• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

E. Teknik Pengumpulan Data

1. Teknik Wawancara

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Sebab bagi peneliti kualitatif fenomena dapat dimengerti maknanya secara baik, apabila dilakukan interaksi dengan subyek melalui wawancara mendalam dan diobservasi pada latar, dimana fenomena tersebut berlangsung dan disamping itu untuk melengkapi data, diperlukan dokumentasi (tentang bahan-bahan yang ditulis oleh atau tentang subjek).

a. Teknik Wawancara

Wawancara adalah metode pengambilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang yang menjadi informan atau responden. Caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka.

Wawancara dapat dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara atau dengan tanya jawab secara langsung.69

Dalam teknik wawancara ini tentunya ada informan kunci yang memberi informasi pokok mengenai penelitian yaitu Bapak Mohammad Anwar Ramdloni selaku kepala KUA di Kecamatan Pulung Kabupaten Ponrogo.

Teknik wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: a) teknik wawancara terstruktur, artinya peneliti harus menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan, b) wawancara mendalam, artinya peneliti mengajukan pertanyaan secara mendalam yang berhubungan dengan fokus permasalahan tersebut, c) dan wawancara tak terstruktur, artinya wawancara bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Adapun yang akan diwawancarai dalam penelitian ini:

1) Kepala KUA Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo, untuk memperoleh informasi mengenai latar belakang masyarakat yang menikah di usia dini.

2) Petugas Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo, untuk memperoleh informasi mengenai informasi data sejarah dan lain sebagainya di

69

Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo.

3) Orang tua pernikahan usia dini untuk memperoleh informasi mengenai sikap orangtua pernikahan usia dini memberian pendidian agama islam pada ananya di Kecantan Pulung Kabupaten Ponorogo. Serta cara orangtua pernikahan usia dini memberian pendidian agama islam pada ananya di Kecantan Pulung Kabupaten Ponorogo.

b. Teknik Observasi

Teknik observasi ialah teknik atau metode untuk menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung. Teknik ini digunakan untuk melihat atau mengamati secara langsung keadaan lapangan agar peneliti memperoleh gambaran yang lebih luas tentang permasalahan yang diteliti.70

Sutrisno Hadi mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikhologis. dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.71

Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi participant observasion (observasi berperan serta) dan

non participant observasion, selanjutnya dari segi instrumentasi yang

70

Basrowi dan Suwandi, Memahami Penelitian Kualitatif (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), 94

71

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif Kuantitatif dan R&D (Bandung:Alfabeta, 2015), 203.

digunakan, maka observasi dapat dibedakan menjadi obsevasi tersetruktur dan tidak tersetruktur.

Sedangkan dalam observasi partisipan peneliti terlibat langsung dengan aktivitas orang-orang yang sedang diamati, maka dalam observasi nonpartisipan peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen. Pengumpulan data dengan observasi nonpartisipan ini tidak akan mendapatkan data yang mendalam, dan tidak sampai pada tingkat makna. Makna adalah nilai-nilai dibalik perilaku yang tampak, yang terucapkan dan yang tertulis.72

Maka dalam penelitian ini peneliti, menggunakan observasi nonpartisipan, yang mana peneliti hanya mengamati, mendengarkan, menemukan jawaban, dan mengumpulkan data-data tentang keadaan lokasi peneliti, letak geogarfis, Kec. Pulung Kab. Ponorogo.

c. Teknik Dokumentasi

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu dokumen bisa berbentuk tulisan gambar atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar misalnya, foto, gambar hidup, sketsa lainnya. 73 Dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan

72

Ibid., 204.

73

wawancara dalam penelitian kualitatif. Hasil pengumpulan data melalui cara dokumentasi ini, dicatat dalam format transkip dokumentasi.

Metode dokumentasi ini digunakan untuk mengumpulkan data yang sudah tersedia dalam catatan dokumen. Dalam penelitian sosial, fungsi data yang berasal dari dokumentasi lebih banyak digunakan sebagai data pendukung dan pelengkap bagi data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam.74

Dengan menggunakan metode ini penulis akan mendapatkan data atau informasi yang diperlukan melalui dokumen atau arsip yang berhubungan dengan data yang diperlukan. Metode ini digunakan untuk memperolah data yang dokumen dan arsip yang ada di Kantor KUA kecamatan Pulung Kabupten Ponorogo, yang meliputi data profil tentang pernikahan usia dini.

d. Analisis Data

Teknik analisis data adalah proses mengatur urutan data, adalah proses mengatur urutan data mengorganisasikannya kedalam suatu pola, kategori, dan satu uraian dasar.75 Teknik analisis data pada kasus ini menggunakan analisis kualitatif mengikuti konsep yang diberikan Miles dan Huberman, yang mana mereka mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara

74

Basrowi dan Suwandi, Memahami Penelitian Kualitatif, 158.

75

terus menerus pada setiap tahapan penelitian sampai tuntas, sehingga datanya sampai jenuh. Aktivitas dalam analisis meliputi: data reduction, data display, dan conclussion drawing/verification.76

Keterangan:

1. Data Reduksi ( Reduksi Data )

Mereduksi data dalam konteks penelitian yang di maksud adalah merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, membuat kategori dan pemusatan perhatian. Dengan demikian data yang telah direduksikan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah penelitian untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, proses ini berlangsung selama penelitian ini dilakukan dari awal sampai akhir penelitian.77

2. Penyajian Data (Data Display)

Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data atau menyajikan data kedalam pola yang dilakukan dalam berupa teks naratif, bagan, grafik, metrik, dan jaringan. Dalam proses ini peneliti mengelompokkan hal-hal yang serupa menjadi kategori dan kelompok-kelompok. Kemudian melakukan display data secara sistematik agar lebih mudah dipahami interaksi antara

76

Emzir, Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2010), 129

77

bagiannya. Dalam proses ini data diklasifikasikan berdasarkan tema-tema inti.78

3. Penarikan Kesimpulan (Verification)

Langkah ketiga dalam teknik analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, akan berubah jika tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat dan yang mendukung pada tahapan pengumpulan data berikutnya tetapi apabila kesimpulan pada tahap awal sudah didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang atau belum pernah ada.79

e. Pengecekan Keabsahan Temuan

Keabsahan data merupakan konsep penting yang diperbaharui dari konsep kesahihan (validitas) dan keandalan (realibilitas) menurut versi „positivisme‟ dan disesuaikan dengan tuntutan pengetahuan, kriteria dan paradigmanya sendiri.80

Teknik pemeriksaan keabsahan data hasil penelitian kualitatif ini antara lain dilakukan dengan ketekunan/ keajegan pengamatan, dan 78 Ibid., 341. 79 Ibid., 345. 80

triangulasi.

1. Keajegan pengamatan berarti peneliti menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci.

2. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai perbandingan terhadap data itu. Dalam penelitian ini teknik triangulasi dengan sumber data, berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. Hal ini dapat dicapai peneliti dengan jalan: (1) membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara, (2) membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.81

f. Tahapan-tahapan Penelitian

Tahap-tahap penelitian dalam penelitian ini ada tiga tahapan dan ditambah dengan tahap terakhir dari penelitian yaitu tahap penulisan laporan hasil penelitian. Tahap-tahap penelitian tersebut adalah:

81

1. Tahapan pra lapangan

Tahapan pra lapangan ini meliputi: menyusun rancangan penelitian, memilih lapangan penelitian, mengurus perizinan, menjajagi dan menilai keadaan lapangan, memilih dan memanfaatkan informan, menyiapkan perlengkapan penelitian dan yang menyangkut persoalan etika penelitian.

2. Tahapan pekerjaan lapangan

Tahapan pekerjaan lapangan ini meliputi: memahami latar penelitian dan persiapan diri, memasuki lapangan dan berperanserta sambil mengumpulkan data yang terkait dengan pernikahan usia dini di kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo.

3. Tahapan analisis data

Dalam tahap ini, peneliti melakukan analisis terhadap dau data-data yang telah dikumpulkan dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pekerjaan ini meliputi: mengatur, mengorganisasi data, mengerjakannya dalam unit-unit, melakukan sintesa, memilih mana yang penting dan membuat kesimpulan tahap penulisan laporan penelitian.

Pada tahap ini, peneliti menuangkan hasil penelitian yang sistematis tentang pendidikan Agama Islam bagi anak-anak dalam keluarga pernikahan usia dini di Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo.

BAB IV

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK-ANAK DALAM