• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Semiotik

Dalam dokumen ANALISIS TULISAN AKSARA HAN (Halaman 33-39)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Landasan Teori

2.2.2 Teori Semiotik

Secara etimologis, istilah semiotik berasal dari kata Yunani, semeion yang berarti tanda. Tanda itu sendiri didefinisikan sebagai suatu yang atas dasar konvensi sosial yang terbangun sebelumnya dapat dianggap mewakili sesuatu yang lain.

Istilah semiotika atau semiotik dimunculkan pada akhir abad ke-19oleh filsuf aliran pragmatik Amerika, Charles Sanders Peirce, merujukkepada doktrin formal tentang tanda-tanda. Yang menjadi dasar darisemiotika adalah konsep tentang tanda; tak hanya bahasa dan sistemkomunikasi yang tersusun oleh tanda-tanda, melainkan dunia itu sendiripunsejauh terkait dengan pikiran manusia seluruhnya terdiri atastanda-tanda (Juli, 2016:31).

Penelitian ini menggunakan konsep semiotika yang dikenalkanoleh Charles Sander Peirce. Peirce adalah ilmuwan yang pertama kalimengembangkan teori modern tentang tanda, pada abad ke-1933. Konseppenting dari semiotika Peirce adalah konsep tanda. Semiotikamenurutnya adalah ilmu yang mempelajari tentang makna dari tanda tanda.

Tanda (representament) ialah sesuatu yang dapat mewakili sesuatu yang lain dalam batas- batas tertentuBagi Peirce tanda dan pemaknaannya bukan struktur melainkansuatu proses kognitif yang disebutnya semiosis. Jadi semiosis adalahproses pemaknaan dan penafsiran tanda yang melalui tiga tahapan.

Tahappertama adalah pencerapan aspek representamen tanda (pertama melaluipancaindra), tahap kedua mengaitkan secara spontan representamendengan pengalaman dalam kognisi manusia yang memaknairepresentamen itu (disebut object), dan ketiga menafsirkan object sesuaidengan keinginannya. Tahap ketiga ini disebut interpretant.

Ada tiga komponen penting dalam definisi tanda Charles SanderPeirce, yaitu representamen, objek dan interpretan. Karena itu, definisitanda Peirce sering disebut disebut triadic bersisi tiga. Tiga komponenatau unsur tanda Peirce ini adalah representament, objek dan interpretant.Komponen pertama, Representamen mengatakan bahwa sesuatu dapatdisebut representamen jika memenuhi dua syarat, yaitu: pertama bisadipersepsi, baik dengan pancaindera maupun dengan pikiran/

perasaan;dan kedua bisa berfungsi sebagai tanda. Jadi, representamen bisa apasaja, asalkan berfungsi sebagai tanda; artinya, mewakili sesuatu yanglain. Komponen lainnya adalah objek. Object menurut Peirce adalahkomponen yang diwakili tanda;

object bisa dikatakan ialah sesuatu yanglain. Komponen ini bisa berupa materi yang tertangkap pancaindera,bisa juga bersifat mental atau imajiner. Komponen ketiga adalahInterpretan. Peirce menjelaskan bahwa Interpretan adalah arti/tafsiran.Beberapa istilah lain yang acapkali digunakan Peirce untuk menyebutinterpretan ialah significance, signification, dan interpretation.

Interpretan juga merupakan tanda.

Charles Sanders Pierce dalam (Syuropati, 2011:67) mengusulkan kata Semiotika sebagai sinonim kata logika. Menurutnya, logika harus mempelajari bagaimana orang bernalar, dan penalaran itu dilakukan melalui tanda-tanda.

Alasannya tanda-tanda itu dapat memungkinkan kita berpikir, berhubungan dengan orang lain, dan memberi makna pada apa yang ditampilkan oleh alam semesta.

Charles Sanders Pierce mengatakan bahwa tanda terkait erat dengan logika, karena tanda adalah sarana pikiran sebagai artikulasi bentuk-bentuk logika.

Baginya, tanda hanya akan berarti apabila tanda tersebut berfungsi sebagai tanda.

Tanda dapat berfungsi sesuatu bagi seseorang jika hubungan yang berarti ini diperantai oleh interpretan(suatu peristiwa psikologis dalam pikiran interpreter).

Dengan demikian, Semiotika bagi Pierce adalah suatu tindakan (action), pengaruh (influence), atau kerja sama tiga subjek, yaitu tanda (sign), objek (object), dan interpretant (interpretant). Yang dimaksudkan subjek pada Semiotika Pierce bukan subjek manusia, tapi tiga entitas Semiotika yang sifatnya abstrak yang tidak dipengaruhi oleh kebiasaan berkomunikasi secara konkrit.

Dalam telaahnya tentang tanda dan hal-hal yang berhubungan dengan tanda, Pierce membedakannya sebagai berikut:

Pertama, tanda dan ground (dasar latarnya). Tanda berdasarkan sifat ground-nya dibagi dalam tiga kelompok, yaitu qualisigns (tanda-tanda yang

merupakan tanda berdasarkan suatu sifat), sinsigns (tanda yang merupakan tanda atas dasar tampilannya dalam kenyataan), dan legisigns (tanda-tanda yang merupakan tanda atas dasar suatu peraturan yang berlaku umum).

Kedua, tanda dan denotatum-nya(dunia yang dibentuk dengan kata-kata).

Tanda berdasarkan hubungannya dengan denotatum dibagi dalam tiga macam, yaitu: ikon (tanda yang ada sedemikian rupa sebagai kemungkinan, tanpa bergantung pada adanya sebuah denotatum tetapi dapat dikaitkan dengannya atas dasar suatu persamaan yang secara potensial dimilikinya), indeks (sebuah tanda yang dalam hal corak tandanya tergantung dari adanya sebuah denotatum, dan

simbol (tanda yang hubungan tanda dan denotatum-nya ditentukan oleh suatu

peraturan yang berlaku umum).

Ketiga,tanda daninterpretant-nya (tanda yang berkembang dari tanda yang

telah terlebih dahulu ada dalam benak orang yang menginterpretasikannya. Tanda dalam interpretant-nya dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:rheme (sebuah tanda merupakan sebuah rheme apabila dapat diinterpretasikan sebagai representasi dan suatu kemungkinan denotatum), decisign (tanda merupakan decisign bila bagi

interpretant-nya, tanda itu menawarkan hubungan yang benar ada di antara tanda denotatum), dan argument (tanda yang bagi interpretant-nya merupakan tanda

yang berlaku umum).

Gambar 2.1

Segi tiga Semiotik C.S.Pierce

SIGN

INTERPRETANT OBJEK

Sumber : (Sumbo Tinarbuko, semiotika komunikasi visual 2008)

Contoh analisis dalam penelitian ini sesuai dengan judul yang peneliti angkat yaitu “Analisis tulisan aksara Hanpada bangunan Vihara Dharma Bhakti di Kota Banda Aceh”.

万方均赤子涵濡恩泽沐南洋

Tulisan di tersebut dianalisis kata per kata sesuai dengan teori Semiotik Charles Sanders Pierce menggunakan analisis segitiga makna, lalu dianalisis dengan teori Semantik untuk menemukan makna pada kata ataupun kalimat

Misalnya kata 恩

1. 恩R恩

I (kebaikan)O [心]

Tanda :

Objek : hati, jiwa

Interpretant : kebaikan, rahmat

Tanda :

Objek : hati, jiwa

Objek : hanzi (汉字) ini terdiri dari kombinasi karakter dasar

(radikal) yang berartihati, jiwa. Dalam hanzi tersebut terdapat 2 komponen pembentuk kata yaitu kata 因 dan 心 . 因 yang berarti karena, alasan. Jika dianalisis lagi kata 因 mengandung 2 komponen pembentuk kata yaitu 囗 yang berarti bangga, jujur dan kata 大 yang berarti besar, luas.

Interpretant : kebaikan, rahmat.

Jika dianalisis berdasarkan hubungan makna maka akan memiliki pengertian suatu hal kebaikan atau rahmat yang dikarenakan hati yang jujur dan pikiran yang sangat luas dan besar.

Dalam dokumen ANALISIS TULISAN AKSARA HAN (Halaman 33-39)

Dokumen terkait