• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS TAHUN (Halaman 26-0)

BAB II GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah

Tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Dinas Koperasi,Usaha Mikro Kecil dan Menengah dapat dijabarkan sebagai berikut :

2.4.1. Tantangan

1. Eksodus manusia akan masuk ke majalengka diperkirakan 5 juta setahun 2. Penduduk miskin Kabupaten Majalengka tahun 2017 yaitu 150.260 jiwa atau

12,60%

3. Jalur Tol, masyarakat kota berburu kuliner ke cirebon

4. Semakin tingginya tingkat persaingan usaha perekonomian ,menuntut KUMKM untuk meningkatkan daya saing

5. Akses sumber pembiayaan

6. Berdirinya pusat-pusat perbelanjaan modern

7. Berdirinya lembaga keuangan lainnya yang mengancam keberadaan Koperasi dan Usaha Mikro

2.4.2. Peluang

1. Otonomi daerah memberi peluang untuk mengembangkan ekonomi daerah sesuai kemampuan yang ada

2. Besarnya potensi pasar hasil usaha mikro kecil dan menengah 3. Besarnya peluang untuk bermitra dengan pengusaha besar

4. Pelaku usaha mikro dapat memberikan kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja

5. Merupakan jalur pariwisata yang memberi peluang berkembangnya KUMKM

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH 22 BAB III

PERMASALAHAN DAN ISU – ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Majalengka

Eksistensi Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Majalengka dalam pencapaian kinerjanya dapat diukur melalui program yang dicanangkan sebagai bagian keseluruhan proses pembangunan daerah. Penyusunan Renstra merupakan kerangka acuan dalam penyelenggaraan pembangunan lima tahun kedepan yang disertai dengan analisis kebutuhan secara prioritas dengan menyerasikan langkah dan kegiatan perencanaan program yang dilakukan setiap tahun. Dinas Koperasi, UMKM membuat program dan kegiatan kerja yang prioritas utamanya diarahkan pada penanggulangan kemiskinan daerah. Disamping itu Dinas Koperasi, Mikro Kecil dan Menengah Kab.

Majalengka membuat program dan kegiatan yang diarahkan pada pembinaan dan pengembangan koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan kegiatan lain yang sifatnya menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Kondisi umum dan peran Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menegah Kabupaten Majalengka dalam melaksanakan tugas dan fungsi masih dihadapkan pada masalah-masalah, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta sarana pendukung berupa perkuatan modal dalam mendukung pergerakan ekonomi masyarakat Kabupaten Majalengka. Kondisi umum yang dihadapi antara lain :

1. Koperasi

Jumlah koperasi di Kabupaten Majalengka saat ini sebanyak sebanyak 479 koperasi, koperasi yang aktif sebanyak 315 Koperasi, yang dibina sebanyak 153 koperasi dan di bubarkan sebanyak 162 koperasi (belum diumumkan di lembaran berita negara), apabila proses pembubaran secara administrasi selesai maka jumlah koperasi menjadi 475 koperasi. Adapun permasalahan yang dihadapi oleh koperasi diantaranya:

a. Masih adanya koperasi yang belum menerapkan nilai prinsip koperasi secara benar

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH 23 b. Kurangnya kesadaran anggota koperasi untuk berpartisipasi dalam

meningkatkan modal dan memajukan usaha koperasi

c. Rendahnya kapasitas SDM koperasi dalam mengakses teknologi informasi untuk masuk dunia usaha

d. Masih rendahnya profesionalisme dan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi e. Masih tingginya koperasi yang tidak aktif

2. UMKM

Data UMKM tahun 2019 menunjukan bahwa kelompok usaha terdapat 29.518 UMKM dari 343 Desa 26 Kecamatan. Permasalah yang dihadapi oleh UMKM adalah sebagai berikut:

a. Kurangnya pemanfaatan teknologi digital untuk memasarkan produknya secara online dan melakukan transaksi perbankan secara online juga

b. Masih rendahnya penerapan teknologi dan kurangnya inovasi produk umkm c. Kualitas produk UMKM yang masih standar

d. Masih kurangnya fasilitas kerjasama UMKM dengan pelaku usaha berskala besar

e. Masih perlunya bimbingan managemen UMKM

f. Terbatasnya permodalan serta sarana prasarana yang kurang memadai

3.2 Telaah Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah Terpilih

Berdasarkan arah kebijakan dan sasaran pembangunan jangka panjang, memperhatikan Visi dan Misi RPJMN, Visi dan Misi RPJMD Provinsi, serta visi kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih, dirumuskan visi RPJMD Kabupaten Majalengka Tahun 2018-2023, yaitu:

“Mewujudkan Tatanan Masyarakat Majalengka yang RELIGIUS, ADIL, HARMONIS dan SEJAHTERA”

Dalam rangka pencapaian Visi Kabupaten Majalengka Tahun 2018-2023, memperhatikan kondisi dan permasalahan yang ada, tantangan ke depan serta memperhitungkan peluang yang dimiliki, maka maksud dari pokok-pokok visi tersebut adalah sebagai berikut:

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH 24 Tabel 3.1.

Penjabaran Visi Bupati dan Wakil Bupati Majalengka VISI POKOK-POKOK

Religius Seluruh aktivitas kehidupan masyarakat Kab.

Majalengka dijiwai oleh nilai-nilai keagamaan, mampu menjalankan dan mengamalkan ajaran agama dengan sarana dan prasarana keagamaan yang memadai Adil Perlakuan yang sama terhadap semua

kalangan atau golongan tanpa adanya diskriminasi sehingga tercipta suasana yang tentram, tertib, bebas dari ancaman, gangguan, ketakutan dan konflik sosial Harmonis Terbangunnya sinergi, keterpaduan,

keselarasan dan keserasian antara seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) pembangunan

Sejahtera Tercapainya kondisi masyarakat Majalengka yang bercukupan, bahagia secara lahir dan batin dengan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan hidup mereka

Misi merupakan faktor penentu dalam mencapai vusu dalam satu periode pemerintahan. Misi yang baik adalah misi yang mampu menjabarkan langkah-langkah untuk mencapai visi secara jelas, ringkas dan mudah dipahami. Dalam rangka pencapaian visi yang telah ditetapkan dengan memperhatikan kondisi dan permasalahan yang ada, Pemerintah Kabupaten Majalengka menetapkan 5 (lima) misi pembangunan sebagai berikut:

 Misi Pertama:

Memantapkan kualitas kehidupan beragama yang didukung dengan pemenuhan sarana dan prasarana keagamaan, serta memberdayakan tokoh-tokoh agama;

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH 25

 Misi Kedua:

Meneguhkan Nilai-nilai Kebangsaan untuk menciptakan pembangunan yang berkeadilan, rasa aman, tentram, dan tertib di masyarakat;

 Misi Ketiga:

Membangun sinergi dan hubungan yang harmonis dengan seluruh mitra kerja dan pemangku kebijakan baik dengan unsur legislatif, pemerintah desa, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat serta para pemangku kepentingan lainnya;

 Misi Keempat:

Meningkatkan kualitas layanan publik terutama di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, pariwisata, perizinan, penanaman modal, dan sektor-sektor unggulan, dengan didukung oleh sumber daya aparatur yang berintegritas, profesional, humanis, dan melayani.

 Misi Kelima:

Membangun desa menuju pada kemandirian dengan berbasis potensi lokal untuk mewujudkan peningkatan daya beli dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan.

Dari penjabaran visi dan misi diatas, misi yang selaras dan berkaitan langsung dengan tugas dan fungsi dari Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah adalah misi ke-2, yaitu sebagai berikut:

Misi 2: Meneguhkan nilai-nilai kebangsaan untuk menciptakan pembangunanyang berkeadilan, rasa aman, tentram dan tertib di masyarakat.

Misi ini adalah upaya Pemerintah Daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di berbagai wilayah dan sektor. Kemiskinan merupakan salah satu faktor keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu kurangnya pemerataan pembangunan merupakan salah satu faktor pendukung tingginya angka kemiskinan. Menumbuhkembangkan jiwa kemandirian adalah salah satu upaya dalam penurunan kemiskinan. Selayaknya masyarakat dipacu untuk melaksanakan kegiatan produktif dengan memberdayakan pelaku usaha dengan bimbingan secara berkesinambungan oleh tenaga profesional sampai benar-benar dapat meneruskan usaha secara mandiri. Dan juga para pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing sektor-sektor

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH 26 unggulan daerah dan menjadi penggerak serta penguatan bagi perekonomian daerah yang meliputi industri kecil, usaha mikro kecil dan menengah yang mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.

Faktor penghambat pelayanan Pemerintah Daerah terhadap pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil kepala Daerah antara lain : kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia yang belum memadai, dukungan sarana prasarana yang terbatas, serta belum optimalnya koordinasi antar lembaga/instansi terkait. Adapun faktor pendorong pelayanan Pemerintah Daerah terhadap pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil kepala Daerah antara lain adalah : adanya motivasi rasa tanggung jawab; Adanya partisipasi, motivasi, komitmen dan tekad yang kuat dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM; tersedianya Peraturan Perundang- undangan dan kebijakan yang kondusif, serta struktur kelembagaan sebagai dinas tersendiri.

3.3. Telaahan Renstra K/L dan Renstra

Analisis renstra K/L dan PD Kabupaten/Kota ditujukan untuk menilai keserasian, keterpaduan, sinkronisasi, dan sinergitas pencapaian sasaran pelaksanaan renstra PD provinsi terhadap sasaran renstra K/L dan renstra PD Kabupaten sesuai dengan urusan yang menjadi kewenangan masing-masing pemerintah daerah.

Visi pembangunan jangka menengah Provinsi Jawa Barat 2018-2023, adalah:

“Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi”. Dalam mewujudkan visi pembangunan jangka menengah, maka ditetapkan beberapa misi pembangunan jangka menengah Provinsi Jawa Barat 2018-2023, yaitu:

1. Membentuk Manusia Pancasila Yang Bertaqwa Melalui Peningkatan Peran Masjid dan Tempat Ibadah Sebagai Pusat Peradaban.

2. Melahirkan Manusia yang Berbudaya, Berkualitas, Bahagia dan Produktif Melalui Peningkatan Pelayanan Publik yang Inovatif.

3. Mempercepat Pertumbuhan dan Pemerataan Pembangunan Berbasis Lingkungan dan Tata Ruang yang Berkelanjutan Melalui Peningkatan Konektivitas Wilayah dan Penataan Daerah.

4. Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Usaha Ekonomi Umat yang Sejahtera Dan Adil Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital dan Kolaborasi dengan Pusat-Pusat Inovasi Serta Pelaku Pembangunan.

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH 27 5. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Inovatif dan Kepemimpinan yang

Kolaboratif Antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Adapun isu-isu strategis pembangunan jangka menengah Provinsi Jawa Barat sebagai berikut:

1. Peningkatan Kualitas sumber daya manusia

2. Pertumbuhan dan pemerataan pembangunan berbasis lingkungan dan tata ruang 3. Konektivitas wilayah dan penataan daerah

4. Produktivitas dan daya saing ekonomi 5. Tata kelola pemerintahan

6. Inovasi dan kolaborasi

Rencana Strategis Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Majalengka mengacu kepada Renstra Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah,melalui ditetapkan visi Dinas Koperasi UMKM Provinsi Jawa Barat. yaitu ” Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi”, maksudnya adalah bahwa Koperasi UMKM didorong untuk mandiri, kredibel, tangguh dan inovatif, sehingga mampu berdaya saing dengan pelaku ekonomi lainnya baik secara nasional maupun internasional.

3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Dalam peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 11 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Majalengka Tahun 2011-2031 disebutkan bahwa untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah ditetapkan kebijakan penataan ruang wilayah kabupaten sebagai berikut:

1. Pemantapan sistem agribisnis 2. Pengembangan kegiatan perikanan

3. Pengembangan kegiatan wisata dengan memanfaatkan potensi alam

4. Pengembangan kegiatan industri yang sesuai dengan potensi alam dan sumber daya manusia

5. Pengembangan pusat pelayanan sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan 6. Pendistribusian penduduk sesuai pengembangan sistem perkotaan

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH 28 7. Peningkatan fungsi kawasan kepentingan pertahanan dan keamanan Negara.

Rencana tata ruang wilayah diharapkan menjadi pedoman bagi semua pemangku kepentingan dalam pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor/bidang.

Pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten merupakan kunci utama dalam terwujudnya pembangunan sesuai RTRW. Adapun ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang terdiri atas:

1. Ketentuan umum peraturan zonasi;

2. Ketentuan perizinan;

3. Ketentuan Insentif dan disinsentif;

4. Arahan sanksi

Ketentuan umum peraturan zonasi kawasan peruntukkan industri disusun sebagai berikut:

a. Pemanfaatan ruang untuk kegiatan kegiatan industri baik yang sesuai dengan kemampuan penggunaan teknologi maupun potensi sumber daya alam dan SDM disekitarnya;

b. Kegiatan industri yang diizinkan hanya industri yang hemat dalam penggunaan air dan non-polutif;

c. Kegiatan industri yang diizinkan tidak mengakibatkan kerusakan atau alih fungsi kawasan lindung;

d. Pelarangan bentuk kegiatan yang dapat memberikan dampak merusak dan menurunkan kualitas lingkungan;

e. Dalam kegiatan pengelolaan industri, diwajibkan memiliki system pengolahan limbah yang tidak mengganggu kelestarian lingkungan;

f. Diwajibkan pengaturan pengelolaan limbah B3 bagi industri yang berindikasi menimbulkan limbah B3 atau juga mengelola limbah B3 sebagaimana peraturan pengelolaan limbah B3;

g. Mensyaratkan pengelolaan limbah terpadu sesuai standar keselamatan internasional bagi industri yang lokasinya berdekatan;

h. Kegiatan industri yang diizinkan memiliki sumber air baku memadai dan menjaga kelestariannya;

i. Kegiatan industri yang diizinkan memiliki sarana prasarana pengelolaan sampah, termasuk pengelolaan akhir sampah;

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH 29 j. Kegiatan industri yang diizinkan memiliki sistem drainase yang memadai sehingga

tidak menimbulkan banjir secara internal dan eksternal;

k. Kegiatan industri yang diizinkan memiliki sumber energi untuk memenuhi kebutuhan industri dengan tetap memperhatikan daya yang tersedia sehingga suplai energi listrik untuk pelayanan penduduk dan kegiatannya yang sudah berjalan tidak terganggu;

l. Pengembangan zona industri yang terletak pada di sepanjang jalan arteri atau kolektor harus dilengkapi dengan frontage road untuk kelancaran aksesibilitas.

Berdasarkan kajian lingkungan hidup strategis diatas bahwa Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Majalengka merupakan suatu dinas yang berfungsi memberdayakan ekonomi masyarakat melalui Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, sehingga perlu adanya perhatian, pembinaan dan memprasaranai pemasaran produk-produk ramah lingkungan dari usaha kecil dan menengah tersebut.

3.5 Penentuan Isu – Isu Strategis

Isu strategis yang dapat direkomendasikan berdasarkan identifikasi permasalahan pada Dinas koperasi, usaha mikro kecil dan menengah kabupaten majalengka yaitu:

1. Kurangnya permodalan dan terbatasnya akses pembiayaan;

2. Masih kurangnya bimbingan manajemen usaha kecil dan menengah, 3. Masih sedikitnya fasilitas tata niaga produk UMKM;

4. Masih rendahnya peluang yang diberikan bagi koperasi untuk berkompetisi dalam penyedian barang dan jasa;

5. Masih kurangnya fasilitasi kerjasama KUMKM dengan pelaku usaha yang berskala besar;

6. Belum tersedianya ruang pamer hasil produksi UMKM;

7. Kualitas produk UMKM yang masih dibawah standar nasional;

8. Masih rendahnya penerapan teknologi dan kurangnya inovasi produk UMKM.

Dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Dinas koperasi,usaha mikro kecil dan menengah Kabupaten Majalengka menganut prinsip-prinsip efisiensi dan aktifitas dengan memperhatikan faktor kesopanan dan keramahan serta kepuasan masyarakat, adapun jenis pelayanan Dinas KUMKM antara lain :

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH 30 1. Penertiban persetujuan pembukaan kantor cabang

2. Fasilitasi pendirian koperasi

3. Pemberian konsultasi tentang perkoperasian dan Usaha Mikro

TUJUAN DAN SASARAN 31 BAB IV

TUJUAN DAN SASARAN

4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Perangkat Daerah

Perumusan tujuan dan sasaran Jangka Menengah Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah merupakan salah satu tahap yang paling penting dalam penyusunan Renstra. Perumusan tujuan dan sasaran yang terukur akan memberikan arah yang jelas bagaimana Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dapat mencapai kinerja yang diharapkan untuk mengatasi persmasalahan yang ada.

Untuk mewujudkan visi dan melaksanakan misi pembangunan Daerah, maka Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah menetapkan tujuan utama pembangunan bidang Koperasi dan UMKM untuk 5 (lima) tahun kedepan, yaitu:

“Meningkatnya kontribusi koperasi dan usaha mikro terhadap perekonomian”

Adapun sasaran adalah hasil yang akan dicapai dalam rumusan yang lebih terukur, rasional dan mudah dicapai. Dalam perumusan sasaran ditentukan indikator sasaran yang dimaksudkan untuk mengukur tingkat keberhasilan pencapaian untuk diwujudkan pada tahun bersangkutan. Adapun sasaran yang akan dicapai Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah adalah:

“Peningkatan omset usaha mikro dan peningkatan presentase koperasi aktif”

Selaras dengan RPJMD 2018-2023, indikator kinerja Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah ditetapkan sebagai berikut:

1. Rata-rata peningkatan omset usaha mikro keluarga miskin 2. Peningkatan volume pelaku Usaha Mikro

3. Jumlah Produk berbahan baku lokal yang dikembangkan 4. Persentase Koperasi Aktif

5. Jumlah koperasi yang dapat menyusun laporan keuangan 6. Koperasi yang melaksanakan RAT

7. Jumlah koperasi baru

8. Jumlah peningkatan volume usaha koperasi

TUJUAN DAN SASARAN 32 Tercapainya tujuan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah ditentukan oleh berbagai faktor baik dari SDM, sarana dan prasarana dan keuangan/pendanaan.

Keberhasilan pencapaian tujuan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dapat dilihat antara lain melalui 8 indikator diatas. Sejauhmana tingkat pencapaian keberhasilannya ditentukan oleh hasil capaian kinerja berdasarkan indikator tersebut.

Tujuan, sasaran dan indikator sasaran yang akan dicapai Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dapat dilihat pada tabel 4.1.

TUJUAN DAN SASARAN 33 Tabel 4.1

Tujuan, Sasaran dan Indikator Sasaran Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Tahun 2018 – 2023

Vis RPJMD Tahun 2018-2023 : "Mewujudkan Tatanan Masyarakat Majalengka yang RELIGIUS, ADIL, HARMONIS dan SEJAHTERA"

Misi 2 : Meneguhkan Nilai-nilai Kebangsaan untuk menciptakan pembangunan yang berkeadilan, rasa aman, tentram, dan tertib di masyarakat

No Tujuan Sasaran Indikator Kinerja Satuan

Target Sasaran pada Tahun Ke-

1 2 3 4 5

I

Meningkatnya kontribusi koperasi dan usaha mikro terhadap perekonomian

Peningkatan volume pelaku

usaha mikro Presentase 0 5% 5% 5% 5%

TUJUAN DAN SASARAN 34

II Meningkatnya kapasitas kinerja perangkat daerah urusan koperasi dan umkm

Persen 100 100 100 100 100

Persen 100 100 100 100 100

Tingkat Pemenuhan sarana prasarana kerja lingkup urusan koperasi dan ukm

Persen 100 100 100 100 100

Jumlah sarana dan prasarana yang dilakukan pemeliharaan rutin pada perangkat daerah urusan koperasi dan umkm

Persen 100 100 100 100 100

TUJUAN DAN SASARAN 35

IV Meningkatnya kapasitas kinerja perangkat daerah

Meningkatnya kualitas pengelolaan kinerja perangkat daerah

Tingkat kesesuaian pelaporan kinerja dan keuangan lingkup urusan koperasi dan umkm

Persen 100 100 100 100 100

Tingkat ketersediaan data

dan informasi

pembangunan pada perangkat daerah urusan koperasi dan umkm

Persen 100 100 100 100 100

TUJUAN DAN SASARAN 36

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 36 BAB V

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

4.2. Strategi dan Kebijakan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Di dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, perangkat daerah (PD) harus mampu merumuskan nilai yang akan dianut bersama dalam upaya pencapaian sasaran dimaksud. Nilai PD harus mampu menggambarkan tata nilai dan falsafah organisasi yang akan dianut bersama dalam melaksanakan tugas-tugasnya, yang tentunya akan berkaitan erat dengan mutu pelayanan PD. Oleh karena itu, diperlukan sebuah strategi dalam mencapai tujuan tersebut. Strategi adalah langkah-langkah yang berisikan program-program untuk mewujudkan visi dan misi yang sudah ditentukan. Strategi yang sudah ditentukan selanjutnya diuraikan dalam berbagai kebijakan, yang masing-masing kebijakan akan diuraikan menjadi sebuah program-program.

Strategi dan kebijakan dalam rencana strategis PD merupakan strategi dan kebijakan untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka menengah PD yang selaras dengan strategi dan kebijakan daerah serta rencana program prioritas dalam rancangan awal RPJMD tahun 2019-2023 dan sesuai dengan tugas dan fungsi PD

Tabel 4.2

Strategi dan Kebijakan PD

Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Program

Meningkatnya

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 37 memberikan sumbangan untuk mewujudkan masyarakat Majalengka yang religius, adil, harmonis dan sejahtera. Hl ini sesuai dengan visi dari Kepala PD Kabupaten Majalengka.

Adapun aspek-aspek dalam mewujudkan visi tersebut adalah sebagai berikut:

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 38 1. Aspek Ekonomis

Sektor Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Majalengka harus bisa memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan.

2. Aspek Kelembagaan

Sektor Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Majalengka membutuhkan penguatan kelembagaan agar mampu bersaing secara global. Salah satu penguatan kelembagaan tersebut adalah dilakukannya pembinaan terhadap sektor koperasi dan UMKM, sehingga dapat melakukan ekspansi masuk ke publik tidak ada kendala baik segi pengawasannya, pembukuannya akuntabilitasnya dan perizinannya. Sektor koperasi, usaha kecil dan menengah juga perlu membangun ekosistem atau iklim yang kondusif untuk mendorong koperasi dan UMKM semakin tumbuh.

3. Aspek Teknologis

Sektor Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Majalengka harus mampu menjadi wahana dalam upaya peningkatan kemampuan inovasi masyarakat di bidang teknologi dan manajemen sebagai ujung tombak dalam peningkatan daya saing pada era globalisasi.

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN 39 BAB VI

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN

Berdasarkan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan maka langkah selanjutnya disusun rencana strategis untuk kurun waktu lima tahun (2019–2023) adalah program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan. Rencana Program dan kegiatan adalah cara untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan asehingga dapat mengetahui mengetahui capaian keberhasilan tujuan dan sasaran.

Program merupakan kumpulan kegiatan yang sistematis untuk mendapatkan hasil yang dilaksanakan agar mencapai sasaran tertentu. Adanya program dan kegiatan diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan- permasalahan yang dihadapi. Indikator kinerja program menunjukkan capaian keberhasilan program yang mencerminkan outcome. Sedangkan indikator kinerja kegiatan menunjukkan keluaran/output dari kegiatan yang dilaksanakan.

Keberhasilan penyelenggaraan tugas dan pokok fungsi Perangkat Daerah tidak terlepas dari dukungan dana atau pembiayaan dan dukungan dari segi sumber daya yang dimiliki, baik dari SDM maupun dari sarana dan prasarana/aset yang dimiliki. Program dan kegiatan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menegah tahun 2019–2023 secara rinci dapat dilihat pada lampiran.

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN 40

KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN 40 BAB VII

KINERJA PENYELENGGARA BIDANG URUSAN

Indikator kinerja merupakan alat ukur yang digunakan untuk menentukan capaian dan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Indikator kinerja akan dihitung dan diukur serta digunakan sebagai dasar untuk menilai atau melihat tingkatan kinerja mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan maupun tahap setelah kegiatan selesai dalam rangka memenuhi kewajiban dalam mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan tugas, fungsi, tujuan dan sasaran organisasi.

Penetapan indikator kinerja daerah bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai ukuran keberhasilan pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang ditetapkan menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) daerah dan indikator kinerja

Penetapan indikator kinerja daerah bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai ukuran keberhasilan pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang ditetapkan menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) daerah dan indikator kinerja

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS TAHUN (Halaman 26-0)

Dokumen terkait