• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Kelola Perusahaan

Dalam dokumen AR CSAP 2013 Bilingual (Halaman 40-53)

PT Catur Sentosa Adiprana Tbk Annual Report 2013

39

Rapat Umum Pemegang Saham Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan forum yang memiliki wewenang tertinggi dalam proses pengambilan keputusan di Perseroan, yang ketentuannya telah diatur di dalam UUPT dan/atau Anggaran Dasar Perseroan. RUPS wajib diselenggarakan sedikitnya sekali dalam setahun, dan paling lambat dalam jangka 6 (enam) bulan setelah ditutupnya tahun buku Perusahaan, serta harus dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili lebih dari setengah bagian dari jumlah seluruh saham yang dikeluarkan oleh Perusahaan.

RUPS merupakan bentuk

pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi kepada pemegang saham sehubungan dengan pelaksanaan tugas serta kinerjanya dalam pengelolaan Perseroan.

RUPS Tahunan (RUPST) dan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) Perusahaan telah diselenggarakan pada tanggal 25 April 2013. Keputusan lengkap RUPST dan RUPSLB tersebut telah diumumkan dalam surat kabar harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily pada tanggal 29 April 2013, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tingkat kehadiran pemegang saham Perseroan dalam RUPST dan RUPSLB tersebut diatas adalah 84,47%.

Dewan Komisaris

Dewan Komisaris Perseroan terdiri dari 5 orang, dimana 2 diantaranya merupakan Komisaris Independen. Dengan komposisi Komisaris Independen sebesar 40% dari total anggota Dewan Komisaris, Perseroan yakin bahwa Dewan Komisaris dapat menjalankan fungsi dan tanggungjawabnya secara profesional dan independen, sehingga kepentingan seluruh pemegang saham

General Meeting of Shareholders

General Meeting of Shareholders (GMS) is a forum that holds the highest authority in the Company’s decision making process, which has been regulated in the Law on Limited Liability Company and/or the Articles of Association of the Company. GMS shall be held at least once a year, and no later than 6 (six) months after the closing of the Company’s fiscal year, and also attended by shareholders representing more than half of the total shares issued by the Company.

GMS is as a form of accountability of the Board of Commissioners and Board of Directors to the shareholders regarding their work and performance of duties in running the Company.

The Company’s Annual General Meeting of Shareholders (AGMS) and Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) were held on April 25, 2013. Decisions of the AGMS and EGMS were announced in the newspapers Bisnis Indonesia and Investor Daily on April 29, 2013, in accordance with applicable regulations. The attendance rate of the Company’s shareholders at these AGMS and EGMS was 84.47%.

Board of Commissioners

The Company’s Board of

Commissioners (BOC) consists of 5 members, of which 2 are Independent Commissioners. Since Independent Commissioners account for 40% of the total BOC membership, the Company believes that the BOC will be able to perform their functions and responsibilities professionally and independently, so that all shareholders and stakeholders interests are well

dan pemangku kepentingan dapat terjaga dengan baik. Anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS, dan bertanggung jawab secara kolektif kepada RUPS. Profil Dewan Komisaris Perseroan telah dilampirkan dalam Laporan Tahunan ini.

Secara umum, Dewan Komisaris bertanggung jawab dalam memberikan masukan, arahan dan pengawasan atas jalannya Perseroan yang diselenggarakan oleh Direksi. Integritas, penuh pertimbangan, bertanggung jawab dan selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip GCG merupakan hal pokok yang diperlukan oleh Dewan Komisaris dalam mengawasi jalannya Perusahaan agar sesuai dengan Visi, Misi, dan Nilai yang telah ditetapkan oleh Perseroan.

Selama tahun 2013, Perusahaan mengadakan rapat bulanan dan juga menyelenggarakan rapat triwulanan, yang mengharapkan kehadiran lengkap seluruh anggota Dewan Komisaris. Tingkat kehadiran anggota Dewan Komisaris Perseroan dalam rapat tersebut di atas berkisar antara 85% - 100%.

Direksi

Direksi Perseroan terdiri dari 4 orang yaitu seorang Direktur Utama, seorang Wakil Direktur Utama, seorang Direktur dan seorang Direktur Independen. Komposisi dan banyaknya Direksi ditentukan sedemikian rupa sehingga memungkinkan Perseroan melakukan pengambilan keputusan secara tepat. Pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi ditetapkan dalam RUPS.

Profil Direksi Perseroan telah dilampirkan dalam Laporan Tahunan ini.

protected. The members of the BOC are appointed and dismissed by the GMS, and are collectively responsible to RUPS.

Profile of the Board of Commissioners are attached in this Annual Report.

Generally, the BOC is responsible for providing input, guidance, and oversight the management of the Company by the Directors. Have integrity,thoughtful, responsible and holding on to the principles of GCG are the key things that required by the BOC in managing the Company according to the Vision, Missions, and Values set by the Company.

In 2013, the Company held monthly meetings and also quarterly meetings, where full attendance of the BOC is expected. The attendance rate of the BOC at these meetings was 85% - 100%.

Board of Directors

The Company’s Board of Directors (BOD) consists of 4 individuals: one President Director, one Vice President Director, one Director, and one Independent Director. The composition and the number of the BOD members have been determined such that the Company is able to make decisions accurately. The members of the BOD are appointed and dismissed by the GMS.

Profile of the BOD are attached in this Annual Report.

Management Analysis and Overview

PT Catur Sentosa Adiprana Tbk Annual Report 2013

41

Tanggung jawab utama Direksi

adalah memimpin, mengurus dan mengendalikan Perseroan agar sesuai dengan Visi, Misi, Nilai, Strategi dan Tujuan Perseroan, serta memastikan penerapan prinsip-prinsip GCG konsisten dilakukan.

Sepanjang tahun 2013, Direksi telah mengadakan rapat secara berkala. Tingkat kehadiran anggota Direksi Perseroan dalam rapat tersebut di atas berkisar antara 95% - 100%.

Pelatihan Dewan Komisaris dan Direksi

Dalam rangka peningkatan dan pengembangan kompetensi untuk menunjang tugas pengelolaan Perusahaan, anggota Dewan Komisaris dan Direksi diwajibkan mengikuti berbagai program pelatihan yang diselenggarakan oleh CSA Training Center. Program-program pelatihan ini dibuat dalam format CSA Academy secara berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajerial maupun kepemimpinannya.

Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi

RUPS Tahunan memberikan

wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi bagi Direksi, sedangkan penetapan remunerasi bagi Dewan Komisaris mengacu pada hasil keputusan RUPS Tahunan. Prosedur dan dasar penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi ditetapkan berdasarkan kinerja Perseroan dan kinerja masingmasing individu serta disesuaikan dengan standar industri dan peraturan yang berlaku.

Komite Audit

Komite Audit adalah pihak independen dan profesional yang dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada

The main responsibilities of the BOD are leading, managing, and controlling the Company in accordance with the Company’s Vision, Missions, Values, Strategies and Goals, and to ensure the GCG is consistently implemented.

In 2013, the BOD held meetings periodically. The attendance rate of the BOD at these meetings was 95% - 100%.

Training for BOC and BOD

In order to improve and develop the competencies to support the duties of managing the Company, members of the BOC and BOD are required to participated in training programs administered by CSA Training Center. This training programs are embodied in CSA Academy and conducted periodically which aimed at improving their managerial and leadership capacity.

Remuneration of the BOC and the BOD

AGMS delegated to the BOC to determine the remuneration for the BOD, while determination of remuneration for the BOC refers to the decision made by the AGMS. Procedures and bases determining remuneration for the BOC and the BOD are set based on the performance of the Company and the individual employees as well as the Industry standard and the prevailing regulations

Audit Committee

Audit Committee is an independent and professional party which is formed by and is responsible to the BOC,

Dewan Komisaris, dalam rangka membantu pelaksanaan tugas pengawasan Perseroan, dengan cara memberikan pendapat profesional dan independen atas laporan dan/ atau hal-hal yang disampaikan oleh manajemen, mengidentifikasi hal- hal yang perlu mendapat perhatian Dewan Komisaris dan menjalankan tugas-tugas lain yang diberikan Dewan Komisaris, dengan berpegang pada Pedoman Kerja.

Pembentukan keanggotaan Komite Audit telah didasarkan pada Peraturan Bapepam-LK No.IX.I.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. Seluruh anggota Komite Audit merupakan para profesional di bidangnya dan dipilih antara lain, berdasarkan integritas, kompetensi, pengalaman dan pengetahuan di bidang keuangan. Anggota Komite juga telah memenuhi persyaratan independensi, yaitu anggota tidak memiliki hubungan keuangan, manajerial, kepemilikan dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi dan/atau Pemegang Saham utama dan/atau dengan Perseroan.

Berikut susunan keanggotaan Komite Audit:

Ketua : Tan Alexander Song Anggota : Fitria

Anggota : Suhardi

Tan Alexander Song

Profil dapat dilihat di bagian Profil Dewan Komisaris dalam Laporan Tahunan ini.

Fitria

Menjabat sebagai anggota Komite Audit Perseroan sejak tahun 2010. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Tarumanagara. Memiliki pengalaman di bidang Akuntasi, Keuangan, dan Audit lebih dar 25 tahun.

in assisting the implementation of supervisory duties of the Company, by giving professional and independent opinions on reports and/or other matters submitted by the management, identification of issues that require the BOC’s attention, and performing other duties assigned by the BOC, by referring to the Work Guidelines.

The formation of the Audit Committee is based on the Bapepam-LK No.IX.I.5 regulation regarding the Formulation and Working Guidelines of the Audit Committee. All members of the Audit Committee are professionals in their field and selected based among others, on integrity, competence, experience and knowledge in financial matters. Committee members also have met the independency requirements namely, the member must be free from any financial, managerial, shareholding and/or familial relationship with the BOC, BOD and/or controlling shareholders and/or the Company.

The structure of the Audit Committee are as follows:

Chairman : Tan Alexander Song Member : Fitria

Member : Suhardi Tan Alexander Song

Profile is presented in the Profile of BOC section in this Annual Report.

Fitria

Has been a member of the Audit Committee since 2010.Received a Bachelor of Economics degree from the Tarumanagara University. She has more than 25 years of experience in Accounting, Finance, and Audit.

Management Analysis and Overview

PT Catur Sentosa Adiprana Tbk Annual Report 2013

43

Suhardi

Menjabat sebagai anggota Komite Audit Perseroan sejak tahun 2010. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Jayabaya. Memiliki pengalaman di bidang Akuntansi dan Perpajakan lebih dari 20 tahun. Sepanjang tahun 2013 ini, Komite Audit telah mengadakan 4 kali pertemuan bersama Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, dengan tingkat kehadiran anggota Komite Audit dalam rapat kerja tersebut di atas berkisar antara 80% - 100%.

Pokok-pokok yang dibahas pada pertemuan Komite Audit adalah mengenai Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, hasil evaluasi Internal Auditor dan Eksternal Auditor, dan isu-isu penting lainnya yang ditemukan dalam proses audit. Dari hasil pemeriksaan maupun penelaahan terhadap kinerja Perseroan, Komite Audit tidak menemukan hal-hal yang bersifat material.

Internal Audit

Fungsi utama Internal Audit (IA) adalah membantu Direksi dalam memberikan penilaian yang independen mengenai kondisi sistem pengendalian internal Perseroan, kebijakan Direksi, serta kepatuhan atas sistem, prosedur, peraturan Perusahaan dan perundangan lainnya yang berlaku, dengan tujuan untuk memberikan nilai tambah, meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasional, menguji dan mengevaluasi kecukupan fungsi manajemen risiko.

Sesuai dengan Peraturan Bapepam, dalam melaksanakan tugasnya, IA berpedoman pada Piagam Audit Internal, yang menggunakan metodologi audit berbasis risiko, yang dilaksanakan berdasarkan

Suhardi

Has been a member of the Audit Committee since 2010. Received a Bachelor of Economics degree from Jayabaya University. He has more than 20 years of experience in Accounting and Taxation.

In 2013, the Audit Committee

conducted four meetings with the BOC and BOD, with the attendance rate of the Audit Committee members at these meetings was 80% - 100%.

Items discussed at Audit Committee meetings included the Consolidated Financial Statements, the evaluation result of the Internal Auditor and External Auditor, and other important issues identified in the audit process.

From its analysis and review of the Company’s performance, the Audit Committee did not uncover any material findings.

Internal Audit

The main function of Internal Audit (IA) is to assist the BOD in providing independent evaluation of the Company’s internal control condition, BOD Policies, and to ensure the Company’s compliance with systems, procedures and regulations, and all applicable regulations, in order to provide added value, increase operational efficiency and effectiveness, test and evaluate the adequacy of risk management function.

In compliance with Bapepam regulations, IA is guided by the Internal Audit Charter in performing its duties, which conducted based on risk-based audit methodology, which carried out based on international

standar internasional dari Institute of Internal Audit (IIA) dan the Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO). Dengan metodologi ini, dilakukan pemetaan terhadap semua aktivitas yang dilakukan dalam suatu proses operasional Perusahaan, kemudian dilakukan penilaian dan ditentukan aktivitas mana yang dianggap memiliki risiko tinggi dan akan menjadi fokus perhatian dalam audit. Rencana kerja ini kemudian dikonsultasikan dengan Direksi Perseroan untuk mendapatkan persetujuannya. Hasil temuan, impact dan rekomendasi audit dikomunikasikan secara rutin kepada Dewan Komisaris, Direksi, serta Komite Audit agar dapat segera ditindaklanjuti untuk perbaikan ke depan.

IA dipimpin oleh Eko Yanto yang dibantu oleh 10 staf audit. Menjabat sebagai Corporate Internal Audit Manager Perseroan sejak tahun 2010. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti dan Magister Manajemen dari Lembaga Pendidikan Manajemen PPM. Memiliki Gelar Profesi Akuntan dari Program Pendidikan Profesi Akuntansi (Ak), Universitas Trisakti. Sebelumnya menjabat sebagai Manager di Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan - a member firm of Deloitte Touche Tohmatsu (2003-2010).

Sekretaris Perusahaan

Berdasarkan Peraturan Bapepam- LK No.IX.I.4 dan Peraturan Bursa Efek Indonesia No.1-A, fungsi Sekretaris Perusahaan pada hakekatnya menjadi penghubung Perseroan dengan Bapepam-LK, Bursa Efek Indonesia, pemegang saham, publik, serta pihak-pihak lain yang berkepentingan. Sekretaris Perusahaan juga bertanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang

standards from the Institute of Internal Audit (IIA) and the Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO). In this methodology, all of the Company’s operational activities are mapped, then followed by an assessment of which activities are considered high risk, and will be determined as the audit focus. This work plans are then consulted with the BOD to obtain the BOD’s approval. The findings, impacts, and audit recommendations are communicated regularly to the BOC, BOD, and Audit Committee, so that it can be followed up immediately for future improvement.

Internal Audit is led by Eko Yanto, who is assisted by ten audit staffs. Has been acting as Corporate Internal Audit Manager since 2010. Received a Bachelor of Economics degree from Trisakti University and a Master of Management degree from Lembaga Pendidikan Manajemen PPM. He also has a Professional Accountant Certification from Program Pendidikan Profesi Akuntansi (Ak), Trisakti University. Previously held the position as Manager of Osman Bing Satrio & Rekan - a member firm of Deloitte Touche Tohmatsu Public Accounting Firm (2003-2010).

Corporate Secretary

Based on Bapepam-LK No.IX.I.4 regulation and Stock Exchange No.1-A regulation, the Corporate Secretary principally serves as a liaison between the Company and Bapepam-LK, Indonesia Stock Exchange, shareholders, public, as well as other stakeholders. Corporate Secretary is also responsible to convey material information related to the Company’s condition accurately,

Management Analysis and Overview

modern

movement

bersifat material terkait dengan kondisi Perseroan secara tepat waktu, akurat, bertanggungjawab, serta menjunjung asas keterbukaan kepada para pemangku kepentingan. Disamping itu, Sekretaris Perusahaan juga harus selalu menjaga ketaatan Perseroan terhadap peraturan-peraturan yang berlaku baik terhadap Anggaran Dasar, Peraturan Pasal Modal, maupun Peraturan Pemerintah yang berlaku.

Idrus Hermawan Widjajakusuma

Sekretaris Perusahaan Menjabat sebagai Sekretaris

Perseroan sejak 2008. Warga Negara Indonesia, lahir di Malang tahun 1969. Memperoleh gelar Bachelor of Science di Business Administration dari The Ohio State University, Columbus, Ohio, USA di tahun 1992. Berpengalaman selama 14 tahun bekerja di beberapa perusahaan yang bergerak di industri perbankan/keuangan dan pasar modal. Mengawali karirnya di Perseroan sebagai Direktur Tidak Terafiliasi (2008-2009).

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh Sekretaris Perusahaan sepanjang tahun 2013, antara lain:

1. Menyelenggarakan RUPST dan RUPSLB.

2. Menghadiri setiap pelaksanaan Rapat Dewan Komisaris dan Rapat Direksi.

3. Mengikuti/mengupdate perkembangan pasar modal, termasuk setiap peraturan Pasar Modal yang baru diterbitkan selama tahun 2013, serta memberikan masukan kepada Dewan Komisaris, Direksi dan unit kerja terkait dengan adanya peraturan baru tersebut

4. Menyampaikan keterbukaan informasi yang bersifat

accountably, transparently, and in a timely manner to stakeholders. In addition, the Corporate Secretary has to ensure the Company’s compliance with regulations applied in not only the Articles of Association of the Company, but also all applicable Government regulations and Capital Market regulations.

Idrus Hermawan Widjajakusuma Corporate Secretary

Has been acting as Corporate

Secretary of the Company since 2008. An Indonesian citizen, was born in Malang in 1969. Received a Bachelor of Science in Business Administration degree from The Ohio State University, Columbus, Ohio, USA in 1992. His experience during 14 years working with several companies in banking, financial industries, and capital market. Started his career at the Company as a Non-Affiliated Director (2008-2009).

The following are some activities conducted by the Corporate Secretary in 2013:

1. Held an AGMS and EGMS.

2. Attended meetings of the BOC and BOD.

3. Following/updating capital market developments, including the market regulations issued in 2013, and providing inputs to the BOC, BOD and related working units related to these new regulations.

4. Disclosed material information to the public through Bapepam-

Management Analysis and Overview

PT Catur Sentosa Adiprana Tbk Annual Report 2013

47

material kepada pubik melalui

Bapepam-LK dan Bursa Efek Indonesia terkait dengan kondisi Perusahaan, seperti:

• Laporan berkala (Laporan Hutang Valas bulanan, Laporan Registrasi Pemegang Efek bulanan, Laporan Keuangan Konsolidasian kuartalan, semesteran dan tahunan)

• Laporan insidentil hasil pelaksanaan aktivitas-aktivitas korporasi (RUPST, RUPSLB, Laporan Tahunan, etc) 5. Melakukan publikasi kepada

publik melalui:

• Paparan Publik

• Press Release

• Website: www.csahome.com

• Koran

• Pertemuan langsung maupun tidak langsung (melalui email maupun konferensi telepon) dengan para pemegang saham publik, investor, para analis dan media

6. Mengadakan program Corporate Social Responsibility

Penerapan Kode Etik Untuk senantiasa memelihara pertumbuhan yang berkelanjutan, Perseroan menyadari bahwa penerapan GCG sangatlah penting untuk dilakukan sebagai warga korporasi. Kode etik merupakan bagian dari penerapan GCG. Peranan seluruh karyawan sangat diperlukan dalam penerapan GCG melalui penerapan kode etik profesional dalam pekerjaan kita

LK and Indonesia Stock Exchange related to Company’s condition, including:

• Periodic reports (Forex Debt monthly report, Registration of Shareholders monthly report, quarterly, semiannual, and annual Consolidated Financial Reports) • Incidental reports on the

results of the corporate activities (RUPST, RUPSLB, Annual Report, etc)

5. Publication to public through:

• Public Expose • Press Release

• Website: www.csahome.com • Newspaper

• Direct meetings and indirect meetings (via email or conference call) with the public shareholders, investors, analysts, and media

6. Held Corporate Social Responsibility program

Implementation of the Code of Conduct

In order to maintain sustainable growth, the Company believes that the implementation of GCG is mportant to do as a corporate citizens. Code of Conduct is an integral part of the implementation of GCG.

The role of employees is needed in the implementation of GCG through the implementation of a code of professional conduct in our daily

sehari-hari dengan menghindari hal- hal sebagai berikut:

1. Pelecehan

2. Bentrok Kepentingan 3. Pencurian data 4. Korupsi

Kode etik ini telah disosialisasikan dan berlaku bagi seluruh karyawan Perusahaan tanpa kecuali, dan menjadi kewajiban seluruh Top Management (BOD/COO/RM/Kepala Cabang) dan HRD dalam pengawasan kesehariannya.

Apabila ada pelanggaran atau pengaduan terhadap tindakan- tindakan penyimpangan dari GCG, baik sebagai korban ataupun saksi, dapat melaporkan ke HRD Corporate melalui email atau telpon/sms. Bagi

Dalam dokumen AR CSAP 2013 Bilingual (Halaman 40-53)