I. Metodologi Penelitian
4. Teknik Pengumpulan Data
1. Obsevasi Langsung
Obsevasi ini dilakukan dengan cara formal maupun informal. Secara formal dapat diamati dalam pertemuan-pertemuan/kegiatan-kegiatan lainnya, sedangkan secara informal dapat dilakukan selama kunjungan dengan mengamati situasi berbagai hal, misalnya : kondisi dan aktivitas yang dilakukan oleh para calon tenaga kerja dan masyarakat sekitar. 2. Wawancara Mendalam (in depth interviewing)
Jenis wawancara ini bersifat lentur dan terbuka, tidak terstruktur ketat, tidak dalam Susana formal dan bisa dilakukan berulang pada informan yang sama (Patton, 1980). Pertanyaan yang diajukan bisa semakin berfokus, sehingga informasi yang bisa dikumpulkan semakin rinci dan
32
mendalam. Kelonggaran dan kelenturan cara ini akan mampu mengorek kejujuran informan untuk memberikan informasi yang sebenarnya. Yang mana informan atau respondennya berasal dari masyarakat sekitar. Dalam hal ini peneliti harus mempersiapkan garis besar pertanyaan yang akan diajukan kepada responden maupun pihak- pihak tertentu yang dapat memberikan keterangan sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti.
3. Dokumentasi
Teknik ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang bersumber pada dokumen, catatan-catatan, arsip-arsip, kegiatan-kegiatan yang diselidiki. Seperti peta lokasi penelitian, data monografi, hasil-hasil penelitian, dan buku literature. Yang mana data ini diperoleh dari lembaga-lembaga yang berkaitan dengan penelitian ini, misalnya kantor kelurahan, perpustakaan, ketua RT dan RW setempat.
b. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik Pengambilan Sampel yang diajukan sebagai proposisi dalam penelitian ini yaitu masyarakat sekitar yang menempati kawasan di Jl. Sawojajar II, Kelurahan Krobokan dan sekitarnya, serta para calon tenaga kerja yang tinggal di dalam asrama putri.
Langkah awal dalam pengumpulan sampel dilakukan dengan menghubungi pihak aparat yang terkait di Kelurahan Krobokan. Dari hasil informasi yang diperoleh kemudian dikembangkan kriteria informasi yang perlu dicari sesuai dengan tujuan melalui beberapa
33
informan yang cukup tahu. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunkan purposive sampling, dimana peneliti menggunakan pertimbangan yang berdasarkan interaksi sosialnya. Karena hal disamping, peneliti mencari informan yang paling tepat yaitu mereka yang sering melakukan interaksi sosial dan bentuk-bantuk interaksi untuk menjadi sumber data.
Jenis sampling yang dipergunakan adalah maximum variation sampling dengan teknik pengambilan sampel seperti ini peneliti dapat menetukan informan mana yang tepat dan sesuai dengan masalah penelitian dan mampu mendapatkan keragaman data secara maksimal. Pemilihan informan secara sengaja ini dilakukan dengan maksud untuk menentukan sebuah kasus yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Adapun populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah: a. Populasi
Populasi adalah keseluruhan komponen atau unit-unit analisis yang memiliki spesifikasi atau ciri- tertentu. Dalam penelitian ini populasi yang diambil peneliti adalah para penghuni asrama putri PJTKI (calon TKI) dengan masyarakat sekitar yang ada di Jl. Sawojajar II, Kelurahan Krobokan, Semarang Barat.
c. Sampel
Dalam penelitian ini, peneliti mengambil 10 orang informan yang akan dijadikan sampel dalam penelitian. Para informan utama adalah mereka yang tinggal di dalam asrama putri khusunya para calon
34
TKI. Karena para calon TKI mempunyai sifat non permanen yang dalam kurun waktu tertentu mereka akan dikirim ke luar negeri, maka ada hubungan sosial yang juga dipelihara para calon TKI dengan masyarakat sekitar, sehingga peneliti mengambil informan pendukung yaitu dari warga sekitar, dan para tokoh masyarakat.
Selain itu untuk informan para calon TKI juga ditetapkan dengan maximum variation sampling, yang berdasarkan seringnya melakukan interaksi sosial dengan masyarakat sekitar. Dengan demikian peneliti mengambil sampel dengan rincian sebagai berikut:
a. 4 orang penghuni asrama putri (calon TKI).
Sampel ini diambil sebagai informan dalam penelitian, khusunya para calon TKI yang tinggal di asrama putri PT. Graha Indra Wahana Perkasa.
b. 4 orang masyarakat yang ada di sekitar.
Masyarakat yang dipilih sebagai informan dalam penelitian ini adalah masyarakat yang sering melakukan kontak sosial dengan para penghuni asrama putri.
c. 1 orang Ketua RT 02 RW X Kelurahan Krobokan.
Beliau adalah Ketua RT yang memimpin di daerah tersebut, sehingga mempunyai peran penting dalam hubungan sosial masrakatnya.
d. 1 orang yang merupakan tokoh sosial masyarakat. commit to user
35
Informan yang diambil merupakan tokoh masyarakat yang ada di lingkungan sekitar, dan merupakan seseorang yang sangat dihormati oleh warga sekitar. Beliau adalah seorang Doktor dan merupakan dosen dari Universitas Diponegoro (UNDIP).
c. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif, dalam model ini terdapat tiga komponen pokok menurut Miles dan Hubermas (dalam buku HB. Sutopo) yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan.
Dalam awal pengumpulan data, peneliti sudah harus mulai mengerti apa arti dari hal-hal yang ia temui dengan melakukan pencatatan peraturan-peraturan, pola-pola, pernyataan-pernyataan, konfigurasi-konfigurasi yang mungkin ada, arahan sebab akibat dan proposisi-proposisi. Pada awalnya kesimpulan tersebut kurang jelas kemudian semakin meningkat secara eksplisit dan memiliki landasan yang kuat. Kesimpulan akhir tidak akan terjadi sampai proses pengumpulan data berakhir.
Dalam proses analisis, ketiga komponen tersebut diatas kreativitasnya berbentuk interaksi dengan proses pengumpulan data berbagai proses siklus. Dalam bentuk ini peneliti tetap bergerak diantara ketiga komponen dengan komponen pengumpulan data, selama proses pengumpulan data berlangsung. Sesudah pengumpulan data,
36
kemudian bergerak diantara reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan.
Gambar 2
Untuk lebih jelasnya dalam gambar berikut ini :
Sumber HB. Sutopo, 1990 : 37
d. Validitas Data
Guna menjamin dan mengembangkan validitas data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini, teknik pengembangan validitas data yang digunakan dalam penelitian kualitatif yaitu teknik triangulasi. Triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data dengan memnfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.
Dari empat macam teknik triangulasi yang ada, hanya akan menggunakan triangulasi data. Triangulasi data yaitu mengumpulkan data sejenis beberapa sumber data yang berbeda, misalnya mengenai kegiatan proses interaksi dari sumber data yang berupa informan, arsip dan peristiwa. Dengan menggunkan triangulasi data tersebut maka hasil penelitian dapat ditingkatkan dan dijamin validitas data.
Penyajian Data Pengumpulan Data
Reduksi Data
Penarikan Kesimpulan
37
BAB II
DESKRISPI LOKASI
A. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN
Gambaran umum wilayah penelitian merupakan uraian tentang deskripsi kondisi geografis serta demografis wilayah penelitian. Dalam gambaran umum ini antara lain dipaparkan tentang letak dan luas, keadaan penduduk dan sarana umum. Adanya gambaran umum ini dapat digunakan sebagai dasar dalam menganalisis proses interaksi sosial yang terjadi di Kelurahan Krobokan.
1. Letak dan Data Geografi
1. Luas dan Batas Wilayah
Secara Geografis Kelurahan Krobokan memiliki luas wilayah sebesar 82,50 Ha. Kelurahan Krobokan memiliki batas-batas administratif sebagai berikut
1) Sebelah Utara : Kel. Tawang Mas 2) Sebelah Selatan : Jl. Jendral Sudirman 3) Sebelah Barat : Kel. Karang Ayu 4) Sebelah Timur : Banjir Kanal Barat
38
2. Orbitasi (jarak dari pusat pemerintahan) a. Jarak dari pusat pemerintahan
Kecamatan : 2 Km
b. Jarak dari pusat pemerintahan
Kota Administratif : -
c. Jarak dari Ibu Kotamadya Dati II : 1,5 Km d. Jarak dari Ibu Kota Propinsi Dati I : 2 Km e. Jarak dari Ibu Kota Negara : 575 Km
2. Keadaan Alam
Menurut topografi Kelurahan Krobokan terletak berada pada dataran rendah, dimana ketinggian tanah dari permukaan laut hanya sebesar 5 meter saja. Keadaan iklim Kelurahan Kroboakan termasuk iklim tropis dengan musim hujan dan kemarau silih berganti sepanjang tahun, temperatur udara rata-rata 27-30o Celsius dengan kecepatan angin rata-rata sekitar 153 mm setiap bulannya dengan curah hujan tertinggi bulan Januari (350mm) dan curah hujan terendah bulan Juli (8mm).
Dilihat dari luas wilayah Kelurahan Krobokan yang sebesar 82,5 Ha, 68,5 Ha merupakan tanah pekarangan/bangunan, dan sisanya merupakan tanah untuk keperluan fasilitas umum seperti jalan, taman, lapangan olah raga dan lain sebagainya.
39
3. Keadaan Penduduk
Penduduk merupakan salah satu modal dasar yang sangat penting dalam melaksanakan pembangunan. Namun demikian pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali dapat mengakibatkan munculnya permasalahan yang sangat kompleks dalam berbagai aspek kehidupan. Meningkatnya tingkat konsumsi yang diikuti pula oleh meningkatnya kuantitas limbah buangan rumah tangga, merupakan salah satu bagian dari dampak pertumbuhan penduduk di suatu wilayah tertentu, yang selanjutnya akan diikuti oleh keterbatasan-keterbatasan penduduk dalam pemanfaatan pelayanan publik oleh penduduk itu sendiri.
Jumlah penduduk Kelurahan Krobokan tahun 2009 adalah 14.565 jiwa, dengan rincian sebagai berikut :
1. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin : Tabel 1
Komposisi Penduduk menurut jenis kelamin No Jenis Kelamin Jumlah
1 2 Laki-laki Perempuan 7.415 orang 7.150 orang Jumlah 14.565 orang
Sumber: Data Monografi Kelurahan Krobokan, 2009
40 2. Jumlah penduduk menurut agama
Negara Indonesia adalah negara beragama, jadi setiap warga negara Indonesia wajib memilih agama, namun tanpa paksaan melainkan sesuai dengan hati nuraninya. Begitu halnya dengan Kelurahan Krobokan, yakni warganya harus beragama. Penduduk Kelurahan Krobokan yang mencapai 14.565 jiwa, terdiri dari 12.669 orang beragama Islam, 805 orang yang memeluk Kristen, 875 orang yang beragama Katolik, 53 orang yang beragama Hindu, dan 163 orang yang beragama Budha.
Untuk lebih jelasnya dapat digambarkan dalam tabel di bawah ini Tabel 2
Komposisi Penduduk Menurut Agama No Agama Jumlah 1 2 3 4 5 Islam Kristen Katholik Hindu Budha 12.669 orang 805 orang 875 orang 53 orang 163 orang Jumlah 14.565 orang
Sumber: Data Monografi Kelurahan Krobokan, 2009
Walaupun masyarakatnya sangat majemuk dalam hal agama, namun kenyataan yang terjadi di lapangan tidak begitu mencolok. Dalam artian perbedaan agama tidak menjadi suatu masalah yang dijadikan bahan commit to user
41
untuk bertikai seperti yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia beberapa waktu yang lalu. Masyarakat mampu memisahkan masalah agama dengan permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan mereka dalam bermasyarakat.
3. Jumlah penduduk menurut usia
Pembagian jumlah penduduk menurut usia dapat digunakan untuk mengetahui jumlah penduduk yang produktif maupun non produktif. Berikut ini jumlah penduduk Kelurahan Krobokan menurut usianya:
Tabel 3
Komposisi Penduduk Menurut Usia
No Usia Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 04 – 06 tahun 07 – 12 tahun 13 – 15 tahun 16 – 19 tahun 20 – 26 tahun 27 – 40 tahun 41 – 60 tahun 61 tahun keatas 634 orang 1.287 orang 1.263 orang 1.608 orang 2.205 orang 4.375 orang 2.881 orang 269 orang Jumlah 14.565 orang
Sumber: Data Monografi Kelurahan Krobokan, 2009 commit to user
42
4. Jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan
Pendidikan adalah modal untuk beraktualisasi diri dalam segala bidang, jadi pendidikan sangatlah penting. Meskipun pendidikan keluarga merupakan pendidikan dasar, namun pendidikan formal tak kalah penting dalam menambah wawasan. Terdapat benang merah antara pendidikan keluarga dengan pendidikan formal dan dua-duanya sama-sama penting dalam perkembangan diri masyarakat.
Tabel 4
Komposisi Penduduk Menurut Tingkat pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah
1 2 3 4 5 6 7 8 Belum sekolah Tidak tamat SD Tamat SD/sederajat Tamat SLTP/sederajat Tamat SLTA/sederajat Tamat Akademi/sederajat Tamat perguruan/sederajat Buta huruf 1.454 orang 1.089 orang 1.408 orang 3.121 orang 3.973 orang 1.792 orang 1.729 orang - orang Jumlah 14.565 orang Sumber: Data Monografi Kelurahan Krobokan, 2009
43
5. Jumlah penduduk menurut mata pencaharian
Mata pencaharian seseorang menandakan seberapa tinggi tingkat kesejahteraan. Karena dari ekonomi tersebut terlihat bagaimana cara pemenuhan kebutuhan sehari-hari, khususnya kebutuhan pokok.
Tabel 5
Komposisi Penduduk menurut Mata Pencaharian No Mata Pencaharian Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Petani Nelayan Pengusaha sedang/besar Pengrajin/industri kecil Buruh Tani Buruh Industri Buruh Bangunan Buruh Pertambangan Perkebunan besar/kecil Pedagang Pengangkutan
Pegawai Negeri Sipil
1 orang 48 orang 44 orang 1.246 orang 1 orang 167 orang 324 orang - orang - orang 267 orang 31 orang 277 orang Jumlah 2406 orang Sumber: Data Monografi Kelurahan Krobokan, 2009
44
6. Jumlah penduduk menurut mobilitas/mutasi penduduk : Tabel 6
Jumlah penduduk menurut mobilitas/mutasi penduduk No Mobilitas Jumlah 1 2 3 4 Lahir Mati Datang Pindah 166 orang 81 orang 124 orang 231 orang Jumlah 602 orang
Sumber: Data Monografi Kelurahan Krobokan, 2009
4. Sarana Umum
a. Sarana Pendidikan
Adanya sarana pendidikan di suatu daerah, dipastikan mempunyai dampak yang positif bagi masyarakat di sekitarnya. Apalagi, jika jumlah fasilitas pendidikan yang ada sangat memadai. Berdasarkan data yang ada di Kelurahan Krobokan tahun 2009 .
45 Tabel 7 Sarana Pendidikan
No Pendidikan Gedung Guru Murid
1 Kelompok Bermain - - - 2 TK 6 13 162 3 Sekolah Dasar 4 35 652 4 SLTP 1 51 924 5 SLTA - - - JUMLAH 11 99 1738
Sumber: Data Monografi Kelurahan Krobokan, 2009
b. Sarana Ibadah
Tempat ibadah merupakan sarana yang paling penting bagi masyarakat pemeluk agama. Adanya fasilitas ibadah bisa dijadikan sebagai parameter awal bahwa masyarakat memiliki keberagamaan (religiusitas). Meskipun bukan berarti, dalam masyarakat yang memiliki banyak fasilitas ibadah, masyarakatnyapun banyak yang religius. Dilihat dari jumlah sarana ibadah yang ada, bisa disimpulkan, bahwa mayoritas masyarakat di wilayah penelitian ini beragama Islam.
46 Tabel 8 Sarana Ibadah
No Sarana Ibadah Jumlah 1 2 3 4 5 Masjid Mushola Gereja Pura Wihara 7 buah 9 buah 4 buah - buah - buah Jumlah 20 buah
Sumber: Data Monografi Kelurahan Krobokan, 2009
c. Sarana Kesehatan
Adanya sarana kesehatan dalam suatu daerah makin mempermudah masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan. Tingkat aksebilitas seseorang terhadap fasilitas kesehatan, akan berdampak pada efektifitas dan efisiensi dalam manakala terserang penyakit.
47 Tabel 9 Sarana Kesehatan No Sarana Kesehatan Jumlah 1 2 3 4 5 Pos/Klinik KB Posyandu Puskesmas Dokter Praktek Rumah Sakit 1 buah 13 buah 1 buah 8 orang - buah Jumlah 23 buah
Sumber: Data Monografi Kelurahan Krobokan, 2009
d. Sarana Transportasi
Kemajuan ekonomi di Kelurahan Krobokan tentu saja didukung oleh sarana dan prasarananya. Prasarana yang ada di daerah ini terutama alat perhubungan yang berupa alat transportasi. Sarana transportasi merupakan faktor penting dalam memperlancar mobilitas serta berbagai aktifitas masyarakat di Kelurahan Krobokan. Kondisi jalan yang sudah baik, sarana dan prasarana yang lancar dan memadai akan mempengaruhi kemajuan dan perkembangan suatu daerah. Jalan yang sudah beraspal dan tersedianya alat transportasi yang baik membuat Kelurahan Krobokan lebih mudah diakses oleh masyarakat setempat ataupun orang yang berasal dari luar daerah.
48 Tabel 10 Sarana Transportasi
No Sarana Transportasi Jumlah 1
2
Jumlah Jenis Sarana Transportasi Jumlah Sarana Transportasi
4 Jenis 3.067 unit Sumber: Data Monografi Kelurahan Krobokan, 2009
B. PROFIL PERUSAHAAN JASA TENAGA KERJA INDONESIA PT. GRAHA INDRA WAHANA PERKASA
PT. Graha Indra Wahana Perkasa yang berada di Jl. Sawojajar II No.87 Kelurahan Krobokan dengan No. SIPPTKI KEP. 605/MEN/2006 IJIN DISNAKERTRANS PROP. JATENG NO. : 563 / 1973 / 2002 merupakan salah satu Cabang Semarang Jawa Tengah yang ada di Indonesia yang berpusat di Jakarta. Saat ini PT. Graha Indra Wahana Perkasa telah berkembang dengan pesat dan maju serta memiki kantor, training center dan asrama dengan fasilitas yang lengkap dan modern.
PT. Graha Indra Wahana Perkasa merupakan perusahaan internasional yang perjalanannya dimulai dari Indonesia. Sejak berdiri perusahaan ini sudah membantu lebih dari 10.000 warga Indonesia dalam mewujudkan mimpi mereka untuk bekerja di Korea, Hong Kong, Singapore, Taiwan dan Malaysia. Tim yang terdiri dari 92 anggota yang muda dan energik dan berpendidikan tinggi serta berpengalaman dalam bidang ketenagakerjaan, dan menguasai berbagai bahasa. Yang terus berusaha terus-menerus untuk menjadi lebih baik, salah satunya dengan mendapatkan pengakuan sebagai perusahaan jasa tenaga kerja pertama di commit to user
49
Indonesia yang menerima ISO 9001:2000, dan menjadi satu-satunya perusahaan jasa tenaga kerja di Indonesia yang menerima dua pengakuan ISO dari lembaga yang berbeda, beserta penghargaan dari berbagai instansi di Indonesia, yang mendapatkan kepercayaan dari berbagai instansi internasional seperti Tainan Spinning Group, Uni-President Group, Taiwan Glass Group.
Tujuan berdirinya perusahaan ini bukan karena faktor materiil, melainkan lebih karena misi yang diemban, terhadap masyarakat dan kehidupan itu sendiri ; perusahaan ini yakin dengan usaha keras, akan tercipta sebuah hubungan yang seimbang dan saling menguntungkan antara murid, mitra, pelanggan, masyarakat dan negara.
Misi
Perusahaan ini berusaha menjadi yang terbaik dari segi kualitas, berkembang dengan pesat serta mengembangkan mekanisme yang efektif dimana karyawan dan komunitas didalamnya ikut berkembang.
Visi
Dikenal sebagai penyalur tenaga kerja yang paling disegani di seluruh dunia. Menjadi perusahaan jasa tenaga kerja terbaik di seluruh Asia.
Semangat
Kita percaya bahwa kebesaran dan keabadian sebuah perusahaan membutuhkan beberapa nilai tujuan, nilai - nilai itu meliputi profesionalisme yang tinggi,dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,dan percaya akan tujuan hidup yang mulia.
50
Setiap calon TKI yang dipersiapkan ke luar negeri harus memenuhi persyaratan umum yaitu:
a) Usia minimal 18 tahun.
b) Memiliki Kartu Tanda Penduduk. c) Sehat mental dan fisik.
d) Berpendidikan tertentu, memiliki ketrampilan atau keahlian atau pengalaman kerja sesuai dengan persyaratan jabatan atau pekerjaan yang diperlukan.
e) Terdaftar pada Kantor Departemen Tenaga Kerja di wilayah tempat tinggalnya.
f) Memiliki passport yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi secara sah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penempatan TKI ke luar negeri dilaksanakan melalui proses penyediaan, penyiapan kualitas, pemberian perlindungan dan pelayanan sejak dari daerah asal, saat penempatan sampai dengan kedatangan dari luar negeri sampai dengan kepulangan ke daerah asal TKI. Penempatan TKI keluar negeri dapat dilaksanakan keseluruh Negara kecuali Menteri Tenaga Kerja menentukan lain karena mengingat kepentingan Negara dan atau kondisi pasar tenaga kerja di luar negeri.
Penyediaan tenaga kerja dilakukan melalui kegiatan penyuluhan, pengumuman, pendaftaran dan seleksi administrasi beradasarkan permintaan nyata dari mitra usaha dan atau pengguna jasa. Kegiatan-kegiatan menyangkut penyediaan tenaga kerja sebagaimana tertera di atas dilaksanakan oleh PJTKI
51
dengan menerapkan sistem antar kerja melalui Kantor Departemen Tenaga Kerja di daerah asal TKI. Untuk pelaksanaannya, PJTKI bekerja sama dengan :
a) Lembaga pelaksana peyediaan calon TKI yang telah mendapat pengesahan dari Departemen Tenaga Kerja.
b) Perusahaan pemegang SIUP-PJTKI yang melaksanakan kegiatan khusus untuk penempatan tenaga kerja di dalam negeri.
c) Badan usaha tertentu yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. d) Organisasi profesi yang memiliki persediaan tenaga kerja terampil. e) Bursa Kerja Khusus (BKK).
Perlindungan tenaga kerja peserta penempatan tenaga kerja ke luar negeri harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
52