• Tidak ada hasil yang ditemukan

a. Lokasi Pemilihan

Sasaran lokasi pengembangan jarak pagar adalah lahan-lahan baik di dalam maupun diluar kawasan hutan yang memenuhi persyaratan :

- Cocok sebagai tempat tumbuh tanaman jarak pagar (iklim dan tanah). - Minat masyarakat tinggi.

- Terdapat jaminan pasar secara berkelanjutan.

b. Pengadaan Bibit

Pengadaan bibit jarak pagar dapat dilakukan dengan dua metode yaitu perbanyakan di lapangan dan atau melalui teknik kultur jaringan. Karena saat ini teknologi kultur jaringan untuk jarak pagar belum dikuasai dan relatif membutuhkan biaya yang cukup besar, maka penyediaan benih melalui perbanyakan di lapangan dapat merupakan pilihan yang lebih terjangkau.

Penyediaan benih dengan perbanyakan di lapangan yaitu perbanyakan tanaman secara generatif dan vegetatif masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan pada tabel 1 :

Tabel 1. Perbandingan Tanaman Secara Generatif dan Vegetatif

Keterangan Biji Stek batang

Perakaran Berakar tunggang, sehingga tahan kering dan mampu

berumur panjang

Sistem perakaran lemah/dangkal karena tak berakar tunggang. Mudah roboh

Percabangan awal Teratur Tidak teratur, sehingga harus segera dipangkas Kuat/lemah

batang awal

Batang awal setelah kecambah relatif lemah

Relatif kuat Awal Panen Tahun ketiga berproduksi,

namun dengan teknologi, pangkas, awal panen dapat dimajukan

Tahun pertama telah mampu berproduksi

Sifat unggul Sifat induk (baik/buruk) dimungkinkan berubah karena dapat terjadi penyerbukan/kawin silang antar pohon. Dapat diatasi dengan upaya budidaya (bahan dari kebun bibit)

Sifat baik atau buruk dari tanaman terbawa ke batang stek (bahan dari kebun bibit)

Murah/mahal Lebih murah (pada kondisi Oktober 2005)

Relatif lebih mahal dibanding dengan biji Ketersediaan Tergantung cuaca/musim.

Benih lebih bermutu tinggi pada musim hujan

Relatif tidak terpengaruh cuaca. Jumlah relatif terbatas.

Daya tumbuh Menurun bila disimpan lama (disimpan 6 bulan hanya tumbuh 50%)

Relatif tahan lama (bahan dari kebun bibit)

Terdapat kecenderungan apabila Jatropha curcas ditanam untuk memproduksi minyak (biji) maka lebih baik digunakan perbanyakan tanaman dengan biji yang berasal dari kebun induk. Untuk mendapatkan bahan tanaman yang bermutu tinggi dan upaya meminimasi kekurangan/keburukan perlu diperhatikan hal-hal seperti berikut:

1. Biji atau stek diambil dari kebun-kebun induk dengan menyeleksi dari pertanaman yang ada, dengan syarat :

- Umur > 5 tahun, pertumbuhan baik, bebas serangan hama dan

penyakit

- Produktivitas biji kering > 2 kg/tanaman, setara 5 ton biji kering per

ha per tahun. 2. Seleksi Benih

a. Biji

- Benih terbaik diambil dari produksi buah pada panen besar

dimusim hujan.

- Pilih buah matang segar. Buah muda, buah matang yang sudah

kering, apalagi buah yang sudah jatuh ke tanah, tidak layak dipakai untuk benih.

b. Stek

- Stek diambil dari cabang-cabang yang berpucuk dan sudah berkayu

- Pilih batang yang berkayu namun tidak terlalu tua, ditandai dengan

masih terdapat empulur berwarna putih.

- Jangan pilih batang muda, berwarna hijau tak berkayu karena

mudah busuk.

- Panjang stek 15 – 30 cm, dengan bentuk batang yang lurus.

c. Pembibitan

Pembibitan jarak pagar dapat dilakukan di polibag, di dederan/bedengan/ persemaian, atau tanam langsung di lapangan. Menanam langsung ke lapangan memang lebih murah. Namun membibitkan dulu di polibag, memiliki keuntungan antara lain :

- Dengan langsung ke lapangan pada musim hujan, maka Jatropha curcas yang baru tumbuh akan langsung diserang gulma, drainase buruk, dan kemungkinan busuk akar atau busuk batang stek.

- Dengan langsung ke lapangan, batang-batang stek diawal musim

hujan akan diserang hama rayap (pada daerah endemik rayap).

- Dengan langsung ke lapangan pada saat kemarau, membutuhkan

penyiraman secara periodik, dengan biaya tinggi.

- Dengan membibitkan terlebih dulu di polibag akan mempermudah

penyiraman, pengendalian gulma, sulam, pengawasan, dan lain- lain.

- Dengan bibitan di polibag, dimungkinkan seleksi. Hanya bibit yang

d. Penanaman

Untuk memperoleh pertumbuhan yang cepat dan optimal, lahan bakal kebun induk jarak pagar diolah dan dibersihkan dari gulma akar tanaman lainnya yang akan mengganggu pertumbuhan. Kemudian dibuat lubang tanam ukuran 60 x 60 x 60 cm.

Penanaman dilakukan setelah lubang tanam yang dibuat dibiarkan selama 2 - 3 minggu. Dilakukan pada awal musim hujan agar bibit tidak membusuk, campuran tanah bagian atas (top soil) yang berada pada salah satu sisi lubang dengan pupuk kandang dan pupuk buatan yang telah disiapkan lalu masukkan ke dalam lubang tanam.

Dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), jarak pagar dikembangkan secara tumpangsari, atau dimanfaatkan sebagai tanaman sela/pagar diantara tanaman pokok

Pola tanam yang dikembangkan antara lain ditunjukkan pada gambar 2 Gambar 2. Pola Tanam Jarak Pagar

1. Pada Tanaman Reboisasi (kawasan hutan)

X X X X X O O O O X X X X X O O O O X X X X X O O O O X X X X X 3 m 3 m

Keterangan :

Jarak tanam tanaman pokok 3 x 3 m

X = tanaman pokok/MPTS sebanyak 1.100 batang/ha O = tanaman jarak sebanyak 1.100 batang/ha

2. Pada Hutan Milik/Hutan Rakyat

X O X O X O X O X O O O O O O O O O X O X O X O X O X O O O O O O O O O X O X O X O X O X O O O O O O O O O X O X O X O X O X Keterangan :

Jarak tanam tanaman pokok 5 x 5 m

X = tanaman pokok sebanyak 400 batang/ha O = tanaman jarak sebanyak 1.200 batang/ha e. Pemeliharaan

Pemeliharaan yang baik dan teratur akan memaksimalkan produktivitas biji. Pemeliharaan jarak pagar menyangkut pengendalian gulma, drainase dan aerasi, pemangkasan cabang, pemupukan dan pengairan.

5 m

1. Pengendalian Gulma

Jarak pagar yang baru tumbuh, amat peka terhadap gulma. Karena itu, gulma secara periodik harus dikendalikan sampai tanaman berumur 4 bulan. Penyiangan dilakukan secara periodik 2 kali dalam satu minggu. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual dan secara kimiawi.

2. Drainase dan aerasi

Jarak pagar peka terhadap drainase buruk. Oleh karena itu, membuat dan memelihara parit-parit pembuangan air adalah hal yang harus dilakukan.

3. Pemangkasan cabang

Pemangkasan pertama (pada pucuk) dilakukan saat tanaman berumur 2,5 bulan, tujuannya adalah untuk merangsang pertumbuhan cabang, sebab jumlah cabang akan menentukan jumlah bunga, buah, dan biji; karena bunga-bunga Jatropha curcas

muncul di ujung-ujung batang.

Setiap tahun, cabang yang muncul di pangkal batang dipangkas. Pemangkasan yang dilakukan secara teratur akan membentuk tajuk ideal seperti payung, yang akan meningkatkan produksi tanaman, terkait sinar matahari yang merata dan mempermudah panenan karena pohon tidak terlalu tinggi.

4. Pemupukan

Pertumbuhan awal sangat penting untuk produktivitas dimasa depan. Salah satu faktor penentu adalah kesuburan tanah dan pupuk. Pemberian pupuk organik (kompos atau pupuk kandang) 1 – 2 kg tiap lubang (2,5 – 5 ton per hektar) sangat dianjurkan. Pemberian bakteri micoriza dapat membantu pertumbuhan tanaman. Bakteri micoriza hidup bersimbiose mutualistis dengan tanaman, sehingga dengan simbiose, terjadi kerja sama yang saling menguntungkan, yakni jarak pagar akan memperoleh hara tanah khususnya fosfat, juga hara makro dan mikro lain, serta air tanah sebaliknya bakteri micoriza mendapat karbohidrat hasil fotosintesa jarak pagar.

Simbiose ini berlangsung seumur hidup, sehingga aplikasi bakteri micoriza hanya satu kali, yakni di bibitan pada tanaman muda. Dengan tindakan ini maka kebutuhan pupuk P dapat dikurangi ± 50%.

Kekurangan Nitrogen menyebabkan bunga gugur akibatnya produksi biji terganggu, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pemupukan jarak pagar dilakukan per-semester yaitu dapat dilakukan sebanyak dua kali setahun, yaitu pada awal musim hujan dan akhir musim hujan.

Kebutuhan pupuk pada tanaman jarak pagar (gr/pohon/tahun) dapat diberikan seperti pada tabel 2 sebagai berikut :

Tabel 2. Kebutuhan Pupuk Tanaman Jarak Pagar

Tahun ke- Urea SP-36 KCl

1 2 x 20 2 x 20 2 x 20 2 2 x 40 2 x 30 2 x 30 3 2 x 60 2 x 50 2 x 40 4 2 x 100 2 x 75 2 x 60 5 dst 2 x 150 2 x 100 2 x 80 5. Pengairan

Pengairan cukup berpengaruh terhadap tingkat produktivitas karena tanaman menyerap hara dalam tanah dalam bentuk larutan. Oleh karena itu keberhasilan pertumbuhan tanaman akan tergantung pada kadar air di dalam tanah atau pengairan yang kita berikan.

f. Hama dan Penyakit

Jarak pagar dikenal sebagai tanaman yang beracun dan mempunyai sifat-sifat sebagai insektisida, tetapi beberapa hama dan penyakit dilaporkan telah menyerang tanaman ini dan menimbulkan kerusakan ekonomis.

Hama yang ditemukan menyerang Jatropha curcas adalah ordo Heteoptera sejumlah 15 spesies yang menghisap cairan tanaman. Penggerek batang dari famili Cerambycidae dapat menimbulkan kematian pada tanaman dewasa. Kumbang Podagrica spp. menimbulkan kerusakan daun muda dan pucuk/tunas, terutama

tanaman muda. Serangan jamur Cercospora spp. Rayap dan dumping off pada pembibitan.

Dokumen terkait