• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.5 Instrumen Penelitian

3.5.2 Teknik Pengumpulan Data

Secara teknik dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

a. Metode Angket

Menurut Sugiyono (2011:142) Angket atau kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuisioner merupakan teknis pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.

b. Wawancara

Merupakan proses untuk memperoleh keterangan untuk mencapai tujuan penelitian yang dilakukan melalui kegiatan komunikasi verbal berupa percakapan. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara dan yang diwawancarai yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Maksud mengadakan wawancara, seperti ditegaskan oleh Lincoln & Guba (Moleong 2010: 186), antara lain: mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian dan lain-lain kebulatan; merekonstruksi kebulatan-kebulatan demikian sebagai yang dialami masa lalu; memproyeksikan kebulatan-kebulatan sebagai yang diharapkan untuk dialami pada masa yang akan mendatang; memverifikasi, mengubah, dan memperluas informasi yang diperoleh dari orang lain, baik manusia maupun bukan manusia (triangulasi); dan memverfikasi, mengubah, dan memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh peneliti sebagai pengecekan anggota.

Metode wawancara yang digunakan peneliti dalam penelitian mengenai implementasi kebijakan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) di Kabupaten Lebak, yaitu wawancara mendalam yang mana peneliti melakukannya dengan sengaja untuk melakukan wawancara dengan informan dan peneliti tidak sedang observasi partisipasi, ia bisa tidak terlibat intensif dalam kehidupan sosial informan, tetapi dalam kurun waktu tertentu. Peneliti bisa datang berkali-kali untuk melakukan wawancara. Sifat wawancaranya tetap mendalam tetapi dipandu oleh pertanyaan-pertanyaan dalam pedoman wawancara. Tujuannya yaitu untuk memperoleh data secara jelas, konkret, dan lebih mendalam. Pada prinsipnya metode ini merupakan usaha untuk menggali keterangan yang lebih dalam dari sebuah kajian dari sumber yang relevan berupa pendapat, kesan, pengalaman, pikiran dan sebagainya yang berkaitan dengan implementasi implementasi kebijakan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) di Kabupaten Lebak. Adapun pedoman wawancara penelitian adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3

Pedoman Wawancara Penelitian

Variabel Indikator Pertanyaan Kode

Informan

Ukuran dan tujuan kebijakan

Menurut anda, apakah ukuran dan

tujuan dari penerapan SPIPISE? I1, I2 Menurut anda, bagaimana pemahaman

operator perusahaan mengenai ukuran dan tujuan kebijakan SPIPISE?

I1, I2

Apakah penerapan SPIPISE di Kabupaten Lebak sudah sesuai dengan tujuannya?

Implementasi Kebijakan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) di Kabupaten Lebak

Apakah kebijakan SPIPISE sudah tepat diterapkan pada perusahaan PMDN dan PMA di Kabupaten Lebak?

I1, I2

Sumberdaya

Apakah jumlah dan kompetensi pelaksana untuk penerapan SPIPISE di BPMPPT Lebak dan perusahaan PMDN dan PMA ini sudah cukup dan memadai?

I1, I2

Menurut anda, bagaimana pemahaman operator dalam penginputan data perusahaan ke dalam SPIPISE?

I1, I2

Menurut anda, bagaimana pengetahuan operator SPIPISE mengenai semua informasi tentang SPIPISE tersebut?

I1, I2

Berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam melakukan penginputan ke dalam SPIPISE?

I1, I2

Bagaimana ketepatan waktu

penginputan data perizinanan dan non perizinan dengan adanya SPIPISE ini?

I1, I2

Apakah sumber daya finansial mendukung dalam penerapan SPIPISE ini?

I1, I2

Bagaimana fasilitas pendukung di kantor anda, seperti komputer/laptop dan jaringan internet guna menunjang pengoperasian SPIPISE?

I1, I2

Karakteristik agen

pelaksana

Dalam penggunaan aplikasi SPIPISE, bagaimana pemahaman operator perusahaan tentang FAQ & troubleshoot yang diberikan oleh PUSDATIN BKPM Pusat.

I1, I2

Bagaimana pengetahuan dan pemahaman operator SPIPISE mengenai Standard Operating Procedures SOP yang diterapkan?

I1, I2

Apakah penerapan SPIPISE sudah

sesuai dengan SOP? I1, I2

Sikap/ kecenderung an

(disposisi)

Apakah Pemerintah Daerah

Kabupaten Lebak mendukung penuh penerapan SPIPISE di Kabupaten Lebak?

para

pelaksana Apakah Perusahaan PMDN dan PMA di Kabupaten Lebak mendukung penuh penerapan SPIPISE di

Kabupaten Lebak?

I1, I2

Bagaimana dengan transparansi dan akuntabilitas dalam kegiatan

penanaman modal dengan adanya SPIPISE? I1, I2 Komunikasi antar organisasi dan aktivitas pelaksana

Bagaimana komunikasi dengan perusahaan dan dinas teknis terkait tentang SPIPISE dilakukan?

I1, I2

Bagaimana proses koordinasi yang dilakukan dengan perusahaan dan antar SKPD teknis terakit dalam penerapan SPIPISE?

I1, I2

Apakah ada sosialisasi yang dilakukan terkait penerapan SPIPISE ini, baik dengan masyarakat atau SKPD terkait?

I1, I2

Bagaimana proses sosialisasi

dilakukan? I1, I2

Apakah Sosialisasi yang dilakukan dalam penerapan SPIPISE di

Kabupaten Lebak efektif, efisien dan mudah dipahami?

I1, I2

Apakah kemudahan layanan informasi tentang SPIPISE sudah diketahui oleh masyarakat umum? I1, I2 Lingkungan sosial, ekonomi dan politik

Apakah kondisi ekonomi turut

mempengaruhi kebijakan ini? I1, I2 Apakah lingkungan sosial turut

mempengaruhi kebijakan ini? I1, I2 Apakah kondisi politik turut

mempengaruhi kebijakan ini? I1, I2 (Sumber: Peneliti, 2016)

c. Metode Observasi

Menurut Sutrisno Hadi (Sugiyono.2011:145) berpendapat bahwa observasi merupakan suatu proses yang kompleks, yaitu suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Observasi merupakan teknik

pengumpulan data dengan menggunakan media panca indra dan peneliti sendiri secara langsung ke lapangan penelitiannya.

d. Studi Dokumentasi

Metode ini merupakan suatu cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, sehingga akan diperoleh data yang lengkap, sah, dan bukan berdasarkan perkiraan. Metode ini juga digunakan untuk mengumpulkan data yang sudah tersedia dalam catatan dokumen. Dalam penelitian sosial, fungsi data yang berasal dari dokumentasi lebih banyak digunakan sebagai data pendukung dan pelengkap bagi data primer yang diperoleh melalui kuesioner, observasi dan wawancara mendalam. Penggunaan metode dokumentasi dalam penelitian mengenai implementasi kebijakan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) di Kabupaten Lebak, digunakan sebagai data pendukung terkait masalah penelitian. Dengan adanya data pendukung tersebut ditujukan sebagai penguat argumentasi dari data-data primer yang didapatkan dari hasil kuesioner, observasi dan wawancara yang telah dilakukan peneliti sebelumnya.

Dokumen terkait