• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Cara Penghapusan NPWP dan Pencabutan Pengukuhan PKP

Dalam dokumen UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2016 (Halaman 54-61)

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN TUGAS AKHIR

B. Tata Cara Penghapusan NPWP dan Pencabutan Pengukuhan PKP

1. Penghapusan NPWP, syarat-syaratnya :

A. Wajib Pajak meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan : 1. Fotokopi akta kematian atau,

2. Laporan kematian dari instansi yang berwenang.

B. Wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan,harus ada surat nikah/ akta perkawinan dari Catatan Sipil.

C. Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai subjek pajak,bila telah dibagi harus ada surat keterangan selesainya pembagian warisan tersebut.

D. Wajib Pajak Badan yang telah dibubarkan secara resmi,disyaratkan adanya akta pembubaran.

E. Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang kehilangan statusnya sebagai BUT, harus ada permohonan Wajib Pajak yang dilampiri dokumen yang mendukung.

F. Wajib Pajak orang pribadi lainnya yang tidak memenuhi syarat lagi sebagai Wajib Pajak.

2. Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP),syrat-syaratnya:

Pencabutan Pengukuhan PKP dapat dilakukan : 1. atas permohonan PKP; atau

2. secara jabatan.

Pencabutan pengukuhan PKP atas permohonan PKP atau secara jabatan dilakukan berdasarkan hasil Verifikasi atau hasil Pemeriksaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan yang mengatur mengenai tata cara Pemeriksaan atau tata cara Verifikasi.

PENCABUTAN PENGUKUHAN PKP BERDASARKAN HASIL

VERIFIKASI

A. Pencabutan pengukuhan PKP atas permohonan PKP atau secara jabatan, dilakukan berdasarkan hasil Verifikasi apabila pencabutan pengukuhan tersebut dilakukan terhadap:

1. PKP orang pribadi yang telah meninggal dunia;

2. PKP telah dipusatkan tempat terutangnya Pajak Pertambahan Nilai di tempat lain;

3. PKP yang pindah alamat tempat tinggal, tempat kedudukan dan/atau tempat kegiatan usaha ke wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak lainnya;

4. PKP yang jumlah peredaran usaha dan/atau penerimaan brutonya untuk 1 (satu) tahun buku tidak melebihi batas jumlah peredaran usaha dan/atau penerimaan bruto untuk pengusaha kecil dan tidak memilih untuk menjadi Pengusaha Kena Pajak;

5. PKP selain perseroan terbatas dengan status tidak aktif (non efektif) dan secara nyata tidak menunjukkan adanya kegiatan usaha; atau

6. PKP bentuk usaha tetap yang telah menghentikan kegiatan usahanya di Indonesia.

B. Pencabutan pengukuhan PKP secara jabatan juga dapat dilakukan berdasarkan hasil Verifikasi dalam hal pencabutan tersebut terkait dengan:

1. hasil sensus pajak nasional;

2. hasil konfirmasi lapangan atau pengawasan setelah pengukuhan Pengusaha Kena Pajak; atau

3. hasil kegiatan lain yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Pajak.

PENCABUTAN PENGUKUHAN PKP BERDASARKAN HASIL

PEMERIKSAAN

Pencabutan pengukuhan PKP terhadap PKP dilakukan berdasarkan hasil Pemeriksaan.

PENCABUTAN PENGUKUHAN KENA PAJAK MELALUI

PERMOHONAN

1. Permohonan pencabutan pengukuhan PKP, dilakukan dengan menggunakan Formulir Pencabutan Pengukuhan PKP.

2. Dalam hal pencabutan pengukuhan PKP terkait dengan PKP orang pribadi yang

oleh salah seorang ahli waris, pelaksana wasiat, atau pihak yang mengurus harta peninggalan.

1. Permohonan pencabutan pengukuhan PKP dilakukan secara elektronik dengan mengisi Formulir Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak pada Aplikasi e-Registration yang tersedia pada laman Direktorat Jenderal Pajak di www.pajak.go.id.

a. Permohonan pencabutan yang telah disampaikan oleh Wajib Pajak melalui Aplikasi e-Registration dianggap telah ditandatangani secara elektronik atau digital dan mempunyai kekuatan hukum.

b. PKP yang telah menyampaikan Formulir Pencabutan Pengukuhan PKP dengan lengkap pada Aplikasi e-Registration harus mengirimkan dokumen yang disyaratkan ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha PKP.

c. Pengiriman dokumen yang disyaratkan dapat dilakukan dengan cara mengunggah (upload) salinan digital (softcopy) dokumen melalui Aplikasi e-Registration atau mengirimkannya dengan menggunakan Surat Pengiriman Dokumen yang telah ditandatangani.

d. Apabila dokumen yang disyaratkan belum diterima KPP dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja setelah penyampaian permohonan pencabutan pengukuhan PKP secara elektronik, permohonan tersebut dianggap tidak diajukan.

e. Apabila dokumen yang disyaratkan telah diterima secara lengkap, KPP menerbitkan Bukti Penerimaan Surat secara elektronik.

2. Dalam hal PKP tidak dapat mengajukan permohonan pencabutan pengukuhan PKP secara elektronik, permohonan pencabutan pengukuhan PKP dapat dilakukan dengan menyampaikan permohonan secara tertulis.

a. Permohonan secara tertulis dilakukan dengan mengisi dan menandatangani Formulir Pencabutan Pengukuhan PKP.

b. PKP yang telah mengisi dan menandatangani Formulir Pencabutan Pengukuhan PKP harus melengkapi formulir penghapusan tersebut dengan dokumen yang disyaratkan.

c. Permohonan secara tertulis disampaikan ke KPP tempat Pengusaha Kena Pajak dikukuhkan dengan cara:

1. langsung ke KPP atau melalui KP2KP;

2. melalui pos; atau

3. melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir.

d. Dalam hal permohonan secara tertulis disampaikan melalui KP2KP, KP2KP meneruskan permohonan pencabutan pengukuhan PKP ke KPP.

e. Terhadap penyampaian permohonan secara tertulis, KPP memberikan Bukti Penerimaan Surat apabila permohonan dinyatakan telah diterima

f. Terhadap penyampaian permohonan secara tertulis yang diterima secara tidak lengkap, berlaku ketentuan:

1. dalam hal permohonan disampaikan secara langsung, permohonan dikembalikan kepada PKP; atau

2. dalam hal permohonan disampaikan melalui pos atau melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir, KPP menyampaikan pemberitahuan secara tertulis mengenai ketidaklengkapan tersebut.

3. Dokumen yang disyaratkan meliputi dokumen yang menunjukkan bahwa PKP sudah tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai PKP.

PENCABUTAN PENGUSAHA KENA PAJAK SECARA JABATAN

1. Pencabutan pengukuhan PKP secara jabatan dilakukan berdasarkan hasil Pemeriksaan atau hasil Verifikasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan yang mengatur mengenai tata cara Pemeriksaan atau tata cara Verifikasi.

2. Pemeriksaan atau Verifikasi dalam rangka pencabutan pengukuhan PKP secara jabatan, dilakukan apabila:

a. terdapat data dan informasi perpajakan yang dimiliki atau diperoleh Direktur Jenderal Pajak yang menunjukkan bahwa PKP tidak memenuhi persyaratan subjektif dan/atau objektif; dan

b. PKP tidak mengajukan permohonan pencabutan pengukuhan PKP.

KEPUTUSAN ATAS PERMOHONAN PENCABUTAN PENGUKUHAN PKP

1. Berdasarkan hasil Verifikasi atau hasil Pemeriksaan dalam rangka pencabutan pengukuhan PKP, KPP memberikan keputusan atas permohonan pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak yang disampaikan oleh Pengusaha Kena Pajak.

2. Keputusan ini dapat berupa:

a. Penerbitan Surat Pencabutan Pengukuhan PKP dalam hal berdasarkan hasil Verifikasi atau hasil Pemeriksaan terdapat rekomendasi pencabutan pengukuhan PKP; atau

b. Penerbitari Surat Penolakan Pencabutan Pengukuhan PKP dalam hal berdasarkan hasil Verifikasi atau hasil Pemeriksaan terdapat rekomendasi untuk tidak melakukan pencabutan pengukuhan PKP.

3. Penerbitan keputusan dilakukan dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal Bukti Penerimaan Surat.

a. Apabila jangka waktu tersebut terlampaui dan KPP tidak menerbitkan keputusan, permohonan PKP dianggap dikabulkan dan KPP menerbitkan surat pencabutan pengukuhan PKP dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan setelah jangka waktu tersebut berakhir.

Dalam dokumen UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2016 (Halaman 54-61)

Dokumen terkait