• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tatanan Sehat

Dalam dokumen 337986458-Buku-Pkp-Dinkes-2016 (Halaman 37-51)

(P) Upaya Kesehatan

2.1. UKM ESSENSIAL

2.1.1.1.2. Tatanan Sehat

l.Rumah Tangga Sehat yang memenuhi 10 indikator PHBS 56%

68%

2. Institusi Pendidikan yang memenuhi 7-8 indikator PHBS (klasifikasi IV) 3.Institusi Kesehatan yang memenuhi 6 indikator PHBS (klasifikasi IV) 100%

4. TTU yang memenuhi 6 indikator PHBS (klasifikasi IV)

38%

10

11

12 13

100% 6.Pondok Pesantren yang memenuhi 16-18 indikator PHBS Pondok Pesantren (Klasifikasi IV)

2.1.1.3.Intervensi/ Penyuluhan

1.Kegiatan intervensi pada Kelompok Rumah Tangga

2. Kegiatan intervensi pada Institusi Pendidikan

3. Kegiatan intervensi pada Institusi Kesehatan

4. Kegiatan intervensi pada TTU 5. Kegiatan intervensi pada Tempat Keija 6.Kegiatan intervensi pada Pondok Pesantren 6 kali 2 kali 2 kali 2 kali 2 kali 2 kali 2.1.1.4. Pengembangan UKBM 1.Pembinaan Posyandu 100% 100% 70% 100%

2.Pengukuran Tingkat Perkembangan Posyandu

3. Posyandu PURI ( Purnama Mandiri) 4.Pengukuran Tingkat Perkembangan Poskesdes

2.I.I.5. Penyuluhan NAPZA ( Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif)

1. Penyuluhan Napza 23%

96% 12%

12%

2.1.1.1.6 Pengembangan Desa Siaga Aktif

l.Desa Siaga Aktif

2.Desa Siaga Aktif PURI ( Purnama Mandiri) 3.Pembinaan Desa Siaga Aktif

2.I.I.7. Promosi Kesehatan

1 .Sekolah Pendidikan Dasar yang mendapat Promosi kesehatan

39%

10

11

12 13

74% 2.Promosi kesehatan di dalam gedung Puskesmas dan jaringannya (Sasaran masyarakat)

3..Promosi kesehatan untuk pemberdayan masyarakat di bidang kesehatan ( kegiatan di luar gedung Puskesmas)

100%

2.1.1.8 Program Pengembangan

1 .Poskesdes beroperasi dengan strata Madya, Purnama dan Mandiri 96%

28% 28% 90% 13%

2. Pembinaan tingkat perkembangan Poskestren 3. Pembinaan tingkat perkembangan PosUKK 4..Poskestren Purnama dan Mandiri

5. Pembinaan tingkat perkembangan Posbindu PTM

2.1.2. Upaya Kesehatan Lingkungan 2.1.2

2.1.2.1.Penyehatan Air

1 .Pengawasan Sarana Air Bersih ( S A B )

40% 83% 85%

2.SAB yang memenuhi syarat kesehatan

3.Rumah Tangga yang memiliki akses terhadap SAB

2.1.2.2.Penyehatan Makanan dan Minuman

1.Pembinaan Tempat Pengelolaan Makanan ( TPM ) 80%

57%

2.TPM yang memenuhi syarat kesehatan

2.1.2.3.Penyehatan Perumahan dan Sanitasi Dasar

1..Pembinaan sanitasi perumahan dan sanitasi dasar 2.Rumah yang memenuhi syarat kesehatan 71,5%

59%

10 11 12 13

89% 1 .Pembinaan sarana TTU

87%

2.TTU yang memenuhi syarat kesehata n2.1.2.5.Yankesling (Klinik Sanitasi) 10% 20% 1. Konseling Sanitasi 2. Inspeksi Sanitasi PB

L3.Intervensi terhadap pasien PBL yang di IS

2.I.2.6. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM ) = Pemberdayaan Masyarakat

l.Rumah T angga memiliki Akses terhadap jamban sehat

2.Desa/kelurahan yang sudah ODF 3.Jamban Sehat 20% 77% 77% 82% K) 68% 4.Pelaksanaan Kegiatan STBM di Puskesma s2.1.3

Upaya Pelayanan Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana 2.1.3.1.Kesehatan

59%

10 11 12 13

89% Pelayanan kesehatan untuk ibu hamil

96% 96% 42% 10

11

12 13 90% 90% 1. )Pelayanan Persalinan oleh

tenaga kesehatan (Pn)

2. Pelayanan Persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan

3. Pelayanan Nifas oleh tenaga kesehatan (KF)

80%

Penanganan komplikasi kebidanan (PK 2.I.3.2. )Kesehatan Bayi 1.Pelayanan Kesehatan neonatus pertama ( KN1)

2.Pelayanan Kesehatan Neonatus 0 ■ 28 hari (KN lengkap)

3.Penanganan komplikasi neonatus 4.Pelayanan kesehatan bayi 29 hari ■ 11 bulan

98% 96% 80% 96%

2.I.3.3. Kesehatan Anak Balita dan Anak Prasekolah

84% 80% 100% 90% 90% 100%

1. Pelayanan kesehatan anak balita (12 - 59 bulan)

2. Pelayanan kesehatan Anak pra sekolah (60 - 72 bulan) 2.I.3.4. Kesehatan Anak

Usia Sekolah dan Remaja

1. Sekolah setingkat SD/MI/SDLB yang melaksanakan pemeriksaan penjaringan kesehatan

2. Sekolah setingkat SD/MI/SDLB yang melaksanakan pemeriksaan penjaringan kesehatan

3. Sekolah setingkat SMA/MA/SMK/SMALB yang melaksanakan pemeriksaan penjaringan kesehatan

4.Murid kelas I setingkat SD/MI/SDLB yang diperiksa penjaringan kesehatan 4.Murid kelas VII setingkat SMP/MTs/SMPLB yang diperiksa penjaringan kesehatan

Murid kelas X setingkat

SMA/MA/SMK/SMALB yang diperiksa penjaringan kesehata

43%

10

11

12 13

65%

100% n3. Pelayanan kesehatan remaja

67%

2.I.3.5. Pelayanan Keluarga Berencana (KB)

1 .KB aktif (Contraceptive Prevalence Rate/ CPR) 2. Peserta KB baru

10%

kurang dari 10

%

3. Akseptor KB Drop Out

4. Peserta KB mengalami komplikasi 3,5 %

12,50% 80% 60% 90%

5. Peserta KB mengalami efek samping 6. PUS dengan 4 T ber KB

7. KB pasca persalinan 8. Ibu hamil yang diperiksa HIV

2.1.4.Upaya Pelayanan Gizi 2.1.4.1.Pelayanan Gizi Masyarakat

Pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi pada bayi umur 6-11 bulan 85%

85% 90% 21,1%

Pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi pada balita umur 12-59 bulan 2 (dua) kali setahun Pemberian 90 tablet Besi pada ibu hamil

4.1bu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK)

2.I.4.2. Penanggulangan Gangguan Gizi

1. Pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri

20%

85%

2.Pemberian PMT-P pada balita kurus

3. Ibu Hamil KEK yang mendapat PMT-Pemulihan

2.I.4.3. Pemantauan Status Gizi

44%

10

11

12 13

100% 2.Cakupan penimbangan balita D/S

79% 60% 1,9%

3.Balita naik berat badannya (N/D) 4.Balita Bawah Garis Merah (BGM)

5.Rumah T angga mengkonsumsi garam beryodium

Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit 2.1.5

2.I.5.I. Diare

1. Cakupan pelayanan Diare balita 100%

100%

80%

2. Angka penggunaan oralit

3. Angka Penderita diare balita yang diberi tablet Zinc

2.I.5.2. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas)

Cakupan penemuan penderita Pneumonia balita 80%

2.1.5.3 .Kusta

1. Cakupan pemeriksaan kontak dari kasus Kusta baru lebih dari 80% lebih dari 90% lebih dari 90% lebih dari 97% Kurang dari 5% lebih dari 90% lebih dari 90% 100%

2. Kasus Kusta yang dilakukan PFS secara rutin 3. RFT penderita Kusta

4. Penderita baru pasca pengobatan dengan score kecacatannya tidak bertambah atau tetap 5. Proporsi kasus defaulter Kusta

6. Proporsi tenaga kesehatan di desa endemis Kusta tersosialisasi 7. Proporsi kader kesehatan di desa endemis Kusta tersosialisasi 8. Proporsi SD/ MI di desa endemis Kusta dilakukan screening Kusta

2.1.5.4.Tuberculosis Bacillus (TB) Paru

1.Penemuan suspect penderita TB 75%

45%

10

11

12 13

> 85% 3. Angka Keberhasilan pengobatan

pasien baru BTA positif 2.1.5.5. Pencegahan dan Penanggulangan PMS dan HIV/AIDS 100% lebih dari 95% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 92% >95% >98% >98% >98%

Anak sekolah (SMP dan SMA/sederajat) yang sudah dijangkau penyuluhan HTV/AIDS

2.1.5.6. Demam Berdarah Dengue (DBD)

1. Angka Bebas Jentik (ABJ) 2. Penderita DBD ditangani 3. Cakupan PE kasus DBD 2.I.5.7. Malaria

1. Penderita Malaria yang dilakukan pemeriksaan SD 2. Penderita positif Malaria yang

diobati sesuai standar (ACT) 3. Penderita positif Malaria yang

di follow up

2.I.5.8. Pencegahan dan Penanggulangan Rabies

l. Cuci luka terhadap kasus gigitan HPR

2. Vaksinasi terhadap kasus gigitan HPR yang berindikasi 2.I.5.9. Pelayanan

Imunisasi

l.IDL (Imunisasi Dasar Lengkap) 2. UCI desa

3 Imunisasi DT pada anak kelas 1 SD

4 Imunisasi Campak pada anak kelas

1 SD

.5 Imunisasi TT pada anak SD kelas 2 dan 3

> 85%

10

11

12 13

46% )7.1munisasi TT2 plus bumil (15-49 th)

8 Pemantauan suhu lemari es vaksin 9.Ketersediaan catatan stok vaksin

10. Laporan KIPI Zero reporting / KIPI Non serius 100%

100% > 90%

2.1.5.10. Pengamatan Penyakit (Surveillance Epidemiology)

>80% > 90% >80% > 90% >80% > 90% 100% 100%

1. Laporan STP yang tepat waktu 2. Kelengkapan laporan STP 3. Laporan Cl tepat waktu 4. Kelengkapan laporan Cl

5. Laporan W2 (mingguan) yang tepat waktu 6. Kelengkapan laporan W2 (mingguan)

7. Graf5k Trend Mingguan Penyakit Potensial Wabah

8. Desa/ Kelurahan yang mengalami KLB ditanggulangi dalam waktu kurang dari 24 (dua puluh empat) jam

2.1.5.11.Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular

30% 30% 46%

1. Desa/ Kelurahan yang melaksanakan kegiatan Posbindu PTM

2. Perempuan usia 30 — 50 tahun yang di deteksi dini kanker cervix dan payudara . 3.Sekolah yang ada di wilayah Puskesmas melaksanakan KTR

47%

10

11

12 13

100% 40% 4. hPenduduk usia lebih dari 18

tahun yang melakukan pemeriksaan gula darah 30%

6,Obesitas/IMT pada penduduk usia lebih dari 15 tahun yang melakukan pemeriksaan IM T2.2. UKM PENGEMBANGAN 2.2.1. Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat ( Perkesmas) 8,33 30% 60% 25% 40% 25% 25%

1.Rasio Kunjungan Rumah (RKR) 2.1ndividu dan keluarganya dari keluarga rawan yang mendapat keperawatan kesehatan masyarakat ( Home care)

3. Kenaikan tingkat kemandirian keluarga setelah pembinaan 2.2.2. Pelayanan

Kesehatan Jiwa

1. Pemberdayaan kelompok masyarakat terkait program kesehatan jiwa

2. Penanganan kasus jiwa ( gangguan perilaku, gangguan jiwa, gangguan psikosomatik, masalah napza dll) yang datang berobat ke Puskesmas

3. Penanganan kasus kesehatan jiwa melalui rujukan ke RS / Specialis

Kunjungan rumah pasien jiwa 2.2.3. Pelayanan

Kesehatan Gigi dan Mulut 2.2.3.1.UKGS

1. Murid kelas 1 yang dilakukan penjaringan

2.2.3.2.UKGM

10

11

12 13

35% 48% n3. SD/MI dengan UKGS Tahap III

1. APRAS yang dilakukan penjaringan di UKBM (Posyandu dan PAUD) 2. UKBM yang melaksanakan UKGM

30% 40% 15%

2.2.4. Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer

1. Penyehat Tradisional ramuan yang memiliki STPT 2. Hatra denganketrampilan yang memiliki STPT 3. Fasilitas Yankestrad yang berijin

4. Pembinaan ke Penyehat Tradisional 65%

65% 55% 30%

2.2.4. Pelayanan Kesehatan Olahraga

1.Kelompok /klub olahraga yang dibina 2.Pengukuran Kebugaran Calon Jamaah Haji 3 .Pengukuran Kebugaran j asmani pada anak sekolah 30%

60% 25%

2.2.6. Pelayanan Kesehatan Indera 2.2.6.1.Mat

a1. Penemuan dan penanganan Kasus refraksi.

2.Penemuan kasus penyakit mata di Puskesmas 3.Penemuan kasus buta katarak pada usia diatas 45 tahun 4.Penyuluhan Kesehatan Mata

5.Pelayanan rujukan mata 70%

90% 30%

12%

2.2.6.2.Telinga

10

11

12 13

1 .Penemuan kasus yang rujukan ke spesialis di Puskesmas melalui pemeriksaan fungsi pendengaran 2.Penemuan kasus penyakit telinga di puskesmas

35% 55%

3.Penemuan Kasus Serumen prop

2.2.7. Pelayanan Kesehatan Lansia

Lansia umur lebih atau sama dengan 60 tahun yang mendapat pelayanan kesehatan lansia di fasilitas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentu .

56%

2.2.8. Pelayanan Kesehatan Ker

l.Pekeija formal yang mendapat konseling 60%

60% 60%

2. Pekerja informal yang mendapat konseling

3. Promotif dan preventif yang dilakukan pada kelompok kesehatan keija

2.2.9. Kesehatan Matra

1.Hasil pemeriksaan kesehatan jamaah haji 3 bulan sebelum operasional terdata. 70%

100%

2,Terbentuknya Tim TRC [Tim Reaksi Cepat]

2.3.Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) 2.3.1. Pelayanan rawat jalan

1. Angka Kontak 150%

50%

10

11

12 13

100%

50% 2.Rasio Rujukan Rawat Jalan Non Spesialistik

3.Rasio Peserta Prolanis Rutin Berkunjung ke FKTP (RPPB) 4.Penyediaan rekam medis rawat jalan kurang dari 10 menit 5.Kelengkapan pengisian rekam medik

6. Rasio gigi tetap yang ditambal terhadap gigi yang dicabut 7.Bumil yang mendapat perawatan kesehatan gigi kurang dari 5%

100% 100% 100%

60%

2.3.2. Pelayanan Gawat Darurat

1 .Kompetensi SDM memenuhi standar

2. Ketersediaan peralatan, sarana prasarana dan obat memenuhi standar

3.Kelengkapan pengisian informed consent dalam 24 jam setelah selesai pelayanan

100% 100% 100% 2.3.3. Pelayanan Kefarmasian 80% 80%

1. Kesesuaian item obat yang tersedia dengan Fomas Kesesuaian ketersediaan obat dengan pola penyaki

2.3.4. tPelayanan laboratorium

100%

1. Kesesuaian jenis pelayanan laboratorium dengan standar

2. Ketepatan waktu tunggu penyerahan hasil pelayanan laboratorium <120 menit Kesesuaian hasil pemeriksaan baku mutu internal (PMI

)2.3.5.Pelayanan satu hari ( one day care)

Pelayanan satu hari ( One day care ) dilakukan oleh tenaga yang kompeten

2.3.6.Pelayanan Rawat Inap

l.BOR 40% 100% 100% 100% 80%

2.Visite pasien rawat inap dilakukan oleh Dokter 3.Kelengkapan pengisian rekam medik dalam 24 j am 4. Pertolongan persalinan normal oleh nakes terlatih 5.Pelayanan konseling gizi

2.5. MUTU

SKM ( Survei Kepuasan Masyarakat) 2.5.1.

> 80 %

Survei Kepuasan Pasien 2.5.2.

> 80 % 2.5.3

Penanganan Pengaduan Pelanggan

100%

Tidak teijadi hal yang membahayakan keselamatan pasien ( Sasaran keselamatan pasien) 2.5.4

100%

2.5.5

Pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) 1. Cuci tangan

100% 100% 100% 100%

2. Penggunaan APD saat melaksanakan tugas 3. Desinfeksi Tingkat Tinggi dan sterilisasi 4. Tindakan asepsis dan aspirasi sebelum menyuntik 5. KIE etika batuk

6. Pembuangan jarum suntik memenuhi standar

Keterangan:

Dalam dokumen 337986458-Buku-Pkp-Dinkes-2016 (Halaman 37-51)