• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Temuan Khusus

Dalam upaya membina akhlakul karimah(disiplin dan tanggungjawab) kepadapeserta didik, pembina menggunakan beberapa metode. Metode disiniadalah cara yang teratur dan terarah yang digunakan oleh pembina untuk mencapai suatu maksud atau tujuan yaitu membina akhlakul karimah(disiplin dantanggung jawab) kepada peserta didik di Gerakan Pramuka MTsN 6 Kabupaten Tanah Datar.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang pembinaanakhlakulkarimahdisiplin dan tanggungjawab peserta didik melalui kegiatan Pramuka di MTsN 6 Kabupaten Tanah Datardapat dijelaskan sebagi berikut :

a. Metode Pembinaan Akhlak Disiplin dan Tanggung Jawab Peserta Didik Melalui Kegiatan Kepramukaan di MTsN 6 Kabupaten Tanah Datar

Upayapembinaanakhlakul karimah disiplin dan tanggungjawab kepada peserta didik yang dilakukan oleh pembina Pramuka MTsN 6 Kabupaten Tanah Datar menggunakan beberapa metode. Metode disini adalah cara yang teratur dan terarah yang digunakan oleh pembina untuk mencapai suatu maksud atau tujuan yaitu membina akhlakul karimah disiplin dan tanggung jawab kepada peserta didik. Berdasarkan Wawancara dengan informan, pembinaan akhlakulkarimahdisiplin dan bertanggung jawab di Gerakan Pramuka MTsN 6 Kabupaten Tanah Datar bahwasanya menggunakan Metode Kepramukaan diantaranya :

a. Pengamalam Kode Kehormatan Pramuka

Pengamalan kode kehormatan dalam membina akhlakulkarimah disiplin dan bertanggung jawab yang ada di Gerakan Pramuka MTsN 6 Kabupaten Tanah Datar ada 2 bentuk, yaitu pemgamalan kode kehormatanTri Satya dan Kode kehormatan Dasadharma. Tristya adalah barupa 3 janji bagi

seorang Pramuka dan Dasadharma adalah sepuluh moral bagi seorang Pramuka.

Trisayta dan Dasadharma ini diwajibkan oleh pembina Pramuka kepada peserta didik untuk menghafal dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari. Trisayta dipakai dan diucapkan ketika peseta didik pelantikan kacu, pelatikan Tanda Kecakapan Umum dan Khusus. Sedangkan Dasadharma selalu diamalkan dalam kegiatan sehari-hari, dan pembina selalu mengecek apakah peserta didik Gerakan Pramuka MTsN 6 Kabupaten Tanah Datar selalu mengamalkan nilai-nilai Dasadharma pada setiap kali latihan.

Seperti yang diungkapkan oleh Kak Arnetti :

Pengamalan kode kehoramatan pramuka adalah pembiasaanperilaku yang dilakukan selama kegiatan pramuka maupun dalamkeseharian. Perilaku tersebut dapat diwujudkan dengan berbagaimacam cara seperti menjalankan ibadah, menjaga kerukunan,toleransi dan saling tolong-menolong dengan teman, mengenalserta memelihara dan ikut melestarikan alam seisinya, selalumenjaga kesehatan diri baik jasmani maupun rohani dan masihbanyak yang lainnya Yid. Kami selalku pembina mewajibkan seluruh peserta didik agar hafal dan amalkan kode kehormatan itu Yid (Arnetti, wawancara 19 Januari 2019).

Dari data lapangan contoh dari pengamalan kode kehormatan Pramuka yang peneliti amati ketika apel pembukaan berlangsung dimulai pukul 14.00 WIB dalam keadaan habis hujan lapangan tergenang air mereka tetap bersemangat untuk mengikuti apel. Setelah selesai apel pembukaan ada salah satu peserta didik bersuara “Kak shalat dulu”, sehingga semua serentak iya kak shalat dulu biar enak udah gak punya tanggungan. Seketika pembina langsung mengangkat tangan untuk melihat jam, dan pembina memberikan petuah untuk yang menunaikan shalat segera laksanakan shalat, untuk yang sedang berhalangan silakan persiapkan sound untuk latihan senam. Kemudian pembina

memberikan aba-aba balik kanan bubar jalan. Langsung saja semua langsung berlarian menuju mushola untuk antri wudhu. Setelah selesai melaksanakan shalat mereka melakukan kegiatan selanjutnya yaitu senam Pramuka.Setelah berlangsung cukup lama, kemudian mereka beristirahat untuk melepas dahaga dan rasa capek. Mereka bersantai-santai ria sambil minum, makan, dan bercanda. Kemudian ada salah satu peserta didik ada yang membuang sampah dengan cara dilempar dan si sampah tidak masuk di tong sampah akhirnya Kak Net menyuruh si anak tersebut untuk mengambil sampah dan membuangnya pada tempatnya. Salah satu dari teman yang lainbersorak “he cinta alam anak Pramuka bro” (Observasi, 19 januari 2019).

Dari hasil observasi tersebut terlihat salah satu contoh bahwa peserta didik mengamalkan Dasadharma takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia serta bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Pengamalan kode koehormatan yang diwajibkan oleh pembina Pramuka kepada peserta didik ini memilik dampak yang sangat besar. Karena kalau diperhatikan dengan seksama dalam 10 Dasadharma itu merupakan akhlak terpuji semunyayang didalamnya da akhlak terpuji terhadap Allah, akhlak terpuji terhadap sesama manusia dan akhlak terpuji terhadap lingkungan.

Pada observasi awal Kak 15 Desember 2018 Arnetti mengatakan “ Hal demikian kita ajarkan kepada anak-anak agar mereka tetap memakai Dasadharma yang 10 kapanpun, dimanapun dan kepada sipapun dalam kehidupan sehari-hari”. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pembinaan akhlakulkarimahdisplin dan bertanggung jawab yang diberikan oleh pembina Pramuka terhadap peserta didik Gerakan Pramuka MTsN 6 Kabupaten Tanah Datar benar-benar bagus, hal itu tercermin dari perkataan dan perbuatan peserta didik dalam kesehariannya.

Pada pelaksanaan camping dalam rangka pelantikan kacu di Nagari Simawang tanggal 27 Januari 2019, peneliti berkesempatan melihat secara lansung bagaiman pembinaan akhlakkulkarimah khusunya disiplin dan tanggung jawab yang berkaitan dengan pengamalan kode kehormatan yang diberikan oleh pembina terhadap peserta didik Pramuka. Sesuai dengan pernyataan informan sebelumnya pada saat camping di lokasi tersebut seluruh anggota Pramuka benar-benar mengamalkan kode kehormatan Pramuka. Dalam pelaksanaan camping di Nagari Simawang in tujuannya adalah pelantikan kacu dan pelantikan Tanda Kecakapan Umum (TKU) golongan Penggalanag.

Selama pelaksanaan camping seluruh anggota Pramuka dituntut oleh pembina Pramuka untuk mengamalkan sepuluh Dasadharma selama camping berlansung. Contoh pengamalan Dasadharma pertama takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yaitu seluruh anggotaPramuka selalu tepat waktu dalam melaksanakan sholat berjama’ah di mushalla terdekat dan ada beberapa dari anggota Pramuka yang bertugas sebagai muadzin, imam sholat dan ceramah agama. Contoh pengamalan Dasadharma kedua cinta alam dan kasih sayang sesama manusia terlihat seluruh anggita Pramuka selama camping selalu menjaga lingkngan tempat mereka mendirikan tenda dan sekitarnya dan goro bersama di mushala terdekat, kalau kasih sayang sesama manusia terlihat dari bagaimana perlakuan sikp anggota terhadp sesmany dan menjaga silaturrahim dengan penduduk setempat.

Pengamalan Dasadharma ketga yaitu patriy yang sopan dan kesatria terlihat dari jiwa Pramuka yang pantangmenyerah ketika dikasih tugs dan taggung jawab oleh pembina selama camping mulai dari mendidrikan tenda, mendirikan tiang bendera, memebrisihkan area sekitar walaupun banayk halangan dan rintangannya. Pengamalan Dasadharma yang keepat yaitu patuh

dan suka bermusyaarah terlihat ketika sebelum melaksanakan camping seluruh anggota pPramuka bermusyawarah untuk persiapan pelaksanaan camping dibimbing oleh pembina Pramuka.

Pengamalan Dasadharma kelima yaitu rela menolong dan tabah terlihat ketika selama pelaksanaan camping selurh anggota Pramuka saling tolong menolong anatr sesama jika ada yang kesusahan.contohnya ketika mendirikan tenda ada teman yang butuh bantuan dibantu, ada ayng butuh air minum dimabilakan, ada yang butuh bantuan menjemput air ke sungai dibantu sama-sama, ada teman yang sakit diobati, membersihkan pekaranagan perkemahan dinatu sama-sama. Semua hal itu dilakukan dengan tabah bagi anggota Pramuka sebgai wujud dari rasa saling tolong menolong dalam kesusahan.

Pengamalan Dasadharma keenam yaitu rajin, terampil dan gembira terlihat dalam setiap kegiatan mereka selalu gembira dalam menorakkan yel-yelsecara bersama-sama, hal imi membuat semanagt mereka makin tinggi dalam bekegiatan selam pekasanaan camping. Bahkan dalam perjalan menuju lokasi mereka meneriakkan yel-yel, dalam perjalanan menuju mushalla dan temapt amdi mereka berbaris berjalan bersama-sama sambil menyanyikan yel-yel. Pengamalan Dasadharma ketujuh yaitu hemat cermat dan bersahaja lebih terlihat ketika penggunaan kebutuhan logistik yang dipesiapkan untuk selam dilokasi camping dengan sebaik-baiknya sesuai dengan takaran yang sudah diperhitungkan dalam musyawarah sebelum keberangkatan ke lokasi camping. Pengamalan Dasadharma yang ke delapan yaitu disiplin, berani dan setia terlihat dalam kegiatan aapun selam perkemahan seluruh anggota Pramuka bersikp disiplin dalam segala hal, mulai dari segi waktu, pakain, kerapian, kebersiahn dan lain-lain.

Pengamalan Dasadharma kesembilan yaitu bertanggung jawab dan dapat dipercaya terlihat ketika semua tugas yang diperintahkan oleh pembina dikerjakan dengan baik oleh semua anggota dan apabila ada kekeliruan dalam melaksakannya anggota berani mempertanggung jawabkan atas resiko dari perbuatannay tersebut. Peengamalan Dasadharma yang terakhi yaitu suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan ini terlihat setelah kesembilan Dasadharma diamalakan oleh anggita maka akan beradampak terhadap pikiran, perkataan dan perbuatannya.

Pengamalan kode kehormatan Tristya jelas ketika malam pelantikan kacu seluruh anggota Pramuka hafal Tristya dalam pengukuhan kacu dan 10 dasadharma memang benar-benar diterapkan selam di bumi perkemah Simawang oleh seluruh anggota Pramuka kapanpun, dimanapun dan terhadap siapapun. Bahwa dalam pengamalan kode kehormatan pramuka ini peserta didik harus bertanggung jawab terhadap perkataan, pikian dan perbuatnnya. 3 Janji yang sudah diucapkan oleh pesetta didik yaitu Tristya harus dipenuhi dan di pertanggung jawabkan sebgai anggota Pramuka. Begitu juga dengan 10 Dasadharma harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembina pramuka berpesan kepada anggota jika tidak hafal dan mengamalkan Trisatya dan Dasadahrma tidak bisa dilantik Kacu dan Tanda Kecakapan Umum golongan Penggalang. Maka secara otomatis semua anggota Pramuka harus hafal, paham dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari seta mempertanggung jawabkannya. b. Belajar Sambil Melakukan

Pembinaan akhlakulkarimah disiplin dan bertanggung jawab dengan metode balajar sambil melakukan di Pramuka MTsN 6 Kabupaten Tanah Datar tercermin ketika peserta didik belajar teori ketika latihan rutin langsung dipraktekkan, karena jika tidak dipraktekkan mereka pasti cepat lupa, bosan, dan sulit memahami.

Sebagaimana yang diungkpakan oleh informan “setiap kali kegiatan belajar pasti sambil melakukan yaitu belajar teori langsung dipraktekkan, jika tidak dipraktekkan mereka pasti cepat lupa, bosan, dan sulit memahami. Pertama diberi materi di kelas terlebih dahulu salah satu contohnya baris berbaris dan tali temali” (Arnetti, wawancara 19 Januari 2019).

Dalam baris-berbaris ada banyak aba-aba yang sering diperintahkan pemimpin maka anggota harus konsentrasi agar dapat melaksanakan perintah dari pemimpin. Pada saat pembina menjelaskan mengenai konsep Peraturan Baris Berbaris (PBB) didalam kelas peserta didk banyak yang kebingungan. Maka pada saat sesi latihan rutin, seletah upacara pembukaan selesai dilaksanakan pembina lansung mengambil inisiatif untuk mejelaskan materi PBB lansung dipraktekkan dilapangan. Mulai dari aba-aba petunjuk, aba-aba perintah dan aba-aba pelaksanaan dicontohkan oleh pembina terlebih dahuulu dan lansung dipraktekka oleh peserta didik setelah ada instruksi dari pembina. Dalam pelatihan PBB yang diberikan oleh pembina lansung berupa praktek dan lalu dicontoh oleh peserta didik.

Apalagi tali temali ada banyak macam-macam dan bentuk tali temali contohnya tali simpul, tali ikat, dan jerat. Tali simpul, ikatan, dan jerat yang baik dapat digunakan dengan kuat, tidak mudah lepas dan mudah untuk dilepas kembali. Simpul hidup untuk mengikat tiang, simpul tali untuk menyambung dua utas tali dan masih banyak lagi. Ini jika hanya dijelaskan melalui teori peserta didik mesti lupa karena banyaknya dan berbagai bentuknya maka agar lebih mudah dijelaskan terlebih dahulu.

Belajar sandi, morse dan semaphore pembina juga melakukan praktek secara lansung terhadap peserta didik, karena dalam mengafal sandi san semphore lebih cepat peserta didik halaf dan

paham daripada hanya dierikan konsep materi oleh pembina (Observasi, 19 januari 2019).

Dari pemaparan di atas, dalam pelaksanaan kegiatan seperti baris berbaris, pembina pramuka mengajarkan peraturan baris-berbaris yang benar dengan mempraktikkannya secara langsung bersama dengan peserta didik. Mereka diberi materi terlebih dahulu untuk mengenal berbagai macam aba-aba, setelah paham dengan materi pembina mengajak langsung ke lapangan untuk mempraktikannya. Latihan PBB dapat menumbuh kembangkan peserta didik untuk belajar disiplin dalam waktu, disiplin dalam tindakan, sebab kegiatan baris-berbaris mengikuti komando seorang pemimpin.

Dalam belajar menguasai keterampilan tali-temali, pembina pramuka mengajarkan bagaimana mempelajari keterampilan tali-temali yang benar, dengan cara memberikan materi dan contoh secara langsung. Setelah mempelajari materi bagaimana membuat jenis-jenis tali simpul, tali ikat, dan tali jerat seperti simpul hidup, simpul tali, peserta didik langsung memprakktikannya agar memahami keterampilan tersebut. Dari belajar tali-temali ini peserta didik belajar bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas dari pembina, disiplin dalam memanajemen waktu, kegiatan dan disiplin terhadap dirinya sendiri.

c. Sistem Berkelompok Bekerja Sama dan Berkompetisi

Pembinaan akhlakulkarimah dan disiplin dan bertanggung jawab dengan Sistem berkelompok di Gerakan Pramuka MTsN 6 Kabupaten Tanah Datar terlihat ketika latihan setiap hari Sabtu jam 14.00 sampai 16.00 WIB. Setelah selesai upacara pembukaan latihan, pembina memabagi peserta didik berdasarkan regu mereka masing-masing. Sistem berkelompok yang dimaksud disini adalah peserta didik dibagi berdasarkan regu mereka masing-masing yang sudah ditetapkan pada rapat dewan Penggalang sebelumya dan

diberi tugas dan tanggung jawab masing-masing terhadap regu yang sudah dibagi.

Berdasarakan keterangan yang diberikan Kak Arnetti Setiap Regu beranggotakan 4-10 peserta didik. Dalam pemilihan anggota regu Pramuka, perlu di shuffle terlebih dahulu, agar kemampuan setiap regu itu merata, karena kalau yang kelas VII belum banyak pengalaman, sehingga sulit untuk menyelesaikan tugas. Dengan dicampur maka untuk yang kelas VIII dan kelas IX akan membimbing dan mengajari adik-adik mereka sesuai dengan tugas masing-masing regu yakni terdiri dari regu garuda, regu elang, regu melati, regu teratai, dan regu pelaksana. Regu garuda ini salah satu contohnya tugasnya mempersiapkan harlah Alya, regu elang tugasnya membuat pionering, regu melati khusus untuk peserta didik yang pandai bicara sebab tugasnya mengambil absen, regu terataitugasnya menjaga tata tertib biasanya menjaga pintu gerbang masuk sekolah, regu pelaksana tugasnya melaksanakan kegiatan yang telah disusun oleh regu elang.

Kegiatan lain yang menggunakan sisitem berkelompok di sesi latihan diantaranya pembuatan pionering, perang yel-yel, parade semaphore. Saat latihan pionering, pembina terlebih dahulu menejelaskan design pionering yang akan dibuat kepada peserta didik. Setelah design dijelaskan maka pembina membagi peserat didik menjadi 2 regu yaitu regu putera dan regu puteri. Masing-masing regu mempunyai tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan dalam waktu 1 jam untuk membuat jembatan darurat oleh pembina minimal dengan menggunakan 20 tongkat. Dalam waktu 1 jam antara regu putera dan regu puteri dengan jumlah masing-masing anggota 15 orang bekerjasama untuk membuat jemabatan darurat tersebut. Dengan adanya regu yang dibagi oleh pembina dalam mengerjakan pionering peserta didik saling bahu-membahu untuk bekerjasama menyelasaikan pembuatan jembatan

darurat selama 1 jam. Kak Arnetti ketika dimintai keterangan menambahkan “Kita biasanya dalam latihan ini yid, siapa yang selesai cepat, bagus dan kokoh hasil pioneringnya berhak ngasih hukuman ynag bersifat mendidik kepada regu yang kalah tu yid. Jadi mereka saling berlomba-lomba tu”. Uniknya ketika 1 jam pembuatan pionering itu yel-yel terus bergema anata 2 regu untuk membakar semangat berkompetisi.

Pada sesi latihan semaphore juag dibagi menjadi regu semula menjadi 2 regu antara regu putera dan puteri. Masing-masing regu dibagi tugas oleh pembina regu siapa yang mangasih soal dan regu mana yang mejawab ssoal. Soal yang debrikan harus dalam berbentuk semaphore. Satu orang memegang bendera semaphore dan beberapa orang lainnya menterjemahkan soal dan jawaban dari kode semaphore. Jika ada huruf atau kata yang salah regu yang menang berhak memerikan hukuman ynag bersifat mendidik kepada regu yang kalah.

Pada sesi akhir latihan sebelum upacara penutupan diberi waktu 10 sampai 15 menit oleh pembina untuk saling perang yel-yel antar regu. Setelah selai barulah latihan ditutup dengan upacara penutupan latihan yang dipimbin oleh pembina Pramuka selaku pembina upacara. Pada sesi amanat dlam upacarapenutupan ini pembina menyampaikan pesan-pesan dan nasehat yang membangun terhadap peserta didik agar selalu giat dalam kegiatan belajar dan kegiatan Pramuka (Observasi 15 Januari 2019).

Sistem berkelompok yang diberikan oleh pembina Pramuka pada sesi latihan diantaranya pembagian tugas masing-masing regu saaat pembukaan latihan, pembagian regu untuk membuat pionering, perang yel-yel dan latihan semaphore tujuannya untuk membina rasa tanggung jawab masing-masing peserta didik terhadap tugas yang diberikan oleh pembina. Dalam bekerjasama tersebut ada rasa berkompetisi antar regu untuk menyelesaikan

tugas dan tanggung jawab yang berikan oleh pembina dengan baik dan benar. Dampaknya peserta didik akan terbiasa bekerja secara bersama-sama dengan baik dan bagus dalam keadaan apapun dan dimanpun. Dampak kompetisi antar regu yang ditearpkn pembina Pramuka yaitu menumbuhkan semangat juang dalam menyelesaikan suatu tugas dan tanggung jawab.

Dampak tugas-tugas yang diberikan oleh pembina Pramuka terhadap peserta didik terhadap kedisiplina mereka adalah mereka harus tepat waktu dalam menyelasaikan tugas dan tanggung jawab masing-masing regu. Karena dampak apabila mereka tidak disiplin dalam soal waktu akan diberikan konsekuensi yaitu diberi hukuman yang bersifat mendidik oleh regu yang menang. Secara otomatis masing-masing peserta didik akan saling berpacu dan berkompetisi dalam meyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya agar dapat hasil yang memuaskan. Tanggung jawab dan disiplin yang dibina oleh Pembina Pramuka ini secara tidak lansung akan dilakukan juga oleh peserta didik Pramuka dalam kegiatan Pramuka maupun diluar kegiatan Pramuka. Sehingga peserta didik terlatih dalam keadaan apapun dan bagimanapun menghadapi tugas dan tanggung jawab apapun.

d. Kegiatan yang Menarik dan Menantang

Pembinaan akhlakulkarimah disiplin dan bertanggung jawab denganmetode kepramukaan kegiatan yang menarik dan menantang disesuaikan dengan perkembangan jasmani dan rohani peserta didik. Saat peneliti wawancaradengan narasumber, Kak Arnetti menyatakan bahwakegiatan kepramukaan di MTsN 6 Kabupaten Tanah Datar,selalu menyajikan hal-hal yang baru untuk menumbuhkan semangat.

Contoh kegiatan yang menarik yang dilakukan oleh pembina dalam sesi latihan pada hari sabtu 26 Januari 2019 setelah uapacara pembukaan latihan adalah mengoper bola dengan menggunakan

sumpit, permainan dengan yel-yel, permaian dengan tongkat dan mani tebak tebakan.

Hal mengenai kegiatan yang menarik dan ini selalu ditunggu-tunggu oleh peserta didik pramuka agar sealu tertarik kepada Pramuka seperti yang diungkapkan oleh Ayla “Biar kita itu tertarik mengikuti ekskul pramuka ini Kak Yid. Biar kitatidak berontak, sebab pramuka selalu menyaj.ikan kegiatan yang berbeda, sehingga ditunggu-tunggu oleh siswa”

Contoh kegiatan yang menantang dilakukan oleh pembina terhadap peserta didik yaitu rafling seperti yang diungkapkan Kak Net :

Kegiatan kepramukaaan selalu menyajikan kegiatan yang menarikdan menantang agar anggotanya tidak merasa bosan dengan hal itu itu saja. Dengan suasana yang baru dapat menumbuhkan rasa senang, semangat dan rasa ingin tahu untuk menakhlukkan tantangan tersebut. Salah satu contohnya kegiatan rafling dan panjat tebing. Kegiatan ini dilakukan 2 bulan sekali bahkan 3 bulan lebih, sebab harus meminta bantuan pada instruktur yang lebih ahli. Dan biasanya kami meminta bantuan kepada TNI di Koramil setempat, agar keselamatan terjamin dengan adanya instruktur ahli. Sebelum melakukan kegiatan tersebut kami selalu memberikan nasihat kepada semua peserta didik agar mematuhi semua peraturan yang diberikan, agar keselamatan mereka tetap terjaga. Ini merupakan salah satu wujud tanggung jawab bersama. Dalam Pramuka ibarat mengatakan jika salah satu merasakan sakit yanglainpun akan merasakan sakit juga (Arnetti, wawancara 21 Januari 2019)

Hal tersebut didukung oleh Kak Borkat dengan pernyataan bahwa :

Kegiatan pramuka selalu menarik dan menantang, gak menarik danmenantang namanya bukan pramuka. Kegiatan pramuka selalu menyajikan sesuatu yang baru biar anggotanya tidak bosan. Salah satunya yang pernah kami lakukan rafling dan panjat tebing. Dari kegiatan ini peserta didik dapat pelajaran arti kedisiplinan dan tanggungjawab, sebab bagi siapapun peserta didik yang tidak disiplin dan tanggungjawab akan mendapat kecelakaan seperti terpleset dan keselamatan akan menjadi ancaman bagi mereka. Tapi alhamdulilah, selama ini

kegiatan berjalan lancar dan peserta didik selalu mentaati peraturan yang ada, dan karena adanya bantuan dari TNI. Peralatan dan perlengkapan dari TNI sehingga memadai dan terjamin(Borkat, wawancara 21 Januari 2019).

Dari pemaparan diatas kegiatan kepramukaan di MTsN 6 Kabupaten Tanah Datar selalu menyajikan hal-hal yang baru untuk menumbuhkan semangat. Dari kegiatan yang baru mereka tidak merasa bosan dengan kegiatan yang ada. Dengan kegiatan panjat tebing dan rafling secara tidak sadar pembina telah mebina sikap disiplin dan tanggung jawab pada peserta didik dengan mereka mentaati peraturan dari komando instruktur.

Walaupun kegiatannya menarik dan ringan-ringan saja tetap dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi apalagi kegiatnnay menantang harus lebih ekstra lagi butuh kedisiplinan dalam mengikutinya. Berdasarkan data yang dikumpulkan peneliti dari subjek penelitiandengan pembantu pembina pramuka diperoleh bahwa salah satu metode yang digunakan dalam memberikan pendidikan kepramukaan kepada siswa adalah dengan membuat kegiatan selalu menarik dan menantang serta mengandung pendidikan yang sesuai

Dokumen terkait