• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

E. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. (Sugiyono, 2015: 193). Selanjutnya pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.

1. Observasi

Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.Pengamatan

35

dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek di tempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa, sehingga observasi berada bersama objek yang diselidiki. (Margono, 2010: 158-159)

“Through observation, the researcher learn about behavior and the meaning attached to those behavior”. Melalui observasi, peneliti belajar

tentang perilaku, dan makna dari perilaku tersebut.(Marshall dalam Sugiyono, 2015: 310). Untuk itulah, peneliti melakukan kegiatan observasi dalam proses pengumpulan data, agar peneliti dapat lebih memahami dan mengetahui lebih dalam mengenai perilaku yang dilakukan oleh objek yang diteliti sesuai dengan pengamatan yang dilakukan saat penelitian.

2. Wawancara

Wawancara atau interview adalah cara untuk mengumpulkan data yang meliputi perasaan, pengalaman, apa yang diingat, dorongan dan alasan bertingkah laku dari individu. (Allport dalam Santosa, 2010: 27)

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik wawancara secara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi.Jadi dengan wawancara, maka peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang partisipan dalam menginterpretasikan situasi dan fenomena yang terjadi, dimana hal ini tidak bisa ditemukan melalui observasi. (Stainback dalam Sugiyono, 2015: 318)

Dalam melakukan wawancara, selain harus membawa instrument sebagai pedoman dalam wawancara, maka peneliti pun perlu menyiapkan

36

alat perekam suara (voice recorder) dan beberapa alat tulis bila diperlukan untuk pencatatan.

Gambar 3.3

Tabel Kisi-kisi Pedoman Wawancara OrangTua

No Aspek Indikator Nomor Soal

1. Peran Orang

Tua

Tugas orang tua terhadap anak 1

Kewajiban orang tua terhadap anak

2

Peran orang tua dalam keluarga 5 dan 6

Fungsi orang tua dalam mendidik anak

3, 4 dan 8

Fungsi orang tua sebagai motivator

7

2. Pendidikan

Seks

Pendidikan seks 9, 10 dan 11

Materi pendidikan seks 12, 13 dan 14

Tujuan pendidikan seks 15, 16, 17 dan 18

37 dalam pendidikan seks

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah setiap bahan tertulis ataupun film yang digunakan sebagai sumber data yang bisa dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk meramalkan.(Guba dan Lincoln, dalam Moelong (2009: 216).Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. (Sugiyono, 2015: 329)

Metode ini digunakan untuk memperoleh bukti foto (gambar) atau rekaman suara saat kegiatan penelitian berlangsung di RT. 002, RW.004, Parung Bingung, Kel. Rangkapan Jaya Baru, Kec. Pancoran Mas, Depok.

F. Teknik Analisis Data dan Triangulasi 1. Analisis Data

Setelah data terkumpul sampai semua informasi yang dibutuhkan mengenai penelitian ini sudah terpenuhi, maka langkah selanjutnya adalah menganalisisnya. Analisis data merupakan hal penting untuk mengetahui apakah proses implementasi sebuah program berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang ada dari berbagai sumber, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.

38

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang lebih penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. (Sugiyono, 2015: 335)

Teknik analisis data pada penelitian ini, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, serta setelah selesai pengumpulan data

dalam waktu tertentu. Pada saat melaksanakaan wawancara

(indepthinterview) analisis terhadap jawaban dari informan yang diwawancarai, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban dari informan yang kurang memuaskan maka peneliti akan melanjutkan atau mengajukan pertanyaan lagi sampai diperoleh data yang lebih jelas dan mendalam dan dianggap kredibel (Miles dan Huberman dalam Sugiyono, 2015: 337).

Tahapan analisis data kualitatif yang dikutip Moleong (2007: 248) yaitu sebagai berikut :

a. Membaca atau mempelajari data, menandai kata-kata kunci dan gagasan yang adalam data.

b. Mempelajari kata-kata kunci itu, berupaya menemukan tema-tema yang berasal dari data.

39 d. Koding yang telah dilakukan.

Tujuan analisis data adalah untuk menyederhanakan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca, dan diinterpretasikan.Data yang terkumpul dari lapangan dianalisis dengan metode deskripsi kualitatif yaitu dengan menginterprestasikan data-data yang telah diperoleh ke dalam bentuk kalimat-kalimat dengan menggunakan langkah-langkah sebagaimana Sugiyono (2015: 338) data kualitatif analisisnya menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi.

Proses analisis data dalam penelitian kualitatif yaitu : 1. Reduksi Data

Reduksi data merupakan proses berpikir sensitif yang memerlukan

kecerdasan dan keluasan serta kedalaman wawasan yang

tinggi(Sugiyono, 2015: 339). Mereduksi berarti merangkum, dan membuat fokus data untuk menentukan aspek-aspek penting atau membuang hal-hal yang tidak perlu dan mengatur data sedemikian rupa sehingga memberikan gambaran jelas dan mempermudah dalam pengumpulan data dan menarik kesimpulan akhir..Dalam hal ini, Peneliti memilih hal-hal yang didapat dari hasil pengamatan terhadap objek yang diteliti yaitu informan yang benar-benar paham berkaitan dengan peran orang tua dalam memperkenalkan seks kepada anak sejak usia 10 – 11 Tahun di wilayah RT 002, RW 004, Parung BIngung, Depok.

40

Setelah mendapat data dan informasi hasil pengamatan, maka peneliti menyajikan data yang sudah didapatkan mengenai hasil pengamatan, yaitu berupa hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi.Maka, data-data yang telah terkumpul tersebut selanjutnya diuraikan dan diceritakan dengan menggunakan kata-kata.Peneliti melakukan penyajian data dengan menguraikan segala sesuatu yang terjadi dalam penelitian peran orang tua dalam memperkenalkan seks kepada anak sejak usia 10 – 11 tahun di wilayah RT 002, RW 004, Parung Bingung, Depok.

3. Pengambilan Kesimpulan dan Verifikasi Data

Pada pengambilan keputusan peneliti mendalami makna yang diperoleh dari data atau informasi yang diperlukan kedalam suatu kesimpulan dalam proses. Sedangkan verifikasi data, peneliti mengumpulkan data baru yang memungkinkan untuk melengkapi data yang ada tentang peran orang tua dalam memperkenalkan seks kepada anak sejak dini di wilayah RT. 002, RW. 004, Parung Bingung, Depok.

Gambar 3.4 Penyajian data Pengumpulan data Reduksi data Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi Data

41

Komponen Analisis Data (sumber; Miles dan Huberman, 1992) 2. Triangulasi

Triangulasi bisa dimaknai sebagai suatu teknik yang menggunakan dua atau lebih metode pengumpulan data dalam penelitian terhadap beberapa aspek dari perilaku manusia. (Cohen dan Manion dalam Prastowo, 2010: 289).

Triangulasi dalam bahasa sehari-hari dikenal dengan istilah cek dan ricek yaitu pengecekan data menggunakan beragam sumber, teknik , dan waktu. Beragam sumber maksudnya digunakan lebih dari satu sumber untuk memastikan apakah datanya benar atau tidak. Beragam teknik berarti penggunaan berbagai cara secara bergantian untuk memastikan apakah datanya memang benar. Cara yang digunakan adalah wawancara, pengamatan, dan analisis dokumentasi. Beragam waktu berarti memeriksa keterangan dari sumber yang sama pada waktu yang berbeda pagi, siang, sore atau malam.(Putra, 2012: 189).

Keuntungan menggunakan triangulasi adalah dapat mempertinggi vabilitas, memberi kedalam hasil penelitian, sebagai pelengkap data dari sumber pertama masih ada keraguan.Dalam penelitian ini kegiatan triangulasi dilakukan dengan mengecek data, antara data hasil wawancara dengan data hasil pengamatan atau sebaliknya maupun hasil dokumentasi.

Mathinson dalam Sugiyono (2015: 332) mengemukakan bahwa nilai dari teknik pengumpulan data dengan triangulasi adalah untuk mengetahui data yang diperoleh convergent (meluas), tidak konsisten atau kontradiksi.

42

Oleh karena itu dengan menggunakan teknik triangulasi dalam pengumpulan data, maka data yang diperoleh akan lebih konsisten, tuntas dan pasti.

Gambar 3.5

Teknik Pengumpulan Data Triangulasi

Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Observasi Sumber data sama Wawancara mendalam Dokumentasi Wawancara mendalam C B A

43 Gambar 3.6

Triangulasi Sumber Pengumpulan Data

Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui berbagai sumber.

Gambar 3.7

Waktu Pengumpulan Data Triangulasi

Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Untuk itu dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga ditemukan kepastian datanya.

Siang Pagi

44

BAB IV

Dokumen terkait