• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Klasifikasi Sektor-sektor Perekonomian

Dalam dokumen 2. Skrips Studi Pengembangan Zona Indust (Halaman 51-53)

BAB I PENDAHULUAN

1.6 Tinjauan Pustaka

1.7.11 Teori Klasifikasi Sektor-sektor Perekonomian

Tingkat perkembangan suatu wilayah ditentukan oleh pemanfaatan sumber daya yang dimiliki daerah tersebut. Secara garis besar sumber daya tersebut dibedakan menjadi:25

1. Sumber Daya Manusia (Human Resources), yang berupa kualitas/tingkat pendidikan masyarakat dan jumlah atau kuantitas dari masyarakat atau khususnya tenaga kerja;

2. Sumber Daya Alam (Natural Resources), yaitu terdiri dari semua potensi alam yang terkandung di dalamnya, baik yang telah dieksploitasi/diolah maupun yang masih berupa bahan cadangan atau deposit; dan

3. Sumber Daya Buatan (Infrastruktur) Wilayah, yaitu segala sarana dan prasarana yang tersedia di wilayah tersebut yang mampu meningkatkan akses terhadap perkembangan suatu wilayah.

Ketiga sumber daya di atas (sumber daya manusia, alam dan buatan) mempunyai kedudukan yang tidak sama dalam perkembangan suatu kota/wilayah. Kedudukan ini dapat sebagai sektor basis dan sektor non basis. Dalam usaha pengembangan suatu kota/wilayah sektor-sektor ini harus dipadukan penanganannya.

Dalam memberikan arahan atau strategi bagi pengembangan sektor- sektor pertumbuhan dari suatu wilayah harus didasarkan pada sifat-sifat atau kekhususan tersendiri yang dimiliki setiap sektor, yang didasarkan pada cara pemanfaatannya atau peranan yang dapat diberikan dalam usaha pengembangan suatu wilayah. Sifat-sifat yang dimaksud antara lain:26

1. Sektor Ekstraktif

Sektor-sektor ini langsung dapat dimanfaatkan hasilnya karena langsung disediakan/diproduksi oleh alam, penanganan yang diperlukan sebatas pengeksploitasian sektor-sektor ini untuk dapat langsung dimanfaatkan. Sektor ini lebih banyak berupa sumber daya alam. Misalnya; hasil hutan (kayu rotan) perikanan laut dan darat (danau/waduk), bahan galian/tambang, pasir, dan lain-lain.

2. Sektor Generatif

Merupakan sektor-sektor yang perlu perlakuan khusus untuk dapat memberikan manfaat bagi perkembangan suatu kota. Perlakuan ini pada dasarnya berupa usaha untuk menghidupkan atau memunculkan suatu sektor-sektor pertumbuhan, seperti usaha untuk memelihara, menanam. Contoh dari sektor ini antara lain sektor pertanian, peternakan, perikanan (tambak,kolam).

3. Sektor Manufaktur/Merakit

Pada sektor ini teknologi dan keahlian sangat berpengaruh, karena pada dasarnya sektor ini merupakan sektor yang melakukan perubahan dari sektor-sektor yang telah ada untuk mendapatkan nilai tambah yang sangat berguna dalam perkembangan suatu kota/wilayah. Contohnya adalah sektor perindustrian baik perindustrian ringan maupun industri berat.

4. Sektor Exchange/Trading

Sektor-sektor yang hanya menjual hasil produksi dari sektor-sektor lain. Khususnya pada sektor-sektor perdagangan dan jasa.

25

Riska Chandra Sakti, Tugas Akhir: Pengembangan Sektor Unggulan dalam Rangka Pengembangan Kota Caruban Sebagai Salah Satu Pusat Pertumbuhan di Kabupaten Madiun, (Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota - ITN Malang), hal 18-22

26

Wa Ode Arsy Rahmayani, Resume Tugas Akhir: Strategi Pengembangan Wilayah Kabupaten Buton Berdasarkan Pengembangan Ekonomi, (Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota – ITN Malang), hal. 10

Dengan sudut pandang aspek ketersediaan sumber daya alam dalam menentukan strategi pengembangan suatu wilayah maka dilakukan pengelompokkan sumber daya alam tersebut ke dalam sektor-sektor strategis , yaitu:27

1. Sektor Pertumbuhan Primer, yaitu sektor atau kegiatan ekonomi yang menciptakan pertumbuhan yang pesat dan menciptakan kekuatan ekspansi ke berbagai sektor lain dalam perekonomian. Sektor ini antara lain sektor basis dan potensial basis.

2. Sektor Pertumbuhan sekunder/suplementer, yaitu sektor yang berkembang dengan cepat sebagai akibat dari perkembangan di sektor primer, antara lain sektor multiplier, katalis dan logistik.

3. Sektor Pertumbuhan Tersier/Terkait, yaitu sektor atau kegiatan ekonomi yang berkembang seirama dengan kenaikan pendapatan penduduk dan produksi sektor industri, misalnya sektor pelayanan atau jasa, penyediaan fasilitas dan utilitas serta aksesibilitas kota.

Penentuan sektor-sektor unggulan ini tidak harus terpaku pada salah satu sektor yang sekarang ini lebih banyak diusahakan oleh masyarakat, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk melakukan invasi atau perluasan pada pemanfaatan atau pengangkatan sektor baru yang berpotensi untuk dijadikan sektor unggulan tentunya dengan mengusahakan suatu perlakuan atau pengelolaan terlebih dahulu. Penentuan potensi-potensi sektor unggulan dapat dilakukan dengan mendasarkan pada kriteria-kriteria sebagai berikut:

• Produktivitas

Pertumbuhan (turun-naik) nilai produksi dari masing-masing sektor yang ada di kawasan tersebut, setiap tahun nilai produksinya harus mengalami kenaikan. Kenaikan ini dapat diketahui dengan menganalisa pertumbuhan produksi suatu sektor pertahunnya sehingga terdapat tiga klasifikasi yaitu pertumbuhan rendah, sedang dan tinggi.

• Kesesuaian dan Daya Dukung Lahan

Yaitu kemampuan atau kondisi lahan harus senantiasa mampu mengimbangi laju pertumbuhan sektor tersebut dalam artian karakteristik lahan yang ada harus sesuai dengan karakteristik sektor tersebut. Ketersediaannya harus

mampu mengimbangi atau menampung laju pertumbuhan sektor tersebut,

dalam aspek kesesuaian lahan diklasifikasikan dalam tiga tingkatan yaitu layak, layak bersyarat dan tidak layak.

• Prasarana atau Infrastruktur

Yaitu kedekatan dengan sarana dan prasarana penunjang, misalnya jalur- jalur transportasi dan pasar.

Berdasarkan kriteria-kriteria yang telah disebutkan, potensi-potensi yang ada di suatu wilayah dapat digolongkan ke dalam empat (4) kategori, yaitu:

1. Sektor Unggulan

Sektor yang mempunyai peranan sangat besar dalam usaha peningkatan pertumbuhan suatu wilayah yang dapat dilihat dengan tingginya nilai share dan pertumbuhannya, atau dapat ditentukan dengan terpenuhinya semua kriteria penentu yang ada;

2. Sektor Dominan

Sektor ini biasa disebut sektor jenuh yaitu sektor yang banyak diusahakan atau dikelola oleh masyarakat karena mempunyai pertumbuhan yang besar namun share atau peran dalam perkembangan suatu wilayah adalah rendah; 3. Sektor Potensial

27

Sektor yang berperan besar terhadap perkembangan suatu wilayah namun pertumbuhannya masih kurang sehingga perlu mendapatkan perlakuan khusus atau penanganan lagi untuk dikembangkan menjadi sektor unggulan dan sektor dominan;

4. Sektor Stagnant/Statis

Sektor yang mempunyai laju pertumbuhan yang rendah dan jarang diusahakan oleh masyarakat sehingga peran atau manfaat terhadap usaha perkembangan suatu wilayah sangat kurang.

Dalam dokumen 2. Skrips Studi Pengembangan Zona Indust (Halaman 51-53)