PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Telaahan visi, misi, dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih ditujukan untuk memahami arah pembangunan yang akan dilaksanakan selama kepemimpinan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan Perangkat Daerah yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tersebut.
PARAF KOORDINASI Kepala BAPPELITBANGDA Kepala Dinas Sosial Kepala Bagian Hukum
Hasil identifikasi Perangkat Daerah tentang faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan Perangkat Daerah yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih ini juga akan menjadi input bagi perumusan isu-isu strategis Perangkat Daerah. Dengan demikian, isu-isu yang dirumuskan tidak saja berdasarkan tinjauan
terhadap kesenjangan pelayanan, tetapi juga berdasarkan kebutuhan pengelolaan faktor-faktor agar dapat berkontribusi dalam pencapaian visi dan misi Kepala Daerah dan wakil kepala daerah terpilih.
Visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi terpilih periode tahun 2018-2023 adalah“Kota Bekasi Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera, dan
Ihsan”. Untuk mewujudkan visi tersebut diatas, diperlukan tindakan
nyata dalam misi yang terdiri dari:
1. Meningkatkan kapasitas tata kelola pemerintahan yang baik.
2. Membangun, meningkatkan, dan mengembangkan prasarana dan sarana kota yang maju dan memadai.
3. Meningkatkan perekonomian berbasis potensi jasa kreatif dan perdagangan yang berdaya saing.
4. Meningkatkan dan mengembangkan kualitas kehidupan masyarakat yang berpengetahuan, sehat, berakhlak mulia, kreatif, dan inovatif. 5. Membangun, meningkatkan, dan mengembangkan kehidupan kota
yang aman dan cerdas, serta lingkungan hidup yang nyaman.
Ditinjau dari misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi terpilih periode tahun 2018-2023, misi yang memiliki keterkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Sosial adalah misi ke-1, misi ke 3, ke-4 dan misi ke-5 Tugas pokok Dinas Sosial Kota Bekasi yaitu menyelenggarakan kebijakan pelayanan di bidang Pelayanan PPKS, Pengembangan dan Pendayagunaan PSKS serta Pembinaan Sosial.
Dinas Sosial Kota Bekasi dalam melaksanakan tugas pokoknya dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial harus memastikan Visi dan Misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi terpilih periode Tahun 2018-2023 dituangkan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah (RPJMD dan RKPD), serta dijabarkan dalam dokumen perencanaan perangkat daerah (Renstra dan Renja).
PARAF KOORDINASI Kepala BAPPELITBANGDA Kepala Dinas Sosial Kepala Bagian Hukum
Dalam upaya pencapaian Visi dan Misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi terpilih periode tahun 2018-2023 diidentifikasi faktor penghambat dan pendorong yang dapat mempengaruhi pencapaian Visi dan Misi tersebut sebagaimana digambarkan dalam tabel berikut.
Tabel 3.1.
Faktor-Faktor Penghambat dan Pendorong pada Dinas Sosial Kota Bekasi dalam Pencapaian Visi dan Misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi Terpilih Periode Tahun 2018-2023
Visi: Kota Bekasi Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera, dan Ihsan
No. Misi Permasalahan Faktor
Penghambat Pendorong
1 Misi I Belum optimalnya
Monitoring dan evaluasi Indikator kinerja dalam pencapaian AKIP
Penetapan Target Kinerja yang tidak seimbang dengan dukungan Anggaran yang memadai
Telah terciptanya sinergitas antara Dinas Sosial, Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, Yayasan/Lembaga dan CSR dalam pencapaian AKIP
Meningkatkan kapasitas tata kelola pemerintahan yang baik
2 Misi III Belum Optimalnya
Koordinasi dan sinkronisasi dalam melakukan
Pendataan PPKS khususnya Data Masyarakat Miskin Kota Bekasi
Masih adanya unsur kepentingan di tingkat bawah dalam
melakukan pendataan, sehingga verifikasi dan validasi tidak berjalan maksimal
Tersusunnya Peraturan Wali Kota Bekasi Tentang Kriteria Masyarakat Miskin Kota Bekasi Meningkatkan
perekonomian berbasis potensi jasa kreatif dan perdagangan yang berdaya saing
3 Misi IV 1 Belum optimalnya
koordinasi dan sinkronisasi dalam peningkatan kesejahteraan sosial yang lintas sektor, lintas wilayah, dan lintas perbatasan Kota Bekasi
Masih adanya ego sektoral dalam penanganan PPKS sehingga permasalahan seringkali ditangani secara parsial dan tidak dapat menyelesaikan permasalahan dengan tepat dan cepat.
Meningkatnya Forum-forum Koordinasi dan pelaporan permasalahan PPKS di Kota Bekasi Meningkatkan dan mengembangkan kualitas kehidupan masyarakat yang berpengetahuan, sehat, berakhlak mulia, kreatif dan inovatif 2 Belum optimalnya pelaksanaan pengendalian peningkatan kesejahteraan sosial Kota Bekasi. Hal ini ditunjukkan dengan belum tersedianya mekanisme (SOP) atau pedoman dan sistem untuk pengendalian Belum tersedianya sistem pengendalian Peningkatan Kesejahteraan Sosial Telah tersedianya Program-program yang mendukung peningkatan kesejahteraan sosial dan tersusunnya SOP pelaksanaan kesejahteraan sosial
3 Belum optimalnya
monitoring dan evaluasi peningkatan kesejahteraan sosial Kota Bekasi Belum optimalnya mekanisme monitoring dan evaluasi peningkatan kesejahteraan sosial Telah terciptanya sinergitas antara Dinas Sosial Kota Bekasi dengan Dinas Sosial
kabupaten/Kota lainnya dalam pelaksanaan Monitoring dan evaluasi kesejahteraan sosial 4 Belum lengkapnya data
dan informasi PPKS Belum optimalnya mekanisme pengumpulan data sektoral PPKS. Terbangunnya Sistem Pendataan PPKS yang berdasarkan Kriteria PPKS yang telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial
4 Misi V Terbatasnya area Taman
Makam Pahlawan Taman Makam Pahlawan terletak di sekitar Pemukiman Warga Kota Bekasi dan terpotong oleh Lintasan Kereta Api
Taman Makam Pahlawan merupakan situs bersejarah yangharus dilestarikan Membangun, meningkatkan, dan mengembangkan kehidupan kota yang aman dan cerdas, serta lingkungan hidup yang nyaman
PARAF KOORDINASI Kepala BAPPELITBANGDA Kepala Dinas Sosial Kepala Bagian Hukum
Permasalahan yang ada di Dinas Sosial Kota Bekasi, disebabkan oleh situasi dan kondisi yang ada di Kota Bekasi, Khususnya di bidang Kesejahteraan Sosial, dimana :
1. Belum optimalnya koordinasi dan sinkronisasi dalam peningkatan kesejahteraan sosial yang lintas sektor, lintas wilayah, dan lintas perbatasan Kota Bekasi.
Hal ini disebabkan oleh Masih adanya ego sektoral dalam penanganan
PPKS sehingga permasalahan seringkali ditangani secara parsial
dan tidak dapat menyelesaikan permasalahan dengan tepat dan cepat.
2. Belum optimalnya pelaksanaan pengendalian peningkatan
kesejahteraan sosial Kota Bekasi. Hal ini ditunjukkan dengan
belum tersedianya mekanisme (SOP) atau pedoman dan sistem untuk pengendalian.
Hal ini disebabkan oleh Belum tersedianya sistem pengendalian
Peningkatan Kesejahteraan Sosial
3. Belum optimalnya monitoring dan evaluasi peningkatan kesejahteraan sosial Kota Bekasi.
Hal ini disebabkan oleh Belum optimalnya mekanisme monitoring dan
evaluasi peningkatan kesejahteraan sosial
4. Belum lengkapnya data dan informasi PPKS
Hal ini disebabkan oleh Belum optimalnya mekanisme pengumpulan data sektoral PPKS.