Lateral leg web of great toe
TATA LAKSANA
I. Terapi konservatif
Tujuan terapi konservatif adalah mengurangi iritasi saraf, memperbaiki kondisi fisik pasien dan melindungi serta meningkatkan fungsi tulang punggung secara keseluruhan. Sebagian besar (90%) pasien HNP akan membaik dalam waktu enam minggu dengan atau tanpa terapi, hanya sebagian kecil saja pasien yang memerlukan tindakan pembedahan. 8
DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA KEGAWAT DARURATAN TULANG BELAKANG
DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA
DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA
HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP)LUMBAL
Tirah Baring
Tirah baring adalah cara yang paling lazim dianjurkan pada pasien HNP dan berguna untuk mengurangi rasa nyeri mekanik (Jan tekanan intradiskal. Tirah baring yang direkomendasikan adalah selama 2-4 hari. Bila terlalu lama menyebabkan otot otot bertambah lemah dan terjadi demineralisasi tulang. Pasien secara bertahap kembali ke aktivitas yang biasa dilakukan Umumnya pasien tidak perlu istirahat total.
Terapi Farmaka
Analgetik dan NSAID (Non Steroid Anti Inflamation Drug)
Obat-obatan ini diberikan dengan tujuan untuk mengurangi nyeri dan inflamasi sehingga mempercepat kesembuhan. Contoh analgetik : Parasetomol, Aspirin, Tramadol. NSAID: Ibuprofen, Natrium diklofenak, Etodolak, Selekoksib. Perlu diperhatikan efek samping obat.
Obat pelemas otot (muscle relaxant)
Bermanfaat bila penyebab NPB adalah s pas m e otot. Efek terapinya tidak sekuat NSAID, seringkali dikombinasi dengan NSAID. Sekitar 30% memberikan efek samping mengantuk. Contoh : Tinazidin, Esperidone, dan Carisoprodol.
Opioid
Obat ini terbukti tidak lebih efektif daripada analgetik biasa yang jauh lebih aman. Pemakaian jangka panjang bisa menimbulkan toleransi dan ketergantungan obat.
Kortikosteroid oral
Pemakaian kortikosteroid oral masih kontroversi. Dipakai pada kasus HNP yang berat untuk mengurangi inflamasi jaringan. Pemakaian jangka panjang, banyak efek sampingnya.
Analgetik ajuvan
Terutama dipakai pada HNP kronis karena ada anggapan mekanisme nyeri pada HNP sesuai dengan nyeri neuropatik. Contoh : Amitriptilin, Karbamasepin, Gabapentin.
DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA KEGAWAT DARURATAN TULANG BELAKANG Suntikan pada titik picu
Cara pengobatan ini dengan memberikan suntikan campuran anestesi lokal dan kortikosteroid ke dalam jaringan lunak/ otot pada titik picu di sekitar tulang punggung. Cara ini masih kontroversi. Penganut cara pengobatan ini percaya bahwa titik, picu menyebabkan timbulnya rangsangan sehingga terjadi NTB yang berkepanjangan. Obat yang dipakai antara lain lidokain, lignokain, deksametason, metilprednisolon dan triamsinolon.
Terapi Fisik
1.3.1. Traksi Pelvis /aksial
Traksi pelvis dilakukan dengan memberi beban tarikan tertentu, baik secara intermiten maupun kontinu sepanjang sumbu panjang kolumna vertebralis. Menurut panel di Amerika Serikat dan Inggris traksi pelvis sama sekali tidak terbukti berguna. Penelitian pada kelompok pasien yang diobati dengan korset, tirah baring dan traksi pelvis dibandingkan dengan yang diobati dengan tirah baring dan korset saja tidak memperlihatkan perbedaan dalam kecepatan kesembuhannya. Sehingga disimpulkan traksi pelvis dalam bentuk apapun tidak berguna untuk menyembuhkan NPB. Pasien yang sembuh belum tentu disebabkan karena traksinya karena memang sebagian pasien akan sembuh secara spontan.
1.3.2. Ultra Sound Wave (USW) diatermi, kompres panas/ dingin Tujuannya adalah mengurangi keluhan nyeri dengan cara mengurangi peradangan dan spasme otot. Belum ada penelitian yang sahih mengenai efek cara pengobatan ini, namun untuk sebagian pasien ada pengurangan nyeri, setidaknya pada awal pengobatan.
DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA
HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP)LUMBAL Gb. 3.11 Ilustrasi Arah traksi Aksial untuk HNP
1.3.3. Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) Cara ini memakai alat yang dijalankan dengan batere kecil bertujuan memberi rangsang listrik terus-menerus lewat elektrode yang dipasang pada kulit. Diharapkan terjad aliran stimulasi yang melawan (counter stimulation terhadap susunan saraf pasien sehinga mengurang persepsi nyeri.
1.3.4. Korset lumbal dan penopang lumbal yang lain
Dari pengalaman klinik terbukti bahwa pemakaian kedu alat bantu ini terbukti tidak mengurangi nyeri pada pasier dengan NPB akut. Korset lumbal mungkin bermanfaa untuk mencegah timbulnya NPB dan mengurangi nyer pada NPB kronis.
1.3.5. Latihan dan modifikasi gaya hidup
Berat badan yang berlebihan harus diturunkan karenr akan memperberat tekanan ke punggung bawah
DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA KEGAWAT DARURATAN TULANG BELAKANG
Program diet dan latihan penting untuk mengurangi NPB pada pasien yang mempunyai berat badan berlebihan. Direkomendasikan untuk memulai latihan ringan tanpa stres secepat mungkin. Endurance exercise latihan aerobik yang memberi stres minimal pada punggung seperti jalan, naik sepeda atau berenang dimulai pada minggu kedua setelah awitan NPB. Conditioninge exercise yang bertujuan memperkuat otot punggung dimulai sesudah dua minggu karena bila dimulai pada awal mungkin akan memperberat keluhan pasien. Latihan memperkuat otot punggung dengan memakai alat tidak terbukti lebih efektif daripada latihan tanpa alat.
Akupunktur
Akunpuntur masih kontroversi dalam pengobatan NPB. Komplikasi akunpuntur antara lain : hematoma, infeksi (hepatitis B, HIV, bakteri) dan pneumotorak.
Penyuluhan Pasien
Penjelasan pada pasien tentang penyakit yang diderita adalah penting. Di luar negeri ada Back School yang memberi penyuluhan^ tentang cara menghindari NPB. Pelajaran yang diberikan meliputi : anatomi dan fisiologi tulang punggung, penyebab NPB, fungsi otot dan sikap tubuh, prinsip ergonomik dan saran kegiatan fisik yang bermanfaat untuk problema NPB. Biasanya Back School dilakukan pada kelompok pekrja yang berisiko tinggi terjadinya NPB, misalnya pekerja pabrik mobil.
Terapi bedah
Tujuan terapi bedah untuk menghilangkan penekanan dan iritasi pada saraf sehingga rasa nyeri dan gangguan fungsi akan hilang. Pembedahan tidak dapat mengembalikan kekuatan otot tetapi dapat mencegah otot tidak menjadi lebih lemah dan lebih berguna untuk mengurangi Qyer[ tungkai daripada nyeri punggung dimana tingkat keberhasilannya lebih dari 90%. 9
9DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA
82 .
DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA KEGAWAT DARURATAN TULANG BELAKANG
C Superior attachment o t iigamentum tlavum
divided with sharp curet D Pituitary ronoeur used to enlarge laminar detect and remove extruded nucleus puiposus Terapi bedah perlu dipertimbangkan bila :
Setelah satu bulan dirawat secara konservatif tidak ada kemajuan
Iskhialgia yang berat
Iskhialgia menetap atau bertambah berat Ada gangguan miksi/defekasi dan seksual Ada bukti klinik terganggunya radiks saraf I - Ada paresis otot tungkai bawah
Gambar 3.12 : Ilustrasi Partial Laminotomi-disektomi pada herniasi diskus L4-5 (Dikutip dari: Humphreys SC & EckJC, American Academy of Family Physician 1999)