5.4 Unit Bisnis
5.4.2 Teknis dan Teknologi Produks
Teknologi yang digunakan di PT Istana Alam Dewi Tara menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang semakin modern. Untuk perbanyakan tanaman PT Istana Alam Dewi Tara menggunakan system stek, sedangkan untuk penyiraman PT Istana Alam Dewi Tara menggunakan springkle. Selain itu PT Istana Alam Dewi Tara menggunakan teknologi yang berperan dalam kegiatan pemasaran, yaitu teknologi komputerisasi, teknologi komunikasi, teknologi informatika dan teknologi transportasi. Teknologi saat ini membantu dalam melakukan pemasaran dalam media internet (Website dan E-mail), telephone, faximili dan lain-lain.
47 Teknik budidaya tanaman merupakan salah satu kegiatan yang berpengaruh dan menjadi tolak ukur keberhasilan suatu usaha. Adapun proses produksi tanaman Dipladenia crimson adalah:
a. Budidaya (Stek)
Perbanyakan tanaman hias bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, akan tetapi untuk perbanyakan tanaman Dipladenia crimson yang dilakukan PT Istana Alam Dewi Tara yaitu menggunakan system stek. Stek merupakan sistem perbanyakan pucuk pada ujung batang muda yang ada pada tanaman yang mempunyai sifat mudah berakar. Penyetekan diambil dari ujung batang yang baru tumbuh pada indukan tanaman dan biasanya penyetekan diberi hormone perangsang pengakaran pada batang stek untuk mempercepat tumbuhnya akar. Berikut adalah tahapan proses penyetekan tanaman Dipladenia crimson:
1. Persiapan media tanam, dimulai dari pencampuran media tanam yang terdiri dari sekam bakar, cocopeat dan pasir malang dengan perbandingan untuk satu tray membutuhkan sekam bakar 1 kg, cocopeat 0,5 kg dan pasir malang 0,5 kg yang kemudian diaduk rata. Setelah semua tercampur rata, media tanaman siap untuk dimasukan ke dalam tray yang berisi 104 tanaman dan siap untuk digunakan.
2. Persiapan bibit dilakukan dengan cara cutting yang diambil dari tanaman induk Dipladenia crimson pada batang kira-kira 5 cm (sisa 2-3 ruas daun). Pengambilan bibit pada induk sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar bibit yang diambil masih segar dan untuk menjaga tingkat kematian pada tanaman. Selain itu bibit yang telah diambil pada induk tanaman sebaiknya langsung disiram dan selanjutnya dilakukan proses penyetekan.
3. Setelah bibit melalui proses cutting, ujung batang tanaman dicelupkan dalam
RapidRoot (zat yang berfungsi untuk merangsang munculnya akar).
4. Setelah batang stek dicelupkan pada Rapid root, proses selanjutnya yaitu proses penubbingan tanaman ke tray yang sudah diisi dengan media tanam yang disiapkan. Hasil dari proses penubingan tersebut kemudian disiram dan disimpan dalam mistroom. Ruang mistroom yang disiapkan sudah dilengkapi alat timer otomatis (Springkle) yang siap menyiram tanaman secara otomatis sehingga tanaman perbanyakan akan selalu segar.
48 5. Akar pada tanaman akan keluar kira-kira dalam waktu 2-3 minggu.
6. Setelah satu sampai dua bulan, tanaman siap dipindahkan ke dalam pot yang berukuran 20 cm, akan tetapi pemindahan tanaman tersebut harus tetap disimpan di dalam mistroom selama satu minggu. Setelah satu minggu tanaman siap untuk dipindahkan ke row terbuka untuk perkembangan dan pertumbuhan tanaman.
b. Perawatan
Dipladenia crimson merupakan tanaman yang mudah dirawat. Akan tetapi, agar tanaman ini tumbuh dengan baik, maka harus memerlukan perawatan yang intensif melalui pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit terpadu, pemangkasan (prunning), dan potting.
1. Pemupukan
Pemupukan merupakan hal yang penting untuk pertumbuhan tanaman hias. Tanaman hias memerlukan 14 unsur pupuk (unsur hara essensial), karena media tanam yang digunakan belum cukup menyediakan pupuk, maka diberikan beberapa jenis pupuk yang digunakan untuk pertumbuhan tanaman maupun untuk tanaman agar berbunga. Pupuk yang diberikan untuk tanaman dipladenia cimson
yaitu berupa pupuk gowmore. Untuk frekuensi pemupukan dilakukan rutin setiap satu minggu atau disesuaikan dengan kekeringan media tanam.
2. Pengairan
Hal yang terpenting dalam usaha tanaman yaitu air yang dapat mempengaruhi perkembangan tanaman baik tanaman indoor maupun tanaman outdoor, air akan diserap bersama unsur pupuk untuk keperluan hidup tanaman tersebut. Tanaman hias membutuhkan air agar tidak kekeringan dan menjadikan tanaman layu, kemudian menguning dan rontok serta akan mengakibatkan batang akan mengering dan mati. Sehingga pada tanaman perlu pengairan dengan cara penyiraman setiap hari untuk menjaga kelembaban yang baik dan pertumbuhan yang maksimal pada tanaman. Dosis air yang diberikan pada tanaman juga harus disesuaikan dengan jenis tanamannya dan disediakan dalam jumlah yang seimbang, karena ada tanaman-tanaman tertentu yang membutuhkan banyak air dan adapula tanaman yang hanya butuh sedikit air. Hal ini dikarenakan air dalam jumlah banyak dan terlalu lama didaerah perakaran akan menyebabkan akar tidak
49 dapat bernafas dan menyebabkan kematian. Selain itu, air yang berlebihan juga akan menyebabkan kelembaban tinggi, sehingga mempermudah tumbuhnya penyakit yang menyerang tanaman.
Dalam hal penyiraman PT Istana Alam Dewi tara melakukan penyiraman secara modern dan manual. Penyiraman yang dilakukan secara modern dengan menggunakan springkle, yaitu pipa air yang diatasnya terdapat alat untuk menyiramkan air dengan putaran 3600, putaran springkle dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Kelembutan siraman dan jarak siraman springkle juga dapat diatur sesuai dengan kebutuhan, springkle dapat menyiram tanaman sampai jarak tujuh meter. Adapun air yang baik untuk tanaman harus memenuhi beberapa persyaratan di bawah ini:
a. Derajat keasaman (pH) antara 6,0 sampai 6,5.
b. Bersih, tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa. c. Tidak memiliki benih penyakit.
d. Tidak mengandung logam berat.
e. EC (Electro conductifity) atau banyaknya zat terlarut didalamnya tidak melebihi 0,20 ms
Selain menggunakan springkle, PT Istana Alam Dewi Tara juga menggunakan gembor untuk melakukan proses penyiraman secara manual. Hal tersebut dilakukan apabila terjadi kerusakan pada alat atau pada saat pemadaman listrik.
3. Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian hama dan penyakit terpadu merupakan suatu cara pengendalian yang memandukan berbagai macam kegiatan sehingga hama dan penyakit dapat diminimalisir agar tidak merugikan perusahaan dari segi harga jual tanaman yang dapat mengakibatkan penurunan pendapatan bagi perusahaan. Adapun jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman hias Dipladenia crimson adalah sebagai berikut:
a. Mealybug
Hama ini merupakan kutu berwarna putih dan memiliki semacam tepung di tubuhnya yang berbentuk seperti kapas yang dilapisi lilin. Hama seperti ini
50 yaitu dapat menghambat pertumbuhan dan akan timbul bercak hitam di sekitar pucuk tanaman yang dapat menyebabkan klorosil/bintik pada daun.
b. Thisps
Bentuk hama ini seperti kutu kecil yang berwarna hitam dan memiliki gerak yang sangat cepat. Adapun gejala dari hama ini yaitu kuncup bunga akan rontok dan bentuk bunga menjadi tidak sempurna.
c. Fungus gants
Bentuk dari hama ini seperti larva berkepala hitam, bening menyerupai nyamuk. Gejalanya dapat mengakibatkan bercak warna coklat di kuncup bunga dan gagal mekar (menjadi kering), akan tetapi jika serangan ringan, kuncup bunga tetap akan mekar akan tetapi bentuk bunga yang dihasilkan tidak sempurna.
d. Fusarium
Bentuk hama ini seperti cendrawasih yang akan mengakibatkan timbulnya bintik coklat dipermukaan daun yang semakin lama akan semakin melebar.
e. Spider mite
Hama seperti ini dapat mengakibatkan bagian atas daun akan berwarna kusam dan terlihat mengkerut, sedangkan untuk bagian bawah akan terdapat bercak bekas serangannya. Selain itu hama ini akan lebih banyak pada musim kemarau sehingga penanggulangan hama seperti ini harus lebih sering dilakukan untuk tetap mempertahankan kualitas tanaman hias yang ada di PT Istana Alam Dewi Tara. Bentuk dari hama sprider mite ini yaitu seperti tungau berwarna merah, kuning muda, hijau tua, coklat muda dan hitam.
f. Root Mealybug
Root Mealybug merupakan hama yang berbentuk seperti kutu rambut berwarna putih yang dapat menghambat akar tanaman menjadi busuk.
4. Pemangkasan (Pruning)
Dipladenia crimson merupakan tanaman yang merambat dan menghasilkan bunga yang merah menyala. Apabila tanaman ini ditempatkan di tempat yang panas maka akan menghasilkan bunga yang indah dan banyak akan tetapi jika ditempatkan di tempat teduh maka akan merambat tapi bunga yang dihasilkan akan sedikit.
51 5. Potting
Potting merupakan proses penggantian media pot dan media tanam. Untuk tanaman Dipladenia crimsonpotting dilakukan setelah tanaman berumur satu bulan diruang mistroom, kemudian dipindahkan ke pot ukuran 20 cm dan ditempatkan di row agar tanaman Dipladenia crimson dapat tumbuh dan menghasilkan bunga yang indah.
5.5 Pemasaran (4P)
Kegiatan pemasaran tidak terlepas dari bauran pemasaran yang terdiri dari bauran produk, harga, distribusi dan promosi. Berikut adalah bauran pemasaran yang terdapat di PT Istana Alam Dewi Tara di dalam melakukan kegiatan pemasarannya.
1. Product (produk)
PT Istana Alam Dewi Tara menyediakan produk yang beragam mulai dari tanaman hias, tanaman buah, saprotan, woodern craft, batu fosil dan menyediakan jasa salon tanaman dan klinik tanaman. Sebagian besar produk PT Istana Alam Dewi Tara adalah produk impor seperti keramik, polypot dan sebagian tanaman hias terutama adenium. PT Istana Alam Dewi Tara berusaha menyediakan produk yang berkualitas dan ekslusif untuk meningkatkan daya saing dengan nursery lain dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, PT Istana Alam Dewi Tara memproduksi produknya secara mandiri seperti tanaman hias, hormone bunga, hormone akar, hormone tunas, vitamin, pemendek ruas dan salap untuk menjaga kualitas produk yang dijual.
Semua produk PT Istana Alam Dewi Tara diberi label dengan dicantumkan
identitas perusahaan “Istana Alam” disertai dengan alamat perusahaan, nama
produk dan harga jual. Selain itu, PT Istana Alam Dewi Tara melakukan
packaging pada media tanam yang berasal dari pemasok dengan member label untuk meningkatkan nilai lebih produk. Pada saat Hari Raya Idul Fitri, biasanya PT Istana Alam Dewi Tara juga menyediakan parsel tanaman hias yang terdiri dari tanaman hias dan saprotan. PT Istana Alam Dewi Tara menyediakan tanaman yang mengikuti selera pasar seperti anthurium, aglaonema, adenium, euphorbia dan lain sebagainya. PT Istana Alam Dewi Tara berupaya menghasilkan varietas
52 baru seperti warna bunga adenium series terbaru yang dihasilkan melalui proses
breeding (pemuliaan tanaman).
2. Price (harga)
PT Istana Alam Dewi Tara melakukan penetapan harga yang bervariasi karena produk yang beragam. Metode penetapan harga yang digunakan yaitu: 1) Harga Pokok Produksi (HPP) yaitu penetapan harga berdasarkan biaya
produksi ditambah dengan mark up. Penetapan harga berdasarkan HPP pada tanaman lanskap, tanaman buah, wooden craft dan saprotan.
2) Judgement pricing yaitu penetapan harga berdasarkan perkiraan pada tanaman yang bentuknya unik dan aneh seperti zamioculas.
3) Competitor offer yaitu penetapan harga murah pada tanaman yang dikenal oleh masyarakat umum seperti adenium.
4) Combination offer yaitu penetapan harga berdasarkan kombinasi tanaman dengan potnya. Jika harga tanamannya murah namun pot yang digunakan adalah pot antic yang harganya mahal, maka harga jual tanaman menjadi mahal.
PT Istana Alam Dewi Tara memberlakukan diskon pada produk berdasarkan HPP dan berdasarkan sering atau tidak produk tersebut dibeli oleh konsumen. Produk yang jarang dibeli oleh konsumen akan diberikan diskon dengan menghitung HPP terlebih dahulu. Sistem pembayaran oleh konsumen dilakukukan secara tunai, kecuali konsinyansi yang dilakukan PT Istana Alam Dewi Tara kepada Trubus (majalah pertanian) yang pembayarannya dilakukan setiap bulan.
3. Place (tempat)
Untuk dapat mendukung dan menunjang didalam pencapaian tujuan usahanya PT Istana Alam Dewi Tara telah membangun sarana perkantoran beserta perangkat fasilitas penunjangnya, serta areal parkir dan pertamanan. Selain itu juga untuk mempermudah adanya pelayanan terhadap konsumen, PT Istana Alam Dewi Tara juga membangun showroom tanaman untuk digunakan sebagai tempat transaksi jual beli tanaman yang dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas seperti: a) Tempat salon tanaman.
b) Tempat bermain anak.
53 d) Areal cafe dan restoran sebagai tempat istirahat dan sebagai tempat
pemesanan makanan dan minuman untuk pelanggan.
PT Istana Alam Dewi Tara melakukan kemudahan pelayanan dengan menggunakan Cash Register, dan pembayaran non cash dengan menggunakan Kartu Kredit dari Bank BNI 46 dan transfer melalui Bank BCA tujuannya untuk mempermudah pelaksanaan transaksi didalam melayani pelanggan. Selain
showroom yang telah didirikan sebagai sarana transaksi tanaman, untuk dapat memperluas didalam cakupan jaringan pemasaran dan penjualan tanaman, PT Istana Alam Dewi Tara juga telah membuka cabang yang dikelola sendiri di daerah Taman Pluit. PT Istana Alam Dewi Tara menyediakan showroom tanaman di Cinangka dan Pluit untuk melayani konsumen dalam melakukan transaksi pembelian. Pemilihan lokasi showroom berdasarkan letaknya yang strategis dan mudah dijangkau. PT Istana Alam Dewi Tara melakukan pesan antar kepada konsumen jika melakukan pembelian dalam jumlah banyak.
1. Potensi Pasar di Showroom Utama PT Istana Alam Dewi tara
PT Istana Alam Dewi Tara membuka showroom di kebun sendiri dicinangka- Sawangan Depok, untuk beberapa alasan:
a) Sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli secara langsung
b) Model untuk showroom penjualan baik untuk para agen maupun tingkat konsumen akhir end user.
c) Sebagai tempat ajang uji coba pemasaran, untuk pengembangan dan diversivikasi produk, contoh nya pemasaran jenis tanaman yang beragam, sarana produksi pertanian, pot-pot import baik pot plastik maupun pot keramik, batu fosil dan furniture dari kayu ukiran yang berkualitas.
d) Tempat pelatihan untuk para karyawan dan agen. e) Menjangkau konsumen retail dari seluruh jabodetabek.
f) Sebagai tempat untuk memperkirakan potensi pasar market retail untuk memudahkan membuat perkiraan produksi.
2. Sistem Penjualan yang Beragam
PT Istana Alam Dewi Tara juga tak kalah ketinggalan untuk turut andil terhadap metode pengembangan jangkauan pasar jarak jauh melalui basis penggunaan fasilitas modern, yaitu dengan menggunakan metode pelayanan
54 penjualan produk melalui teleshopping, dengan bantuan media internet, SMS phone dan faximili serta sistem penjualan melalui paket ke luar kota atau mailinh shop. Konsumen dapat melihat berbagai produk yang diinginkan melalui beberapa media yang disebarkan, baik media cetak maupun media electronic seperti internet dan radio.
4. Promotion (promosi)
Kegiatan promosi sangat penting dilakukan oleh PT Istana Alam Dewi Tara karena PT Istana Alam Dewi Tara adalah perusahaan yang belum lama berdiri. PT Istana Alam Dewi Tara merupakan perusahaan yang sedang berkembang sehingga kegiatan promosi dilakukan pada berbagai lini. Promosi yang dilakukan oleh PT Istana Alam Dewi Tara yaitu:
a) Membuat iklan pada majalah pertanian seperti : Trubus, Agribisnis, Flora dan Kompas.
b) Mengikuti pameran dan event seperti Trubus Expo, Pameran Lapangan Banteng, Go Green dan lain-lain.
c) Mengadakan kontes Nasional pada tanaman adenium, bonsai dan aglaonema. d) Melakukan telemarketing seperti: website, e-mail, facebook, telephone dan
via sms.
e) Meletakan brosur dan banner di lokasi yang strategis yaitu pada tempat keramaian seperti jalan raya dan pusat perbelanjaan.
f) Melalui penetapan program-program promosi yang bersifat langsung maupun melalui media masa (seperti: pemasangan iklan di majalah dan lain lain). g) Promosi pembelian tanaman dan lain-lain.
h) Mengadakan program Promo of the week, yaitu diskon pada produk tertentu di hari minggu, untuk setiap pelanggan yang melakukan pembelian diatas Rp. 100.000,-.
Saat ini PT Istana Alam Dewi Tara telah memiliki ± 10.000 data base
konsumen. Setiap konsumen yang melakukan transaksi pembelian akan dicatat nama, alamat dan nomor telephone agar dapat dihubungi saat PT Istana Alam Dewi Tara melakukan promo.
Potensi yang dapat diperkirakan perkembangannya melalui berbagai kegiatan yang dilakukan PT Istana Alam Dewi Tara selama ini, antara lain:
55 a. Pameran
Pameran merupakan ajang untuk memperkenalkan varietas terbaru kepada masyarakat dan sebagai tolak ukur dari suatu perusahaan, dimana perusahaan tersebut dikenal oleh masyarakat luas. Salah satunya pameran yang pernah diikuti oleh PT Istana Alam Dewi Tara yaitu Pameran yang diadakan di lapangan banteng sejak tahun 2007 dengan menampilkan berbagai jenis adenium dan berbagai produk lainnya yang bervariasi dan berkualitas.
Melalui ajang pameran dapat menjadi ciri eksistensi sebuah perusahaan beserta produk-produk yang akan dipasarkannya, sehingga perusahaan akan memiliki citra yang positif dikalangan konsumen. PT Istana Alam Dewi Tara sangat memahami hal tersebut bahkan pameran Flora yang diselenggarakan setiap bulan Agustus di Lapangan Banteng Jakarta dijadikan sebagai ajang untuk menampilkan produk-produk terbaru berbagai varietas tanaman dan tanaman- tanaman ekslusif seperti bonsai. Pameran juga menjadi ajang komunikasi langsung antara produsen dengan konsumen, dari hal tersebut perusahaan dapat mengetahui data secara langsung produk-produk apa yang disukai konsumen, maupun sebaliknya konsumen juga dapat menanyakan secara langsung berbagai hal tentang produk.
Topik yang dikomunikasikan tidak hanya sebatas produk apa saja yang dijual belikan tetapi juga mencakup pertanyaan-pertannyaan lainnya tanaman seperti cara perawatan mulai dari pemupukan, penyiraman, pemberian insektisida dan hal-hal lainnya seputar tanaman. Sehingga dapat dikatakan pameran juga dapat dijadikan sebagai ajang konsultasi secara langsung antara konsumen dan produsen. Dengan semakin tingginya tingkat pengetahuan konsumen akan suatu produk pertanian tersebut, konsumen akan merasa puas akan akhirnya tentu akan menambah kolektor yang selalu membeli tanaman hias.
b. Memperluas Jangkauan Pemasaran Melalui Sistem Agen dan Kanvasing Tanaman hias memiliki potensi pasar yang baik dan menjanjikan saat ini memiliki beberapa agen yang telah tersebar di berbagai kota di Jabodetabek, seperti salah satunya di Pluit Jakarta Selatan. Tujuan utama pemasaran melalui sistem agen adalah sebagai berikut:
56 1) Mendekatkan konsumen dengan PT Istana Alam Dewi Tara, sehingga peminat luar kota bisa memilih tanaman yang diinginkan tanpa harus pergi jauh ke nursery.
2) Memotong rantai pemasaran, sehingga harga ditingkat konsumen akhir end user tidak jauh berbeda dengan harga ditingkat produsen, sehingga harga akhir masih terjangkau oleh masyarakat.
3) Mengefisiensikan biaya distribusi dan pemasaran, karena sebagian biaya tersebut menjadi tanggungan agen.
Sistem penjualan yang dilakukan oleh PT Istana Alam Dewi Tara sangat beragam, hal tersebut dilakukan untuk mendekatkan diri dengan konsumen dan meningkatkan penjualan. Selain memperluas jangkauan pasar dengan system agen, PT Istana Alam Dewi Tara juga melakukan penjualan dengan cara
kanvasing (jualan keliling ke konsumen akhir) yang dilakukan setiap weekend
oleh bagian marketing. Penjualan seperti ini sangat membantu perusahaan untuk meningkatkan loyalitas konsumen terhadap tanaman hias dan menjadikan tanaman hias sebagai produk yang dibutuhkan untuk memperindah ruangan. Selain itu, dengan adanya kanvasing dapat dijadikan sebagai alat promosi kepada konsumen yang dapat berdampak pada jangkauan pasar yang semakin luas dan peningkatan penjualan yang maksimal.