• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tatak Tikan Ibages Sapo

GENDANG MENGKERBOI DALAM UPACARA ADAT KERJA NJAHAT NCAYUR NTUA

3.2.4 Tatak Ipas Ulan Kerja Njahat Ncayur Ntua

3.2.4.1 Tatak Tikan Ibages Sapo

Tatak Tikan Ibages Sapo berarti tatak yang dilakukan masih di dalam rumah

duka, ini dilakukan pada saat malam hari setelah pergenderrang membunyikan

gendang simemubuh sebagai tanda dimulainya acara tatak. Tatak yang dilalukan

pada malam hari ini bagi masyarakat Pakpak disebut juga tatak peparasken,

periah-riahken, dan tatak pendungo-ndungoi, ini berarti semua rangkaian acara tatak pada malam hari tersebut sebagai gambaran untuk keesokan harinya sebagai

68

acara puncak upacara, karena kurang lebih semua rangkaian acara tatak ini akan dilakukan lagi keesokan harinya di halaman rumah duka. Acara tatak ini yang terlebih daluhu dilakukan oleh uang benna, apabila buang benna belum memulai tariannya untuk selanjutnya barang siapaun tidak boleh melakukannya. Adapun rangkaian acara tatak pada malam hari ini yaitu:

1. Tatak Uang Benna yang disambut oleh berru takal peggu dari sukut, 2. Tatak Puang Pengamaki yang disambut oleh berru ekur peggu, 3. Tatak Benna Niari,

4. Tatak Puang Penumpak, 5. Tatak Sukut,

6. Tatak Dengan Sibeltek, 7. Tatak Perlebbuh-lebbuh,10 8. Tatak Dengan Sibeltek Marga, 9. Tatak Sipemerre,11

10. Tatak Sinina, 11. Tatak Berru, 12. Tatak Kempu,12 13. Tatak Sukut Nitalun,13 14. Tatak Cibal Baleng,14

10

Perlebbuh artinya pihak yang semarga (yang ditarik secara garis kekerabatan

patrilineal) dengan sukut (tuan rumah penyelenggara upacara) yang kampung halaman mereka sama dari satu tempat.

11

Pemerre adalah pihak yang sama dengan sukut,dimana istri mereka juga bermarga yang

sama, yang dikawini berdasarkan klen eksogamus (kawin di luar marga sendiri). 12

Kempu artinya adalah cucu, yaitu generasi yang ketiga, dalam sistem kekerabatan

masyarakat Pakpak dalam konteks daliken sitelu. 13

Sukut nitalun adalah pihak marga yang sebagai tuan rumah di kampung di mana upacara

dilaksanakan, ini berlaku jika memang pihak sukut sebagai marga pendatang di kampung tersebut, artinya sukut nitalun inilah yang menggantikan kedudukan sukut.

14

69

15. Tatak Pulung-pulungen,15 16. Tatak Pergemgem,16 17. Tatak perkebbas17

Gambar 3.6

Berru Takal Peggu Menyambut Kedatangan Uang benna

(Dokumentasi Surung Solin, 2015)

Sesampainya uang benna ke dalam rumah duka, di sini juga berru takal

peggu dari sukut akan menyerahkan oles tatakenken. Oles bagi masyarakat

Pakpak berarti sehelai kain yang ditenun berbentuk selendang sedangkan

15

Pulung-pulungen adalah kegiatan-kegiatan kelompok yang diikuti sukut, misalanya

arisan-arisan atau serikat tolong menolog. 16

Pergemgem biasanya disebut juga pemerintah setempat, bisa saja terdiri dari kepala

desa, sekretaris desa, ketua LKMD, ketua RT, ketia RW, dan lain-lainnya. 17

Perkebbas adalah orang-orang yang menyiapkan seluruh kebutuhan pesta, seperti

70

tatakenken adalah yang ditarikan. Oles tatakenken yang diserahkan bagi

masyarakat Pakpak berarti simbol pemberitahuan bahwa jumlah anggota keluarga sudah berkurang oleh kematian.

Gambar 3.7

Berru Takal Peggu Menyerahkan Oles Tatakenken

kepada Uang benna

(Dokumentasi Surung Solin, 2015)

Semua pihak yang melakukan tariannya pada saat acara Tatak Tikan Ibages

Sapo bagi masyarakat Pakpak ini bukan hanya sekedar menari saja, sebelum

mereka memulai tarian terlebih dahulu menyampaikan kata-kata perpisahan kepada almarhum dan kata-kata penghiburan terlebih kepada keluarga yang ditinggalkan.

71 3.2.4.2 Tatak Tikan Ikasean

Tatak Tikan Ikasean berarti acara tatak di halaman rumah duka. Acara tatak

ini dilaksanakan pagi hari setelah acara tatak pada malam hari sebelumnya. Sebelum melaksanakan acara tatak di halaman rumah duka, terlebih dahulu sukut mengadakan acara keluarga seperti permohonan maaf terakhir keluarga kepada almarhum mengingat kesalahan-kesalahan yang dilakukakan keluarga terlebih anak-anak almarhum (almarhumah) semasa hidupnya.

Gambar 3.8

Acara Keluarga Sebelum Jenazah Dibawa ke Halaman Rumah (Dokumentasi Surung Solin, 2015)

Setelah acara keluarga selesai ditutup dengan doa, maka jenazah dibawa ke halaman rumah duka untuk melaksanakan acara Tatak Tikan Ikasean. Jenazah akan diarak mengelilingi tempat yang sudah ditentukan untuk menempatkan peti jenazah sebanyak tujuh kali keliling.

72 Gambar 3.9

Jenazah Dibawa ke Halaman Rumah Duka (Dokumentasi Surung Solin, 2015)

3.2.5 Mengkerboi

Sebelum acara Tatak Tiakan Iaksean dilanjutkan, selanjutnya adalah acara

mengkerboi. Mengkerboi bagi masyarakat Pakpak yaitu acara penyembelihan

kerbau yang dibawa oleh kula-kula atau puang yaitu uang benna dan puang

pengamaki untuk dijadikan persulangen. Perlengkapan dalam upara adat mengkerboi adalah sebagai berikut.

1. Belagen mbentar dari puang (puang benna dan puang pengamaki),

2. Oles dari berru takal peggu, 3. Sarkea,

4. Bulung silinjuhang, 5. Jabi-jabi,

73

7. Rih ntua, 8. Sanggar, dan 9. Sangka sapilit.

Gambar 3.10

Era-era, Kujur Sarke, dan Jeretten

(Dokumentasi Surung Solin, 2015)

Adapun tahapan yanag harus dilakukan pada acara ini yaitu sebagai berikut.

a) Memasekken Jeretten

Uang benna dan puang pengamaki akan datang memikul jeretten dengan

posisi Puang Benna di bagian depan jereten dan puang pengamaki dibagian belakang. Puang akan disambut oleh berru takal peggu sambil mengera-era

74

diiringi Genderang Sisangkar oleh pergenderrang. Sebelum menancapkan tiang

ieretten terlebih dahulu mereka mengelilingi lubang di mana jeretten akan

ditancapkan sebanyak tujuh kali.

Gambar 3.11

Berrru Takal Peggu Memegang Era-era Berru Ekur Peggu

Memegang Kujur Sarkea (Dokumentasi Surung Solin, 2015)

75 Gambar 3.12

Kedatangan Puang Membawa Jeretten dan Disambut olek Berru (Dokumentasi Surung Solin, 2015)

b) Mangiring Gajah

Sebutan gajah dalam hal ini bukan berarti gajah yang sebenarnya yang kita ketahui, bagi masyarakat Pakpak gajah merupakan sebutan simbolik untuk hewan yang berkaki empat dan berukuran besar untuk disembelih pada upacara-upacara adat yaitu kerbau atau lembu pada umumnya. Kerbau akan digiring puang lalu disambut lagi oleh berru takal peggu menuju tiang jeretten yang sudah ditancapkan dan diiringi oleh gendang Mangiring Gajah oleh pergenderrang. Setelah kerbau sampai ke tempat dimana jeretten ditancapkan, lalu kerbau diikat di jeretten untuk selanjutnya akan dipantem18.

18

Pantem atau memantem artinya adalah menombak. Bagi masyrakat Pakpak memantem

kerbau dalam acara mengkerboi adalah sebagai simbol penyembelihan kerbau yang sebenarnya kerbau akan disembelih dengan benar setelah acara mengkerboi selesai.

76 Gambar 3.13 Kerbau Diikat di Jeretten (Dokumentasi Surung Solin, 2015)

c) Gajah Mangiring

Gajah mangiring adalah proses memantem kerbau, berru takal peggu

membawa kujur sinane yang digantikan oleh sarkea sebagai alat untuk menombak kerbau. Sambil menari diiringi oleh gendang Gajah Mangiring oleh

pergenderrang, berru takal peggu diikuti oleh seluruh keluarga mengelilingi

kerbau yang diikat di jeretten sebanyak tujuh kali. Pada hitungan ketujuh oleh

perkata-kata maka berru takal peggu menombak kerbau dan pada saat itu juga

77

Kemudian Puang Benna menaburkan page tumpar ( padi ) di sekeliling jerretten untuk diambil oleh seluruh keluarga.

Gambar 3.14

Kerbau Akan Dipantem (Ditombak) (Dokumentasi Surung Solin, 2015)

78 Gambar 3.15

Puang Benna Menaburkan Padi

(Dokumentasi Surung Solin, 2015)

Setelah seluruh keluarga selesai memungut padi yang ditaburkan oleh Uang

benna, maka kerbau yang telah ditombak dibawa oleh perkebbas untuk

disembelih dan dipotong bagian-bagian tertentu dari tubuh kerbau tersebut untuk dijadikan sulang. Selanjutnya pihak berru takal peggu mengambil tikar uang

benna yang diikat pada jeretten, begitu juga dengan berru ekur peggu mengambil

tikar puang pengamaki. Ini adalah tahap terakhir dalam acara Mengkerboi pada masyarakat Pakpak.

Kemudian acara kembali lagi kepada acara tatak, namun acara tatak tikan

ikasean yang terlebih dahulu tumatak (menari) adalah sukut, berbeda dengan Tatak Tikan Ibagas Sapo pada malam hari sebelumnya dimana acara tatak dimulai

oleh uang benna. Tatak sukut di sini menyimbolkan penghormatan kepada roh-roh leluhur suku Pakpak berharap agar semua kegiatan upacara dapat berjalan

79

dengan lancar. Setelah sukut selesai tumatak, maka dilanjutkan dengan acara tatak yang lainnya seperti:

1. Tatak Dengan Sibeltek,

2. Tatak Dengan Sibeltek Marga, 3. Tatak Berru,

4. Tatak Berru Takal Peggu, dan 5. Tatak Berru Ekur Peggu.

Upacara adat kerja njahat maupun kerja mbaik bagi masyarakat Pakpak secara umum adalah tempat dimana pihak-pihak yang terlibat dalam upacara memyelesaikan atau membayar hutang-hutang adat, seperti misalnya kula-kula membawa ayam dan kembal/blagen mbentar balasannya dari sukut adalah oles atau kain sarung dan uang, dengan kata lain setiap orang yang menghadiri suatau upacara adat tentunya pasti membawa hutang sesuai dengan kedudukannya pada upacara tersebut. Pada tahapan acara adat di halaman rumah duka ini, semua pihak yang melaksanakan tataknya tentunya sambil membawa hutang adat sesuai dengan kedudukan.

Dokumen terkait