B. Pengenalan lighting
3.5. Proses Kerja Editor
3.5.2. Tahap Produksi
Dalam tahap ini seorang editor tidak memiliki tugas dan kewajiban khusus, namun dalam proses produksi ini seorang editor dapat membantu mengawasi pendistribusian dan kondisi materi mulai dari laboratorium sampai materi tersebut berada dimeja editing. Pihak yang di bantu oleh editor adalah individu professional yang ditunjuk oleh rumah produksi yang bersangkutan dalam melaksanakan pendistribusian materi tersebut. Individu professional tersebut biasanya dilakukan oleh manajer unit, koordinator paska produksi (post production supervisor) ataupun seorang runner.
Setelah tahapan pra dan produksi telah selesai dilaksanakan, maka tahap berikutnya yang harus dilakukan adalah tahapan pasca produksi. Tahapan ini merupakan tanggung jawab langsung penulis sebagai Editor program. Berikut adalah beberapa tahapan yang penulis lakukan pada saat paska produksi :
a. Preview Hasil Shooting
Ratusan atau bisa jadi ribuan shot yang sudah dihasilkan oleh sutradara dan kameramen, namun shot-shot tersebut tidak akan memiliki makna apa-apa ketika belum disusun oleh editor menjadi satu kesatuan cerita. Karena itu peran seorang editor sangatlah penting. Sebelum melakukan penyunting gambar, preview hasil shooting. Semua materi shot harus dilihat oleh editor. Dan kalau memungkinkan ada baiknya pada proses melihat hasil shooting ini, sutradara menemani editor. Dengan demikian sutradara bisa berdiskusi dengan editor mengenai shot-shot yang sudah dihasilkannya.
b. Transfer Video
Di tahap ini penulis melakukan pemindahan gambar atau transfer video hasil rekaman yang masih berbentuk SD Card ke dalam komputer sehingga menjadi bentuk digital dengan format video AVI atau MPEG, untuk masuk ke dalam tahap proses penyuntingan gambar atau editing. c. Paper Edit
Ada dua naskah dalam dokumenter,yang pertama adalah pre-shot script yakni yang di buat oleh penulis naskah sebagai panduan dokumenter dilapangan. Dan yang ke dua, dinamakan pro-shot script,
yakni naskah yang di buat seterlah shooting selesai. Pro-shot script dinamakan juga paper edit. Kenapa paper edit ini diperlukan oleh editor dokumenter? Ini salah satu yang membedakan antara feature film dengan dokumenter. Ketika editor merasa bahwa pekerjaan editing dokumenter terasa berat, maka transcript wawancara dituangkan ke dalam paper edit. Makanya tidak heran, akan ditemukan banyak kertas coretan di meja editing dokumenter. Kertas ini sangat membantu editor untuk membuat struktur cerita yang akan direkontruksi. Tidak ada aturan baku dalam format paper edit, yang paling penting.
d. Logging picture
Terkadang buat sebagian editor ini merupakan proses yang membosankan. Logging secara sederhana berarti pencatatan time code seluruh shot hasil shooting. Time code merupakan kode waktu yang terdapat pada materi shot. Pencatatan time code awal serta akhir shot jadi logging merupakan manajemen file, yang berfungsi untuk memudahkan ketika melakukan penyuntingan gambar nantinya. Catatan logging tersebut dibuat ke dalam logging list atau logging sheet. Logging sheet merupakan panduan untuk capture atau pemindahan materi tape ke dalam computer editing.
e. Editing Assembly
Tahap ini merupakan tahapan setelah logging dan capturing. Editing Assembly dilakukan untuk melihat gambaran secara umum dokumenter televisi tersebut. Untuk documenter berdurasi satu jam,biasanya assembly
edit sekitar 140 menit,atau empat puluh persen lebih banyak. Ini bukan rumusan umum, tapi menurut pengalaman pribadi serta sharing dengan editor dokumenter lainnya estimasi durasi diatas umum dilakukan. Dalam editing assembly, belum ada music sudah terlihat cerita didalamnya. Pada hasil assembly edit memang belum bias untuk presentasi, tapi sutradara sudah bias melihat gambaran umumnya. Editor sudah bisa membayangkan tema apa yang bisa dibuang atau tidak terpakai.
f. Fine Cut & Triming
Ini merupakan proses editing akhir sebelum dokumenter televisi tersebut benar-benar akan direlease. Pada tahapan ini editor sudah membuat struktur dinal dengan durasi hamper persis pada durasi sebenarnya, menambahkan musik ilustrasi, serta efek. Pada tahap ini, hasil editing fine cut & Trimming sudah bisa dipresentasikan kembali. Untuk beberapa dokumenrer terkadang harus mempresentasikan dihadapan advisor. Ini biasanya menyangkut konten atau isi, misalnya seperti documenter intruksional
.
g. Rough Cut
Namanya simpel, rough cut alias memotong kasar tapi ini merupakan tahapan sebenarnya dalam editing. Editor sudah membuat kontruksi cerita sesuai dengan post-script yang sudah dibuat sebelumnya. Penambahan draft narasi atau voice over(kalau pendekatannya essay) sudah bisa dilakukan. Durasi hasil editing rough cut biasanya tidak lebih dari sepuluh
persen dari durasi film documenter yang sudah jadi nantinya. Hasil rough cut sudah bisa dipresentasikan pada klien atau investor. Untuk menjajaki apakah dokumenter televisi tersebut sudah bagus secara editingnya,ada baiknya film tersebut dipertontonkan pada penonton awam,atau bisa saja minta komentar dari kawan anda.
h. On Line
Seperti sudah dapat diperhatikan bahwa proses kerja diruang editing Antara film dan video tak terlalu berbeda. Tahap on-line pada video atau fine-cut pada film dapat dikerjakan dengan computer,sehingga ada kemudahan yang di dapat dengan teknologi ini. Hanya saja pita film harus di sambung-sambung di atas meja editing, sedangkan video secara digital dapat di transfer untuk kemudian disunting dan disusun kembali dalam memori komputer.
Biasanya, Sebelum memasuki tahap final dilakukan tes screening, yaitu memperlihatkan (preview) hasil rough-cut pada sponsor atau eksekutif produser,untuk mendapatkan respons. Yang dimaksudkan dengan fine cut atau final cut adalah saat proses editing mendekati tahap akhir, sesudah editor melakukan pemilihan,pemotongan, dan merangkai urutan shot sesuai tempo (pace) dan ritme/irama (rhythm). Ini dapat dilihat dari rangkaian adegan yang membentuk sekuens hingga membentuk konstruksi cerita utuh.
Pada tahap ini editor menyempurnakan dan memperhalus hasil rough cut, setelah mendapat masukan ketika melakukan preview tadi. Tahap ini
merupakan penentuan sutradara dan editor untuk menetapkan keputusan mengenai struktur, tempo, irama, struktur penuturan. Tak ada lagi kesempatan untuk mengubahnya karena materi film akan memasuki penyelarasan akhir (mixing). Kemudian Editor juga mengukur durasi shot adegan diselaraskan dengan durasi narasi, dialog,dan music, sehingga dapat menempatkan audio selaras pula dengan durasi visual,hingga mencapai suatu harmonisasi informative dari sinergi gambar dan suara.
Di akhir proses, editor menempatkan titles & credits yang ditempatkan pada bagian awal film sebagai keterangan judul dan nama sutradara. Kemudian di bagian akhir film dipasang dalam bentuk teks bergerak (rolling titles) yang merupakan informasi kepada penonton mengenai siapa individu (film crew),perusahaan film, rumah produksi, lembaga, dan sponsor yang semuanya terkait dalam produksi tersebut. Kemudian seorang editor menyempurnakan dan memperindah dari sisi penyajian audio dan visual, seperti:
1) Colour Grading
Setiap gambar yang telah selesai di edit perlu dikoreksi warnanya agar didapat persamaan warna, karena bukan tidak mungkin pada saat produksi berlangsung ada kendala pencahayaan yang akhirnya mempengaruhi warna dalam gambar.
2) Titling
Ini tahap untuk memberikan title, editor menggunakan software pendukung yang dibutuhkan editor dan yang sudah tersedia pada media
editing yang digunakan Adobe premiere cc. 3) Audio Mixing
Setelah melakukan proses penyuntingan gambar atau editing, maka proses yang harus dilalui selanjutnya adalah saat memasuki proses Audio Mixing, yaitu menyatukan dan menyelaraskan suara (mixing the
tracks) semua materi suara yang ada di master track. Setelah itu sekaligus memberikan tambahan seperti musik instrument atau sound effect yang dapat mendukung unsur penceritaan pada program.
i. Release Master
Setelah proses editing selesai dan penulis telah melakukan berbagai perbaikan, sebelumnya penulis dan seluruh tim mengadakan pertemuan untuk menonton hasil program karya dalam bentuk DVD yang sudah jadi sebelum diserahkan kepada dosen pembimbing. Setelah melakukan perbaikan, maka hasil akhir program tim ini dicetak atau ditransfer ke dalam bentuk VCD atau DVD.