetap konsisten setelah dilakukan berulang-ulang terhadap subjek dalam kondisi yang sama.Nilai diperoleh dengan harga dengan taraf signifikansi 5%. Soal dikatakan valid apabila r hitung > r tabel, maka item yang diujicobakan reliabel. πΆ = ( π π β π) (π β β β πΊππ πΊππ ) Keterangan : Ξ± = Reliabilitas instrumen n = Jumlah soal πΊππ = Varian total
πΊππ = Jumlah varian skor tiap butir soal
(Sudjiono, 2008: 268) Kriteria pengujian reabilitas tes dalam penelitian ini setelah didapatkan harga r11, lalu dibandingkan dengan r product moment
pada tabel. Jika rhitung> rtabel, maka itemt tersebut dianggap reliabel. Kriteria berdasarkan interprestasi reliabilitas menurut Sudjono (2008:268) sebagai berikut:
Tabel 3.10 Kriteria Daya Beda Soal
Interval Kriteria 0,000 β€ r11 < 0.200 0,200 β€ r11 < 0.400 0,400 β€ r11 < 0.600 Sangat rendah Rendah Sedang
0,600 β€ r11β€ 0.800 0,800 β€ r11β€ 1,00
Tinggi Sangat tinggi
Hasil uji reabilitas yang dihitung dengan Cronbarchβs Alpha
memperoleh nilai sebesar 0,881. Nilai tersebut memiliki tingkat reabilitas yang tinggi karena berada pada interval 0,800 β€ r11β€ 1,00. Nilai hasil uji reliabilitas tersebut menunjukan bahwa instrument tes soal pilihan ganda dinyatakan reliabel.
e) Rangkuman hasil Uji Coba Instrumen Menggunakan ITEMAN Soal pilihan ganda berjumlah 30 soal pilihan ganda dianalisis menggunakan software ITEMAN. Hasil validitas iteman bisa dilihat pada lampiran 3.4. Rangkuman hasil uji coba soal yang dinilai dari validitas, tingkat kesukaran, dan daya beda dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.11 Rekap Hasil Uji Coba Soal Butir Soal Validitas Tingkat Kesukaran Daya Beda Keterangan
1 Valid Sedang Baik Digunakan
2 Valid Sedang Cukup Digunakan
4 Valid Sedang Baik Digunakan
5 Valid Sedang Baik Digunakan
6 Valid Sedang Baik Digunakan
7 Valid Sedang Baik Digunakan
8 Tidak Valid Sedang Jelek Tidak digunakan
9 Valid Mudah Baik Digunakan
10 Valid Sedang Baik Digunakan
11 Valid Sedang Baik Digunakan
12 Valid Sedang Baik Digunakan
13 Tidak Valid Sedang Jelek Tidak Digunakan
14 Tidak Valid Sedang Jelek Tidak Digunakan
15 Valid Sedang Baik Digunakan
16 Valid Mudah Baik Digunakan
17 Valid Sedang Baik Digunakan
18 Valid Mudah Baik Digunakan
19 Valid Mudah Baik Digunakan
20 Tidak Valid Sedang Jelek Tidak Digunakan
21 Valid Sedang Baik Digunakan
22 Valid Sedang Cukup Digunakan
23 Valid Sedang Baik Digunakan
Baik
25 Tidak Valid Sedang Jelek
Tidak Digunakan Butir Soal Validitas Tingkat Kesukaran Daya Beda Keterangan
26 Valid Sedang Baik Digunakan
27 Valid Mudah Baik Digunakan
28 Valid Mudah Baik Digunakan
29 Valid Sedang Baik Digunakan
30 Valid Sedang Baik Digunakan
Dari hasil validitas dengan menggunakan software iteman menunjukan, dari 30 soal yang dianalisis terdapat 25 soal valid dan 5 soal tidak valid. Tingkat kesukaan soal hanya mudah dan sedang saja. Daya beda soal membuktikan banyak soal yang berkatagori baik. Dengan demikian, 5 soal tersebut tidak dapat digunakan, sedangkan 25 soal lainya bisa digunakan.
f. Teknik Analisis Data