• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

HASIL BELAJAR KETERAMPILAN

3.7 Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalah mahasiswa sedangkan sumber data sekunder adalah dosen. Data primer adalah angket dan data sekunder adalah hasil wawancara. Instrumen primer adalah angket dan instrumen sekunder adalah lembar wawancara.

Angket yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala rating scale. Skala Pengukuran rating scale menurut Sugiyono (2006, hlm.113), merupakan “Skala pengukuran yang mengolah data mentah berupa angka, yang kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif”.

Teknik analisis data deskriptif merupakan bagian dari teknik analisis data, kemudian menurut Muhidin dan Abdurrahman (2007, hlm. 53), bahwa:

Teknik analisis data penelitian secara deskriptif dilakukan melalui statistika deskriptif, yaitu statistika yang digunakan untuk menganalisis

data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan dara yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat generalisasi hasil penelitian.

Analisis ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah. Untuk menjawab rumusan masalah no 1 dan rumusan masalah no 2, maka teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis desktiptif yaitu untuk mengetahui gambaran kesesuaian penggunaan media pembelajaran dan gambaran tingkat hasil belajar keterampilan mengetik mahasiswa Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran di Universitas Pendidikan Indonesia.

Berkaitan dengan analisis data deskriptif langkah kerja analisis data deskriptif menurut Sambas Ali (2010, hlm. 41) yang berguna untuk menggambarkan frekuensi skor jawaban responden dengan menggunakan bantuan Software Excel 2013, yaitu:

a) Membuat tabel distribusi frekuensi dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menentukan nilai tengah pada option instrumen yang sudah ditentukan, dan membagi dua sama banyak option instrumen berdasarkan nilai tengah.

2. Memasangkan ukuran variabel dengan kelompok option instrumen yang sudah ditentukan.

3. Menghitung banyaknya frekuensi masing-masing option yang dipilih oleh responden, yaitu dengan melakukan tally terhadap data yang diperoleh untuk dikelompokan pada kategori atau ukuran yang sudah ditentukan.

4. Menghitung persentase perolehan data untuk masing-masing kategori, yaitu hasil bagi frekuensi pada masing-masing kategori dengan jumlah responden, dikali seratus persen. Untuk mengetahui kecenderungan jawaban responden dan fenomena di lapangan digunakan analisis persentase dengan menggunakan formula. Menurut Riduwan dan Sunarto (2013, hlm. 48) Formula persentasenya sebagai berikut:

Keterangan :

p = persentase

f = data yang didapatkan n = jumlah seluruh data 100% = bilangan konstan

Tabel 3.16 Skala Rating Scale

Alternatif Jawaban Skala Nilai

5 5 4 4 3 3 2 2 1 1 Sumber: Sugiyono (2010, hlm.140)

b) Tentukan ukuran variabel yang akan digambarkan.

Kemudian hasil dari skor rata-rata dijabarkan sesuai dengan tabel berikut, adapun kriteria yang dimaksud adalah sebagai berikut :

Tabel 3.17

Kriteria Penafsiran Variabel Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran (X)

Rentang Penafsiran

Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran (X)

1,00-1,79 Sangat Tidak Efektif

1,80-2,59 Tidak Efektif

2,60-3,39 Cukup Efektif

3,40-4,19 Efektif

4,20-5,00 Sangat Efektif

Tabel 3.18 Kriteria Penafsiran

Variabel Hasil Belajar Keterampilan Mengetik (Y) Rentang Nilai

Hasil Belajar Keterampilan Mengetik

Penafsiran Hasil Belajar Keterampilan Mengetik Gross Speed (Kecepatan Kotor)/kpm Net Speed (Kecepatan Bersih)/kpm Akurasi (%) Posisi Tangan Sikap Duduk Pandangan 1-40 1-40 1-20 1-3 1-3 1-3 Sangat Rendah 41-80 41-80 21-40 4-6 4-6 4-6 Rendah 81-120 81-120 41-60 7-9 7-9 7-9 Sedang 121-160 121-160 61-80 10-12 10-12 10-12 Tinggi 161-200 161-200 81-100 13-15 13-15 13-15 Sangat Tinggi

Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2015

c) Membuat grafik dengan penyajian data melalui tabel, kemudian dipresentasekan

dan dibuat grafiknya, sehingga terlihat gambaran tata ruang kantor dan motivasi kerja pegawai dalam bentuk grafik, seperti contoh berikut:

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 5 4 3 2 1

SKOR ALTERNATIF JAWABAN

P R E S E N T A S E F R E K U E N S I Gambar 3.1

d) Memberikan penafsiran sesuai dengan hasil pada tabel distribusi frekuensi pada point b).

Sedangkan untuk menjawab rumusan masalah no.3, teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis data regresi sederhana. Analisis data ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah no.3 yaitu “adakah pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap hasil belajar keterampilan mengetik mahasiswa Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran”.

Analisis regresi sederhana adalah menganalisis data dengan cara mendeskripsikan dan menggambarkan data-data dari variabel yang diteliti, apakah sesuatu variabel disebabkan atau dipengaruhi ataukah tidak oleh variabel lainnya.

Menurut Sugiyono (2003, hlm. 243) “Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen”. Adapun perhitungan untuk mencari persamaan regresi dalam Muhidin dan Somantri (2006, hlm. 243) menggunakan rumus sebagai berikut :

Y= a + bX

Keterangan :

X = Efektivitas penggunaan media pembelajaran (nilai duga) Y = Hasil belajar keterampilan mengetik

a = Penduga bagi intersap (α)

b = Penduga bagi koefisien regresi (β)

α dan β parameter yang nilainya tidak diketahui sehingga diduga menggunakan statistika sampel

Dimana α =

b =

Selain menggunakan rumus korelasi dan regresi linier sederhana di atas, teknik analisis data penelitian ini juga dapat menggunakan program Microsoft Excel 2013.

3.7.1 Menghitung Koefisien Korelasi

Untuk mengetahui hubungan Variabel X dengan Variabel Y dapat dicari dengan menggunakan rumus Koefisien Korelasi Pearson Product Moment (Sambas A. Muhidin, 2010, hlm. 97), yaitu:

    

 



 

  2 2 2 2 Y Y N X X N Y X XY N rxy

Koefisien korelasi (r) menunjukkan derajat korelasi antara Variabel X dan Variabel Y. Nilai koefisien korelasi harus terdapat dalam batas-batas: -1 < r < +1. Tanda positif menunjukkan adanya korelasi positif atau korelasi antara kedua variabel yang berarti.

a. Jika nilai r = +1 atau mendekati +1, maka korelasi antara kedua variabel sangat kuat dan positif

b. Jika nilai r = -1 atau mendekati -1, maka korelasi antara kedua variabel sangat kuat dan negatif.

c. Jika nilai r = 0, maka korelasi variabel yang diteliti tidak ada sama sekali atau sangat lemah.

Sedangkan untuk mengetahui kadar pengaruh variabel X terhadap variabel Y dibuat klasifikasi sebagai berikut:

Tabel 3.19

Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Cukup Kuat 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,00 Sangat kuat Sumber : Sugiyono (2009, hlm. 257)

3.7.2 Menghitung Nilai Determinasi

Koefisien determinasi dalam penelitian ini digunakan untuk menghitung besarnya pengaruh dari efektivitas penggunaan media pembelajaran terhadap hasil belajar keterampilan mengetik, maka digunakan rumus koefisien determinasi sebagai berikut :

Sumber : Muhidin (2010, hlm.110)

Keterangan :

KD = Koefisien Determinasi r = Koefisien Korelasi

Selanjutnya untuk menafsirkan seberapa besar pengaruh efektivitas penggunaan media pembelajaran terhadap digunakan pedoman interpretasi koefisein penentu sebagai berikut:

Tabel 3.20

Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Determinasi

Sumber : Sugiyono (2010, hlm. 187)

Dokumen terkait