• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE PENELITIAN

G. Teknik Analisis Data

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Deskriptif dengan cara memberikan penjelasan mengenai implementasi GCG pada Sulselbar Kabupaten Enrekang berdasarkan persentase jawaban responden pada masing-masing pernyataan dalam kuisioner yang dirumuskan sebagai berikut:

Dimana:

P = Persentase yang diharapkan

N = jumlah skor GCG yang diharapkan

K = jumlah skor GCG yang diperoleh

Selanjutnya untuk mengukur tingkat implementasi GCG, yakni dengan skala interval sebagai berikut:

81 – 100 (sangatkuat)

61 – 80 (kuat)

41 – 60 (cukup)

21 - 40 (lemah)

0 - 20 (sangat lemah)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Obyek Penelitian 1. Sejarah Singkat

Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan didirikan di Makassar pada tanggal 13 Januari 1961 dengan nama PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara sesuai dengan Akta Notaris Raden Kadiman di Jakarta No. 95 tanggal 23 Januari 1961. Kemudian berdasarkan Akta Notaris Raden Kadiman No. 67 tanggal 13 Juli 1961 nama PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara diubah menjadi Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara.

Berdasarkan Peraturan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara No. 002 tahun 1964 tanggal 12 Februari 1964, nama Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara diubah menjadi Bank Pembangunan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara dengan modal dasar Rp250.000.000. Dengan pemisahan antara Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan dengan Propinsi Tingkat I Sulawesi Tenggara, maka pada akhirnya Bank berganti nama menjadi Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan.

Dengan lahirnya Peraturan Daerah No. 01 tahun 1993 dan penetapan modal dasar menjadi Rp25 milyar, Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dengan sebutan Bank BPD Sulsel dan berstatus Perusahaan Daerah (PD). Selanjutnya dalam rangka perubahan status dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT) diatur dalam Peraturan Daerah No. 13 tahun 2003 tentang Perubahan Status

36

Bentuk Badan Hukum Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dari PD menjadi PT dengan Modal Dasar Rp. 650 milyar.

Akta Pendirian PT telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI berdasarkan Surat Keputusan No. C-31541.HT.01.01 tanggal 29 Desember 2004 tentang Pengesahan Akta Pendirian Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan disingkat Bank Sulsel, dan telah diumumkan pada Berita Negara Republik Indonesia No. 13 tanggal 15 Februari 2005, Tambahan No. 1655/2005.

Pada tanggal 10 Februari 2011, telah dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang dilakukan secara circular resolution dan Keputusan RUPS LB tersebut telah disetujui secara bulat oleh para pemegang saham.

Keputusan RUPS LB tersebut telah dibuatkan aktanya oleh Notaris Rakhmawati Laica Marzuki, SH dengan Akta Pernyataan Tentang Keputusan Para Pemegang Saham sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan Terbatas PT. Bank Sulsel, Nomor 16 Tanggal 10 Februari 2011. Dimana dalam Akta tersebut para pemegang saham memutuskan untuk merubah nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan disingkat PT. Bank Sulsel menjadi PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat disingkat PT. Bank Sulselbar.

Perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan nomor AHU-11765.AH.01.02. Tahun 2011 Tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Disamping itu, perubahan nama ini juga telah memperoleh Persetujuan Bank Indonesia berdasarkan kepada Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor: 13/32/KEP. GBI/2011 Tentang

Perubahan Penggunaan Izin Usaha Atas nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Disingkat PT. Bank Sulsel Menjadi Izin Usaha Atas Nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Disingkat PT. Bank Sulselbar

2. Visi dan Misi Bank SulselBar a. Visi

Menjadi Bank Kebanggaan dan Pilihan Utama Membangun Kawasan Timur Indonesia.

b. Misi

1. Memberikan Pelayanan Prima yang berkualitas dan terpercaya 2. Mitra Strategis PEMDA dalam menggerakkan sektor riil

3. Memberikan nilai tambah optimum bagi stakeholder

B. Hasil Penelitian

Data penelitian ini diperoleh dari hasil jawaban atas kuisioner yang dibagikan kepada 30 orang responden pada Bank Sulselbar Kabupaten Enrekang. Deskripsi mengenai pembagian dan pengembalian kuisioner penelitian ditunjukkan dalam Tabel 4.1 berikut ini:

Tabel 4.1

Deskripsi Pembagian dan Pengembalian Kuisioner

No. Uraian Jumlah

(rangkap) Persentase (%)

1. Kuisioner yang dibagi 30 100

2. Kuisioner yang tidak kembali 12 40

3. Kuisioner yang kembali 18 60

4. Kuisioner yang dapat dianalisis 17 56,67 5. Kuisioner yang tidak dapat dianalisis 1 3,33

Sumber: data primer,diolah

Berdasarkan Tabel 4.1 di atas, dapat disimpulkan bahwa tingkat kuisioner yang kembali (responden rate) pada responden cukup tinggi yaitu sebesar 60%.

Selanjutnya tanggapan responden pada masing-masing pernyataan dalam kuisioner akan diuraikan sebagai berikut:

1. Keterbukaan (Transparency)

Berdasarkan hasil kuisioner yang mendapatkan tanggapan dari responden, maka dapat diperoleh data mengenai masing-masing item pernyataan sebagai berikut:

1. Bank mengungkapkan informasi keuangan dan non-keuangan kepada publik melalui homepage bank dan media secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan dapat diperbandingkan serta mudah diakses oleh pihak-pihak berkepentingan (stakeholders) sesuai dengan haknya.

Gambar 4.1

Pernyataan 1 untuk Implementasi

Prinsip Keterbukaan (transparency) pada Bank Sulselbar Kabupaten Enrekang

Sumber: Digram pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh hasil dalam bentuk persentase yakni ada 11 orang responden atau 65% yang menyatakan sangat setuju, dan ada 6 orang responden atau 35% yang menyatakan setuju. Sedangkan untuk pilihan jawaban kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada yang memilih. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden sangat setuju dalam pengelolaan bank dalam mengungkapkan informasi keuangan dan non-keuangan kepada publik melalui homepage bank dan media secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan dapat diperbandingkan. Dengan demikian pihak-pihak berkepentingan (stakeholders) mudah mengakses informasi sesuai dengan haknya.

2. Prinsip keterbukaan yang dianut oleh bank tidak mengurangi kewajiban untuk memenuhi ketentuan rahasia bank sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, rahasia jabatan, dan hak-hak pribadi.

65%

35% Sangat Setuju

Setuju

Gambar 4.2

Pernyataan 2 untuk Implementasi

Prinsip Keterbukaan (transparency) pada Bank Sulselbar Kabupaten Enrekang

Sumber: Diagram Pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh hasil dalam bentuk persentase yakni ada 8 orang responden atau 47% yang menyatakan sangat setuju. Untuk jawaban setuju ada 9 orang responden atau 53%. Sedangkan yang menyatakan kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada yang memilih. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden setuju mengenai pengelolaan bank dalam hal kesesuian prinsip keterbukaan yang dianut bank dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, rahasia jabatan, dan hak-hak pribadi, tanpa mengurangi kewajiban untuk memenuhi ketentuan rahasia bank.

3. Kebijakan bank telah tertulis dan dikomunikasikan kepada pihak yang berkepentingan (stakeholders) dan yang berhak memperoleh informasi tentang kebijakan tersebut.

53% 47%

Sangat Setuju

Setuju

Gambar 4.3

Diagram Pie, Pernyataan 3 untuk Implementasi

Prinsip Keterbukaan (transparency) pada Bank Sulselbar Kabupaten Enrekang

Sumber:Diagram Pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh hasil dalam bentuk persentase yakni ada 9 orang responden atau 53% yang menyatakan sangat setuju, dan ada 8 orang responden atau 47% yang menyatakan setuju. Sedangkan untuk pilihan jawaban kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada yang memilih. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden sangat setuju mengenai kebijakan bank yang telah didokumentasikan dan dikomunikasikan kepada pihak yang berkepentingan (stakeholders) dan yang berhak memperoleh informasi tentang kebijakan tersebut.

4. Laporan Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) telah disajikan secara lengkap, akurat, kini, dan telah disampaikan tepat waktu kepada shareholder (pemegang saham) dan pihak-pihak berkepentingan (stakeholders) sesuai ketentuan yang berlaku.

47% 53%

Sangat Setuju Setuju

Gambar 4.4

Pernyataan 4 untuk Implementasi

Prinsip Keterbukaan (transparency) pada Bank Sulselbar Kabupaten Enrekang

Sumber:Diagram Pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh hasil dalam bentuk persentase yakni ada 10 orang responden atau 59% yang menyatakan sangat setuju dan ada 7 orang responden atau 41% yang menyatakan setuju. Sedangkan reponden yang menyatakan kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada yang memberikan tanggapannya. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden sangat setuju mengenai Laporan Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) yang telah disajikan secara lengkap, akurat, kini, dan telah disampaikan tepat waktu kepada shareholder (pemegang saham) dan kepada pihak-pihak berkepentingan (stakeholders) sesuai ketentuan yang berlaku.

5. Bank menyampaikan informasi produk dan jasa, menerapkan pengelolaan pengaduan nasabah dengan efektif serta memelihara data dan informasi pribadi nasabah secara memadai.

59%

41%

Sangat Setuju Setuju

Gambar 4.5

Diagram Pie, Pernyataan 5 untuk Implementasi

Prinsip Keterbukaan (transparency) pada Bank Sulselbar Kabupaten Enrekang

Sumber: Diagram Pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh hasil dalam bentuk persentase yakni ada 9 orang responden atau 53% yang menyatakan sangat setuju dan ada orang 8 responden atau 47% yang menyatakan setuju. Sedangkan pilihan jawaban kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada responden yang memilih. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas reponden sangat setuju mengenai penyampaian informasi produk dan jasa bank serta keefektifan penerapan pengaduan nasabah. Selain itu, bank telah berupaya memelihara data dan informasi pribadi nasabah secara memadai.

2. Akuntabilitas (accountability)

Berdasarkan hasil kuisioner yang mendapatkan tanggapan dari responden, maka dapat diperoleh data mengenai masing-masing item pertanyaan sebagai berikut:

47% 53% Sangat Setuju

Setuju

1. Bank telah menetapkan tanggung jawab yang jelas dari masing-masing jajaran yang selaras dengan visi, misi, sasaran usaha dan strategi bank.

Gambar 4.6

Pernyataan 1 untuk Implementasi

Prinsip Akuntabilitas (accountability) pada Bank sulsebar Kabupaten Enrekang

Sumber: Diagram Pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh persentase yang berbeda dari tiap pilihan jawaban yang telah ditentukan yakni ada 10 orang responden atau 59% yang menyatakan sangat setuju. Untuk yang menyatakan setuju ada 6 orang responden atau 35%. sedangkan yang menyatakan kurang setuju hanya ada 1 orang responden atau 6%. Namun, untuk pilihan jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada responden yang memilih. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden sangat setuju mengenai kejelasan tanggung jawab dari masing-masing jajaran yang selaras dengan visi, misi, sasaran usaha dan strategi bank.

59%

35%

6%

Sangat Setuju Setuju

Kurang Setuju

2. Seluruh jajaran bank mempunyai kompetensi sesuai dengan tanggung jawabnya dan memahami perannya dalam pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG).

Gambar 4.7

Pernyataan 2 untuk Implementasi

Prinsip Akuntabilitas (accountability) pada Bank Sulselbar Kupaten Enrekang

Sumber: Diagram Pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh hasil dalam bentuk persentase yakni ada 7 orang responden atau 41% yang menyatakan sangat setuju dan ada 10 orang responden atau 59% yang menyatakan setuju. Sedangkan yang menyatakan kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada responden yang memilih. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden setuju atas kesesuaian kompetensi jajaran bank dengan tanggung jawabnya sehingga dapat membantu mereka dalam melaksanakan perannya sesuai dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

3. Bank memiliki ukuran kinerja dari seluruh jajaran bank berdasarkan ukuran-ukuran yang disepakati konsisten dengan nilai perusahaan (corporate

59% 41% Sangat Setuju

Setuju

values), sasaran usaha dan strategi bank serta memiliki sistem pemberian penghargaan dan sanksi (reward and punishment system).

Gambar 4.8

Pernyataan 3 untuk Implementasi

Prinsip Akuntabilitas (accountability) pada Bank Sulselbar Kabupaten Enrekang

Sumber: Diagram Pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh persentase yang berbeda dari pilihan jawaban yang telah ditentukan yakni ada 7 orang responden atau 41% yang menyatakan sangat setuju dan ada 9 orang responden atau 53% yang menyatakan setuju.

Untuk jawaban kurang setuju hanya ada 1 orang responden atau 6%.

Sedangkan jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada responden yang memberikan tanggapan. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden setuju atas kesesuaian ukuran kinerja bagi jajaran bank dengan nilai-nilai perusahaan (corporate values), sasaran usaha dan strategi bank. Dengan demikian bank dapat memberlakukan sistem pemberian penghargaan dan sanksi (reward and punishment system) bagi jajarannya.

41%

53%

6%

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju

4. Seluruh jajaran bank menjalankan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap kegiatan usaha bank.

Gambar 4.9

Diagram Pie, Pernyataan 4 untuk Implementasi Prinsip Akuntabilitas (accountability) pada Bank Sulselbar

Kabupaten Enrekang

Sumber: Diagram Pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh persentase yang berbeda dari pilihan jawaban yang telah ditentukan yakni ada 8 orang responden atau 47% yang menyatakan sangat setuju. Begitu pula dengan jawaban setuju, ada 8 orang responden atau 47%. Selanjutnya yang menyatakan kurang setuju hanya ada 1 orang responden atau 6%. Sedangkan jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada responden yang memberikan tanggapan. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai seluruh jajaran bank telah menjalankan prinsip-prinsip GCG dalam segala aktivitasnya sehari-hari.

47%

47%

6%

Sangat Setuju Setuju

Kurang Setuju

3. Pertanggungjawaban (responsibility)

Berdasarkan hasil kuisioner yang mendapatkan tanggapan dari responden, maka dapat diperoleh data mengenai masing-masing item pertanyaan sebagai berikut:

1. Untuk menjaga kelangsungan usahanya, bank berpegang pada prinsip kehati-hatian (prudential banking practices) dan menjamin dilaksanakannya ketentuan yang berlaku.

Gambar 4.10

Pernyataan 1 untuk Implementasi

Prinsip Pertanggungjawaban (responsibility) pada Bank Sulselbar Kabupaten Enrekang

Sumber: Diagram Pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh hasil dalam bentuk persentase yakni ada 10 orang responden atau 59% yang menyatakan sangat setuju dan ada 7 orang responden atau 41% yang menyatakan setuju. Sedangkan jawaban kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada yang memilih. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden sangat setuju atas pengelolaan

59%

41%

Sangat Setuju Setuju

bank yang senantiasa berpegang pada prinsip kehati-hatian (prudential banking practice) yang menjamin dilaksanakannya ketentuan yang berlaku.

2. Bank memiliki Pedoman, Sistem, dan Prosedur Kerja seluruh tingkatan atau jenjang organisasi bank yang tersedia secara lengkap, kini, dan sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Gambar 4.11

Pernyataan 2 untuk Implementasi Prinsip Pertanggungjawaban (responsibility) pada Bank Sulseba

Kabupaten Enrekang

Sumber: Diagram Pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh hasil dalam bentuk persentase yakni ada 12 orang responden atau 71% yang menyatakan sangat setuju dan ada 5 orang responden atau 29% yang menyatakan setuju. Sedangkan jawaban kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada yang memilih. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden sangat setuju mengenai Pedoman, Sistem, dan Prosedur Kerja bagi jajaran bank yang telah tersedia secara lengkap, kini, dan sesuai dengan ketentuan dan

perundang-71%

29%

Sangat Setuju Setuju

undangan yang berlaku. Dengan adanya pedoman ini, maka jajaran bank dapat mempertanggung jawabkan tugasnya dengan mudah.

3. Bank telah bertindak sebagai warga perusahaan yang baik (Good Corporate Citizen/GCC) termasuk peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR)

Gambar 4.12

Pernyataan 3 untuk Implementasi

Prinsip Pertanggungjawaban (responsibility) pada Bank SulselbarKabupaten Enrekang

Sumber: Diagram Pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh hasil dalam bentuk persentase dari pilihan jawaban yang telah ditentukan yakni ada 14 orang responden atau 82% yang menyatakan sangat setuju dan ada 3 orang responden atau 18% yang menyatakan setuju. Sedangkan pilihan jawaban kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada responden yang memilih. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden sangat setuju atas perilaku jajaran bank yang telah bertindak sebagai warga perusahaan yang baik (Good Corporate

82%

18%

Sangat Setuju

Setuju

Citizen/GCC) dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta melaksanakan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR).

4. Independensi (independency)

Berdasarkan hasil kuisioner yang mendapatkan tanggapan dari responden, maka dapat diperoleh data mengenai masing-masing item pertanyaan sebagai berikut:

1. Bank memiliki kebijakan, sistem, dan prosedur penyelesaian mengenai benturan kepentingan yang mengikat seluruh jajaran bank.

Gambar 4.13

Pernyataan 1 untuk Implementasi

Prinsip Independensi (independency) pada Bank Sulselbar Kabupaten Enrekang

Sumber: Diagram Pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh hasil dalam bentuk persentase dari pilihan jawaban yang telah ditentukan yakni ada 11 orang responden atau 65% yang menyatakan sangat setuju dan ada 6 orang responden atau 35% yang menyatakan setuju. Sedangkan jawaban kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada responden yang memilih. Hasil ini menunjukkan bahwa

65%

35% Sangat Setuju

Setuju

mayoritas responden sangat setuju atas adanya kebijakan, sistem, dan prosedur penyelesaian mengenai benturan kepentingan yang mengikat seluruh jajaran bank.

2. Seluruh jajaran bank dapat mengambil keputusan secara objektif dan bebas dari segala tekanan dari pihak manapun

Gambar 4.14

Pernyataan 2 untuk Implementasi

Prinsip Independensi (independency) pada Bank Sulselbar Kabupaten Enrekang

Sumber: Diagram Pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh hasil dalam bentuk persentase dari pilihan jawaban yang telah ditentukan yakni ada 11 orang responden atau 65% yang menyatakan sangat setuju dan ada 6 orang responden atau 35% yang menyatakan setuju. Sedangkan jawaban kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada responden yang memilih. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden sangat setuju bahwa keputusan jajaran bank diambil secara objektif dan bebas dari tekanan pihak manapun.

65%

35%

Sangat Setuju Setuju

3. Bank mengungkapkan benturan kepentingan dalam setiap keputusan, dilengkapi dengan risalah rapat, telah diadministrasi dan didokumentasi dengan baik.

Gambar 4.15

Pernyataan 3 untuk Implementasi

Prinsip Independensi (independency) pada Bank Sulslbar Kabupten Enrekang

Sumber: Diagram Pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh hasil dalam bentuk persentase dari pilihan jawaban yang telah ditentukan yakni ada 14 orang responden atau 82% yang menyatakan sangat setuju dan ada 3 orang responden atau 18% yang menyatakan setuju. Sedangkan pilihan jawaban kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada responden yang memilih. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden sangat setuju atas pengungkapan benturan kepentingan dalam setiap keputusan, telah dilengkapi dengan risalah rapat, telah diadministrasi dan didokumentasi dengan baik.

82%

18%

Sangat Setuju Setuju

5. Kewajaran (fairness)

Berdasarkan hasil kuisioner yang mendapatkan tanggapan dari responden, maka dapat diperoleh data mengenai masing-masing item pertanyaan sebagai berikut:

a. Bank senantiasa memperhatikan kepentingan seluruh pihak-pihak berkepentingan (stakeholders) berdasarkan asas kesetaraan dan kewajaran (equal treatment).

Gambar 4.16

Pernyataan 1 untuk Implementasi

Prinsip Kewajaran (fairness) pada Bank Sulselbar Kabuptean Enrekang

Sumber:Diagram Pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh hasil dalam bentuk persentase yakni ada 9 orang responden atau 53% yang menyatakan sangat setuju, dan ada 8 orang responden atau 47% yang menyatakan setuju. Sedangkan untuk pilihan jawaban kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada yang memilih. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden sangat setuju

53%

47%

Sangat Setuju Setuju

atas kepedulian bank dalam memperhatikan kepentingan stakeholders sesuai dengan asas kesetaraan dan kewajaran (equal treatment). Hal ini akan memberikan citra yang baik bagi bank dalam menjaga hubungan yang baik dengan stakeholders.

b. Bank memberikan kesempatan kepada seluruh pihak-pihak berkepentingan (stakeholders) untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan bank serta mempunyai akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip keterbukaan.

Gambar 4.17

Pernyataan 2 untuk Implementasi

Prinsip Kewajaran (fairness) pada Bank Sulselbar Kabupaten Enrekang

Sumber:Diagram Pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh hasil dalam bentuk persentase yakni ada 9 orang responden atau 53% yang menyatakan sangat setuju, dan ada 8 orang responden atau 47% yang menyatakan setuju. Sedangkan untuk pilihan jawaban kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada yang

53%

47%

Sangat Setuju Setuju

memilih. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden sangat setuju atas pengelolaan bank dalam memberikan kesempatan yang sama kepada stakeholders dalam memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan bank.

c. Etika Kerja/Etika Bisnis telah dibuat dan disebarluaskan serta dilakukan evaluasi terhadap penerapannya untuk menjaga hubungan dengan pihak lain baik dengan pemegang saham, kreditor, nasabah maupun dengan pihak berkepentingan lainnya (stakeholders).

Gambar 4.18

Pernyataan 3 untuk Implementasi

Prinsip Kewajaran (fairness) pada Bank Sulselbar Kabupaten Enrekang

Sumber: Diagram Pie, Rekapitulasi jawaban responden

Berdasarkan jawaban responden dari kuisioner sesuai pertanyaan di atas, maka diperoleh hasil dalam bentuk persentase yakni ada 8 orang responden atau 47% yang menyatakan sangat setuju. Untuk jawaban setuju ada 9 orang responden atau 53%. Sedangkan yang menyatakan kurang

47%

53%

Sangat Setuju Setuju

setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada yang memilih. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden setuju atas Etika Kerja/Etika Bisnis yang telah dibuat bank. Dengan adanya pedoman Etika ini diharapkan akan membantu mereduksi potensi konflik antara bank dengan pemegang saham, kreditor, nasabah maupun dengan pihak berkepentingan lainnya (stakeholders).

Berdasarkan uraian mengenai jawaban responden di atas, maka dapat dibuat rekapitulasi mengenai jawaban responden atas item-item pernyataan pada masing-masing indikator implementasi prinsip-prinsip GCG pada Bank Sulselbar Kabupaten Enrekang.

Tabel 4.2

Rekapitulasi Jawaban Responden atas Implementasi Prinsip Keterbukaan (transparency) pada Bank Sulselbar

Kabupaten Enrekang

Kabupaten Enrekang