• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah

60 1. Instrumen Tes Prestasi Belajar Fisika

Tes prestasi belajar fisika digunakan untuk mengukur pencapaian

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetesnsi Dasar (KD) pada materi

kinematika gerak lurus dan gerak parabola dengan analisis vektor

sebagaimana ditetapkan dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL) pada

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Berdasarkan desain

penelitian, pretest dilaksanakan secara serempak sebelum diberikan

perlakuan. Demikian juga Postest dilaksanakan secara serempak setelah

diberikan perlakuan.

Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berbentuk tes

berupa seperangkat soal uraian (essay). Materi tes ditentukan berdasarkan materi ajar bidang studi fisika kelas XI IPA sesuai standar isi pada

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam hal ini, materi tes

adalah materi yang diajarkan pada penelitian ini, yaitu kinematika gerak

lurus dan gerak parabola. Jumlah soal terdiri dari 5 butir yang disusun

berdasarkan spesifikasi tingkat kesulitan mulai dari soal dengan tingkat

kesulitan mudah, sedang dan tinggi. Jumlah ini dinilai cukup memadai

karena sudah mencakup seluruh materi dan alokasi waktu yang diberikan.

Soal dengan spesifikasi tingkat kesulitan mudah diberi bobot 5. Soal

dengan spesifikasi tingkat kesulitan sedang diberi bobot 10, dan soal

dengan spesifikasi tingkat kesulitan tinggi diberi bobot 15. Dengan

demikian bobot maksimal atau skor maksimal adalah 55. Soal dengan

61

dengan spesifikasi tingkat kesulitan sedang terdapat pada butir soal nomor

1 dan 2. Sedangkan soal dengan spesifikasi tingkat kesulitan tinggi

terdapat pada butir soal nomor 4 dan 5. Nilai akhir diperoleh dengan

menggunakan rumus matematik sebagai berikut.

=

100

Agar isi tes dapat mencakup semua materi ajar dan sungguh mengukur

kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa, maka sebelum menyusun soal

tes, peneliti terlebih dahulu membuat kisi-kisi tes. Kisi-kisi tes prestasi

belajar fisika siswa meliputi kompetensi yang diujikan, indikator

pencapaian hasil belajar, nomor soal, butir soal, uraian soal, dan kunci

jawaban.

Selanjutnya untuk memudahkan peneliti dalam menganalisis data hasil

tes prestasi belajar fisika siswa, maka data pretest dan posttest dari

masing-masing kelas dideskripsikan terlebih dahulu. Deskripsi data pretest

dan posttest meliputi penskoran dan nilai akhir. Untuk itu peneliti

membuat tabel deskripsi data pretest dan posttest dari masing-masing

62 Tabel 3.3

Deskripsi Data Pretest pada Kelas Treatmen

Kode Siswa

Nomor Soal dan Penskoran

Jumlah Skor

Nilai Akhir

1 2 3 4 5

Skor Skor Skor Skor Skor

T1 T2 .... .... Tn Keterangan:

T1 : Kode siswa kelas treatmen nomor urut 1 T2 : Kode siswa kelas treatmen nomor urut 2

Tn : Kode siswa kelas treatmen nomor urut seterusnya sampai ke-n

Tabel 3.4

Deskripsi Data Pretest pada Kelas Kontrol

Kode Siswa

Nomor Soal dan Penskoran

Jumlah Skor

Nilai Akhir

1 2 3 4 5

Skor Skor Skor Skor Skor

K1 K2 .... .... Kn Keterangan:

K1 : Kode siswa kelas kontrol nomor urut 1 K2 : Kode siswa kelas kontrol nomor urut 2

Kn : Kode siswa kelas kontrol nomor urut seterusnya sampai dengan nomor urut ke-n

63 Tabel 3.5

Deskripsi Data Posttest pada Kelas Treatmen

Kode Siswa

Nomor Soal dan Penskoran

Jumlah Skor

Nilai Akhir

1 2 3 4 5

Skor Skor Skor Skor Skor

T1 T2 .... .... Tn Keterangan:

T1 : Kode siswa kelas treatmen nomor urut 1 T2 : Kode siswa kelas treatmen nomor urut 2

Tn : Kode siswa kelas treatmen nomor urut seterusnya sampai ke-n

Tabel 3.6

Deskripsi Data Posttest pada Kelas Kontrol

Kode Siswa

Nomor Soal dan Penskoran

Jumlah Skor

Nilai Akhir

1 2 3 4 5

Skor Skor Skor Skor Skor

K1 K2 .... .... Kn Keterangan:

K1 : Kode siswa kelas kontrol nomor urut 1 K2 : Kode siswa kelas kontrol nomor urut 2

Kn : Kode siswa kelas kontrol nomor urut seterusnya sampai dengan nomor urut ke-n

64

2. Instrumen Kuesioner Motivasi Berprestasi Belajar Fisika

Beberapa macam kuesioner menurut Arikunto (1997:140-141).

Dipandang dari cara menjawab, terdapat dua macam kuesioner yaitu

kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Kuesioner terbuka adalah

kuesioner yang memberi kesempatan kepada responden untuk menjawab

setiap pertanyaan dengan kalimatnya sendiri. kuesioner tertutup adalah

kuesioner yang telah menyediakan jawaban sehingga responden tinggal

memilih.

Dipadang dari jawaban yang diberikan, terdapat dua macam kuesioner

yaitu kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung. Kuesioner langsung

yaitu jika responden menjawab tentang dirinya. Kuesioner tidak langsung

yaitu jika responden menjawab tentang orang lain.

Dipandang dari bentuknya terdapat empat macam kuesioner yaitu

kuesioner pilihan ganda yang dimaksud adalah sama dengan kuesioner

tertutup, kuesioner isian yang dimaksud adalah kuesioner terbuka, check list

yaitu sebuah daftar pernyataan di mana responden tinggal membubuhkan

tanda check (√ ) pada kolom yang sesuai, ratin – scale yaitu sebuah pernyataan diikuti kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan-tingkatan

misalnya mulai dari sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak

setuju.

Berdasarkan paparan di atas, kuesioner yang digunakan pada

penelitian ini adalah kuesioner langsung, tertutup, check list, dan ratin scale. Motivasi berprestasi belajar fisika dapat ditunjukkan dengan

65

ketekunan dan ketahanan belajar fisika, sikap dan perasaan pada fisika, serta

keinginan mencapai kesuksesan pada pembelajaran fisika. Sesuai dengan

alur penelitian ini, kuesioner motivasi berprestasi belajar fisika diberikan

setelah siswa menyelesaikan posttest.

Menurut Hadi (1989:178), metode kuesioner dalam bentuknya yang

langsung didasarkan pada laporan tentang diri sendiri atau self-reports, atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. Dalam

pelaksanaanya peneliti memberikannya secara langsung dan dalam

pengisian kuesioner juga dibawa pengawasan peneliti.

Instrumen kuesioner motivasi berprestasi belajar fisika dibuat

berdasarkan kisi-kisi. Kisi-kisi kuesioner motivasi berprestasi belajar fisika

meliputi aspek motivasi belajar fisika, indikator motivasi, nomor item

pernyataan dan jumlah item per indikator. Aspek motivasi berprestasi

belajar fisika terdiri atas tiga. Pertama, ketekunan dan ketahanan belajar fisika. Kedua, sikap dan perasaan senang atau tidak senang pada pembelajaran fisika dengan model flexible homework (untuk kelas treatmen) dan traditional homework (untuk kelas kontrol). Ketiga, keinginan untuk mencapai kesuksesan dengan belajar fisika.

Indikator motivasi berprestasi belajar fisika dikembangkan

berdasarkan aspek-aspek motivasinya. Aspek pertama, memiliki sebuah indikator yaitu hasrat dan keinginan berhasil demi mencapai prestasi yang

baik. Aspek kedua, memiliki sebuah indikator juga yaitu ketertarikan siswa terhadap pembelajaran fisika dengan model flexible homework (untuk kelas

66

treatmen) dan model traditional homework (untuk kelas kontrol). Aspek

ketiga, memiliki tiga indikator yaitu 1) usaha yang dilakukan dalam mencapai tujuan belajar, 2) kebutuhan siswa dalam belajar, 3) harapan dan

cita-cita masa depan.

Butir-butir pernyataan dikembangkan berdasarkan

indikator-indikator tersebut. Pernyataan kuesioner dibuat dalam dua bentuk yaitu

pernyataan negatif dan pernyataan positif. Pernyataan negatif terdapat

pada item 8, 12, dan 15. Pernyataan positif terdapat pada item 1, 3, 4, 5, 6,

7, 9, 10, 11, 13, 14, 16, 17, dan 18.

F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Dokumen terkait