BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
3.6 Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan keseluruhan upaya sistematis yang dilakukan oleh peneliti dalam memahami data serta menemukan makna yang sistematis, rasional dan argumentatif, yang mampu menjawab setiap pertanyaan dalam penelitian dengan baik dan jelas, baik pertanyaan kecil (minor research) maupun pertanyaan utama (mayor research) (Ibrahim, 2018: 107).
Analisis data model interaktif merupakan teknik analisis data yang dilakukan oleh peneliti kualitatif. Miles dan Hubberman (dalam Ibrahim, 2018: 108-109) menawarkan konsep analisis data yang terdiri dari:
1. Reduksi Data
Reduksi data merupakan proses telaahan awal yang dilakukan peneliti terhadap data-data yang telah dihasilkan dengan melakukan pengujian data
dalam kaitannya terhadap aspek atau fokus penelitian. Pawito (dalam Ibrahim, 2018: 109) menyebutkan hal yang dilakukan dalam reduksi data.
Reduksi data dimulai saat kegiatan melakukan editing, pengelompokan dan meringkas data, kemudian pengkodean data, pencatatan (memo), proses menemukan tema, kelompok dan pola-pola data.
2. Penyajian Data (Display data)
Penyajian data merupakan upaya menampilkan, memaparkan atau menyajikan data. Data yang dihasilkan akan disajikan dalam bentuk gambar, grafik, bagan, tabel, dan sebagainya. Penyajian data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat naratif.
3. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi
Penarikan kesimpulan dan verifikasi merupakan tahap lanjutan di mana peneliti akan menarik kesimpulan dari berbagai temuan data (Afrizal, 2016:
180). Peneliti dapat melakukan konfirmasi untuk mempertajam dan memperjelas data. Tahapan penarikan kesimpulan dan verifikasi dilakukan untuk menemukan kesimpulan akhir dari sebuah penelitian berdasarkan satuan kategorisasi (aspek fokus) dan pertanyaan utama penelitian (fokus).
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Hasil penelitian merupakan informasi atau sekumpulan data yang telah didapatkan oleh peneliti. Informasi atau data tersebut dikelola sesuai dengan temuan penelitisaat berada di lapangan. Data dan informasi tersebut diperoleh melalui wawancara dan observasi.
4.1.1 Proses Penelitian
Peneliti akan memaparkan proses penelitian yang dilakukan dalam mencari informan serta dalam mengumpulkan data dan informasi yang dibutuhkan. Sejumlah data dan informasi ini diperoleh melalui wawancara dan observasi. Wawancara ini dilakukan dengan informan utama, yaitu 3 (tiga) orang sarjana baru Universitas Sumatera Utara yang memiliki dan menggunakan media sosial LinkedIn, serta 2 (orang) pihak perusahaan yang menggunakan LinkedIn. Peneliti juga melakukan wawancara dengan informan triangulasi, yaitu orang yang mengerti keadaan para sarjana baru yang jugamengetahui penggunaan media sosial LinkedIn, yakni pakar (dosen).
LinkedIn adalah sebuah aplikasi pencarian kerja yang saat ini kerap digunakan oleh banyak orang, baik untuk mencari informasi, melakukan branding, mencari pekerjaan, membangun relasi, dan lain sebagainya. Penggunaan LinkedIn ini diperuntukan oleh berbagai pihak, tidak ada batasan mengenai siapa saja yang boleh menggunakannya.
Proses penelitian yang peneliti lakukan dimulai ketika dosen pembimbing peneliti menyetujui pedoman wawancara yang peneliti ajukan, sejalan dengan proses bimbingan dan konsultasi dengan dosen pembimbing. Sebelumnya, peneliti juga membuat sebuah polling singkat di akun Instagram milik peneliti pada 18 Juni 2021.
Peneliti meng-upload story dengan menanyakan kepada para pengikut (followers) Instagram terkait penggunaan media sosial LinkedIn dengan melampirkan kriteria,
yaitu sarjana baru (fresh graduate) Universitas Sumatera Utara dan memiliki serta menggunakan media sosial LinkedIn.
Berdasarkan story tersebut, ada sekitar 170-an orang yang melihat namun yang memberikan respon hanya satu orang. Satu orang tersebut merupakan senior peneliti di kampus. Calon informan sekaligus senior peneliti tersebut bernama Tesayunidia Tebe. Peneliti menghubungi Tesa melalui pesan langsung di Instagram dan menanyakan kesediannya untuk menjadi informan. Tesa pun bersedia untuk menjadi informan dalam penelitian ini, kemudian komunikasi kami berlanjut melalui WhatsApp. Percakapan kami tidak hanya sekadar membahas mengenai jadwal wawancara, Tesa juga bertanya mengenai skripsi peneliti dan kami juga bertukar cerita. Komunikasi dengan Tesa terbilang sangat lancar, hal ini dikarenakan kami sudah saling mengenal sebelumnya, selain itu juga pernah tergabung dalam organisasi yang sama.
Pada 29 Juni 2021 peneliti menghubungi Tesa untuk menanyakan jadwal wawancara. Dikarenakan pada minggu tersebut ia sudah memiliki janji, akhirnya kami kembali mencari jadwal yang tepat untuk bertemu. Pada 8 Juli 2021 peneliti menghubungi Tesa kembali, dan setelah kami mencocokkan jadwal, akhirnya pertemuan serta wawancara dengan Tesa dilakukan pada 11 Juli 2021 pukul 17.00 WIB. Awalnya peneliti dan Tesa sepakat untuk bertemu di Warung Steak & Shake Dr. Mansyur, tetapi karena pada saat itu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai diterapkan, membuat sebagian tempat makan hanya dibuka sampai pukul 17.00 saja. Peneliti dan Tesa pun mencari tempat terdekat sebagai lokasi wawancara. Akhirnya wawancara pun berlangsung di Kopi Toast Dr.
Mansyur.
Perempuan yang berusia 22 tahun ini adalah sosok yang ramah, terbuka dan lugas dalam menjawab setiap pertanyaan yang peneliti tanyakan. Tesa merupakan lulusan Ilmu Komunikasi FISIP USU tahun 2020. Tesa memberikan respon yang baik sepanjang kami berbincang dan melakukan wawancara. Proses wawancara berlangsung kurang lebih selama satu jam. Setelah sesi wawancara usai dan seluruh pertanyaan telah terjawab, kami kembali berbincang dengan topik lainnya. Ia juga
tidak sungkan untuk membagikan ceritanya dengan peneliti terkait pengalamannya selama menjadi seorang fresh graduate dan jobseeker (pencari kerja). Pada saat itu, waktu sudah menunjukkan pukul 19.30 WIB dan kami pun bersiap untuk pulang.
Sangat disayangkan, peneliti belum melakukan sesi foto dan dokumentasi dikarenakan Tesa yang sudah memesan ojek online dan kami berpikir akan bertemu kembali dalam wawancara berikutnya.
Pencarian informan berikutnya peneliti lakukan secara terus-menerus. Pada 29 Juni 2021, peneliti menghubungi salah satu teman peneliti melalui WhatsApp dan menanyakan apakah dia memiliki kenalan atau teman dengan kriteria sebagai sarjana baru dan menggunakan media sosial LinkedIn. Teman peneliti pun memberikan respon yang baik dan mengatakan bahwaia akan menghubungi kembali jikalau informan dengan kriteria tersebut ada. Pada 1 Juli 2021, teman peneliti tersebut menghubungi kembali dan memberikan kontak temannya, yaitu seorang sarjana baru jurusan Arsitektur. Calon informan tersebut bernama Eric Witarsa. Pada 2 Juli 2021 teman peneliti kembali memberikan kontak temannya, kali ini seorang sarjana baru jurusan Ilmu Komputer. Ia bernama Wilyanto. Peneliti pun mengucapkan terima kasih kepada teman peneliti dan segera menghubungi calon informan.
Peneliti langsung menghubungi para calon informan tersebut di hari yang sama, yaitu pada 2 Juli 2021. Kedua calon informan tersebut memberikan respon yang baik dan terbuka ketika peneliti meminta kesediaannya untuk menjadi informan.
Pada rencana awal, peneliti berniat untuk mewawancarai informan secara langsung (offline)dengan semua informan yang berdomisili di Medan. Tetapi hal ini tidak jadi dilakukan, karena sebagian besar informan mengajukan agar wawancaranya secara online saja.
Wawancara dengan informan bernama Eric dilakukan pada 10 Juli 2021 pukul 11.00 WIB melalui zoom meeting. Proses wawancara bisa dikatakan cukup lancar,tetapi tidak lepas dari kendala. Kendala yang peneliti alami dalam wawancara tersebut adalah sinyal yang kurang stabil, sehingga obrolan sempat terputus. Namun, wawancara kembali dilanjutkan sampai selesai. Proses wawancara berlangsung
kurang lebih selama 40 menit. Peneliti pun melakukan sesi dokumentasi dan mengucapkan terima kasih kepada Eric.
Selanjutnya, peneliti juga menghubungi Wilyanto terkait jadwal wawancara.
Setelah diskusi terkait jadwal wawancara, akhirnya peneliti dan informan melaksanakan wawancara pada 15 Juli 2021. Selama wawancara, percakapan peneliti dengan informan terbilang lancar. Wilyanto juga orang yang aktif dan teliti dalam menjawab setiap pertanyaan yang peneliti ajukan. Sesekali, beliau juga menjawab pertanyaan diselingi dengan berbagai pengalamannya, sehingga wawancara tidak monoton. Wawancara berlangsung kurang lebih selama 48 menit, dan di akhir wawancara tak lupa peneliti mengucapkan terima kasih.
Informan selanjutnya yaitu dari pihak perusahaan. Peneliti mendapatkan informan yaitu pihak perusahaan melalui beberapa cara dan proses yang tidak mudah.
Karena peneliti menggunakan media sosial LinkedIn, maka peneliti berupaya untuk menghubungi orang yang berkecimpung dalam perusahaan melalui media tersebut.
Peneliti melihat profil LinkedIn dari orang-orang perusahaan kemudian mengirim pesan melalui LinkedIn. Dalam tahap ini, peneliti mendapatkan respon yang berbeda.
Ada yang hanya membaca saja pesan yang peneliti kirimkan, tetapi ada yang dengan senang hati menjawab dan bersedia menjadi informan peneliti.
Informan keempat, yakni orang dari pihak perusahaan. Pada 7 Juli 2021 peneliti menghubungi salah seorang di LinkedIn yang peneliti rasa mampu memberikan informasi. Beliau adalah Yanuar Kurniawan, seseorang yang bekerja dalam sebuah perusahaan e-commerce yaitu Lazada. Setelah menjelaskan maksud dan tujuan serta menanyakan kesediaannya untuk menjadi informan, beliau pun bersedia. Peneliti menghubungi kembali melalui WhatsApp terkait wawancara.
Akhirnya, wawancara pun terlaksana pada 14 Juli 2021 melalui zoom meeting, berlangsung selama 24 menit.
Informan kelima masih dari pihak perusahaan, peneliti menghubunginya melalui pesan WhatsApp pada 7 Juli 2021. Informan yang satu ini adalah Talent Manager dari berbagai influencer. Beliau juga merupakan Chief Executive Officer (CEO) atau pejabat eksekutif tertinggi dari sebuah usaha rintisan atau start-up, yaitu
Menantea. Beliau adalah Jehian Panangian Sijabat. Agar bisa mengadakan wawancara dengan Jehian, peneliti terlebih dahulu mengikuti beberapa alur, yakni pengiriman proposal skripsi melalui email dan melampirkan surat pernyataan wawancara yang ditanda tangani oleh dosen pembimbing. Setelah melalui tahapan tersebut, peneliti kembali bertanya kepada beliau. 18 Juli 2021 beliau memberikan kabar baik bahwa wawancara bisa dilaksanakan.
Pelaksanaan wawancara pun diadakan pada 21 Juli 2021 pukul 11.00 WIB melalui zoom meeting. Jehian memberikan jawaban yang jelas dan terstruktur terkait pertanyaan yang peneliti sampaikan. Wawancara berlangsung kurang lebih selama 37 menit. Di akhir sesi wawancara, peneliti mengucapkan terima kasih dan melakukan dokumentasi. Tak lupa peneliti juga bertanya jika peneliti memerlukan informasi kembali apakah peneliti bisa menghubungi beliau melalui WhatsApp, Jehian dengan senang hati bersedia untuk memberikan informasi tambahan jikalau dibutuhkan.
Informan keenam (informan triangulasi pertama) merupakan salah satu dosen psikologi Universitas Sumatera Utara. Selain sebagai dosen, informan ini juga berprofesi sebagai seorang psikolog. Beliau ialah Fahmi Ananda, M.Psi, psikolog.
Peneliti menghubungi Pak Fahmi melalui pesan WhatsApp pada 22 Juli 2021.
Wawancara dengan Pak Fahmi dilaksanakan pada 26 Juli 2021 pukul 14.00 WIB.
Selama wawancara berlangung, Pak Fahmi memberikan jawaban yang rinci dan mendalam terkait pertanyaan yang peneliti tanyakan. Dikarenakan beliau juga berpengalaman dalam bidang rekrutmen dan penyeleksian, peneliti pun terbantu dengan setiap detail informasi yang diberikan oleh beliau.
Informan ketujuh (informan triangulasi kedua) merupakan seorang dosen jurusan ilmu komunikasi Universitas Sumatera Utara. Beliau adalah Emilia Ramadhani, S.Sos., M.A. Peneliti melakukan wawancara melalui Kak Emil lewat dengan mengajukan pertanyaan melalui email.
Informan kedelapan (informan triangulasi ketiga) juga merupakan seorang dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan Medan. Beliau adalah Lia Anggi Nasution, M.I.Kom. Pada awalnya peneliti dan Bu Anggi berencana untuk bertemu langsung dan melakukan wawancara secara langsung. Sangat disayangkan,
hal tersebut tidak terlaksana dikarenakan ada suatu hal, yaitu kemalangan, sehingga wawancara pun dilakukan melalui pesan WhatsApp.
4.1.2 Profil Informan
Berikut merupakan pemaparan deskripsi profil informan yang telah peneliti wawancarai. Dalam mengumpulkan informasi dalam penelitian ini, informan yang diwawancarai berjumlah 8 orang, 5 orang informan utama (terbagi atas 3 orang sarjana baru dan 2 orang dari pihak perusahaan) dan 3 orang informan triangulasi.
Informan 1
Nama Lengkap : Eric Witarsa
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat dan tanggal lahir : Medan, 2 September 1998 Alamat tempat tinggal / Domisili : Jalan Binjai km 10,5 No. 8
Profesi : Karyawan swasta
Informan pertama dalam penelitian ini adalah Eric Witarsa. Ia merupakan seorang sarjana baru lulusan Arsitektur. Eric menyelesaikan studinya pada Juni 2020 lalu. Laki-laki berkacamata ini saat ini sudah bekerja di salah satu perusahaan yang masih berkaitan dengan bidang atau jurusannya saat kuliah, yaitu arsitektur. Eric merupakan sosok yang responsif dan mampu berkomunikasi dengan baik, hal ini peneliti temukan ketika melakukan proses wawancara dan setiap jawaban yang diberikan olehnya tersampaikan dengan jelas.
Informan 2
Nama Lengkap : Tesayunidia Tebe
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat dan tanggal lahir : Takengon, 10 Desember 1998 Alamat tempat tinggal / Domisili : Jalan Sei Padang No. 76
Profesi : Belum bekerja
Tesayunidia Tebe merupakan informan kedua dalam penelitian ini.
Tesayunidia atau yang akrab disapa Tesa merupakan lulusan Ilmu Komunikasi. Ia menyelesaikan studinya dan memperoleh gelar pada Desember 2020. Tesa memiliki kepribadian yang menyenangkan dan ramah. Semasa duduk di bangku perkuliahan, Tesa juga aktif dalam mengikuti organisasi, yaitu Ikatan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Pers Mahasiswa Pijar, Public Relations Komunikasi Universitas Sumatera Utara (PRASTA) dan berbagai kegiatan kepanitiaan.
Perempuan berkulit putih ini pernah mengikuti kegiatan exchange di Bangkok University, Thailand. Tesa sangat terbuka dan bersikap hangat, ia juga memiliki wawasan yang luas. Hal ini peneliti rasakan ketika berbincang dan mewawancarai Tesa. Setiap jawaban yang ia berikan dijabarkan dengan jelas dan runtut.
Informan 3
Nama Lengkap : Wilyanto
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat dan tanggal lahir : Medan, 15 Juli 1998
Alamat tempat tinggal / Domisili : Jalan Pasar 3 Krakatau No. 2 DD
Profesi : Software Developer
Informan ketiga dalam penelitian ini adalah Wilyanto. Wilyanto merupakan seorang lulusan Ilmu Komputer. Ia memperoleh gelarnya pada Oktober 2020 lalu.
Semasa duduk di bangku perkuliahan, Wilyanto merupakan sosok yang berprestasi.
Ia menjadi penerima beasiswa Tanoto Foundation. Selain itu, ia juga tergabung dalam XL Future Leaders Batch 7, sebuah program pengembangan kepemimpinan yang dinaungi oleh PT. XL Axiata, Tbk.
Saat ini ia memiliki kesibukan yang bervariasi, di antaranya sebagai guru les atau tutor yang mengajar para mahasiswa yang mempelajari IT, freelancing (berfokus terhadap software development, seperti membuat aplikasi, website, dan sebagainya).
Baru-baru ini Wilyanto juga mulai bekerja dengan perusahaan di Jakarta Barat, yang dilakukan secara online.
Informan 4
Nama Lengkap : Yanuar Kurniawan
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Tempat dan tanggal lahir : Yogyakarta, 29 Januari 1988 Alamat tempat tinggal / Domisili : Jakarta
Profesi : VP Organization, Talent, and Culture Lazada Indonesia
Informan keempat adalah Yanuar Kurniawan, seorang VP Organization dari sebuah e-commerce yaitu Lazada Indonesia. Beliau merupakan lulusan sarjana ekonomi Universitas Gadjah Mada. Tidak hanya mendapatkan ilmu di dalam negeri, beliau juga menimba ilmu di University of Melbourne dan menyandang gelar Bachelor of Commerce, Accounting and Finance. Beliau berada pada posisi VP Organization dan Talent Development sejak 2020 lalu hingga saat ini.
Informan 5
Nama Lengkap : Jehian Panangian Sijabat
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat dan tanggal lahir : Jakarta, 8 Mei 1996 Alamat tempat tinggal / Domisili : Jakarta, Kuningan
Profesi : Talent Manager dan Chief Executive Officer (CEO) Menantea
Informan kelima adalah Jehian Panangian Sijabat, atau yang akrab disapa Jehian atau Ian. Jehian merupakan lulusan Teknik Dirgantara, Institut Teknologi Bandung angkatan 2014 dan lulus pada 2018 lalu. Saat ini Jehian tengah disibukkan dengan kegiatannya sebagai Talent Manager dari beberapa influencer dan content creator. Saudara kandung dari Jerome Polin Sijabat ini juga sedang merintis usaha dan posisi yang ditempatinya adalah sebagai seorang CEO sebuah start up yang bergerak di bidang makanan dan minuman (food and beverage), yaitu Menantea.
Sebelum aktif dalam mengurus perusahaan Menantea, Jehian juga sempat membuat beberapa bisnis, seperti platform Line Q&A, channel Youtube Nihongo
Mantappu, serta talent management atau agensi yang menaungi para content creator.
Setiap bisnis yang dibuat, Jehian selalu mengerjakannya bersama dengan Jerome.
Sebagai seseorang yang berkecimpung dalam bisnis di bidang makanan dan minuman, Jehian lebih memfokuskan pekerjaannya dalam menangani bidang Digital Marketing dan Social Media. Belum lama ini Jehian (bersama adiknya, Jerome) mendapatkan penghargaan atas pencapaian mereka, yakni Forbes 30 Under 30 Asia.
Informan 6 (Triangulasi)
Nama Lengkap : Fahmi Ananda, M.Psi, psikolog
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat dan tanggal lahir : Lhokseumawe, 12 Juli 1986
Alamat tempat tinggal / Domisili : Komplek Al.Abadi No. B 10, Tanjung Rejo Medan
Profesi : Psikolog
Informan keenam (informan triangulasi) adalah Fahmi Ananda, M.Psi, psikolog. Pak Fahmi merupakan seorang psikolog, sekaligus dosen psikologi industri dan organisasi, Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara. Beliau juga merupakan ketua pusat pelayanan pada masyarakat di fakultas psikologi, yang notabene kegiatannya adalah melakukan penyeleksian dan rekrutmen.
Informan 7 (Triangulasi)
Nama Lengkap : Emilia Ramadhani, S.Sos., M.A
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat dan tanggal lahir : Medan, 21 Oktober 1973
Alamat tempat tinggal / Domisili : Jalan Bunga Wijaya Kesuma, Perumahan Paradise Residence, Blok B12, Pasar 4 Setiabudi, Medan Selayang
Profesi : Dosen
Informan ketujuh (informan triangulasi) adalah Emilia Ramadhani, S.Sos., M.A. Beliau merupakan salah satu dosen ilmu komunikasi juga sekretaris program studi Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara.
Informan 8 (Triangulasi)
Nama Lengkap : Lia Anggia Nasution, M.I.Kom
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat dan tanggal lahir : Medan, 1 Agustus 1979
Alamat tempat tinggal / Domisili : Jalan Pingguin II No. 274 Perumnas Mandala
Profesi : Dosen
Informan kedelapan (informan triangulasi) adalah Lia Anggia Nasution, M.I.Kom. Bu Anggi merupakan salah satu dosen yang mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan Medan.
Tabel 4.1
Tabel Karakteristik Informan
No. Nama Jenis
Kelamin
Profesi
1. Eric Witarsa Laki-laki Karyawan Swasta
2. Tesayunidia Tebe Perempuan Belum Bekerja
3. Wilyanto Laki-laki Software Developer
4. Yanuar Kurniawan Laki-laki VP Organization, Talent, dan Culture Lazada Indonesia 5. Jehian Panangian Sijabat Laki-laki Talent Manager dan CEO
Perusahaan
Tabel 4.2
Peneliti mengumpulkan informasi dengan mewawancarai 8 orang informan.
Informan tersebut dibagi menjadi 5 orang informan utama dan 3 orang informan triangulasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah 3 orang sarjana baru Universitas Sumatera Utara dan 2 orang pihak perusahaan. Adapun informan utama adalah mereka yang memiliki dan menggunakan media sosial LinkedIn. Sementara untuk informan triangulasi adalah pakar. Dalam hal ini yang menjadi informan triangulasi ialah dosen psikologi dan dosen komunikasi Universitas Sumatera Utara, juga dosen komunikasi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan Medan yang mengetahui tentang penggunaan LinkedIn oleh para sarjana baru.
Berikut adalah hasil wawancara antara peneliti dengan masing-masing informan:
4.1.3.1 Sarjana Baru Universitas Sumatera Utara
Sarjana baru atau fresh graduate adalah sebutan bagi seseorang yang baru lulus dari bangku perkuliahan dan memperoleh gelar. Selepas menyelesaikan studinya, para sarjana baru akan mencari pekerjaan untuk mengembangkan karirnya, tak terkecuali sarjana baru Universitas Sumatera Utara. Pencarian informasi seputar pekerjaan kini semakin dimudahkan dengan adanya media sosial atau aplikasi
pencarian kerja, salah satunya melalui LinkedIn. Perilaku sarjana baru yang menggunakan media sosial LinkedIn merupakan hal yang menarik, karena dalam media sosial ini para sarjana baru dapat langsung mencari sendiri jenis pekerjaan apa yang diinginkan. Seperti yang disampaikan oleh Eric Witarsa (informan pertama), sarjana baru saat ini dapat dengan mudah menceritakan berbagai pengalaman, prestasi, serta mencantumkan portofolio di media sosial LinkedIn.
“Menarik ya, maksudnya, sarjana baru bisa dengan mudah menceritakan pengalamannya tanpa dikatain menyombongkan diri gitu.”
Sarjana baru merupakan pihak yang cukup aktif dalam membagikan setiap informasi pekerjaan yang diketahuinya kepada sesama temannya. Ketika sarjana baru tersebut mendapatkan informasi, tak jarang informasi tersebut diteruskan kembali kepada para sarjana baru lainnya. Hal inilah yang dilakukan oleh Tesa (informan kedua). Saat ia menerima informasi mengenai sebuah pekerjaan, ia akan membagikannya kepada temannya. Ia mengatakan bahwa tidak ada gunanya jika informasi tersebut disimpan sendiri.
“Biasanya sih kita tukar informasi ya. Ada beberapa teman dekat yang fresh graduate juga, kadang kita sering berbagi informasi gitu. Misalnya kayak ada salah satu bank swasta nih buka lowongan gitu. Kebetulan yang lihat infonya kakak, kakak akan nge-screenshoot itu dan share ke dia gitu. Kita saling berbagi informasi satu sama lain sih selama kita jadi jobseeker, karena dari teman-teman yang udah tamat juga sejauh ini belum ada yang dapat pekerjaan. Teman-teman dekat ya. Mungkin si A ada follow perusahaan A, mungkin si B follow perusahaan B, jadi saling tukar informasi kalau ada.”
Menurut Wilyanto (informan ketiga) sarjana baru saat ini seharusnya bisa lebih aktif, apalagi dalam menampilkan dirinya di media sosial. Seperti yang diungkapkannya, terkadang para perekrut melihat sarjana baru dari prestasi dan melihat aktivitas yang ada dalam media sosial mereka.
“Kayaknya menurut saya untuk sekarang itu, mungkin ya, mungkin untuk ke saya juga. Mungkin harus lebih aktif aja sih di LinkedIn, karena somehow para interviewer itu pengen lihat achievement kita, dia kayaknya juga ada lihat activity
kita juga sih. Seperti kita pernah cerita gak tentang achievement kita, jangan cuma update-update aja gitu. Itu kemarin ada diajarin juga, misalnya dirimu habis menyelesaikan sesuatu. It’s oke, just post it di LinkedIn. Kalau kita punya waktu luang gitu untuk update Instagram, Facebook, tapi kenapa untuk LinkedIn enggak.
Itu sih yang terbesit banget di pikiranku. Kayak oh iya juga ya, update Instagram, story, facebook kita kayak bisa-bisa aja, tapi kalau LinkedIn kenapa enggak gitu ya.
Itu sih, mungkin harus dibiasakan, karena itu sesuatu yang bagus.”
Sebagai orang yang berkecimpung dalam perusahaan, pihak perusahaan juga mengatakan bahwa sarjana baru memiliki karakteristik yang beragam. Yanuar Kurniawan (informan keempat) berpendapat bahwa karakteristik yang beragam tersebut kembali lagi kepada pribadi mereka masing-masing.
Sebagai orang yang berkecimpung dalam perusahaan, pihak perusahaan juga mengatakan bahwa sarjana baru memiliki karakteristik yang beragam. Yanuar Kurniawan (informan keempat) berpendapat bahwa karakteristik yang beragam tersebut kembali lagi kepada pribadi mereka masing-masing.