• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PEMBAHASAN

5.4. Temuan Feses Sapi

Pemeriksaan telur cacing dalam feses sapi telah dilakukan menggunakan metoda uji apung, dimana uji ini digunakan untuk uji kuantitatif dengan menggunakan alat hitung Universal (Saleh, 2004).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti di BTKL&PPM Medan dari 12 sampel yang di peroleh dari 12 peternak tidak terdapat telur cacing fasciola hepatica di Mabar Medan.

Menurut Hadidjadja. (2006), peranan feses dalam penyebaran penyakit cacing sangat besar karena dapat langsung mengkontaminasi pakan, air dan tanah. Perilaku hewan itu sendiri dapat mempengaruhi terjadinya infeksi cacing.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1.Kesimpulan

Beradasarkan hasil observasi dan wawancara pada pengelola peternakan sapi dan pemeriksaan cacing hati (fasciola hepatica) pada hati dan feses sapi yang di ambil dari peternakan di Mabar Medan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Karakteristik pengelola peternakan sapi berdasarkan umur antara 35-40 tahun

sebesar (50%), tingkat pendidikan terakhir tamatan SMP sebesar (41%) dan lama bekerja selama 5-8 tahun adalah sebesar (41%), pengetahuan responden dalam kategori baik yaitu 9 orang (75%), dan lokasi peternakan sapi memenuhi syarat yaitu 8 kandang (66,7%).

2. Kondisi hati sapi yang di jadikan sampel sebanyak 12 hati sapi di rumah potong hewan di Mabar Medan telah memenuhi syarat.

3. Kondisi feses sapi yang di jadikan sampel sebanyak 12 feses sapi di rumah potong hewan di Mabar Medan telah memenuhi syarat.

6.2.Saran

1. Kepada Dinas Peternakan Kota Medan diharapkan melakukan penyuluhan kepada pemilik peternakan sapi untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemeliharaan sapi yang baik.

2. Diharapkan kepada masyarakat agar lebih hati-hati dalam memilih hati sapi untuk di konsumsi.

3. Kepada pengelola peternakan sapi diharapkan untuk memberikan pakan ternak yang segar dan tidak basah agar tidak terkontaminasi oleh cacing.

DAFTAR PUSTAKA

Anonimous, 2013. Pengendalian Penyakit Pada Domba dan Sapi. http://www.primatani. Litbang. Deptan.go.id/index.php?.option=com content & task=mview & item.id=56. Diakses 4 maret 20013

Anonimous, 2013. Pelatihan Tingkat Penjamin Mutu dan Pengendalian Keamanan Pangan, Jurusan Tehnologi Pangan dan Gizi Fakultas Pertanian Bogor dan PT. Aero Wisata Chatering Service, Cisaruan

AAK, 1995. Petunjuk Praktis Beternak Sapi Perah. Penerbit Kanisius. Yogyakarta Achjadi KR. 1986. Studi Tentang Tingkat Kesuburan Sapi dalam usaha pengembangan. Fakultas Kedokteran Hewan. Bogor

Adhyatma, N. 1980. Simposium Masalah penyakit Parasit Dalam Program Pelayanan Kesehatan Menuju Masyarakat Bebas Parasit dan Sehat Gizi. Fakltas kedokteran Universitas Gajah Mada. Yogyakarta

Achmadi, U. F. 2008. Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah. UI Press. Jakarta Andoko, 2012. Bisnis Penggemukan Sapi. Penerbit PT Agro Media Pustaka

Athiroh, N. 2005. Petunjuk Pratikum Parasitologi Malang, Jurusan Biologi FMIPA, Universitas Islam Malang

Azwar, A. 1990. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian. Jakarta

Baliwati, 2004. Pengantar Pangan Dan gizi. Penebar Swadaya. Jakarta Bandini Y. 2004. Sapi Bali. Penebar swadaya. Jakarta

Brown. H. 1979. Dasar Parasitologi klinis. Gramedia, Jakarta

Brotowidoyo MD. 1987. Parasit dan Parasitisme. Edisi 1. Media Sarana Press. Jakarta

Budi, U. 2006. Dasar Ternak Perah. Departemen Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

Boray. 2011. Siklus Hidup Fasciola Hepatica.http://.www.dpd.cdc.gov/dpdx. Diakses 13 Maret 2013

Depkes RI, 2000. Perinsip-Perinsip Hygiene Dan Sanitasi Makanan. Jakarta Ditjen Peternakan, 2013. Produksi Daging, Telur dan Susu di Propinsi Sumatera Utara. http://www.ditjennak.go.id. Diakses Februari 2013

Dwidjoseputro, D. 2005. Dasar-dasar Mikrobiologi. Cetakan ke- 16. Djambatan. Jakarta

Endang, H. 2004. Helmintologi Kedokteran. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Medan

Entjang, 2001. Ilmu Kesehatan Masyarakat. PT Citra Aditya Bakti. Bandung Fardiaz, D. 1992. Proses Termal Dalam Pengendalian Tahap Pengelolaan Kritis Untuk Menjamin Keamanan Pangan. Fakultas Tehnologi Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor

Garcia, S. 1996. Diagnostik Parasitologi Kedokteran. EGC. Jakarta Gandahusada, S,1998. Parasitologi Kedokteran FK UI, Jakarta

Hadidjaja, P. 2006. Masalah Penyakit Parasit di Indonesia. Bagian Parasitologi UI, Jakarta

Irianto, K. 2009. Parasitologi. Yrama Widya. Bandung

Jawetz, E. 1996. Mikrobiologi Kedokteran. Edisi ke 20. EGC Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta

Kusumamiharja, S. 1993. Parasit dan Parasitosis Pada Hewan Ternak dan Hewan Piaraan. Universitas Bioteknologi IPB, Bogor

Lubis, E, 2013. Pengendalian Penyakit Pada Domba dan Sapi. http://.www.primatani. Litbang. Deptan. Go. Id/ index. php?. Option= com content & task= view & item. Id= 56. diakses tanggal 12 Februari 2013

Murtidjo, B. A. 1990. Beternak Sapi Potong, Kanisius, Yogyakarta

Mukono, H.J. 2000. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Penerbit Airlangga University Press. Surabaya

Nurwantoro dan Djarijah, A. 1997. Mikrobiologi Pangan Hewan dan Nabati. Cetakan Pertama. Alumni. Jakarta

Purba. 2011. Analisis Profil Peternak Terhadap Pendapatan Dalam Usaha Ternak Sapi Potong Di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, Skripsi, Universitas Sumatera Utara

Purnawijayanti, H, A. 2001. Sanitasi Hygiene dan Keselamatan Kerja dalam Pengelolaan Makanan. Penerbit Kanisius, Jakarta

Purwono. 2013. Fasciolasis. http://.www. Pur= vet wordpross.com diaskes tanggal 10 April 2013

Susanto. 2009. Parasitologi Kedokteran FK UI, Jakarta Sugeng, Y, B. 2000. Sapi Potong, Penebar Swadaya, Jakarta

Safar, R. 2009. Protozoologi Helmintologi Entomologi, Yrama Widya. Bandung Soeparno, 1994. Ilmu dan Tehnologi Daging. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta Suweta, 1982. Fasciolasis Pada Sapi Bali. Universitas Udayana. Jakarta

Supardi, I. 1999. Mikrobiologi Dalam Pengolahan dan Keamanan Pangan. Penerbit Erlangga. Jakarta

Subekti, 2001. Penuntun Pratikum Tehnik Laboratorium. Departemen Pendidikan Nasional Fakultas Kedokteran Hewan. Penerbit Airlangga. Surabaya Sandjaja, B. 2007. Protozoologi Kedokteran. Penerbit Prestasi Pustaka Publisher. Jakarta

Saleh, E. 2004. Pengelolahan Sapi Potong Dan Hewan Ternak. Program Studi Produksi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan

LAMPIRAN I

KUESIONER PENELITIAN

ANALISIS CACING HATI (fasciola hepatica) PADA HATI DAN FESES SAPI YANG DI AMBIL DARI RUMAH POTONG HEWAN DI

MABAR MEDAN TAHUN 2013

I. Karakteristik Pengelolah Peternakan Nama : Umur : Pendidikan : SD ( ) SMP ( ) SMA ( ) D1/II/III ( ) Sarjana ( ) Lama Bekerja : II. Pengetahuan

1. Umur berapakah sapi dapat di jual? a. 10-18 tahun

b. 3-4 tahun c. Tidak tahu

2. Bagaimana kandang sapi yang memenuhi syarat? a. Ketersediaan sumber air dan tofografi

b. Aman dari segala bahaya c. Tidak tahu

3. Jenis nutrisi apakah yang digunakan pada ternak sapi? a. Karbohidrat, lemak, protein, Vit dan mineral b. Vit dan mineral

c. Tidak tahu

4. Sebaiknya jenis pakan apakah yang diberikan pada ternak sapi? a. Pakan berserat dan pakan penguat

b. Pakan penguat c. Tidak tahu

5. Sebaiknya asal pakan sapi di ambil dari mana? a. Perkebunan

b. Rawa-rawa dan persawahan c. Tidak tahu

6. Penyakit apakah yang sering menyerang sapi?

a. Kembung, cacingan, diare, kudis, antraks, dan penyakit mulut b. Penyakit kuku

7. Bagaimanakah cara pemeliharaan sapi?

a. Sanitasi kandang, pemeliharaan kebersihan sapi dan sanitasai secara teratur

b. Sanitasi kandang c. Tidak tahu

8. Pengobatan apakah yang diberikan jika sapi terserang penyakit atau kembung?

a. Dimethicone dan jamu b. Minuman yang bersoda c. Tidak tahu

LAMPIRAN II Lembar Observasi

ANALISIS CACING HATI (Fasciola hepatica) PADA HATI DAN FESES SAPI YANG DI AMBIL DARI RUMAH POTONG HEWAN MABAR MEDAN

TAHUN 2013

1. Apakah lahan pengembalaan sapi becek? a. Ya

b. Tidak

2. Apakah padang pengembalaan sapi yang sama dan secara terus menerus? a. Ya

b. Tidak

3. Apakah lahan penembalaan sapi tercemari pupuk? a. Ya

b. Tidak

4. Apakah bapak memebersihkan kandang sapi setiap hari? a. Ya

b. Tidak

5. Apakah disekitar peternakan ada pembuangan sampah? a. Ya

6. Apakah peternak menggunakan sisa hasil pertanian untuk pakan sapi? a. Ya

b. Tidak

7. Apakah peternakan dekat dengan lahan persawahan? a. Ya

b. Tidak

8. Apakah pakan sapi di ambil dari persawahan? a. Ya

Lampiran 3

Gambar lampiran 1. Kandang Sapi Potong di peternakan Mabar Medan

Gambar lampiran 3. Wawancara Dengan Pemilik Peternakan Sapi di Tanjung Selamat Medan.

Gambar lampiran 5. Dua Belas Sampel Feses Sapi Potong yang Berasal Dari Rumah Potong Hewan Mabar Medan.

Gambar Lampiran 6. Pembuatan Larutan NaCl dan Garam Jenuh di Laboratorium BTKL&PPM Medan

Gambar Lampiran 7. Pemeriksaan Telur Cacing Fasciola hepatica Pada Feses Sapi di Laboratorium BTKL&PPM Medan.

Dokumen terkait