U
Pertama:U
Sulbi kita terasa Sakit seperti ditusuk dengan jarum sampai keubun-ubun, sakitnya luar biasa dan telinga kita mendengar suara tembakan satu kali, maka segeralah kita ucapkan YA HU. Allah memberikan tanda bahwa umur kita tinggal 40 hari.
U
Kedua:U
Apabila dari mata kita keluar cahaya yang putih, kemudian cahaya itu berdiri dihadapan kita, kemudian berubah menjadi seorang Insan yang berpakaian amat indah menghadap kepada kita. Apabila jelas tanda ini datang dari pada kita, maka segeralah ucapkan ALLAH HAKKUL HAK Tanda ini Allah menyatakan bahwa umur kita tingal 7 hari lagi.
U
Ketiga :U
Apabila telah keluar dari mulut kita suatu cahaya yang sangat bersinar, kemudian cahaya itu berdiri dihadapan kita, kcmudian berubah menjadi ujud kita atau serupa dengan kita, dan bersamaan dengan itu tercium bau yang sangat harum. Jikalau tanda ini jelas datangnya dari diri kita maka ucapkanlah : ALHAMDULILLAHI RABBIL ALAMIN. Tanda ini Allah memberitahukan bahwa umur kita tinggal 3 hari lagi. Maka
Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
61
beramanatlah kita kepada sanak saudara dan jangan lagi kita lalai dari amalan-amalan yang sering kita lakukan.U
Keempat:U
Apabila sudah sampai kepada yang terakhir, maka berjagalah kita dan jangan lalai dengan. dzikir nafas yang keluar rnasuk, sambil menunggu tanda yang terakhir. Manakala telinga kita berdengung yang sangat panjang, kemudian mata kita berubah menjadi kabur-kabur, kemudian penglihatan kita menjadi gelap semata-mata dan di dalam kegelapan itu terpandang kita suatu titik cahaya, kemudian berubah pula penglihatan kita menjadi terang benderang penuh semesta alam, maka tenangkanlah hati kita dan berdzikirlah karena kita sedang berhadapan dengan NUR ALLAH. Terakhir pendengaran kita mendengung lagi dan mata kita rasa mengantuk, kemudian tangan kita kita angkat seperti orang yang Takbir seraya mengucapkan ALLAHU AKBAR atau LA ILAHA ILLA ALLAH.
Adapun mengenal akan tuhan itu sekali-kali tiada boleh dengan usaha dan ikhtiar dari pada hamba, melainkan dengan anugrahanya jua kepada hambanya, seperti sabda Nabi Muhammad SAW :
ﻲِّﺑ َﺮِﺑ ﻲِّﺑ َﺭ ُﺖْﻓ َﺮَﻋ
"Aku kenal Tuhanku yakni dengan nugrahanya jua kepadaku".
Maka barang siapa mengenal ia akan dirinya dengan sesungguhnya, niscaya mengenal ia akan Tuhannya. Dan barang. siapa mengenal ia akan Tuhannya, niscaya ia jahil akan dirinya.
Seperti Sabda Nabi Muhammad SAW :
ِﻪِﺴْﻔَﻨِﺑ ْﻢُﻜَﻓ َﺮْﻋَﺍ ِﻪِّﺑ َﺮِﺑ ْﻢُﻜَﻓ َﺮْﻋَﺍ
"Terlebih mengenal akan Tuhannya itulah yang terlebih mengenaI akan dirinya".
Karena takluk ma'rifat itu, yaitu kepada mengenal diri dan mengenal diri itu takluk kepada mengenal zat Allah Ta'ala. Adapun mengenal Allah itu sekali-kali tiada dapat dikenal oleh hambanya, hanya yang dapat mengenal melainkan dengan Nur Muhammad yang misra pada hati dan Ruh, dan seluruh batang tubuh. Hanya itulah yang dapat mengenal kepada zat yang Wajibul Wujud lagi suci yaitulah sebenar-benarnya Wujud-Hak dan Wujud Mutlak. kerna yang dikenal itulah yang mengenal artinya Nur dengan Nurnya jua atau diri dengan Dirinya jua,
62
Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuhkarena mengenal yang demikian itu bukan saja kita kata dan bukan saja kita baca dengan lidah, hanya kita tahu dan ingat pada sir hati, itulah artinya jalan mengenal dan ma'rifat.
U
Pasal :U Menyatakan maqam yang seperti Anbiya dan Auliya yang sampai kepada megenal zat Allah Ta'ala dengan sebab memandang dan memusyahadahkan Nur Muhammad. Yaitulah Anbiya dan Aulia yang dinama: dibawah qadim Nabi SAW, karena ia memusyahadahkan Nur Muhammad dengan kata nya : Musyahadahkanlah oleh kamu akan Nur Muhammad itu yang misra ia pada sekalian Ruh dan batang tubuhmu yang seperti misranya air dengan tumbuh-tumbuhan. Insya Allah akan dibukakan oleh Allah akan kamu untuk dapat melillat akan keelokan zalnya yang Wajibal Wujud lagi yang suci. Karena zat Allah itu tiada dapat sekali-kali diKenal akan hambanya. Hanya yang dapat mengenal
melainkan dengan Nur nya yang misra ia pada hati dengan wasitah Nur
Muhammad karena hanya itulah yang dapaf mengenal kepada zatnya yang Wajibul Wujud, karena yang mengenal yaitulah yang dikenal, artinya aku kenal Tuhanku dengan Tuhanku, maksudnya Nur dengan Nurnya, diri dengan dirinya, seperti dalil yang mengatakan :
ُﻪﱠﺑ َﺭ َﻑَﺭَﻋ ْﺩَﻘَﻓ ُﻪَﺳْﻔَﻧ َﻑَﺭَﻋ ْﻥَﻣ
"Barang siapa mengenal akan dirinya maka sesungguhnya mengenal ia akan Tuhannya"
U
Pasal :U Menyatakan mengesakan Allah pada Ap'alnya. Maka apabila ia tetap pada pandangan mata hatinya, bahwa sesungguhnya sekalian perbuatan yang berlaku di dalam alam ini semuanya perbuatan Allah Ta'ala dengan Hakkul Yakin. Barulah engkau mendapat ma'rifat Wahdaniyah Ap'al Allah dan fana sekalian Ap'al mahluk. Maka lepaslah engkau dari pada syirik khafi seperti fir-man Allah:
َﻥ ْﻮُﻠَﻤْﻌَﺗﺎَﻣ َﻭ ﻢُﻜَﻘَﻠَﺧ ُﷲ َﻭ
"Allah Ta'ala jua yang menjadikan kamu dan segala perbuatan kamu".
Tiada perbuatan rnakhluk hanya semata-mata perbuatan Allah jua dalam semesta sekalian alam ini.
Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
63
U
Pasal :U Menyatakan sebelum adanya bumi dan langit Arasy dan Kursyi Luh dan Kalam, melainkan zat Allah jua yang ada sendirinya lagi ia qadim semata. Pada martabat LA TA'YUN lagi ia Wujud Mutlak maka ia bernama HU Pada martabat TA'YIN AWAL itupun qadim jua semata. Maka setelah itu pada ma'lumnya maka ia hendak menjadikan dan merupakan manusia maka ia titik didalamnya Nur Muhammad, yaitulah RUH IDAFI selagi ia maujud pada KUNHIZAT Allah, maka Ruh Idafi itu menjadi Alam Sawun, maka wujud Allah itu bernama ALLAH, Pada martabat TA'YIN SANI ia qadim jua semata, maka setelah ia bernama Muhammad SAW dan Allah itu bernama RAHMAN Dan pada martabat salasa itu maka keluarlah alam itu yaitulah berupa huruf yaitu empat huruf MIM-HA-MIM- DAL = MUHAMMAD = Maka alam itu bernama A'YAN SYABITAH artinya kenyataan yang tetap, artinya telah nyata rupa manusia, maka Allah itu bernama ARRAHIM. Adapun alam itu ada empat yaitu : Alam Ruh Alam Misal Alam Ajsam, dan Alam Insan. Sedangkan RUH itu ada empat macam pula yaitu : Ruh Idafi, Ruh Rahmani, dan Ruh Jasmani, yaitulah asal kejadian badan Muhammad. - Adapun Ruh Idafi itulah yang menjadi mata Muhammad.
- Adapun Ruh Rahmani itulah yang menjadi darah Muhammad. - Adapun Ruh Ruhani itulah yang menjadi tulang Muhammad. - Adapun Ruh Jasmani itulah yang menjadi daging Muhammad. - Adapun Ruh Idafi itu nasarnya jadi Api.
- Adapun Ruh Rahmani itulah nasarnya jadi Angin - Adapun Ruh Ruhani itu nasarnya jadi Air.
- Adapun Ruh Jasmani itu nasarnya jadi Tanah,
Maka itulah asal kejadian sekalian manusia ini, hendaklah diketahui,
U
Pasal :U Menyatakan yang sebenar-benarnya Insan itu ialahvRuh dan Ruh itu ialah Allah Taala dan Allah Ta'ala itu ialah sebenar-benarnya Zat yang Wajibul Wujud. Firman Allah Ta'ala dalam hadits Qudsi :
َﻚَﻟ ٍﺊْﻴَﺷ ِّﻞُﻛ َﻚُﺘْﻘَﻠَﺧ َﻭ ْﻲِﺴْﻔَﻨِﻟ َﻚُﺘْﻘَﻠَﺧ
"Aku jadikan engkau Ya Muhammad karena Aku dan Aku jadikan segala sesuatunya karena engkau Ya Muhammad"
64
Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh Dan lagi firman Allah Taala dalam hadits qudsi yang artinya :Zat Allah dan Sifatnya dan Asma'nya dan Afaalnya itu ghaib pada alamyang empat itu ;
Adapun Zat Allah itu ghaib pada Alam Ruh. Adapun Sifat Allah itu ghaib pada Alam Misyal Adapun Asma Allah itu gaib pada Alam Ajsam. Adapun Ap'al Allah itu ghaib pada Alam Insan.
Adapun Zat Allah itu pada martabat Ruh bernama Nur.
Adapun Sif'at Allah itu padamartabat alam Misyal bernama Kezahiran
Adapun Asma Allah itu pada martabat AIam Ajsam bernama Muzahir
Adapun Ap'al Allah itu pada martabat Alam Insan bernama Jama' Kesemuanya itu tiada bercerai dari pada asal, maka Maujudlah Zat Sifat - Asma dan Ap'al pada alam yang empat itu, yaitulah Muhammad. maka ia kuasa sendirinya yaitulah fi'il Muhammad; wujudnya ma'rifat, lakunya suci, jalannya sempurna, tempatnya halus, sifatnya syukur. Janganlah hendaknya perkataan ini diasa-asakan saja karena ilmu ini bukan mudah dan hendaknya ilmu ini benar-benar kita ajarkan kepada guru-guru yang ahlinya supaya syah' ilmunya.
Pasal : Menyatakan alam yang empat perkara itu yaitu Alam Ruh, Alam
Misyal, Alam Ajsam dan Alam lnsan. Adapun -Ruh Idhafi Ruh Rahmani, Ruh Roani dan Ruh Jasmani yaitulah asal dari pada kejadian jasad Muhammad dan jasad sekalian kita ini, artinya jasadku itu adalah jasad engkau dan jasad engkau itu adalah melalui jasad ku jua.
Pasal : Menyatakan cermin Tuhan kepada kita ini. Adapun yang
diumpamakan cermin itu ialah Sifat Muhammad wujud yang fana dan wujud yang baqa. Adapun rupa yang di dalam cermin itu ialah wujud haq dan wujud mutlaq. Maka hendaklah yang diketahui yang dikatakan wujut Haq dan wujud mutlaq itu yaitulah yang sebenar benarnya Zat yang Wajibal Wujud. Maka apabila ia tahu yang demikian itu tiada lagi jalan yang lebih dari pada itu, jalan dan perhimpunan akan Sakaratul Maut,
Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
65
maka Ruhnya keluar sendirinya seperti nafasnya HU ALLAH artinya AKU ALLAH.
Pasal : Menyatakan, asal dari pada kejadian Allah Ta'ala itu, yaitu tiada
sekali-kali. menghendaki hidup dan makan dan minum, hanya ia hidup dengan sendirinya tiada yang menghidupi. Yang dimaksud dengan hidup dengan sendirinya itu ialah yang sebenar-benarnya Ruh, dan Ruh itu ialah sebenar-benarnya Allah Taala dan sebenar-benarnya Allah Ta'ala itu ialah sebenar-benarnya Muhammad, dan Muhammad itu ialah yang hidup, dan yang hidup ialah benarnya Insan yang Kamil atau sebenar-benarnya diri yang kamil atau sempurna.
Pasal : Menyatakan yang sebenar benarnya Insan itu ialah Ruh dan Ruh
itu ialah Allah dan Allah itu ialah Muhammad dan Muhammad itu ialah yang benarnya Zat yang Wajibal Wujud, yaitulah yang sebenar-benarnya Wujud Haq dan Wujud Mutlaq.
Pasal : Menyatakan pertemuan Tuhan dengan Hambanya Tuhan di dalam
Muhammad artinya nyawa Muhammad yaitu selagi KUNZAT belum bernama Muhammad dan belum bernama Allah, maka Allah gaib kepada Muhammad dan Muhammad pun gaib kepada AlIah, Karena ia berdiri dengan sendirinya, yaitu ALIF dan alif iru KUNZAT namanya selagi ia Tuhan sendirinya, yaitulah sebenar-benarnya nyawa kita.
Pasal : Menyatakan Ruh Jasmani itu ialah tubuh Ronani dan tubuh Ruh
Idhofi, maka ia menjadi esa dengan esanya karna Ruh Idhafi itu ialah tubuh Rohani yaitulah Tuhan, nyawa kepada kita.
Pasal : Menyatakan yang sebenar-benarnya Insan. Maka hendaklah
diketahui lebih dahulu supaya sempurna dunia dan akhirat. Adapun yang bernama Insan itu ialah pertemuan antara ujung dengan pohon iyaitu hidup tiada mati tubuh manusia ini apabila sudah diketahui maka sempurnalah ilmunya ini. Adapun yang sebenar-benarnya insan itu ialah yang di dalam mata, yang bernama nafas. Adapun yang di dalam otak itu ialah yang bernama Ruh Jasmani. Adapun yang di dalam jantung itu ialah yang bernama Ruhani. Adapun yang di dalam hati itu " ialah yang
66
Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuhbernama Nurani, yaitulah nyawa kita. Adapun mata yang melihat itu ialah yang sebenar-benarnya Insan yang bernama Muhaammad Nafsi.
Adapun yang di dalam otak itu ialah Allah yang bemama Ruh Jasmani. Adapun yang dalam jantung itu ialah Rasulullah yang bernama Ruhani. Adapun yang di dalam hati itu ialah Nur Zat Allah yang bemama Muhammad. Yaitulah yang benarnya Insan Kamil sebenar-benarnya diri. Itulah yang sebenar-sebenar-benarnya zat Wajibal wujud lagi yang suci, yaitulah yang sebenar-benarnya Wujud Mutlaq.
Pasal : Adapun yang sebenar-benarnya diri itu ialah Hayat, dan Hayat itu
ialah Ruh, dan Ruh itu ialah Nafas, dan Nafas itu ialah Allah dan Allah ilu ialah Muhammad, dan Muhammad itu ialah yang sebenar-benarnya diri. Adapun Ruhani, Allah Ta'ala menjadi nyawa, dan nyawa ialah menjadi Muhammad. Karena itu Hayat, Ruh, Nafas, Allah Ta'ala, Nyawa artinya Muhammad ujudnya atau jasadnya, karena tiada hidup jasad melainkan dengan nyawa dan tiada hidup nyawa melainkan dengan jasad. Adapun yang bernama Allah itu ialah kehendak, yang bernama kehendak itu ialah hidup, yang bernama hidup ialah Ruh, yang bernama Ruh itu ialah Allah, yang bernama Allah itu ialah Muhammad, yang bernama Muhammad itu ialah yang hidup, yang bernama hidup itu ialah Zat yang Wajibul Wujud, yaitulah yang sebenar-benarnya Wujud Haq dan Wujud Mutlaq.
Pasal : Menyatakan Sir Tuhan yaitulah yang sebenar-benarnya nyawa
kepada kita ini, tempatnya pada hati, itulah sebenar-benarnya Allah Ta'ala. Maka tatkala itu Tuhan berpandang-pandangan dengan Sir Tuhan, maka ia menjadi esa dengan esanya, yaitulah Tuhan yang hidup ditubuh di dalam hati. Maka ia tahu dan kuasa dan berkehendak dan mendengar dan melihat dan berkata-kata. Yaitulah keadaan hidup sekalian kita ini, hanya semata-mata menerima nugrahanya jua.
Pasal : Menyatakan sebenar benarnya hidup manusia ini tiada
putus-putusnyamenerima anugerah Allah Ta'ala. Demikianlah sebenar-benarnya
hidup manusia. Artinya : hidup manusia itu ialah sebenar-benarnya Insan
Kamil atau sebenar-benarnya diri yang sempurna. Itulah artinya hidup manusia ini hanya semata-mata menerima anugerah Allah Ta'ala.
Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
67
Pasal : Menyatakan yang sebenar-benarnya Ruh itu ialah Allah dan Allah
Ta'ala itu ialah sebenar-benarnya Muhammad, dan Muhammad itu ialah sebenar-benarnya zat-nya yang Wajibul Wujud. Itulah sebenar-benarnya Wujud Haq dan Wujud Mutlaq. Karena Muhammad itu sekata dengan Tuhan dan Tuhan pun sekata dengan Allah, karena yang bernama Allah itu ialah sebenar-benarnya Muhammad.
Pasal : Menyatakan asal Allah Ta'ala yang mutlaq kepada zatnya, artinya
Allah Ta'ala itu hidup sendirinya, menghukumkan sendirinya, memuji sendirinya, meliputi sendirinya. Mutlaq artinya nyata rupanya sendirinya, saksi ia sendirinya, yaitulah zat-nya yang Wajibul Wujud lagi yang suci, itulah yang sebenar-benarnya Muhammad akan jasadnya, yaitulah yang hidup, itulah sebenar-benarnya Insan yang Kemil.
Pasal : Menyatakan yang sebenar-benarnya Insan itu ialah Hayat, dan
Hayat itu adalah Ruh, dan Ruh itu adalah Nafas, dan Nafas itu ialah Muhammad, dan itu Muhammad ialah sebenar-benarnya Insan yang Kamil atau sebenar-benarnya diri yang sempurna.
Pasal : Menyatakan yang sebenar-benarnya Insan itu ialah pertemuan
antara ujung dengan pohon, itulah hidup tiada mati tubuh manusia itu apabila sudah diketahuinya yang bernama Insan itu dan sempurnalah ilmunya itu. Adapun sebenar-benarnya Insan itu di dalam hatinya, yaitulah sebenar-benarnya Nur-Zat Allah yang bernama Muhammad . Itulah sebenar benarnya Insan atau sebenar-benarnya diri.
Pasal : Menyatakan jalan orang maqam Hakikat, yaitulah orang yang
tiada sekali-kali berkehendak dengan mengucap zikir yang zahir seperti
LA lLAHA ILLA ALLAH, karenadipandangnya di dalam alam ini tiada
ada yang maujud, hanya Allah itu yang hadir senantiasa dalam hatinya dan pada sekalian ruh dan batang tubuhnya. Hanya senantiasa ia ingat akan
tubuhnya, dirinya seperti katanya' ALLAH -ALLAH pada sir Hatinya.
Itulah artinya diri mengenal diri, itulah yang senantiasa diperbuatnya sampai akhir hayatnya. itulah jalan orang maqam hakikat, itulah jalan untuk ma'rifat, maka hendaklah diketahui yang demikian itu.
68
Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuhPasal : Menyatakan Sir Tuhan itu ialah sebenar-benarnya nyawa kepada
kita, tempatnya pada hati, itulah sebenar-benarnya Allah Ta'ala. Maka tatkala itu Tuhan berpandang pandangan dengan Sir Tuhan, maka ia menjadi esa dengan esanya, karena Muhammad itu sekata ia dengan Tuhan, Tuhanpun Sekata dengan Allah Kerana yang bernama Allah itu ialah henarnya Muhammad dan Muhammad itu ialah sebenar-benmnya Zat-nya yang Wajibul Wujud.
Pasal : Menyatakan barang siapa hendak membawa badan jangan
tertinggal dengan nyawa, maka banyaklah nafas yang kanan dengan nafas yang kiri, maka mengucap zikir seperti katanya ILA ILAHA ILLA ALLAH, maka sesudah nafi yang dikehendaki itu maka dilepaskanlah badan kita dari hak milik Allah Ta'ala, maka jangan tertinggal atau terganti, ingatkanlah kalimat Syahadat, itulah yang mengandung Zat -Sifat -Asma dan Ap'af. Alam Misyal yang bersyahadat, Alam Jisim akan tempatnya, Alam Insan akan kesempurnaan dirinya. Sebut menyebut nama wujud yang zahir, seperti katanya : ASYHADU AN LAILAHA ILLA ALLAH tajalli artinya bertubuh WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH bersifat artinya berfi'il Maka barang siapa mengucap yang tersebut itu yaitulah yang dikatakan Sunah artinya badanku jua. Itulah artinya badan kita dilepaskan dari pada hak milik Allah Ta'ala.
Pasal : Menyatakan asal dari pada kejadian sekalian manusia ini pada hak
adanya. Maka tatkala lagi hak itu terang tiada terhingga, terang itu hak namanya. Sudah keluar ma'lum Allah berdiri seperti Alif jadi Gairullah namanya. Sudah keluar Sir didalam yang seperti Alif itu Kun Hibrat namanya, sudah berkata Kun Zat namanya, maka bergaib pada Muhammad itulah namanya, maka di dalam Muhammad itu berkata PAYAKUN, maka jadilah Ruh seklian manusia ini, air setitik bumi sekepal, maka nama Allah tatkala di dalam Muhammad itu, sudah zahir kedunia bernama Muhammad Rasululah. Yaitulah asal kejadian segala manusta ini pada hak adanya, jangan syak lagi akan perkataan ini.
Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
69
Pasal :
Adapun awal Muhammad itu Nurani yaitu Nyawa kepada kita
Menyatakan asal kejadian sekalian kita ini dari pada kejadian Awal Muhammad dan akhir Muhammad dan zahir Muhammad dan batin Muhammad, itulah asal kejadian sekalian kita ini dari pada Hak adanya.
Adapun akhir Muhammad itu Ruhani yaitu Hati kepada kita Adapun zahir Muhammad itu Insani yaitu Tubuh kepada kita Adapun batin Muhammad itu Rabbani yaitu Rahsia kepada kita
Adapun yang dimaksut dengan Rahsia itu yaitu batinku itu batin engkau dan batin engkau itu yaitu melulu batinku jua. Karena Nurani itu Esa dengan Ruhani, dan Ruhani itu esa ia dengan Insani, maka ia menjadi esa dengan esanya. artinya Nyawa itu bertubuh kepada hati, dan hati itu betubuh kepada jasat, maka ia esa dengan esanya, karena tiada hidup nyawa· melainkan dengan hati, dan tiada hidup, hati melainkan dengan jasad. Maka hiduplah jasad hidup dengan hidupnya jua, artinya hidupku itu ialah hidup engkau dan hidup engkau itu melulu hidupku jua Maka itulah asal kejadian kita ini, jangan syak lagi akan perkataan ini.
Pasal : Menyatakan sebenar-benarnya mata hati itu ialah nyawa dan
nyawa itu ialah sebenar-benarnya Allah Ta'ala, artinya Allah Ta'ala itu yang hidup senantiasa pada hati, pada sekalian ruh dan batang tubuh. Yaitulah sebenar-benarnya mata hati yang luas pandangan dan penglihatannya dan tahu barang sebagainya apa juapun, sehelai rambutpun tiada kelindungan, itulah sebenar-benarnya mata hati.
Pasal : Menyatakan keadaan Nyawa kita di dalam tubuh di dalam hati
sanubari yang maha tajam, maka ia senantiasa berulang-ulang di dalam jantung. Hanya dipandangnya di dalam alam ini, tiada ada yang maujud hanya Sanya senantiasa ia ingat akan zat-nya atau dirinya seperti kata ALLAH ALLAH pada Sir hatinya Yaitulah artinya diri mengenal diri Hal ini senantiasa diperbuatnya sampai akhir hayatnya, karena mengenal yang seperti itu bukan kita kata dan bukan kita baca dengan lidah, hanya ingat dan tahu pada Sir hati. Itulah artinya jalan mengenal dan ma'rifat.