1. Menganalisis fenomena pembangunan di negara berkembang berdasarkan beberapa teori ketergantungan.
2. Menjelaskan kelemahan teori ketergantungan. Materi
A. Pengantar
Di dunia ini terdapat dua kelompok negara, yaitu negara yang memproduksi hasil pertanian dan negara yang memproduksi barang industri. Kedua kelompok negara ini terjadi hubungan dagang yang saling menguntungkan. Namun setelah beberapa tahun menjalin hubungan dagang tampak ketimpangan. Negara-negara industri yang padat modal dan teknologi menjadi semakin kaya, sebaliknya negara- negara pertanian semakin jauh tertinggal. Kenyataan ini secara umum terdapat dua kelompok teori yang menjelaskan, yakni teori modernisasi dan teori ketergantungan (dependensia).
Teori modernisasi menjelaskan kemiskinan negara-negara penghasil pertanian disebabkan oleh faktor-faktor yang terdapat di dalam negara yang bersangkutan (faktor internal). Teori modernisasi secara umum diungkapkan sebagai cara pandang (visi) yang menjadi modus utama analisisnya kepada faktor manusia dalam suatu masyarakat, yakni menempatkan faktor mentalitas menjadi penyebab perubahan. Peningkatan mentalitas manusia menjadi modal utama dalam peningkatan produksi ekonomi masyarakat. Sedangkan teori ketergantungan menjelaskan faktor-faktor eksternal sebagai penyebab terjadinya kemiskinan pada suatu negara atau disebut dengan pendekatan kelembagaan struktural. Teori ketergantungan (dependensia) muncul di Amerika Latin, sebagai kekuatan reaktif dari kegagalan teori modernisasi dalam pembangunan yang sedang berjalan.
B. Teori ketergantungan dan Pembangunan
Teori ketergantungan timbul sebagai akibat fenomena yang terjadi dalam varians ekonomi pada tahun 1960-an. Teori dependensia (ketergantungan) merupakan teori struktural berpendapat bahwa kemiskinan yang terdapat di negara dunia ketiga yang berproduksi di bidang pertanian adalah akibat dari struktur perekonomian yang bersifat eksploratif. Negara yang kuat melakukan eksploitasi terhadap negara yang berkembang, yang posisinya lemah. Oleh karenanya surplus dari negara dunia ketiga beralih ke negara-negara industri yang maju. Berikut diilustrasikan pada tabel.
Tabel Teori Dependensia (Hubungan yang Tak Seimbang)
Negara Maju (industri) Solusi Negara Berkembang (pertanian) * Negara maju semakin
maju karena memiliki keunggulan di bidang modal dan teknologi. * Negara maju
mengendalikan negara berkembang
* Putuskan hubungan antara negara maju dan negara berkembang. * Memperingatkan negara maju untuk mengendalikan kemakmurannya (negara maju menyia-nyiakan sumber daya alam, menyedot minyak, mengeksploitasi hutan) * Negara berkembang
hanya mendapat sisa dari yang telah dikonsumsi oleh negara maju.
* Kemakmuran negara berkembang terus menerus disedot oleh negara maju (sumber daya alam dan tenaga kerja).
* Negara miskin semakin miskin karena
pembangunan
Sumber: Salim (2002: 75).
Teori ketergantungan dengan menggunakan pendekatan struktural menjelaskan bahwa tingkah laku manusia dan gejala atau proses sosial yang terjadi
disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan material. Berupaya menjelaskan hubungan makro antara berbagai negara dalam proses pembangunan masyarakatnya. Telah terjadi hubungan yang tidak adil antara negara berkembang dengan negara maju. Meskipun nampaknya negara maju memberikan bantuan dalam bentuk utang kepada negara berkembang, tetapi sesungguhnya telah terjadi eksploitasi. Dengan demikian pengaruh sistem kapitalisme dari negara maju justru pembangunan di negara berkembang menjadi terhambat.
C. Pemikiran Tokoh Teori Ketergantungan
Berikut beberapa tokoh teori ketergantungan (dependensia) yang disarikan dari Salim (2002: 76):
1. Raul Prebisch
Menolak teori pembagian kerja internasional akibat tidak semangatnya nilai tukar perdagangan antara negara industri maju (negara pusat) dengan negara berkembang yang mengandalkan pada kekuatan produksi pertanian (negara pinggiran). Hal ini akibat pola konsumsi meningkat sehingga keuntungan sangat merosot.
Solusi yang diajukan adalah negara berkembang harus melakukan industrialisasi dimulai dari industri pengganti import. Barang industri yang semula diimport harus diproduksi sendiri di dalam negari (pemerintah harus melindungi produksi).
2. Robin W. Winks
Teori Winks ini menjawab permasalahan tentang latar belakang (faktor pendorong) bangsa Eropa melakukan ekspansi keluar dan menguasai bangsa- bangsa lain, secara politis dan ekonomis.
a. Teori God (The Non Human Faktor), menekankan idealisme manusia dan keinginannya untuk menyebarkan ajaran Tuhan (agama kristen) untuk menciptakan dunia lebih baik.
b. Teori Glory (The Human Factors), menekankan kehausan manusia terhadap kekuasaan untuk kebesaran pribadi maupun kebesaran masyarakat dan negaranya.
c. Teori Gold, menekankan pada keserakahan manusia yang selalu berusaha mencari tambahan kekayaan yang dikuasai oleh kepentingan ekonomi. 3. Paul Baran
Pemikiran Baran berhasil menganalisis negara berkembang yang berada pada status pinggiran dan perkembangan kapitalismenya terhambat disebabkan oleh penyakit “kritinisme”. Negara pinggiran dapat berkembang pesat asal memenuhi prasyarat sebagai berikut:
a. Meningkatnya produksi harus diikuti dengan tercabutnya masyarakat petani di pedesaan, disebabkan penggunaan teknologi yang padat karya yang berarti menghancurkan tenaga kerja petani.
b. Meningkatnya produksi komoditas barang mengakibatkan pembagian kerja ketat. Hal ini mengakibatkan sebagian besar orang menjadi buruh, sehingga nilai tenaga kerja turun, buruh menjadi sukar kaya, sebagian kecil yang menjadi majikan yang bisa mengumpulkan harta.
c. Akumulasi harta di tangan para pedagang dan uan tanah. 4. Andre Gunder Frank
Ada tiga komponen utama yang menghasilkan keterbelakangan masa lalu dan terus mengembangkan keterbelakangan di masa sekarang, yakni modal asing, pemerintah lokal satelit (pinggiran), dan kaum borjuis. Keterbelakangan yang terjadi di masyarakat adalah sebuah proses ekonomi, politik dan sosial yang terjadi sebagai akibat globalisasi dari sistem kapitalisme. Pada aspek ekonomi terkait dengan masalah ketimpangan nilai tukar, sedangkan pada aspek politik sebagai akibat logis dari ekspansi sistem kapitalisme ke tanah-tanah jajahan di negara satelit (sebutan negara peinggiran atau negara berkembang). Ciri-ciri dari negara perkembangan kapitalisme satelit adalah:
a. Kehidupan ekonomi yang tergantung.
b. Terjadinya kerjasama modal asing dengan klas-klas yang berkuasa di negara- negara satelit, yakni pejabat pemerintah, klas tuan tanah dan klas pedagang. c. Terjadinya ketimpangan antara yang kaya dan yang miskin di negara satelit. Frank memberikan solusi untuk mengatasi keterbelakangan di negara satelit adalah melalui revolusi yang melahirkan sistem sosialis, sebab negara satelit
merupakan negara kapitalis, sebab kaum bangsawan sudah berproduksi untuk pasar dunia, tetapi mereka memperlakukan petani seperti cara feodal.
D. Kekuatan dan Kelemahan Teori Ketergantungan
Kekuatan dan kelemahan teori ketergantungan yang dikemukakan oleh Packenham adalah sebagai berikut:
1.
Kekuatan teori ketergantungan:
a. Menekankan aspek internasional dari pembangunan nasional negara-negara Amerika Latin, teori-teori sebelumnya kurang memperhatikan aspek ini. b. Mempersoalkan akibat dari politik luar negeri dari negara-negara industri
terhadap negara-negara pinggiran (dalam analisis ini Amerika Latin), sehingga pembahasan teori ketergantungan ini dimulai dari masalah yang terjadi dari negara terbelakang (bawah) kemudian ke masalah yang terjadi di negara maju (atas).
c. Membahas proses internal dari perubahan di negara-negara pinggiran dengan mengaitkan pada politik luar negeri dari negara-negara maju, yang sebelumnya dibahas secara terpisah.
d. Menekankan kegiatan sektor swasta dalam hubungan dengan kegiatan perusahaan multinasional, disamping kegiatan sektor publik dan diplomasi politik.
e. Membahas hubungan antar klas yang ada di dalam negeri maupun hubungan klas antar negara dalam konteks internasional.
f. Memberikan kritik yang baik terhadap pembangunan ekonomi yang mempersoalkan bagaimana pengelolaan kekayaan nasional di antara klas- klas sosial antar daerah dan antar negara.
2. Kelemahan teori ketergantungan:
a. Hanya menyalahkan kapitalisme sebagai penyebab ketergantungan, tanpa mempersoalkan perbedaan kekayaan dan kekuasaan pada sistem ekonomi yang lain, sehingga teori ini kurang luwes.
b. Konsep inti teori ketergantungan kurang jelas. Bagaimana perbedaan antara ketergantungan ekonomi, politik, ideologi? Apa beda ketergantungan dengan keterpengaruhan?
c. Ketergantungan didefinisikan secara otonomi, padahal semua negara tidak ada yang sepenuhnya tergantung dan sepenuhnya otonom. Bagaimana mengukur derajat ketergantungannya? Bagaimana kriteria negara tertentu tergantung?
d. Sedikit pembahasan tentang strategi suatu negara dapat lepas dari ketergantungan.
e. Ketergantungan selalui dinilai negatif, meskipun pada situasi tertentu ada positifnya.
f. Teori tergantungan lebih dominan menganalisis klas dan solidaritas antar klas lebih penting daripada solidaritas nasional.
g. Menganggap kepentingan negara pinggiran dan negara pusat selalu berbeda, dalam kenyataan seringkali kedua pihak memiliki kepentingan yang sama. h. Meremehkan peran para pakar/aktor di bidang politik, sehingga menganggap
negara pinggiran sebagai boneka untuk kepentingan negara pusat. Evaluasi
1. Jelaskan inti pemikiran teori ketergantungan yang menggunakan pendekatan struktural dalam mengkritisi lambatnya perkembangan pembangunan di negara berkembang.
2. Jelaskan faktor-faktor pendorong bangsa Eropa suka mengembangkan ekspansi kelaur (menjajah) bangsa-bangsa lain terutama pada negara pinggiran.
3. Bagaimanakah pemikiran Paul Baran untuk meningkatkan perkembangan negara sedang berkembang yang berstatus pinggiran?
5. Jelaskan kekuatan dan kelemahan teori ketergantungan. BAB IX