BAB III METODOLOGI PENELITIAN
C. Teknik Pengumpulan Data
Kegiatan yang diamati pada penelitian ini adalah kinerja siswa pada saat kegiatan praktikum berlangsung. Kegiatan praktikum yang dimaksud adalah
32
menyusun rangkaian hambatan listrik, membaca hasil pengukuran, melihat perbedan antara susunan seri dan susunan paralel hambatan listrik, dan merumuskan Hukum I dan II Kirchhoff. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah:
1. Aktivitas atau kinerja siswa
Untuk mengungkap dan mengumpulkan data skor kinerja siswa selama kegiatan praktikum berlangsung berpedoman pada lembar observasi dan rubrik penilaian kinerja, didalamnya terdapat daftar cek dan skala penilaian (rating
scale). Kriteria pemberian skor kinerja siswa adalah sebagai berikut:
a. Siswa mendapat skor 3, jika menampilkan dan melakukan tugas yang ada dalam lembar observasi dengan cara yang baik dan benar tanpa melakukan kesalahan.
b. Siswa mendapat skor 2, jika menampilkan atau melakukan tugas yang ada dalam lembar observasi dan melakukan kesalahan yang tidak besar. c. Siswa mendapat skor 1, jika menampilkan dan melakukan tugas yang ada
dalam lembar observasi dengan banyak melakukan kesalahan-kesalahan. Kinerja yang dinilai pada penelitian ini meliputi: menyiapkan alat, ketepatan merangkai alat, cara membaca skala alat ukur, mencatat hasil pengukuran, memeriksa kebenaran data, ketepatan penggunaan waktu., dan menyimpan alat kembali. Ada 10 tugas (task) yang harus dikerjakan oleh siswa, observer tinggal memberi tanda cek (√) pada lembar observasi dan rubrik tentang kualitas tugas yang dilakukan oleh siswa.
Lembar observasi dan rubrik yang digunakan dalam penelitian ini telah divalidasi dengan meminta pertimbangan (judgement) dari ahli sebanyak tiga orang (lampiran E21 sampai E23). Kemudian lembar observasi dan rubrik juga telah diujicobakan untuk melihat reliabilitasnya, setelah dihitung dengan metode pembelahan ganjil-genap diperoleh koefisien reliabilitas rubrik sebesar 0,82 (perhitungan reliabilitas lembar observasi/rubrik terdapat pada lampiran E20). Menurut Arikunto (2001) koefisien reliabilitas ini tergolong sangat baik sehingga rubrik ini layak untuk digunakan sebagai instrumen terhadap kinerja siswa pada penelitian ini. Lembar observasi dan Rubrik terdapat pada lampiran D3.
Dalam penelitian ini observasi kinerja siswa tidak hanya dilakukan sendiri oleh peneliti tetapi bersama observer lain yang diminta bantuannya oleh peneliti, oleh karena itu sebelum dilakukan observasi sebenarnya peneliti bersama observer lain telah melakukan ujicoba menggunakan lembar observasi dan rubrik ini, sehingga semua observer mempunyai kriteria yang sama dalam memberikan skor kinerja siswa.
2. Tanggapan Siswa
Untuk mengumpulkan data berupa skor tanggapan siswa mengenai konsep, kegiatan praktikum, dan penilaian kegiatan praktikum digunakan lembar angket yang mengacu kepada skala likert. Angket tersebut dibagikan kepada siswa setiap satu siswa satu angket setelah asesmen kinerja selesai dilakukan. Angket skala sikap yang digunakan meskipun merujuk kepada skala Likert, namun sedikit dimodifikasi yakni pernyataan yang “tidak memiliki pendapat” pada skala Likert diberi angka 0, pada skala sikap yang digunakan pada penelitian ini dihilangkan.
34
Hal ini dimaksudkan untuk melatih siswa memiliki suatu sikap terhadap pilihan yang ada, tanpa ada keragu-raguan.
Angket yang digunakan dalam penelitian ini berisi 35 pernyataan, 10 pernyataan tentang tanggapan siswa terhadap konsep, 15 pernyataan tentang tanggapan siswa terhadap pelaksanaan praktikum dan 10 pernyataan tentang tanggapan siswa terhadap pelaksanaan penilaian praktikum. Siswa memberikan tanda cek (√) pada kolom sesuai dengan posisinya terhadap pernyataan yang diberikan. Angket yang digunakan pada penelitian ini telah divalidasi dengan cara meminta pertimbangan (judgement) para ahli sebanyak 3 orang (lembar judgement terdapat pada lampiran E12 sampai E14). Kemudian untuk menjamin ketetapan (keajegan), angket telah diujicobakan dan dihitung koefisien reliabilitasnya dengan metode pembelahan ganjil-genap, koefisien reliabilitas angket diperoleh 0,844 (perhitungan koefisien reliabilitas angket terdapat pada lampiran E11). Harga koefisien ini menurut Arikunto (2001) tergolong sangat baik, sehingga angket tersebut layak untuk digunakan dalam penelitian ini. Lembar angket terdapat pada lampiran D2.
3. Pemahaman Konsep
Pemahaman konsep yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa untuk menjelaskan/menerangkan konsep dan prinsip tentang rangkaian hambatan listrik dan hukum Kirchhoff. Kemampuan menjelaskan konsep dan prinsip mencakup penguasaan tentang konsep dan prinsip dasar rangkaian hambatan listrik dan hukum Kirchhoff serta keterkaitannya dengan
konsep dan prinsip dalam bidang lainnya, termasuk juga kemampuan menerapkan konsep dan prinsip itu dalam berbagai situasi.
Untuk mengumpulkan data berupa skor pemahaman konsep siswa digunakan tes objektif 5 pilihan. Tes diberikan setelah asesmen kinerja dilakukan. Tes ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak informasi yang diterima dan dipahami siswa, sesudah dilakukan penilaian kinerja siswa saat berlangsung pembelajaran metode praktikum penemuan.
Soal tes yang digunakan dalam penelitian ini berisi 26 soal yang sebelumnya telah diujicobakan untuk melihat reliabilitas, validitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda soal (soal tes terdapat pada lampiran D1). Berdasarkan hasil ujicoba tersebut dilakukan penghitungan koefisien reliabilitas tes dengan menggunakan metode pembelahan ganjil-genap, diperoleh koefisien reliabilitas tes sebesar 0,89 (perhitungan reliabilitas tes terdapat pada lampiran E4). Harga koefisien reliabilitas ini menurut kriteria Arikunto (2001) tergolong sangat baik sehingga bisa dipakai untuk penelitian ini. Untuk menguji validitas soal dilakukan dengan meminta pertimbangan (judgement) ahli sebanyak 3 orang (lampiran E7 sampai E9). Disamping itu juga dilakukan penghitungan korelasi antara skor tiap butir soal dengan skor total untuk memperoleh harga koefisien validitas, koefisien validitas soal diperoleh antara 0,36 sampai 0,61 (lampiran E1), menurut kriteria Arikunto (2001), semua koefisien ini tergolong baik sehingga dapat digunakan dalam penelitian ini. Uji tingkat kesukaran dan daya pembeda juga dilakukan terhadap tes guna melihat apakah konstruksi soal tes tersebut baik atau tidak. Menurut Arikunto (2001) konstruksi soal yang baik adalah apabila
36
naskah soal terdiri dari beberapa soal mudah dan sukar dan lebih banyak terdapat soal yang tingkat kesukarannya sedang. Sedangkan daya pembeda soal yang baik menurut Arikunto (2001) jika koefisien daya pembeda soal antara 0,3 sampai 0,7. Berdasarkan hasil perhitungan tingkat kesukaran (lampiran E1) soal yang dikategorikan mudah sebanyak 5 soal (19,23%), soal sukar 4 soal (15,38%) dan soal kategori sedang 17 soal (65,38%). Koefisien daya pembeda soal antara 0,36 sampai 0,73. Hasil perhitungan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda terdapat pada lampiran E.
Untuk memperjelas teknik pengumpulan data yang dilakukan, berikut ini disajikan dalam tabel 3.1 di bawah ini:
Tabel 3.1 Teknik Pengumpulan Data
No Jenis Data Sumber
Data
Teknik
Pengumpulan Data Keterangan 1 Tanggapan siswa terhadap
konsep, kegiatan praktikum dan penilaian praktikum.
Siswa Angket Lembar
Angket
2 Aktivitas siswa selama kegiatan asesmen kinerja berlangsung
Siswa Observasi Rubrik
3 Pemahaman konsep siswa sesudah kegiatan asesmen kinerja berlangsung
Siswa Tes Objektif Lembar tes Objektif 5 Pilihan