• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI PERUSAHAAN

5.2 TAHAP KEDUA IMPLEMENTASI

Setelah dilakukan implementasi tahap I dan seluruh kustomisasi dari modul yang ada telah selesai dilakukan, PT Petrokimia Gresik melaksanakan implementasi tahap II yakni pada modul IFS Manufacturing/Production.

5.2.1 Analisis Struktur Proses Manufaktur/Produksi

Pemaparan penerapan tahap II diawali dengan memperlihatkan proses manufaktur yang ada, yakni seperti yang telah disebutkan pada subbab sebelumnya, fasilitas produksi pada perusahaan PT Petrokimia Gresik terbagi tiga, yakni Unit Pabrik Pupuk Nitrogen (unit produksi I), Unit Pabrik Pupuk Fosfat (unit produksi II) dan Unit Produksi Asam Fosfat dan Produk Samping (unit produksi III).

Unit Produksi I dan II menghasilkan produk akhir berupa pupuk yang langsung dijual kepada konsumen. Amoniak yang dihasilkan pada unit produksi I, selain digunakan sebagai bahan baku pupuk juga dijual kepada konsumen industri yang membutuhkannya. Pada unit produksi III selain dihasilkan produk yang langsung dijual kepada konsumen, juga dihasilkan produk antara yang

dimanfaatkan sebagai bagian dari bahan baku pada unit produksi I maupun II, dan bila berlebih produksinya maka dijual kepada industri yang membutuhkan.

Unit produksi yang ada, didukung operasionalnya dengan unit penghasil utilitas yang secara mandiri terdapat di masing-masing unit produksi tersebut maupun terintegrasi. Unit utilitas tersebut menghasilkan kukus, listrik, air pendingin, air proses dan udara proses maupun udara instrument.

Bahan baku yang dimanfaatkan oleh unit produksi diantaranya adalah berupa gas bumi, belerang, batuan fosfat, alumunium hidroksida, kalium khlorida dan bahan tambahan lainnya yang diperoleh dari dalam dan luar negeri. Keseluruhan keterkaitan antara unit produksi, aliran bahan baku, produk antara dan produk akhir dapat dilihat pada Lampiran 6.

Dalam pengelolaan organisasi operasi unit-unit produksi di PT Petrokimia Gresik, koordinasi dilakukan secara langsung oleh Direktur Produksi. Setiap unit produksi dipimpin oleh seorang kepala kompartemen Pabrik yang masing-masing membawahi seorang Kepala Departemen Produksi dan seorang Kepala Departemen Pemeliharaan. Direktur Produksi juga membawahi Kepala Kompartemen Teknologi dan Permesinan yang memimpin unit kerja pendukung.

Unit kerja Kompartemen Teknologi dan Permesinan membawahi Biro Proses dan Laboratorium yang menjalankan fungsi pengendalian proses dan kegiatan penjaminan kualitas, juga membawahi Departemen Peralatan dan Permesinan yang menjalankan fungsi pe nyediaan suku cadang dan fabrikasi peralatan pabrik, terakhir juga membawahi Biro Lingkungan yang menjalankan fungsi pemantauan dan pengelolaan lingkungan di PT Petrokimia Gresik. Konsep organisasi diatas dapat dilihat secara skematik pada Lampiran 7.

5.2.2 Cakupan Modul Manufaktur/Produksi IFS

Setelah dilakukan pemaparan proses yang ada pada manajemen manufaktur di PT Petrokimia Gresik, maka selanjutnya adalah menganalisis perangkat lunak yang akan diterapkan, dalam hal ini adalah Modul Manufaktur/Produksi IFS. Christijanto (2004) menganalisis kebutuhan teknologi informasi di PT Petrokimia Gresik terkait dengan rencana implementasi perangkat lunak IFS memberikan saran untuk sub modul yang diimplementasikan adalah :

a. Sub modul IFS/Planning (MPS, MRP, CRP dan Demand Planning)

Merupakan alat yang digunakan dalam kegiatan perencanaan dan penjadwalan produksi.

Memberikan fungsi antara lain sebagai berikut :

- Penjadwal induk (master schedules) yang mengkonfigurasi end items dan sub assemblies.

- Melakukan penjadwalan induk secara sederhana (satu level) dan kompleks (multi level)

- Pengembangan penjadwal induk untuk produksi pada semua tipe strategi manufaktur, termasuk tipe make-to-stock , assemble-to-order , make-to-assemble-to-order , dan engineer-to-assemble-to-order.

- Melakukan simulasi penjadwal induk untuk dianalisis , dengan memanfaatkan multiple forecast sets

- Secara dinamis dan real time melakukan aktualisasi terhadap permintaan dan memprakirakan data konsumsi pelanggan untuk memberikan dukungan ATP (available -to-promise)

b. Sub modul IFS/Costing

Merupakan alat untuk mendukung kegiatan peramalan yang didasarkan kepada data historis kebutuhan konsumen dan data historis kemampuan fasilitas produksi. Proses peramalan dilakukan dengan menggunakan beberapa metode statistik dan formulasi.

Memberikan fungsi antara lain sebagai berikut :

- Pendefinisian elemen biaya secara fleksibel dan adaptif - Alat analisis dan simulasi grafis

c. Sub modul IFS/Batch Processing

Merupakan alat untuk mendukung sistem bisnis yang menyeluruh untuk proses industri yang berorientasi pada batch production.

Memberikan fungsi antara lain sebagai berikut : - Keseimbangan produksi batch

- Optimalisasi pemanfaatan bahan

d. Sub modul IFS/Make to Order

Merupakan alat untuk mengakomodasi kegiatan produksi yang dilakukan untuk memenuhi permintaan konsumen yang spesifik. Dengan menggunakan dynamic order processing (DOP), memungkinkan produsen untuk melakukan perencanaan dan penjadwalan, pembelian dan eksekusi kegiatan produksi untuk memenuhi pesanan spesifik dari konsumen dengan pengendalian sepenuhnya terhadap waktu dan biaya yang dibutuhkan.

Memberikan fungsi antara lain sebagai berikut : - Pengaturan input pesanan

- Pengaturan struktur pesanan - Analisis biaya pemesanan e. Sub modul IFS/Contrained based Scheduling

Merupakan alat untuk menjawab kebutuhan kegiatan manufaktur untuk senantiasa dapat mengadaptasi perubahan kondisi pasar dan permintaan konsumen. Sub model ini memberikan kemudahan untuk menyusun penjadwal produksi yang responsif terhadap perubahan yang terjadi dengan tetap menghasilkan output produksi yang maksimal.

Memberikan fungsi antara lain sebagai berikut :

- Pola pendugaan (predictive mode) melakukan optimalisasi jadwal secara otomatis untuk memenuhi target

- Pola reaktif (reative mode) secara otomatis mengaktualkan jadwal begitu diberikan input tidak terduga

- Pola interaktif (interactive mode) memberikan kebebasan pengaturan jadwal

f. Sub modul IFS/Shop Floor Reporting

Merupakan alat untuk menghilangkan kesenjangan antara data dan penundaan waktu ketika melaporka n informasi produksi yang relevan. Memberikan informasi mengenai status operasi, jumlah yang dimanufaktur dan item yang dibuang serta jumlah waktu kerja yang digunakan.

Memberikan fungsi antara lain sebagai berikut :

- Mampu untuk menjalankan operasi produksi secara kolektif - Interaksi asistensi dari operator melalui terminal

- Mencakup operasi yang dijalankan secara langsung, tidak langsung maupun terfiksasi.

Cakupan modul IFS yang diterapkan berdasarkan analisis proses bisnis pada PT Petrokimia Gresik terutama yang teridentifikasi termasuk dalam sistem manufaktur yang saat ini dilaksanakan dapat dilihat pada Lampiran 8.

VI. EVALUASI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI

Dokumen terkait