• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKNIK EKSPLORASI BATUBARA

Dalam dokumen Draft Diktat Kuliah Batubara (Halaman 86-91)

KEGIATAN PENAMBANGAN BATUBARA

4.1. TEKNIK EKSPLORASI BATUBARA

Batubara terdapat dalam satuan sediment klastik, penyebarannya tidak merata. Penyebaran dan pengendapan batubara yang mempunyai nilai ekonomi sangat dipengaruhi oleh keadaan geologi daerah yang bersangkutan.

Besarnya cadangan dan keadaan geologi dari endapan batu-bara tersebut akan sangat mempengaruhi besaran produksi yang akan dicapai serta berapa besar investasi yang diperlukan.

Suatu usaha pertambangan dikatakan berhasil apabila dapat dilakukan konservasi dari suatu keadaan yang bersifat alamiah menjadi keadaan dan situasi yang dapat dikendalikan dan terencana serta dapat diperkirakan sebelumnya. Keberhasilan eksplorasi sangat menentukan dalam perencanaan eksploitasi. Pengambilan endapan batubara yang dilakukan secara ekonomis menuntut digunakannya secara intensif beberapa disiplin ilmu sejak mulai dari tahap penyelidikan umum sampai pada saat dilakukan pengambilannya.

4.1.1. TAHAPAN PENYELIDIKAN

a. Penyelidikan Umum

Penyelidikan umum diawali dengan studi pustaka atau disebut pula sebagai desk study. Studi ini menyangkut mengenai keadaan geologi regional, tektonik dan yang berkaitan dengan paleogeographic setting suatu daerah penyelidikan.

Maksud penyelidikan umum adalah untuk memperoleh informasi dan menentukan batasan luas daerah. Setelah itu selesai, dilakukan penelitian lapangan dengan tujuan pengecekan lapangan hasil studi pustaka. Dalam penelitian lapangan diusahakan pula mencari kemungkinan adanya singkapan batubara, mengambil contoh batuan dan contoh batubaranya.

b. Penyelidikan Pendahuluan

Pelaksanaan eksplorasi pendahuluan dilakukan dengan memetakan daerah penyelidikan, baik dengan pemetaan topografi maupun dengan foto udara dengan tujuan mendapatlkan peta yang benar dan baik sebagai dasar penyelidikan selanjutnya.

Tahap berikutnya melakukan pemetaan geologi dengan menggunakan peta permukaan dan foto udara dimaksudkan untuk melakukan interpresi keadaan singkapan, struktur, dan kedudukan stratigrafi dari batubara. Untuk mengetahui kedudukan stratigrafi lapisan-lapisan batubara dilakukan pemboran dangkala ataupun pemboran dalam di beberapa tempat. Tujuan untuk mendapatkan data tentang ketebalan dan kedududkan formasi batubara. Dengan melakukan korelasi terlebih dahulu dari titik-titik pemboran dapat diketahui arah dan bentuk penyebaran lapisan batubara. Disamping itu diperoleh pula data pendahuluan tentang kualitas batubara

Pada akhir program ini, apbila sekiranya daerah tersebut mempunyai nilai ekonomi yang potensial, maka akan diperoleh data sebagai berikut:

- Hasil perhitungan cadangan sampai tingkat indikatif.

- Perkiraan tentang kualitas

- Interpretasi tentang geometrid an struktur endapan

- Laporan tentang sumber cadangan secara lengkap untuk studi pemasaran dan financial.

Di samping itu sudah dapat ditentukan pula:

- keadaan geologi endapan batubara dan perkiraan stuktur bawah permukaan

- Alternatif cara penambangan baik secara tambang terbuka atau tambang dalam.

c. Penyelidikan Detail

Pada tingkat ini kegiatan eksplorasi lebih terpusat pada kegiatan pemboran yang bertujuan untuk lebih mengetahui bentuk geometri endapan batubara, kualitas dari lapisan batubara dan kemungkinan adanya anomaly geologi yang mungkin akan menimbulkan kesulitan dalam proses penambangan yang akan dilaksanakan. Apabila diperlukan dapat pula dilakukan penyelidikan geofisika dengan tujuan untuk

mengetahui secara rinci keadaan geologi bawah permukaan yang meliputi keadaan sratigrafi dan struktur geologi yang tidak terekam dari kegiatan pemboran. Pengumpulan dan pendokumentasian semua data yang diperoleh berikut peta-peta yang telah dibuat serta rencana penambangan akan dipergunakan sebagai dasar dan rencana kerja aktifitas penambangan yang akan datang. Pada akhir kegiatan program ini akan dihasilkan hal-hal sebagai berikut:

- Perhitungan cadangan sampai tingkat yang dapat diambil recoverable reserve, sedang ketepatan perkiraan perhitungan batubara yang dapat dijual sudah mendekati 20 %.

- Data lengkap mengenai kualitas, baik secara statistic dan variasi yang terdapat secara regional, data yang menyangkut batuan ikutan.

- Data tentang penggunaan batubara dan laporan tentang hasil test pembakaran baik dalam laboratorium maupun dalam skala komersial di sector industri.

- Data yang menyangkut tentang pencucian batubara (washability test).

Bilamana data yang telah dikumpulkan tersebut dan pada kenyataannya sudah konprehensif maka berarti pengembangan sumber cadangan batubara tersebut telah memperoleh prioritas yang tinggi untuk diajukan ketingkat yang lebih lanjut. Tingkat selanjutnya akan dilakukan pengumpulan data mengenai penambangan dan masalah yang menyangkut bidang-bidang yang bersifat engineering seperti masalah geoteknik, hidrologi dan perencanaan proses pencucian, hal yang menyangkut pengangkutan dan penimbunan batubara.

Semua data tersebut dikompilasi dan dijadikan bahan untuk membuat studi kelayakan pengembangan endapan batubara tersebut kearah pembukaan tambang.

Pekerjaan eksplorasi akan tetap dilakukan terus selama masa umur tambang tersebut berjala. Pekerjaan eksplorasi ini dikenal sebagai commercial exploration

programme, menyangkut pula pekerjaan pemboran produksi (production drilling)

yang bertujuan untuk lebih meningkatkan ketelitian yang dapat diambil (recoverable reerve) sampai pada tingkat 5 %. Apabila uraian tersebut di atas dibuat dalam bentuk diagram kerja seperti terlihat pada Gambar 4.1.

Penyelidikan Umum

Penyelidikan Pendahuluan

Penyelidikan Detail

Commercial Exploration Programme - studi pustaka

- pengecekan dilapangan - keadaan geologi regional - keadaan tektonik

- keadaan "paleography setting" - batasan luas daerah kerja

- mencari singkapan batuan dan batubara - mengambil contoh batuan

- mengambil contoh batubara

- memetakan daerah kegiatan

- interpretasi keadaan geologi - pemetaan topografi - pemetaan foto udara

- stratigrafi kedudukan batubara - struktur geologi

- pemboran - korelasi

- hasil perhitungan cadangan - bentuk geometri cadangan - perkiraan kualitas

- pemboran

- geofisika

- bentuk geometri endapan batubara lebih teliti dan perhitungan cadangan - anomali geologi

- sesar - kualitas batubara - analisa laboratorium - sifat batubara

- stratigrafi kedudukan batubara - struktur geologi

- bentuk endapan batubara

- pemboran lanjutan

Gambar 4.1.

Diagram Kerja Tahapan Penyelidikan

4.1.2. POTENSI CADANGAN BATUBARA

Salah satu hal yang mentukan dalam pengusahaan batubara adalah besaran potensi cadangan (reserves) batubara di daerah yang bersangkut. Beberapa terminologi cadangan (reserve) adalah sebagai berikut:

a. Potensi cadangan Tereka (Inferred reserves)

Potensi cadangan tereka dari suatu lapangan prospek batubara adalah jumlah batubara dalam ton yang perhitungannya mendasarkan pada data geologi hasil penelitian lapangan dalam bentuk peta geologi, geofisika dan kualitas batubara tyang telah dapat memberikan model tentative dari pola sedimentasi lapisan batubara.

b. Potensi cadangan Terkira (Indicated Reserves)

Potensi cadangan terkira dari satu lapangan prospek batubara adalah jumlah batubara dalam ton yang perhitungannya mendasarkan atas model tentative batubara dari keterpaduan penelitian lapangan dan penelitian laboratorium serta telah dibuktikan dengan beberapa pemboran eksplorasi. Indicated reserves perlu diketahui untuk perencanaan tambang.

c. Mineable In-situ Reserves

Jumlah ton batubara in-situ dari penampang lapisan batubara yang direncanakan dapat ditambang. Dari padanya diperoleh cukup informasi yang berguna dalam perencanaan. Mineable in-situ reserves dapat diperhitungkan dari indicated reserves.

d. Potensi Cadangan Terambil (Recoverable Reserves)

Potensi cadangan terambil dari satu lapangan prospek batubara adalah jumlah batubara dalam ton yang perhitungan potensi diperoleh secara rinci dari beberapa pemboran eksplorasi teknis maupun pertimbangan keekonomiannya. Besaran cadangan batubara merupakan hasil perkalian luas pelamparan, ketebalan dan berat jenis batubara dari suatu daerah prospek batubara. Recoverable Reserves ditambah dengan Dilution sama dengan Run of Mine Tonage. Termasuk dilution adalah batubara yang hilang sewaktu proses penambangan.

Dengan mengetahui berbagai potensi cadangan batubara di suatu daerah maka program pengembangan dalam rangka pengusahaan batubara akan lebih terarah.

e. Marketable Reserves

Jumlah ton batubara yang akan dapat dipasarkan atau dijual, dapat berupa run

of mine tonnage (kalau tidak dilakukan pengolahan) maupun setelah dilakukan

pengolahan.

Dalam dokumen Draft Diktat Kuliah Batubara (Halaman 86-91)