• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

4.4 Pembahasan Hipotesis

Berdasarkan hasil penelitian yang di dapatkan melalui berbagai pengujian di atas dapat diinterpretasikan bahwa pengaruh variabel independen dan variabel dependen adalah sebagai berikut:

4.4.1 Pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan pengujian statistik dengan uji t menunjukkan variabel nilai thitung < ttabel (-0,651 < 1,99045) dan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (0,517 > 0,05), yang berarti pendapatan asli daerah berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga tidak sesuai dengan teori yang diyakini. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hipotesis awal yang meyakini bahwa pendapatan asli daerah memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

Seharusnya apabila hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis awal yang menyatakan bahwa pendapatan asli daerah berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurut (Rahma dan Basri, 2016) apabila pendapatan asli daerah ditingkatkan, daerah dapat lebih mampu dalam memberikan fasilitas pelayanan publik yang lebih baik untuk masyarakat lokal dan ketersediaan infrastruktur publik tersebut akan menjadi kunci naiknya pertumbuhan ekonomi seiring dengan meningkatnya produktivitas.

Hasil pengujian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ni Wayan dan I Dewa (2017) yang berkesimpulan bahwa pendapatan asli

daerah berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dan hasil pengujian yang dilakukan Ni Wayan dan I Dewa juga bertentangan dengan teori yang diyakini sebelumnya. Ni Wayan dan I Dewa melakukan pengamatan di Provinsi Bali dengan sampel 9 kabupaten/kota dan tahun pengamatan 2011-2014, berbeda dengan penelitian ini yang memiliki sampel sebanyak 28 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara mulai dari tahun 2017-2019 yang diharapkan memberikan hasil berbeda dan lebih konkrit namun tetap memberikan hasil yang sama.

4.4.2 Pengaruh Dana Alokasi Umum terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan pengujian statistik dengan uji t menunjukkan variabel thitung < ttabel (-0,504 < 1,99045) dan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (0,616 > 0,05), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dana alokasi umum berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sehingga tidak sesuai dengan teori yang diyakini, apabila variabel dana alokasi umum ditingkatkan maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data yang diperoleh, pertumbuhan dana alokasi umum Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2017-2019 berfluktuasi setiap tahunnya. Dana alokasi umum yang tertinggi pada kurun 2017-2019 diperoleh Kota Medan sebesar 1.660 Triliun dan Dana

Alokasi umum yang terendah diperoleh oleh Kabupaten Pakpak Bharat sebesar 339,2 Miliar.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sheilla (2014) yang berkesimpulan bahwa dana alokasi umum berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun tidak sejalan dengan penelitian Kartini, dkk (2019) yang memberikan hasil bahwa dana alokasi umum berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

4.4.3 Pengaruh Dana Alokasi Khusus terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan pengujian statistik dengan uji t menunjukkan variabel nilai thitung > ttabel (-2,527 > 1,99045) dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,013 < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dana alokasi khusus berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga sesuai dengan teori yang diyakini, apabila variabel dana alokasi khusus naik maka pertumbuhan ekonomi akan turun.

Dana alokasi khusus salah satu mekanisme transfer keuangan pemerintah pusat ke daerah yang bertujuan antara lain untuk meningkatkan penyediaan sarana dan prasana fisik daerah sesuai prioritas nasional serta mengurangi kesenjangan laju pertumbuhan antar daerah dan pelayanan antar bidang. Salah satu contoh kebutuhan khusus dan merupakan urusan daerah dan juga prioritas nasional antara lain:

kebutuhan transmigrasi, kebutuhan beberapa jenis investasi atau prasarana, pembangunan jalan di kawasan terpencil, saluran irigasi primer. Tetapi perlu diketahui tidak semua daerah menerima dana alokasi khusus, karena dana alokasi khusus bertujuan untuk pemerataan dan untuk meningkatkan kondisi infrastruktur fisik yang dinilai sebagai prioritas nasional. Sehingga jika dana alokasi khusus suatu daerah semakin tinggi tidak selalu diikuti dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi pula. Karena dana alokasi khusus hanya digunakan untuk membiayai pembangunan yang menjadi kebutuhan daerah dan yang merupakan prioritas nasional.

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Friska (2009), Rahmah dan Basri (2016) yang memberikan hasil bahwa dana alokasi khusus berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

4.4.4 Pengaruh Dana Bagi Hasil terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan pengujian statistik dengan uji t menunjukkan variabel nilai thitung < ttabel (0,481 < 1,99045) dan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (0,632 > 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dana bagi hasil berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Semakin tinggi dana bagi hasil yang direalisasikan maka semakin tinggi pula pertumbuhan ekonomi. Sebaliknnya semakin rendah dana bagi hasil yang direalisasikan maka akan semakin rendah juga pertumbuhan ekonomi. Dana bagi hasil merupakan komponen dana perimbangan yang memiliki peranan penting dalam menyelenggarakan

otonomi daerah karena penerimaannya didasarkan atas potensi daerah penghasil sumber pendapatan daerah yang cukup potensial. Oleh karena itu, jika pemerintah daerah menginginkan transfer bagi hasil yang tinggi maka pemerintah daerah harus dapat mengoptimalkan potensi pajak dan sumber daya alam yang dimiliki oleh masing-masing daerah sehingga kontribusi yang diberikan dana bagi hasil terhadap pendapatan daerah dapat meningkat.

Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian Muhammad, dkk (2018) yang mengatakan bahwa dana bagi hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

73 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan dana bagi hasil memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi pada pemerintahan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara.

Berdasarkan pengujian dan pembahasan pada bagian sebelumnya dapat diringkas sebagai berikut:

1. Nilai Adjusted R2 penelitian ini yaitu sebesar 0,058 yang berarti variabilitas pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh variabilitas pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan dana bagi hasil sebesar 5,8%, sedangkan sisanya 94,2% dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam model regresi.

2. Secara simultan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan dana bagi hasil tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi pada pemerintahan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara.

3. Secara parsial, diambil kesimpulan bahwa pendapatan asli daerah dan dana alokasi umum berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dana alokasi khusus berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dan dana bagi hasil berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

5.2 Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini memiliki keterbatasan atau kelemahan yang memerlukan pengembangan dan perbaikan oleh peneliti selanjutnya. Keterbatasan-keterbatasan tersebut adalah diuraikan sebagai berikut:

1. Pendeknya rentang waktu penelitian, yaitu tahun 2017-2019 diduga turut mempengaruhi hasil penelitian, karena umumnya pertumbuhan ekonomi atau peningkatannya akan lebih terlihat dalam rentang waktu beberapa tahun.

2. Penelitian ini hanya menggunakan empat variabel independen yaitu pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan dana bagi hasil sehingga hasil penelitian ini belum dapat menjelaskan semua variabel yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

3. Sampel dalam penelitian ini dibatasi pada kabupaten/kota tertentu, yaitu 28 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Hal ini menyebabkan hasil penelitian hanya berlaku untuk kabupaten/kota yang menjadi sampel penelitian, sehingga belum dapat digeneralisasi untuk seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

5.3 Saran

Saran yang dapat penulis berikan sehubungan dengan keterbatasan yang terdapat dalam penelitian adalah sebagai berikut :

1. Menambah variabel lain sebagai faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, seperti jumlah penduduk, belanja daerah, belanja

modal, dan juga karena variabel pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan dana bagi hasil sudah termasuk ke masuk ke dalam variabel yang sudah memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

2. Penggunaan data yang lebih lengkap dan rentang waktu periode penelitian yang lebih panjang sehingga lebih mampu untuk dilakukan generalisasi atas hasil penelitian tersebut.

3. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah sampel yang diteliti, sehingga hasil penelitian yang diperoleh lebih akurat.

76

DAFTAR PUSTAKA

Adisasmita, Rahardjo, 2013. “Teori-Teori Pembangunan Ekonomi.”, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Adiwiyana, Priya, 2011. “Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, dan Dana Alokasi Umum terhadap Pengalokasian Anggaran di Kabupaten Karangasem”. Jurnal Ekonomi dan Bisnis.

AR, Rahmah, dan Basri Zein, 2016. “Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, dan Dana Bagi Hasil terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Aceh”, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi,Vol. 1, No.

1, Hal. 213 – 220.

Arsyad, Lincolin, 2005, “Pengantar Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah”, BPFE, Yogyakarta.

Astria, Sheilla Andita, 2014. “Analisis Pengaruh Dana Alokasi Umum dan Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera Selatan”, JurnalEkonomi Pembangunan, Volume 12, No. 1, Hal. 42 – 54.

Bastian, Indra. 2001, “Akuntansi Sektor Publik di Indonesia”, Edisi Pertama, Yogyakarta, BPFE.

Darise, Nurlan. 2009, “Pengelolaan Keuangan Daerah”, Indeks, Jakarta.

Dewi, Ni Wayan Ratna dan I Dewa Gede Dharma Suputra, 2017. “Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi”, E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, Vol. 18. 3.

Fauzan, Muhammad, Andi Mattulada, dan Abdul Kahar, 2018. “Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Pada Kabupaten/Kota di Sulawesi Tengah”, Volume 6, Nomor 6, hlm 13-21.

Halim, Abdul. 2004, “Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah”, Salemba Empat, Jakarta.

Jensen, M., C., dan W. Meckling. 1976, “Theory of the firm: Managerial

behavior, agency costs and ownership structure”, Journal of Financial Economics, Volume 3 Issue 4.

Jhingan, M, L, 2012. “Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan”, (Alih Bahasa:

D Guritno), Rajawali Pers, Jakarta.

Kuncoro, Mudarajat. 2004. “Otonomi dan Pembangunan Daerah”, Erlangga, Jakarta.

Mahmudi, 2010. “Manajemen Keuangan Daerah”, Erlangga, Jakarta.

Mamesah, D, J, 1995. “Sistem Administrasi Keuangan”, Pustaka Utama, Jakarta.

Mamuka, Kartini Katrina, Ita Pingkan F. Rorong, dan Jacline I, Sumual, 2019.

“Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, dan Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara”, Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, Volume 19, No. 03.

Nisa, Aulia Afafun, 2017. “Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Aloaksi Umum, dan Bagi Hasil Pajak terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur”, Jurnal Ilmu Ekonomi, Vol 1 Jilid 2/2017 Hal. 203 – 204.

Nuraini, I. 2017. “Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Timur”, Jurnal Ekonomi dan Bisnis.

Republik Indonesia, 2004. Undang –Undang Nomor32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

, 2004. Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Sihite, Friska. 2009. “Pengaruh PAD, DAU, DAK, dan Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara”, (Skripsi) Fakulltas Ekonomi dan Bisnis USU, Medan.

Siswiyanti, Pungky, 2015. “Pengaruh PAD, DAU, DAK terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan Belanja Modal sebagai Variabel Intervening”, Jurnal Akuntansi.

Sukirno, Sadono, 2011. “Makroekonomi Teori Pengantar”, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Todaro, Michael P, 2000. “Pembangunan Ekonomi”, Edisi Ketujuh Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Badan Pusat Statistik Sumatera Utara, 2020. Laju Pertumbuhan Ekonomi atas Dasar Harga Konstan 2010 Tahun 2017-2019.

https://sumut.bps.go.id/statictable/2018/08/24/937/-seri-2010-laju- konstan-2010-persen-2017---2019.html.(diaksesDesember 2020).

Bank Indonesia, 2018. “Kajian Ekonomi Keuangan Regional (KEKR) Sumatera Utara”.Jakarta

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, 2020. Analisis Realisasi APBD 2017 – 2019. http://www.djpk.kemenkeu.go.id/. (diakses Desember 2020).

TABULASI DATA PENELTIAN

REKAP DATA PENELITIAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI SUMATERA UTARA No Kabupaten/Kota Pendapatan Asli

Daerah

Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Bagi Hasil Pertumbuhan Ekonomi (Milyar Rupiah) (Milyar Rupiah) (Milyar Rupiah) (Milyar Rupiah) (Milyar Rupiah) 2017 2018 2019 2017 2018 2019 2017 2018 2019 2017 2018 2019 2017 2018 2019

REKAP DATA PENELITIAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI SUMATERA UTARA No Kabupaten/Kota Pendapatan Asli

Daerah

Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Bagi Hasil Pertumbuhan Ekonomi (Milyar Rupiah) (Milyar Rupiah) (Milyar Rupiah) (Milyar Rupiah) (Milyar Rupiah) 2017 2018 2019 2017 2018 2019 2017 2018 2019 2017 2018 2019 2017 2018 2019

LAMPIRAN 2

HASIL PENGOLAHAN DATA SPSS STATISTIK DESKRIPTIF

LAMPIRAN 3

HASIL PENGOLAHAN DATA SPSS UJI ASUMSI KLASIK

Hasil Uji Normalitas Melalui P-Plots

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

PAD (X1) 84 23,64 28,24 25,3105 ,90838

DAU (X2) 84 30,08 69,14 53,2562 6,92709

DAK (X3) 84 6,48 28,97 16,0685 3,78775

DBH (X4) 84 ,03 9,69 2,4064 1,67868

PE (Y) 84 4,15 6,09 5,1805 ,40962

Valid N (listwise) 84

Hasil Uji Normalitas Melalui One-Sample Kolmogorov Smirnov

Uji Heterokedastisitas Melalui Scatterplot

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 84

Normal Parametersa,b Mean 0E-7

Std. Deviation ,38781205 Most Extreme Differences

Absolute ,107

Positive ,076

Negative -,107

Kolmogorov-Smirnov Z ,981

Asymp. Sig. (2-tailed) ,291

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Hasil Uji Autokorelasi Durbin-Watson

Hasil Uji Multikolinearitas

Hasil Uji Analisis Regresi Berganda

Model Summaryb

a. Predictors: (Constant), DBH (X4), DAU (X2), DAK (X3), PAD (X1) b. Dependent Variable: PE (Y)

Coefficientsa

a. Dependent Variable: PE (Y)

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

a. Dependent Variable: PE (Y)

LAMPIRAN 4

HASIL PENGOLAHAN DATA SPSS UJI HIPOTESIS

Nilai Koefisien Determinasi

a. Predictors: (Constant), DBH (X4), DAU (X2), DAK (X3), PAD (X1) b. Dependent Variable: PE (Y)

Hasil Uji Signifikansi Simultan

Hasil Uji Signifikansi Parsial

ANOVAa

a. Dependent Variable: PE (Y)

b. Predictors: (Constant), DBH (X4), DAU (X2), DAK (X3), PAD (X1)

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

a. Dependent Variable: PE (Y)

LAMPIRAN 5 F Tabel

Titik Persentase Distribusi F untuk Probabilita = 0,05

LAMPIRAN 6 T Tabel

Titik Persentase Distribusi T

Pr 0.25 0.10 0.05 0.025 0.01 0.005 0.001

Dokumen terkait