• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Teknik Analisis Data

Analisis data menurut Bogdan adalah peoses mencari dan menyusun secara sistem data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dengan cara mengorganisasikan data kedalam katergori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain (Sugiyono, 2014:401).

Analisis data kualitatif adalah bersifat induktif yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan pola hubungan tertentu menjadi hipotesis, berdasarkan hipotesis yang dirumuskan berdasarkan data tersebut, selanjutnya dicarikan data lagi secara berulang-ulang sehingga selanjutnya dapat disimpulkan apakah hipotesis tersebut diterima atau ditolak berdasarkan data yang terkumpul. Berdasarkan data yang terkumpul secara berulang-ulang, ternyata hipotesis diterima maka hipotesis tersebut berkembang menjadi teori (Sugiyono, 2014:402).

Beberapa langkah diambil untuk menggambarkan teknik menganalisis data adalah proses penyusunan data agar dapat ditafsirkan menurut S. Nasution (1996:126) dalam buku Jonathan Sarwono menjelaskan bahwa penyusunan data berarti menggolongkan kedalam pola, tema atau kategori sehingga demikian tidak terjadi chaos, tafsiran atau interprestasi data

artinya memberikan makna terhadap analisis, menjelaskan pola atau kategori, mencari hubungan antar berbagai konsep yang mencerminkan pandagan atau perspektif peneliti, dan bukan kebenaran.

Jonathan Sarwono dalam bukunya menurut Miles dan Huberman untuk menganalisis data dianalisis dengan pendekatan kualitatif yaitu terdiri dari tiga hal:

1. Pengumpulan informasi, melalui observasi langsung, wawancara dan dokumentasi

2. Reduksi Data (Data Reduction), lamgkah ini adalah untuk memilih informasi mana yang sesuai dan tidak dengan masalah penelitian. Berarti merangkum, memilih hal-hal yang penting. Dicari tema dan polanya membuang yang tidak perlu, dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk pengumpulan data selanjutnya. Jadi, pada penelitian ini peneliti akan merangkum data tentang peran remaja masjid Raya Salimpaungdalam meningkatkan aktivitas keagamaan nya kemudian memilih data yang dibutuhkan dalam penelitian, kemudian peneliti akan menyimpulkan data yang telah diperoleh.

3. Penyajian Data (Data Display), setelah informasi dipilih maka disajikan dalam bentuk tabel, grafik, ataupun uraian penjelas. Yang sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dalam teks yang bersifat naratif. Dengan mendispaly data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang dipahami. Jadi, dalam penelitian ini peneliti akan memaparkan data yang telah didapat lalu menyajikan data peran remaja masjid Raya Salimpaung dalam meningkatkan aktivitas keagamaan nya.

4. Conclusion Drawing Verification, adalah penarikan kesimpulan data dan verifikasi, kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Jadi, Verifikasi

data adalah langkah untuk mengambil kesimpulan tentang bagaimana peran remaja masjid Raya Salimpaung dalam meningkatkan aktivitas keagamaan nya (2006:245).

F. Teknik Penjaminan Keabsahan Data

Untuk melakukan keabsahan data kualitatif, maka peneliti menggunakan teknik Triangulas. Triangulasi, artinya melakukan pengecekan data dari berbagai sumber dan dengan berbagai cara dan waktu. Trianggulasi dengan sumber berarti membanding dan mengecekan balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. Hal ini dapat dicapai dengan jalan:

a. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara

b. Membandingkan apa yang dikatakan orang didepan umum dengan apa yang dikatakan orang secara spribadi

c. Membandingkan keadaan dan perspektif informan

d. Membandingkan apa yang dikatakan orang lain tentang situasi

Pelaksanaan dari langkah-langkah triangulasi adalah setelah terkumpulnya data maka peneliti dapat mengelola data tersebut secara sistematis dan akurat dengan membandingkan data mana yang kebih kuat yang diperoleh antara data observasi dengan hasil wawancara, antara yang dikatakan seseorang di depan umum dengan yang dikatakannya secara pribadi kepada peneliti dan antara yang dikatakan orang lain saat melakukan penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Bila peneliti melakukan pengumpulan dengan triangulasi, maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data.

Triangulasi teknik, berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama.

Peneliti menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak. Triangulasi sumber berarti, untuk mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama (Sugiyono, 2014:397)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Temuan Umum

Dalam melaksanakan penelitian, mengetahui kondisi yang akan diteliti merupakan hal yang sangat penting yang harus terlebih dahulu diketahui oleh peneliti. Adapun lokasi yang diteliti oleh peneliti yaitu dinagari Salimapung khususnya di Masjid Raya Salimpaung. Sebelum penulis memaparkan secara detail tentang hasil penelitian mengenai peran remaja dalam meningkatkan aktivitas keagamaan di Masjid Raya Salimpaung kenagarian Salimpaung, maka terlebih dahulu penulis akan jelaskan sekilas tentang temuan umum tempat penulis melakukan penelitian yaitu:

1. Profil Singkat Masjid Raya Salimpaung

a. NamaMasjid :Masjid Raya Salimpaung b. Alamat

Nagari :Salimpaung

Kecamatan :Salimpaung

Kabupaten :Tanah Datar

Provinsi : Sumatera Barat

c. No. Telp :081374452900

d. Tahundidirikan :1991

e. Status Bangunan :Masjid di tempat publik Masjid Raya Salimpaungterletak di Nagari Salimpaung, KecamatanSalimpaung, KabupatenTanah Datar Provinsi Sumatera Barat, masjid ini terletak di pusat Nagari Salimpaung, di samping itu juga Masjid Raya Salimpaung berada di tepi jalan Raya Batusangkar-Baso km12.Masjid Raya Salimpaung inimerupakansalahsatumasjid yang ada di KabupatenTanah Datar.

50

Dari awal pembangunan masjid ini yang dimulai secara resmi peletakkan batu pertama tanggal 14 September 1987, telah dicanangkan berdirinya sebuah masjid permanen bertingkat paripurna kelas desa/nagari, yang menjadi pusat kegiatan dan pembinaan umat dalam berbagai hal, kegiatan itu menyangkut bidang dakwah, ibadah, pendidikan, pelatihan pembinaan sosial, ekonomi dan lain-lain.

Kalau diperhatikan realisasi program tersebut secara bertahap alhamdulillah satu-satu dapat diwujudkan, seperti:

a. Selesainyan pembangunan fisik masjid permanen berlantai dua dengan kokoh, megah dan besar

b. Tetap terlaksananya ibadah salat berjamaan secara rutin lima waktu sehari semalam, bahkan setiap subhuh selalu diisi dengan ceramah subhuh dengan materi tafsir al-Qur‟an, fikih, ibadah, hadist, dan lain-lain

c. Bidang pendidikan formal berdirinya perguruan al-Qur‟an masjid Raya Salimpaung sejak tahun 1989 (TKQ/TPQ/TPSQ/MDA).

d. Bidang pendidikan formal dengan lahirnya MAS Salimpaung sejak tahun ajran 2000/2001 yang lalu, sampai saat ini telah semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat.

e. Bidang pelatihan dan keterampilan adanya pelatihan imam, khatib/mubaligh, muazzin sejak tahun 2006 yang lalu.

f. Bidang bimbingan dan pelatihan bagi calon jemaah haji telah berdirinya kelompok bimbingan manasik haji (KBMH) ulul albab masjid Raya Salimpaung, sejak tahun 2004 M/1424 hijriah, yang pesertanya juga berdatangan dari luar kecamatan Salimpaung seperti: kecamatan Sungai tarab, Sungayang, Tanjung baru, Pariangan, Lima kaum, Rambatan, dan lain-lain.

g. Bidang bimbingan jamaah haji yang telah kembali dari tanah suci Makkah telah berdiri pula organisasi kelompok binaan jamaan pasca haji ulu albab (KBJPH-UA) masjid Raya Salimpaung yang selalu mengadakan wirid bulanan setiap hari minggu awal bulan

h. Kegiatan binaan dan santunan bagi anak yatim dan fakir miskin, baik dalam bentuk uang/materi maupun bantuan kependidikan , sosial, ekonomi.

i. Bidang bimbingan dengan lahirnya organisasi remaja Islam masjid Raya Salimpaung (REIMASRA) yang mana REIMASRA Salimapung aktif dalam melakukan acara tahunan baik dihari besar Islam maupun nasional.

2. Visi dan Misi a. Visi

Menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan, pembelajaran, dan pemberdayaan masyarakat agar selamat dunia dan akhirat.

b. Misi

1) Memasyarakatkan amal makruf dikalangan masyarakat

2) Menumbuh kembangkan nasehat-menasehati dalam kesabaran dan kebenaran.

3) Mengajak sesama muslim untuk melaksanakan salat wajib wajib berjamaah di masjid.Pada dasarnya visi dan misi tidak hanya terdapat pada sebuah perusahaan, perkantoran ataupun di sekolah melainkan visi dan misi terdapat juga pada suatu masjid baik itu masjid yang ada di kota maupun yang ada di desa.

3. Struktur PengurusRemaja Masjid Raya Salimpaung a. Pengurus Remaja Masjid

DPO : Ahmad Dhani

Arif Hidayat Filota Jendri

Ketua : Ilham Nasri

Wakil ketua : Dino Andika Putra

Sekretasris Umum : Tiara Monisa

Wk. Sekretaris : Vina Elinda

Bendahara Umum : Hazhiyah Qisthi Masyurah

4. Stuktur Pengurus Masjid Raya Salimpaung Pengurus Masjid

Ketua : Drs. H. Mansyur. L

Wakil ketua : H.Yondrial, SKM

Sekretasris Umum : H. Salmi, S.Ag

Wk. Sekretaris : Yonmardi

Bendahara Umum : Syarif, ST.R. Basa

Tata Usaha : 1. Hendra Saputra

2. Zulhendra 5. Tujuan Remaja Masjid

Menjadikan remaja-remaja yang dekat dengan Allah melalui kegiatan-kegiatan yang diadakan di Mesjid Raya Salimpaung tersebut.

6. Keadaan Remaja Masjid Raya Salimpaung

Jumlah remaja masjid pada tahun 2018 seluruhnya berjumlah lebih kurang 50 orang yaitunya terdiri dari anak-anak tingkat SD, SMP, SMA, Kuliah bahkan yang sudah tamat menempuh jenjang pendidikan pun sudah ada. mereka berasal dari sekeliling nagari salimpaung tersebut. Daftar remaja di masjid Raya Salimpaung adalah sebagai berikut:

Tabel 1 Daftar Remaja di Masjid Raya Salimpaung NO Jumlah Remaja

Laki-Laki

Jumlah Remaja Perempuan

Jumlah Seluruh Remaja

1 23 Orang 27 Orang 50 Orang

(H.Arif Donal, Wawancara tgl 15-11-2018) B. Temuan Khusus

Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik analisis data model Milles dan Huberman. Temuan khusus dalam penelitian ini dipaparkan berdasarkan batasan dan rumusan masalah yang ada dengan perincian sebagai berikut:

Berdasarkan wawancara pertama yang peneliti lakukan di Masjid Raya Salimpaung pada hari kamis tanggal 15 November 2018, Penulis mengamati bahwa remaja sangat aktif dalam melaksanakan aktivitas keagamaan .

1. Peran Remaja Masjid Raya Salimpaung dalam Meningkatkan Kegiatan Salat Berjamaah

a. Salat Berjamaah

Remaja masjid Raya Salimpaung adalah organisasi remaja masjid yang memiliki keterikatan dengan masjid, karena itu perlu menghadirkan program kerja yang beroriantasipada kegiatan-kegiatan keremajaan dan kemasjidan. Program-program yang disusun diharapkan dapat memenuhi kebutuhan anggota remaja masjid dalam mendakwahkan Islam, menambah kemakmuran masjid utamanya dalam meningkatkan kualitas salat berjamaah dan manfaat bagi masyarakat. Selain itu, diharapkan mampu meningkatkan keimanan, keilmuan dan keterampilan remaja muslim dilingkungan masjid.

Melihat realita sekarang tidak sedikit orang yang mengesampingkan salat berjamaah di masjid dan mushola, dengan alasan yang berbeda-beda. Sedangkan salat berjamaah sangat di anjurkan bagi semua umat muslim baik yang laki-laki maupun yang perempuan. Hadist telah menjelaskan bahwa bagi umat muslim yang menjalankan ibadah salat dengan berjamaah di masjid maka pahalanya akan dilipat gandakan yaitu 25/27 derajat.

Melihat keadaan tersebut setiap organisasi masjid utamanya remaja masjid Raya Salimpaung memiliki cara untuk tetap meningkatkan kualitas salat berjamaah yaitu dengan membuat program-program yang dapat meningkatkan keinginan masyarakat untuk mentautkan hati denga masjid. Salat berjamaah disini maksudnya adalah kegiatan salat yang dilakukan bersama-sama di masjid Raya Salimpaung. Shalat adalah ibadah yang tersusun dari

beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan di akhiri dengan salam, di dalamnya terdapat doa-doa yang mulia serta berdasar atas syarat-syarat dan rukun-rukun tertentu. Jadi, menurut peneliti salat berjamaah itu adalah salat yang dikerjakan secara bersama-sama, salah seorang diantaranya sebagai imam dan yang lainnya sebagai makmum, dan salat berjamaah juga dapat diartikan adalah beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan di akhiri dengan salam, dengan maksud untuk beribadah kepada Allah, menurut syarat-syarat yang sudah ditentukan dan pelaksanaannya dilakukan secara bersama-sama, salah seorang diantaranya sebagai imam dan yang lainnya sebagai makmum.

Adapun dasar hukum pelaksanaan salat berjemaah terdapat pada alquran dan hadist yang mana Allah Swt berfirman: “Dan apabila engkau (Muhammad) berada ditengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu engkau hendak melaksanakan salat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) bertemu dan menyandang senjata mereka” (QS. an-Nisa ayat 102).

Jadi, bahwasanya ayat di atas menjelaskan bahwa apabila berada dalam jamaah yang sama-sama beriman dan ingin mendirikan salat bersama mereka, maka bagilah mereka menjadi dua golongan, kemudian hendaklah segolongan dari mereka salat bersamamu dan segolongan yang lain berdiri menghadapi musuh sambil menjaga orang-orang yang sedang salat, karena hal ini menunjukkan betapa salat fardhu adalah ibadah yang sangat besar dan penting, sehingga dalam keadaan apapun pelaksanaannya dianjurkan secara berjamaah. Adapun hukum dalam melaksanakan salat berjemaah sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari adalah penting, karena Allah akan memberikan kebaikan atau pahala sebanyak dua puluh tujuh derajat. Jadi sudah

sepantasnya seluruh umat Islam mengamalkan hal tersebut.

Berdasarkan ayat al-Quran dan sunnah Rasulullah SAW bhawa salat berjamaah di masjid itu di syariatkan dan lebih utama dilaksanakan dari pada salat sendiri dirumah, karena hukumnya adalah Fardhu

„ain.

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan dilapangan pada hari senin tanggal 5 November 2018, peneliti mengamati remaja masjid Raya Salimpaung sangat aktif dalam melaksanakan aktivitas keagamaan seperti salat berjamaah.

Dengan adanya kegiatan salat berjamaah yang dilakukan di masjid Raya Salimpaung, peneliti melakukan wawancara dengan informan I yang bernama bapak H. Arif Donal yang mengatakan bahwa:

“Dalam hal kegiatan salat berjamaah ini remaja berperan atau ikut andil dalam melaksanakan salat berjamaah lima waktu remaja berperan sebagai pengumandang adzan dan iqamah, sebagai imam, sebagai pembaca doa. Sedangkan dalam salat jumat, remaja berperan sebagai khatib penyampaian khutbah, yang menunjang dalam meningkatkan keinginan masyarakat untuk mentautkan hati dengan masjid dalam hal melaksanakan salat secara berjamaah di masjid.”(H. Arif Donal, wawancara, 15-11-2018).

Pendapat tersebut diperkuat dengan melakukan wawancara dengan informan lainnya. Berikut hasil wawancara selengkapnya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan II, mengatakan bahwa:

“Kegiatan salat berjamaah ini remaja berperan aktif atau ikut andil dalam melaksanakan salat berjamaah lima waktu di masjid Raya Salimpaung, remaja berperan sebagai pengumandang adzan dan iqamah, sebagai imam, dan sebagai pembaca doa.”(Hj. Nurlaili, Spd.i, wawancara 15-11-2018)

Berdasarkan wawancara dengan informan III, yang mengatakan bahwa:

“kegiatan salat berjamaah ini remaja benar berperan sangat aktif atau ikut andil dalam melaksanakan salat berjamaah lima waktu tersebut, didalam kegiatan salat berjamaah ini remaja berperan sebagai pengumandang adzan dan iqamah, maupun sebagai imam, dan remaja juga berperan membuat program-program kegiatan yang menunjang dalam meningkatkan keinginan masyarakat untuk mentautkan hati dengan masjid dalam hal melaksanakan salat secara berjamaah di masjid”.( Filota Jendri, wawancara 15-11-2018)

Jadi, dapat peneliti simpulkan bahwa: dalam hal kegiatan salat berjemaah ini remaja berperan atau ikut andil dalam melaksanakan salat berjamaah lima waktu remaja berperan sebagai pengumandang adzan dan iqamah, sebagai imam, sebagai pembaca doa, dan sebagai penyampaian kultum 7 menit setiap salat subuh.

yang menunjang dalam meningkatkan keinginan masyarakat untuk mentautkan hati dengan masjid dalam hal melaksanakan salat secara berjamaah di masjid.

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan, peneliti mengamati upaya remaja masjid Raya Salimpaung ini dalam meningkatkan kualitas salat berjamaah di masjid Raya Salimpaung, peneliti mengamati remaja masjid ini mempunyai peran yang sangat penting dalam meramaikan masjid, supaya jamaah mentautkan hati untuk salat berjamaah di masjid.

Kemudian, peneliti menanyakan tentang apa saja upaya remaja masjid Raya Salimpaung dalam meningkatkan kualitas salat berjamaah di lingkungan masyarakat, Upaya yang telah dilakukan oleh remaja masjid Raya Salimpaung, melalui wawancara yang telah peneliti lakukan dengan informan I yang mengatakan bahwa:

“Pada dasarnya dalam upaya meningkatkan kualitas salat berjamaah, remaja masjid mempunyai peranan yang sangat penting dalam meramaikan masjid dan meramaikan salat berjamaah. Mendirikan taman pendidikan Al-Qur‟an

(TPA) remaja masjid mengadakan pengajian atau ceramah-ceramah agama. Maka dari berbagai kegiatan keagamaan yang telah disusun tersebut, memberikan dampak yang baik terhadap remaja dan juga pengurus masjid diantaranya: dengan adanya kegiatan keagamaan seperti TPA, pengajian dan ceramah-ceramah ini membuat remaja dan pengurus masjid awalnya kurang aktif di masjid dan akhirnya mereka aktif bahkan rutin melaksanakan salat berjamaah di masjid. Hal tersebut dilakukan oleh remaja masjid guna untuk terus meningkatkan kualitas salat berjamaah khususnya yang di adakan didalam masjid”. (H. Arif Donal, wawancara 15-11-2018)

Pendapat tersebut di perkuat dengan melakukan wawancara dengan informan lainnya. Berikut hasil wawancara selengkapnya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan II mengatakan bahwa:

“Upaya yang dilakukan remaja masjid dalam meningkatkan kualitas salat bejamaah yaitu memberikan kitab-kitab atau semacam buku yang memberikan motivasi tentang salat berjamaah, manfaat menjalankan salat berjamaah bersama-sama serta kerugian orang-orang yang tidak mau melaksanakan salat berjamaah di masjid, karena jika adanya remaja masjid yang senantiasa memberikan motivasi keagamaan kepada warga masyarakat secara terus menerus baik melalui ceramah-ceramah agama maupun penyuluhan sehingga masyarakat nagari Salimpaung dapat meresapi dengan baik dan menyentuh aspek kehidupannya sehari-hari.

Maka dari berbagai kegiatan keagamaan yang telah disusun tersebut, memberikan dampak yang baik terhadap remaja dan juga pengurus masjid dan masyarakat, diantaranya: dengan adanya kegiatan keagamaan seperti TPA, pengajian, PHBI ini membuat remaja dan pengurus masjid awalnya kurang aktif di masjid dan akhirnya mereka aktif bahkan rutin melaksanakan salat berjamaah di masjid”. (Hj. Nurlaili Spd,I, wawancara 15-11-2018)

Berdasarkan wawancara dengan informan III yang mengatakan bahwa:

“Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan aktivitas keagamaan di masjid Raya Salimpaung yaitu dalam meningkatkan kualitas salat berjamaah di masjid Raya

Salimpaung yaitu remaja masjid terus-menerus mengadakan pengajian di taman pendidikan al-Qur‟an (TPA), mengadakan dan ceramah-ceramah agama. Hal tersebut dilakukan oleh remaja masjid guna untuk terus meningkatkan kualitas salat berjamaah khususnya yang di adakan didalam masjid. Maka dari berbagai kegiatan keagamaan yang telah disusun tersebut memberikan dampak yang baik terhadap remaja dan juga pengurus masjid, sebelumnya remaja masjid dan pengurus serta masyarakat disekitar masjid yang awalnya kurang aktif dalam melaksanakan salat berjamaah di masjid dan akhirnya mereka aktif bahkan rutin melaksanakan salat berjamaah di masjid.”.

(Filota Jendri, wawancara 15-11-2018)

Jadi, bertolak dari pernyataan yang dikemukakan di atas, maka penulis berkesimpulan bahwa remaja masjid raya salimpaung mempunyai peranan besar bagi umat Islam terutamanya warga masyarakat Salimpaung, khususnya bagi masyarakat nagari Salimpaung. Sehubungan dengan hal tersebut bahwa pada dasarnya peranan remaja masjid mempunyai peranan yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas salat berjamaah dilingkungan masyarakat nagari Salimpaung. Untuk itu remaja masjid memiliki posisi tertinggi dalam organisasi ini terhadap kelangsungan hidup masyarakat, karena remaja yang ikut andil berperan sebagai panitianya, ketuanya, anggotanya dan bahkan sebagai pelaksananya sesuai dengan apa-apa saja kegiatan yang dilakukan.

Adapun program kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh remaja masjid Raya Salimpaung sebagai faktor pendorong untuk meningkatkan salat berjamaah di masjid Raya Salimpaung antara lain:

1. Pengajian dasar taman pendidikan al-Qur‟an (TPA)

Taman Pendidikan al-Qur‟an (TPA) adalah lembaga pendidikan dan pengajaran al-Qur‟an (TPA) untuk mengantisipasi minat anak-anak agar lebih dominan belajar mengenal al-Qur‟an dan beribadah kepada Allah Swt. Dari pada mengikuti perkembangan teknologi di zaman ini, seperti main game, main hp dan nonton yang umumnya yang disukai anak-anak.

Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan, peneliti mengamati remaja masjid Raya Salimpaung ini membuat program kegiatan keagamaan seperti kegiatan (TPA).

Dengan adanya taman pendidikan al-Qur‟an (TPA) untuk anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut, peneliti melakukan wawancara dengan informan I yang bernama bapak H. Arif Donal yang mengatakan bahwa:

“pengajian dasar taman pendidikan al-Qur‟an (TPA) adalah salah satu program kegiatan yang dilaksanakan oleh remaja masjid Raya Salimpaung ini yang dapat menunjang pelajaran di sekolah khususnya mata pelajaran pendidikan agama Islam, mempermudah para orang tua untuk mengajar anaknya tentang beribadah, membaca dan mengamalkan al-Qur‟an dengan itu dapat mengurangi kekhawatiran para orang tua mengenai perkembangan teknologi yang seyogyanya berpengaruh pada tingkah laku, moral dan akhlak anak-anak pada umumnya, dalam hal ini memang benar sekali remaja masjid ini sangat berperan aktif dalam kegiatan tersebut seperti: sebagai pembina TPA sekaligus guru dalam mengajarkan baca tulis al-quran, dan mengajarkan anak-anak TPA dalam melaksanakan bagaimana salat yang benar dan sesuai sebagaimana mestinya dalam tata cara salat yang baik dan benar”. (H. Arif Donal, wawancara, 15-11-2018).

Pendapat tersebut diperkuat dengan melakukan wawancara dengan informan lainnya. Berikut hasil wawancara selengkapnya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan II, mengatakan

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan II, mengatakan

Dokumen terkait