BAB III.METODE PENELITIAN
F. Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan kegiatan mengelompokkan data berdasarkan variabel dari seluruh responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dariseluruh responden, menyajikan data dari setiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis.
Pengujian instrument ini biasanya terdiri dari uji validitas dan reabilitas.Untuk itu metode analisis data baik secara kuantitatif maupun kualitatif yang diproleh tersebut diolah melalui beberapa pengujian yaitu keabsahan, tingkat kepercayaan, pengaruh variabel Y serta untuk melihat tingkat signifikan.
1. Analisis Deskriptif Kuantitatif
Metode Analisis Deskriptif Suatu metode analisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2017:147).
Dalam penelitian ini model dan teknik analisa data menggunakan pendekatan analisis regresi linier sederhana. Sebelum dilakukan analisis regresi terlebih dahulu dilakukan uji kualitas instrumen penelitian (uji validitas dan uji reliabilitas), serta uji asumsi klasik yang akan diolah menggunakan salah satu program pengolah angka statistik yaitu SPSS versi 20.0 (statistic product and service solution).
2. Analisis Regresi Linear Sederhana
Menurut Sugiyono (2014:270), Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal suatu variabel independen dan satu variaben dependen.
Persamaan umum regresi linear sederhana adalah :
Keterangan :
Y : Quality Of Service a : Konstanta
b : Koefisien regresi X : Sikap Konsumen e : Eror/Faktor kesalahan
3. Uji Validitas (Uji Kebenaran, Kesahihan)
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan mengukur apa yang perlu diukur. Suatu alat ukur yang memiliki validitas tinggi akan mempunyai tingkat kesalahan kecil, sehingga data yang terkumpul merupakan data yang memadai.
Validitas menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur.
Menurut Sugiyono (2013) menyatakan bahwa “Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur”.
Uji validitas dalam penelitian ini digunakan analisis item, yaitu mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total yang merupakan
Y = a + bX + e
jumlah dari tiap skor butir. Jika ada item yang tidak memenuhi syarat, maka item tersebut tidak akan diteliti lebih lanjut. Dalam uji validitas, penulis menggunakan bantuan program software SPSS versi 20 dan microsoft excel.
Menurut Sugiyono (2013) syarat yang harus dipenuhi yaitu harus memiliki kriteria sebagai berikut:
a. Jika r hitung> r tabel maka item tersebut dinyatakan valid b. Jika r hitung< r tabel maka item tersebut dinyatakan tidak valid.
4. Uji Reliabilitas (Uji Kepercayaan)
Menurut Siregar (2011) reliabilitas adalah alat untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula.
Menurut Ghozali (2011) reabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuisioner yang merupakan suatu indikator dari variabel. Dapat dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten dari waktu ke waktu.
Metode yang digunakan dalam menentukan reliabel atau tidaknya suatu instrumen yang pada penelitian ini adalah dengan metode Alpha-Cronbach dengan menggunakan fasilitas Microsoft Excel dan Aplikasi SPSS versi 20 untuk jenis pengukuran interval.
Berikut adalah skala pengukuran tingkat reliabel dengan nilai Alpha :
Tabel 3.2 Nilai Alpha-Cronbach
Alpha Tingkat Reliabilitas 0,00 s/d 0,20 Kurang Reliabel
> 0,20 s/d 0,40 Agak Reliabel
> 0,40 s/d 0,60 Cukup Reliabel
> 0,60 s/d 0,80 Reliabel
> 0,80 s/d 1,00 Sangat Reliabel
Nilai Alpha-Cronbach 0,00-0,20 menunjukkan bahwa hasil penelitian kurang reliable,jika nilai Alpha-Cronbach 020,040 menunjukkan bahwa hasil penelitian agak reliabel, jika nilai Alpha-Cronbach 0,40-0,60 menunjukkan bahwa hasil penelitian cukup reliabel,jikanilai Alpha-Cronbach 0,60-0,80 menunjukkan bahwa hasil penelitian reliabel, jika nilai Alpha-Cronbach 0,80-0,100 menunjukkan bahwa hasil penelitian sangat reliabel.
5. Uji Hipotesis (Uji t)
Menurut Ghozali (2012), Uji t digunakan untuk Menguji hipotesis secara parsial guna menunjukkan pengaruh tiap variabel independen secara individu terhadap variabel dependen. Uji t adalah pengujian koefisien regresi masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.
Uji t dilakukan untuk melihat apakah masing-masing variabel independen secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu struktur modal.Cara mendeteksi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah dengan melihat tabel coefficients
dapat dilihat dari koefisien regresi dan hubungan antara variabel tersebut.Jika tanda (-) maka variabel independen berpengaruh negatif terhadap variabel dependen dan jika tidak ada tanda (-) maka variabel independen berpengaruh positif terhadap variabel dependen.
Dalam dasar pengambilan keputusan dalam Uji t terdapat dua cara yang bisa kita gunakan sebagai acuan atau pedoman untuk melakukan uji hipotesis dalam Uji t, pertama adalah membandingkan nilai signifikansi (Sig.) atau nilai probabilitas hasil output hasil Anova, kedua adalah membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel.
Dalam pengujian signifikansi pengaruh parsial (uji t), penulis menggunakan bantuan program software SPSS versi 20.
Berikut merupakan syarat – syarat yang telah ditentukan dalam dasar pengambilan keputusan dalam Uji t :
a. Berdasarkan Nilai Signifikansi (Sig.) dari Output Anova
Jika nilai Sig. < probabilitas 0,05 maka ada pengaruh variabel
bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) atau hipotesis diterima.
Jika nilai Sig. > probabilitas 0,05 maka tidak ada pengaruh
variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) atau hipotesis ditolak.
b. Berdasarkan Perbandingan Nilai t Hitung dan t Tabel
Jika nilai t Hitung > t Tabel maka ada pengaruh variabel
bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) atau hipotesis diterima.
Jika nilai t Hitung < t Tabel maka tidak ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) atau hipotesis ditolak.
31
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Sejarah Umun AlfamartAlfamart adalah sebuah brand minimarket penyedia kebutuhan hidup sehari-hariyang dimiliki oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk.
Pada tahun 1989 merupakan awal berdirinya Alfamart, dengan dimulainya usaha dagang rokok dan barang-barang konsumsi oleh Djoko Susanto dan keluarga yang kemudian mayoritas kepemilikannya dijual kepada PT. HM Sampoerna pada Desember 1989. Padatahun 1994 Struktur kepemilikan berubah menjadi 70%
dimiliki oleh PT HMSampoerna Tbk dan 30% dimiliki oleh PT.
Sigmantara Alfindo (keluarga DjokoSusanto).
PT. Alfa Minimart Utama (AMU) didirikan pada tanggal 27 Juli 1999, dengan pemegang saham PT. Alfa Retailindo, Tbk sebesar 51% dan PT. Lancar Distrindo sebesar 49%. PT. Alfa Minimart Utama (AMU) ini kemudian membuka Alfa Minimart pada tanggal 18 Oktober 1999 berlokasi dijalan Beringin Raya, KarawaciTangerang.Pada tanggal 27 Juni 2002, PT.HM Sampoerna Tbk secara resmi merestrukrurisasi kepemilikan sahamnya di PT.Alfa Retailindo Tbk.
Saham HM Sampoerna di Alfa Retailindo yang semula 54,4%
dikurangi menjadi 23,4%. Di sisilain, perusahaan rokok terbesar kedua di Indonesia akan mulai menggarap seriuspasar minimarket yang selama ini belum tergarap melalui Alfa . Pada tanggal 1 Agustus 2002, kepemilikan beralih ke PT.Sumber Alfaria Trijaya dengan
pemegang saham PT. HM Sampoerna, Tbk sebesar 70% dan 34 PT.Sigmantara Alfalindo sebesar 30%. Kemudian nama Alfa Minimart diganti Menjadi Alfamart pada tanggal 1 Januari 2003. Pada tahun 2005 Jumlah gerai Alfamart bertumbuh pesat menjadi 1.293gerai hanya dalam enam tahun.Semua Toko berada di pulau Jawa.Awal tahun 2006 PT. HM Sampoerna Tbk menjual sahamnya, sehingga struktur kepemilikan menjadi PT Sigmantara Alfindo (60%) dan PT Cakrawala Mulia Prima (40%). Mendapat Sertifikat ISO 9001:2000 untuk Sistem Manajemen Mutu.Pertengahan 2007 Alfamart sebagai Jaringan Minimarket Pertama diIndonesia yang memperoleh Sertifikat ISO 9001:2000 untuk Sistem Manajemen Mutu.Jumlah gerai mencapai2000 toko dan telah memasuki pasar Lampung.Awal 2009 menjadi perusahaan publik padatanggal 15 Januari 2009 di Bursa Efek Indonesia disertai dengan penambahan jumlah gerai mencapai 3000 toko danjuga memasuki Pasar Bali.
2. Visi, Misi, Motto dan Budaya Alfamart 1. Visi
”Menjadi jaringan distribusi retail terkemuka yang dimiliki oleh masyarakatluas, berorientasi kepada pemberdayaan pengusaha kecil, pemenuhan kebutuhan dan harapan konsumen, serta mampu bersaing secara global”.
2. Misi
a) Memberikan kepuasan kepada pelanggan/konsumen dengan fokus pada produk dan pelayanan yang berkualitas unggul.
b) Selalu menjadi yang terbaik dalam segala hal yang dilakukan dan selalu menegakkan tingkah laku /etika bisnis yang tinggi.
c) Ikut berpartisipasi dalam membangun negara dengan menumbuh kembangkan jiwa wiraswasta dan kemitraan usaha.
d) Membantu organisasi global yang terpercaya, tersehat, dan terus bertumbuhdan bermanfaat bagi pelanggan, pemasok, karyawan, pemegang saham dan masyarakat pada umumnya.
3. Motto
”Belanja Puas, Harga Pas”
4. Budaya
1) Integritas yang tinggi.
2) Inovasi untuk kemajuan yang lebih baik.
3) Kualitas & Produktivitas yang tertinggi.
4) Kerjasama Team.
5) Kepuasan pelanggan melalui standar pelayanan yang terbaik.
3. Struktur Organisasi Perusahaan
Dalam menjalankan kegiatan perusahaan,salah satu syarat yang harus diperhatikan adanya struktur organisasi yang baik dan tersusun rapi untuk kelancaran operasional perusahaan.Untuk itu perlu menjalin kerjasama yang harmonis antara sesama karyawan serta pembagian tugas agar setiap bagian ataspersonil dalam perusahaan mengetahui dengan jelas apa yang menjadi tugas, wewenang dan tanggung jawabnya agar tidak terjadi tumpang tindih dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya.Struktur organisasi yang baik merupakan salah satu syarat dalam mencapai sukses kegiatan perusahaan, karena tanpa struktur organisasi yang baik kemungkinan besar kegiatan pemasaran tidak dapat berjalan dengan baik,sehingga tujuan perusahaan tidak dapat tercapai.Jadi dengan melihat struktur organisasi, maka dapat diketahui hubungan antara pimpinan dan bawahan atau sebaliknya, dengan demikian pulagaris wewenang dan tanggung jawab dari hubungan tersebut dapat terdistribusi dengan baik dan pendelegasian wewenang dapat
berjalan dengan baik pula.Untuk merealisasikan tujuan organisasi perlu disusun suatu strukstur organisasi, apakah organisasi tersebut berbentuk organisasi garis atau lini, dimana tercermin dengan jelas mengenai adanya pembagian tugas, wewenang dantanggung jawab setiap individu serta hubungan dalam fungsi-fungsi dalam organisasi.
Untuk lebih jelasnya, struktur organisasi gerai Alfamart dapat dilihat Pada gambar berikut ini :
Gambar 4.1
Struktur organsasi gerai Alfamart
keekkekkkkkkfff
Struktur organsasi gerai Alfamart berikut ini adalah uraian pekerjaan dari masing- masing divisi pada struktur organisasi pada toko Alfamart Abdesir Masale. Akan dijelaskan sebagai berikut :
1. Kepala Toko
Mengkoordinir dan menjalankan semua kegiatan operasional.
Mengkoordinir semua aktivitas toko di dalam memberikan pelayanan kepadasemua pelanggan yang diarahkan untuk pemenuhan
Kepala Toko
Wakil Kepala Toko
Kasir Pramuniaga
Merchandiser
kepuasan pelanggan, dan meningkatkan jumlah pelanggan di toko.
Mengkoordinir dan mengelola bawahan sesuai dengan budaya perusahaan.Berkoordinir atau berhubungan dengan Area Koordinator atau Departemen lain sehubungan dengan adanya masalah atau program-program tertentu yang berkaitan dengan toko. Melakukan evaluasi berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas opeasional sehari-hari. Berkoordinir dengan lingkungan atau pejabat setempat.
2. Asisten Kepala Toko
Mengkoordinir dan menjalankan semua kegiatan operasional.
Mengkoordinir semua aktivitas toko di dalam memberikan pelayanan kepada semua pelanggan yang diarahkan untuk pemenuhan kepuasan pelanggan, dan meningkatkan jumlah pelanggan di toko.
Mengkoordinir dan mengelola bawahan sesuai dengan budaya perusahaan. Berkoordinir atau berhubungan dengan Area Koordinator atau Departemen lain sehubungan dengan adanya masalah atau program-program tertentu yang berkaitan dengan toko.
Melakukan evaluasi berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas operasional sehari-hari. Berkoordinir dengan lingkungan atau pejabat setempat.Melapor atau meminta persetujuan kepada Kepala Toko mengenai keputusanyang berhubungan dengan toko.
3. Merchandiser
a). Mengkoordinir permintaan barang dagangan dari Distribution Center.
b). Mengkoordinir pengeluaran atau retur barang dari toko ke Distribution Center.
c). Mengkoordinir pendisplay-an barang dagangan baik di rak-rak penjualan ataupun gudang.
d). Mengkoordinir dan memastikan sarana promosi terpasang sesuai petunjuk.
e) Menjaga dan merawat sarana promosi tersebut.
f). Menggantikan Kepala Toko atau Asisten Kepala Toko apabila sedang off.
g). Memastikan semua kerjasama promosi dengan supplier (block shelving, sewa
h). Gondola, dsb terpajang sesuai dengan petunjuk yang ada.
4. Kasir
a). Memberikan pelayanan kepada pelanggan.
b). Melaksanakan kebersihan.
c). Mempersiapkan sarana kerja yang diperlukan.
d). Melakukan pengawasan dan pencegahan barang hilang.
e). Menerima penitipan barang.
f). Melakukan proses transaksi penjualan langsung.
g). Pemajangan barang (display).
h). Persiapan retur barang.
i). Informasi dan penawaran program promosi.
j). Stock Opname.
k). Penyebaran Leaflet.
l). Menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitar toko.
5. Pramuniaga
a). Memberikan pelayanan kepada pelanggan.
b). Melaksanakan kebersihan.
c). Mempersiapkan sarana kerja yang diperlukan.
d). Penurunan dan pengecekan datang barang dari Distribution Center.
e). Pemajangan barang (display) dan pemenuhan dari gudang toko ke area penjualan.
f). Persiapan retur barang.
g). Informasi dan penawaran program promosi.
h). Pencetakan harga.
i). Stock Opname.
j). Penyebaran Leaflet.
k). Informasi barang kosong kepada MD atau Kepala Toko atau Asisten KepalaToko.
l). Menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitar toko.