• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PROSES KREATIVITAS

3.1 Tahap Penjajagan (Exploration)

Tahap penjajagan adalah tahap yang paling awal dalam sebuah proses penciptaan tari. Garapan tari Hasrat telah digarap pada kelas mata kuliah koreografi VI dengan judul “Mungkinkah?” yang berdurasi waktu 12 menit dan menggunakan musik iringan yang di garap oleh I Wayan Gede Arsana, S.Sn. ke dalam bentuk CD.

Berkaitan dengan tugas akhir penata mengembangkan garapan ini agar terlihat lebih baik lagi. Tahap ini diawali dengan pencarian ide atau gagasan, konsep garapan yang akan digunakan.

Setelah ide atau gagasan diperoleh, barulah dituangkan ke dalam konsep garapan, dan selanjutnya adalah pemilihan pendukung. Pendukung dalam sebuah garapan tari merupakan faktor penting dalam sebuah garapan tari, karena pendukung dalam hal ini adalah penari akan menjadi media utama dalam penuangan gerak.

Penari yang akan terlibat dalam garapan ini sebanyak 5 orang yang terdiri dari, 2 orang wanita (termasuk penata sendiri) dan 3 orang laki-laki. Kriteria yang digunakan dalam memilih penari adalah postur tubuh yang memadai atau postur tubuh yang diinginkan penata sesuai dengan tokoh-tokoh yang digarap, di samping itu memiliki teknik tari yang cukup baik, dan memiliki loyalitas serta tanggung jawab mendukung untuk kelancaran proses penggarapan tari, serta kesanggupannya untuk meluangkan waktu dan tetap berkonsentrasi pada proses garapan demi kelancarannya.

Kegiatan selanjutnya adalah mencari hari baik untuk melaksanakan upacara (nuasen), karena menurut kepercayaan umat Hindu di Bali, setiap mulai suatu apapun termasuk penggarapan karya tari ini harus mencari hari baik untuk melakukan sebuah upacara, agar mendapat taksu atau kekuatan dan energy dari Tuhan. Nuasen dilakukan pada tanggal 23 Maret 2010 di Pura Arda Naraswari di ISI Denpasar dengan dihadiri oleh semua pendukung tari dan beberapa pendukung musik iringan.

Setelah diadakan persembahyangan, para pendukung dikumpulkan untuk diberikan pengarahan mengenai ide dan bentuk garapan.

Pada tahapan ini penata juga sudah memikirkan kostum yang digunakan, berkonsultasi dengan pembimbing serta beberapa orang yang ahli mengenai kostum tari. Setelah hal terdebut dikonsultasikan, akhirnya disepakati kostum yang akan digunakan menggunakan warna yang cerah dengan konsep minimalis, dengan tujuan agar pada saat bergerak tidak mengganggu ruang gerak penari. Pada tahap eksplorasi ini telah didapatkan ide, konsep seperti desain, pola lantai, kostum, dan iringan yang nantinya siap dituangkan pada tahap berikutnya.

3.2 Tahap Percobaan (improvisation)

Tahap ini adalah tahap kedua setelah tahap penjajagan dan merupakan tahap pencarian gerak-gerak baru yang akan menjadi perbendaharaan gerak tari kontemporer ini. Proses pencarian gerak ini dilakukan secara bebas sampai ditemukan dan dipilih gerak-gerak yang dirasa cocok dan sesuai dengan tema dari garapan tari ini selanjutnya gerak-gerak ini disusun dalam frase-frase gerak.

Proses penataan iringan musik tari juga dilakukan pada tahap ini. Pada setiap kegiatan latihan, iringan musik tari ini dipadukan dengan gerak-gerak tari yang baru diciptakan agar garapan ini menjadi sebuah garapan yang utuh.

Percobaan-percobaan mencari gerak terus dilakukan baik di rumah, di kampus, maupun di tempat-tempat tertentu ketika tiba-tiba ide itu datang, lalu dilakukan pencatatan serta rekaman video dengan menggunakan hand phone agar gerak atau ide itu tidak terlupakan. Latihan tari terus berjalan dengan baik selama kurang lebih dua jam setiap latihan. Di tempat latihan para pendukung juga memberi masukan yang berguna mengenai gerak. Pencarian gerak terus dilakukan sejalan dengan pembentukan musik iringan. Kegiatan latihan secara terus menerus perlu dilakukan untuk menjaga keharmonisan antara gerak dan musik iringan. Bersamaan dengan berlangsungnya proses ini, bimbingan juga terus dilakukan agar mendapat masukan-masukan demi kesempurnaan garapan tari ini. Rincian kegiatan penuangan pada tahap ini, adalah sebagai berikut:

Tabel 1

No Tanggal Kegiatan

3 26 Maret 2010 Dilakukan penuangan gerak bagian satu.

4 31 Maret 2010 Dilakukan pengulangan penuangan bagian satu, dan mencari pola lantai.

5 31 Maret 2010, Bimbingan tulisan bab I

6 7 April 2010 Dilakukan penuangan gerak pada bagian dua, serta memantapkan bagian satu dan bagian dua.

7 8 April 2010 Diadakan latihan untuk mengingat bagian satu dan bagian dua, karena akan ada bimbingan

8 8 April 2010 Bimbingan tulisan perbaikan bab I

9 8 April 2010 Bimbingan karya dengan dosen pembimbing di studio tari

10 9 April 2010 Dilakukan pengulangan serta perbaikan gerak yang tidak cocok.

11 10 April 2010 Dilakukan perbaikan opening serta bagian dua.

12 10 April 2010 Bimbingan karya dengan dosen pembimbing membahas perbaikan opening serta perbaikan bab II 13 12 April 2010 Mengumpul tulisan bab III

14 13 April 2010 Membahas perbaikan tulisan bab I,II,&III.

15 15 April 2010 Latihan dengan musik iringan

16 19 April 2010 Latihan dengan musik iringan memadukan bagian opening.

No Tanggal Kegiatan 17 21 April 2010 Latihan dengan musik iringan.

18 22 April 2010 Latihan bersama iringan 19 23 April 2010 Latihan di Studio tari 20 24 April 2010 Latihan di Candra Metu 21 29 April 2010 Latihan mencari ending.

22 30 April 2010 Latihan dari opening hingga ending 23 4 Mei 2010 Latihan memantapkan

24 5 Mei 2010 Bimbingan karya

25 6 Mei 2010 Latihan lengkap dengan penabuh 26 7 Mei 2010 Latihan dengan penabuh

27 8 Mei 2010 Latihan di Studio tari 28 9-10 Mei 2010 Latihan lengkap

29 14 Mei 2010 Bimbingan karya dari opening hingga ending

30 15 Mei 2010 Latihan dengan kostum sederhana dan musik iringan 31 16 Mei 2010 Bimbingan karya serta memantapkan gerak

32 19 Mei 2010 Gladi bersih di Gedung Natya Mandala serta bimbingan dan saran

33 20 Mei 2010 Latihan lengkap dengan penabuh 34 24 Mei 2010 Latihan memantapkan ekspresi 35 26 Mei 2010 Ujian TA

Akhirnya dari tahap ini hampir semua elemen telah dituangkan atau diwujudkan, walaupun belum sempurna. Terlebih lagi masalah ekspresi atau penjiwaaan dan kekompakan, dan ini akan dilakukan pada tahap berikutnya yaitu tahap pembentukan (forming).

3.3 Tahap pembentukan (forming)

Tahap pembentukan merupakan tahapan yang paling penting untuk mewujudkan hasil akhir dari karya tari ini. Pada tahapan ini yang harus dilakukan adalah merangkai, membentuk, dan menyempurnakan gerak yang telah didapat pada tahap improvisasi, baik gerak, pola lantai, desain, iringan yang digarap sehingga menjadi sebuah bentuk karya tari yang utuh. Untuk pemantapan terus dilakukan agar ekspresi dan penjiwaan tokoh yang ada didalamnya dapat dipenuhi, pada tahap ini pula dilakukan percobaan mempergunakan kostum yang akan digunakan agar gerakan pada saat menggunakan kostum tersebut tidak terganggu.

Tahapan terakhir yang akan dilakukan adalah tahap finishing. Dalam tahapan ini garapan sudah terwujud. Pada tahap ini garapan dihayati, serta diendapkan sehingga penjiwaan gerak maupun rasa estetis yang diharapkan dapat dicapai sesuai dengan ide garapan.

Hasil penjajagan atau eksplorasi dan penuangan beberapa gerak, serta pola lantai telah dicapai, maka terbentuklah karya tari yang berjudul Hasrat. Mengenai bentuk , struktur garapan, kostum dan pendukung lainnya akan di jelaskan pada bab berikutnya.

Untuk memberikan gambaran jelas tentang tahap-tahap penciptaan tari Hasrat, berikut disajikan sebuah table proses kreativitas.

Tabel 2 Proses Kreativitas

Tahap-tahap Januari Februari Maret April Mei

Kegiatan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Tahap Penjajagan Tahap Percobaan Tahap

Pembentukan X O

KETERANGAN :

: Pencarian pendukung

: Latihan ringan selama ± 2 jam sehari : Latihan sedikit padat selama ± 2 jam sehari : Latihan padat ± 2-3 jam sehari

X : Gladi Bersih O : Ujian TA

BAB IV WUJUD GARAPAN

4.1. Deskripsi Garapan

Garapan tari dengan judul Hasrat ini merupakan sebuah garapan tari kontemporer dengan mengambil bentuk kelompok yang ditarikan oleh 5 orang penari, 2 perempuan (termasuk penata) dan 3 orang penari laki-laki. Garapan tari ini mengambil bentuk karakter wanita yang memiliki postur tubuh gemuk yang dimana kesehariannya ceria dan percaya diri tetapi ketika dia sedang jatuh cinta dia merasa minder dan kurang percaya diri, sehingga hayalan dan keinginannya untuk kurus selalu menghantuinya.

Untuk dapat mengembangkan dan melahirkan suasana dalam merangkai gerak-gerak dengan struktur garapan maka digunakan pengalaman pribadi sebagai contoh. Mulai dari menghayal ingin menjadi kurus, lalu menghalalkan segala cara untuk memiliki tubuh yang langsing ideal, sampai pada akhirnya dia putus asa karena tidak membuahkan hasil. Di samping hal tersebut keindahan suasana yang ditampilkan juga ditunjang dengan penjiwaan dan ekspresi yang maksimal oleh masing-masing penarinya. Tidak hanya alur cerita dan keinginan untuk memiliki tubuh yang langsing saja dimunculkan dalam garapan ini, tetapi juga tetap memfokuskan pada pengolahan kelenturan dan keluwesan tubuh yang ditunjang oleh gerak.

19

Tema yang diangkat adalah pergaulan, mengingat dari cuplikan cerita yang diangkat adalah kehidupan sehari-hari yang mengandung nilai penyesalan, percaya diri dan kebanggaan, yang nantinya dapat dijadikan tolak ukur dalam kehidupan sehari-hari.

4.2. Struktur Garapan

Garapan tari Hasrat memiliki struktur yang dimulai datangnya penari dari wing sebelah kiri, yang dengan pelan , sedang, dan akhirnya klimaks pada penutup.

Di dalam setiap bagian alur cerita terdapat perubahan emosi dari tenang (romantis), sedih, hingga gembira. Secara koreografi, garapan tari Hasrat terdiri dari 4 (bagian), dengan durasi waktu 12 menit.

Keempat bagian dari koreografi tari Hasrat adalah:

1. Bagian Pertama (opening)

Diawali satu orang penari perempuan datang dari wing kanan, yang menggambarkan keceriaan seorang gadis yang membayangkan dirinya berbunga-bunga karena sedang jatuh cinta (suasana ceria). Satu penari perempuan dari belakang centre stage menurunkan kain hitam yang menutupi dirinya maju dengan perlahan ,muncul sebagai khayalan, yang memiliki badan langsing dengan bangganya memperlihatkan keseksiannya, lalu datang satu penari laki-laki dari wing kiri yang berperan sebagai kekasihnya. Ini adalah bayangan gadis tadi yang membayangkan dirinya sedang bercumbu mesra dengan kekesih idamannya (suasana romantis).

2. Bagian Kedua (inti cerita)

Menggambarkan seorang gadis yang sadar akan dirinya memiliki tubuh yang gemuk dan dia bersedih, karena itu hanyalah khayalannya saja (suasana marah dan sedih). Pada bagian ini gerak yang digunakan kebanyakan memakai level bawah dan penyesalan.

3. Bagian Ketiga (klimaks)

Menggambarkan kembali keceriaan gadis yang dihibur oleh teman-temannya.

Datang 2 penari dari depan kiri panggung dan depan kanan panggung, yang datang bergantian (suasana ceria dan gembira). Pada pertengahan datang 2 penari lagi dari samping kanan dan samping kiri, dengan gerakan yang gembira.

4. Bagian Empat (ending)

Menggambarkan pertemuan gadis dan lelaki idamannya, yang ternyata lelaki tersebut juga diam-diam menyukainya (suasana gembira dan romantis). Pada bagian ini banyak menggunakan motif-motif gerak yang ceria.

4.3 Analisa Simbol

Penggarapan karya tari Hasrat menggunakan beberapa simbol-simbol gerak dan warna kostum. Pada bagian pertama menggunakan gerak tangan yang merentangkan satu tangan kearah sudut yang dapat juga dikatakan sebagai disain lanjutan dan juga mempergunakan gerak lefting (gerak angkatan), sebagai simbol kebahagiaan. Pada bagian kedua merangkul badan sendiri dengan posisi membungkuk simbol dari sifat penyesalan dan kesedihan. Pada bagian ketiga

menggunakan gerakan berlari sebagai simbol keceriaan. Pada bagian ke empat menggunakan gerakan bersentuhan simbol dari kebahagiaan.

Pemilihan warna kostum Tari Hasrat adalah perpaduan warna pink (merah muda), biru, hijau dan putih sebagai simbol kegembiraan dan keceriaan. Warna hitam adalah simbol dari kesedihan dan penyesalan. Tata rias juga dapat membantu penampilan penari di atas panggung. Tata rias tertentu dapat menentukan watak dan karakter yang dibawakan. Tata rias wajah yang digunakan adalah tata rias wajah putri halus karena menggambarkan hehidupan sehari-hari.

4.3 Analisa Materi

Tari kontemporer ini mengambil pola-pola gerak dari tari modern yang sudah dikembangkan hingga membentuk gerak murni dan gerak maknawi. Dalam garapan tari Hasrat ini menggunakan beberapa disain gerak kelompok yaitu:

- Desain Unison (serempak) : Gerakan-gerakan yang dilakukan secara bersama-sama oleh semua penari untuk memberi kesan teratur dan kompak pada garapan dengan demikian keseragaman gerak secara keseluruhan sangat diharapkan. Pada tari Hasrat Desain unison terdapat pada bagian tiga.

- Desain Balance (berimbang) : Membagi kelompok dan menempatkannya dalam desain-desain lantai yang sama pada daerah-daerah berimbang dari stage. Pada tari Hasrat Desain balance terdapat pada bagian dua dan bagian tiga.

- Desain Cannon (bergantian) : Merupakan desain gerak yang dilakukan secara bergantian oleh masing-masing penari. Pada tari Hasrat Desain cannon terdapat pada bagian dua dan tiga.

- Desain Broken (terpecah) : Merupakan desain gerak yang memberikan desain gerak yang tidak teratur. Desain ini dilakukan pada transisi dan pada desain-desain tertentu, penari memiliki desain-desain lantainya sendiri, pola lantai sendiri dan memiliki kebebasan di dalam pengolahannya6. Pada tari Hasrat Desain broken terdapat pada bagian tiga dan empat.

4.5. Perbendaharaan Motif Gerak

Tari itu adalah gerak, tanpa bergerak tidak dapat dikatakan menari. Pencarian gerak dan pengembangan geraknya adalah elemen yang paling penting. Seperti pada garapan tari Hasrat ini, terinspirasi dari perasaan senang, sedih, kecewa, menyesal, bersemangat, dan bahagia. Oleh sebab itu ada beberapa gerak tari yang digunakan tentunya sudah dikembangkan mungkin akan mempunyai sebutan baru.

Di bawah ini disebutkan jenis-jenis gerakan yang digunakan dalam garapan tari Hasrat.

- Jalan datar : berjalan tegak dengan seimbang, secara perlahan kedua kaki melangkah secara bergantian.

- Bercinta : gerakan bersentuhan yang dilakukan dengan dua orang (laki-laki dan perempuan)

- Menoleh : gerakan kepala yang mengarah ke samping kiri dan ke samping kanan serta adanya putaran.

- Membungkuk : menekuk punggung kearah depan dengan penahanan gerak ada pada perut.

6 Soedarsono. Komposisi Tari, Elemen-elemen Dasar. Terjemahan dari The Basic Elements oleh La Meri. Yogyakarta: Akademi Seni Tari,1975. P.82-83.

- Ngelayak : seluruh badan direbahkan ke belakang.

- Getaran pundak : menggetarkan ke dua pundak.

- Ngeremas : gerakan dengan meremas-remas seluruh bagian tubuh ,tangan, lengan, perut, kaki , paha sebagai tanda penyesalan.

- Berlari : gerakan pada saat kedua kaki berjalan dengan cepat serta diangkat sedikit lebih tinggi dari biasanya, dari satu tempat ke tempat yang lain.

- Jinjit : berjalan sambil jinjit perlahan-lahan.

- Stakato : gerakan patah-patah.

- Alternit : gerakan yang dilakukan secara bergantian.

4.6 Analisa Penyajian 4.6.1 Tempat Pertunjukan

Garapan tari kontemporer Hasrat di pentaskan dipanggung proscenium gedung Natya Mandala ISI Denpasar pada hari rabu, 26 Mei 2010. Penataan panggung menggunakan kursi panjang yang berwarna coklat yang dihias sehingga berkesan kursi taman yang diletakkan di pojok depan centre stage, menggunakan layar hitam dari opening hingga ending, juga mempergunakan penataan tata cahaya untuk memperkuat karakter dan mendukung suasana. Disamping itu di tunjang penataan lighting untuk mendukung suasana yang diinginkan. Penempatan penabuh iringan berada di depan panggung.

Denah panggung terdiri dari bagian panggung dan bagian penonton yang hanya bisa disaksikan dari arah depan saja. Hal ini erat kaitannya dengan desain lantai. Desain lantai adalah pola yang dilandasi oleh gerak dari komposisi di atas

lantai di ruang tari. Ruang tari yang dimaksud adalah panggung, oleh karena itu perlu kiranya mengenal bagian-bagian panggung khususnya panggung proscenium yang memiliki arti pada daerah tertentu berdasarkan kekuatan, dan kegunaan dalam ruangan tari, yang diungkapkan oleh Soedarsono, dalam buku komposisi tari elemen-elemen dasar.

URS = Up Right Stage (pojok kanan belakang panggung) Sisi panggung

UCS = Up Centre Stage (bagian belakang pusat panggung) ULS = Up Left Stage (pojok kiri belakang panggung) DRS = Down Right Stage (pojok kanan depan panggur;) DCS = Down Centre Stage (bagian depan pusat panggung) DLS = Down Left Stage (pojok kiri depan panggung)

4.6.2 Kostum

Dalam seni pertunjukan khususnya seni tari penataan kostum penting karena menggambarkan seorang tokoh yang mendukung karakter pada pertunjukan tersebut.

Penataan kostum yang baik dapat menunjang tema dari garapan yang akan dibawakan. Dalam garapan ini penataan kostum memang sengaja dibuat sederhana, disesuaikan dengan konsep garapan yaitu mengenakan busana sehari-hari. Kostum haruslah enak dipakai dan bersifat menggambarkan seseorang tokoh serta dapat mendukung karakter tersebut.

Adapun perlengkapan kostum yang digunakan pada tari Hasrat adalah sebagai berikut:

Gambar 2

Foto Penari Putri Tampak Depan

Bandana

Anting-anting Baju Dress

Celana Strait

Sepatu

Gambar 3

Foto Penari Putri Tampak Belakang

Gambar 4

Foto Kostum Penari Pendukung Tampak Depan dan Belakang

Baju

celana

Hiasan Rambut Anting-anting

Kain Sari

Celana Baju dalam

Gelang Gelang

Gambar 5

Foto Kostum Penari Pendukung Tampak Depan dan Belakang

Baju

Calana

Sepatu

Wig Kribo Hitam

Dasi

Kupu-kupu Baju

Betle

Ikat Pinggang

Jam

Celana

Sepatu

Gambar 6

Foto Kostum Penari Pendukung Tampak Depan dan Belakang

Baju Kaos

Kemeja Hitam

Gelang

Celana

Sepatu

Baju Kaos

Ikat Pinggang

Celana

Sandal

4.6.3 Properti

Tari kontemporer Hasrat tidak menggunakan properti, namun hanya menggunakan dekorasi tempat duduk panjang yang berwarna coklat, yang diletakkan di pojok kanan depan centre stage. Yang berfungsi untuk duduk dan tempat melamun si penari.

4.6.4 Tata Rias Wajah

Tata rias merupakan penataan wajah memakai alat kosmetik untuk dapat menggambarkan karakter yang terdapat dalam garapan tari. Tata rias bertujuan untuk mengubah wajah alami menjadi wajah panggung. Disamping itu juga untuk memperkuat ekspresi dan karakter yang akan di bawakan nantinya. Tata rias pertunjukan haruslah mendapatkan perhatian yang serius, karena apabila dilihat dari jarak jauh garis-garis muka penari haruslah ditebalkan seperti mata, alis, serta pemakaian merah pipi yang tepat. Ini dapat mempengaruhi nilai artistik yang ditampilkan oleh penari.

Secara umum tata rias wajah yang digunakan pada tari Hasrat ini adalah tata rias putri halus, sesuai karakter gadis yang masih bujangan, yang menggunakan eye shadow berwarna yang senada dengan warna kostum yaitu menggunakan warna putih, kuning, coklat, pink, dan biru muda. Untuk putra menggunakan tata rias soft (lembut). Adapun bahan-bahan yang dipakai dalam penataan wajah ini adalah sebagai berikut:

1. Cleanser milk digunakan untuk membersihkan kulit wajah dari kotoran-kotoran yang menempel pada wajah.

2. Astrengen digunakan untuk memberikan kesegaran pada wajah.

3. Foundation (alas bedak) digunakan untuk menguatkan tata rias agar dapat bertahan lebih lama.

4. Bedak tabur digunakan untuk menghaluskan wajah.

5. Bedak padat digunakan untuk lebih menghaluskan wajah dan menguatkan tata rias.

6. Eye shadow warna yang digunakan dominan merah muda, biru dan putih untuk membuat kesan ceria.

7. Pensil alis warna hitam digunakan untuk membentuk dan mempertegas garis alis.

8. Eye liner warna hitam digunakan untuk mempertegas lapisan atau garis mata bagian atas dan bagian bawah.

9. Merah pipi digunakan pada bagian tulang pipi.

10. Lipstick berwarna merah digunakan pada bibir untuk mencerahkan dan memperjelas garis bibir.

11. Lip blam memberi kesan mengkilap pada bibir.

Untuk lebih jelasnya mengenai tata rias wajah berikut disajikan gambar tata rias wajah pada garapan tari Hasrat.

Gambar 7

Foto Tata Rias Wajah Penari

Gambar 8

Foto Tata Rias Wajah Penari

4.6.5 Setting panggung, Tata lampu, Pola lantai, dan Perbendaharaan gerak.

Tari kontemporer ini diciptakan untuk memenuhi persyaratan menempuh ujian sarjana di Institut Seni Indonesia Denpasar. Tari kontemporer Hasrat dipentaskan di Gedung Natya Mandala yang berbentuk proscenium yaitu stage yang penontonnya dalam satu arah hadap. Untuk kebutuhan ungkap garapan di dukung oleh seting panggung dengan menggunakan latar belakang layar berwarna hitam dari opening hingga ending.

Sebelum menginjak pada tabel yang menguraikan tentang adegan, pola lantai, rangkaian gerak, dan tata cahaya, perlu dijelaskan mengenai simbol-simbol yang akan digunakan pada table tersebut, sebagai berikut:

Gambar 9. Arah Hadap Penari

Keterangan :

1 : Penari menghadap ke depan stage

2 : Penari menghadap ke diagonal kanan depan 3 : Penari menghadap ke kanan stage

4 : Penari menghadap ke diagonal kanan belakang stage 2 1

5 : Penari menghadap ke belakang stage

6 : Penari menghadap ke diagonal kiri belakang stage 7 : Penari menghadap ke kiri stage

8 : Penari menghadap ke diagonal kiri depan stage Lintasan Perpindahan :

: Lintasan penari ke segala arah : Arah putaran

4.6.6 Musik Iringan

Dalam sebuah garapan tari musik iringan juga berperan sebagai penggambaran suasana. Garapan tari kontemporer Hasrat ini menggunakan beberapa alat musik diatonis dan digabungkan dengan alat musik pentatonis, antara lain:

- Alat Musik Diatonis yaitu :

1. Keyboard : alat musik yang dapat menimbulkan suasana keceriaan, kesedihan dan konflik dalam garapan tari Hasrat.

- Alat Musik Pentatonis yaitu :

1. Suling : alat musik ini dapat memberikan semua suasana pada garapan tari Hasrat.

2. Gentorag : alat musik ini memberikan aksen gerak pada semua suasana.

3. Gong : alat musik ini juga dapat memberikan semua suasana pada garapan tari Hasrat.

Selain alat musik di atas, vocal para pemain musik juga dipergunakan untuk mendukung suasana.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Tari Hasrat adalah suatu garapan tari kelompok yang terinspirasi dari pengalaman pribadi yang memiliki postur tubuh gemuk, serta ide dari menonton sebuah film yang berjudul “Pacarku Besar Sekali”. Tari hasrat merupakan karya tari yang lahir dari penggarapan elemen-elemen tari, seperti gerak sebagai media dasar utama dari tari dan dipadukan juga elemen lainnya seperti: desain, pola lantai, kostum, tata rias, iringan, dan tata cahaya.

Garapan ini ditarikan oleh 5 orang penari, 2 perempuan (termasuk penata), dan 3 orang penari laki-laki. dengan durasi waktu kurang lebih 12 menit yang diiringi musik diatonis dan pentatonis yaitu: keyboard, suling, gong yang diletakkan dengan posisi tidur dan gentorang, didukung pula dengan penggunaan vocal. Menggunakan properti kursi panjang berwarna coklat yang diletakkan di pojok depan centre stage.

Garapan ini ditarikan oleh 5 orang penari, 2 perempuan (termasuk penata), dan 3 orang penari laki-laki. dengan durasi waktu kurang lebih 12 menit yang diiringi musik diatonis dan pentatonis yaitu: keyboard, suling, gong yang diletakkan dengan posisi tidur dan gentorang, didukung pula dengan penggunaan vocal. Menggunakan properti kursi panjang berwarna coklat yang diletakkan di pojok depan centre stage.

Dokumen terkait