• Tidak ada hasil yang ditemukan

TERAPI NYERI PINGGANG

Nyeri punggung bawah (LBP) merupakan masalah kesehatan yang ditemukan dimana-mana. Di Amerika Serikat sendiri, LBP merupakan masalah kesehatan no 5 yang menjadi alasan

kunjungan pasien ke dokter. Terapi dengan menggunakan obat-obatan merupakan penanganan yang paling sering direkomendasikan untuk LBP.

Terapi nyeri pinggang akut dibedakan dengan nyeri pinggang kronis (lebih dari 3 bulan). Terapi hendaknya dilakukan secara komprehensif berupa pendidikan terhadap penderita, aktifitas fisik terkontrol dengan excercise, NSAID, relaksan otot dan fisioterapi.

Terapi nyeri pinggang pada 4 minggu pertama adalah istirahat selama 2 – 3 hari, kemudian diberikan pendidikan tentang kebiasaan-kebiasaan atau sikap yang baik sehubungan dengan konstruksi tulang belakang. Obat-obatan yang sering diresepkan oleh dokter untuk menangani LBP adalah antiinflamasi non steroid (AINS), muscle relaxant, dan analgesik opioid. Obat-obatan yang dijual bebas (OTC) seperti asetaminofen, aspirin, dan beberapa AINS juga sering digunakan oleh pasien sendiri untuk mengatasi LBP.

Terapi fisik seperti es, kompres hangat atau pijat dan exercise. Penentuan diagnosis spesifik, apakah strain otot paraspinal, vertebra lumbal atau HNP tidak begitu penting pada tahap ini. Semua penderita nyeri pinggang diobati dengan cara yang sama. Beberapa diantaranya mungkin memerlukan pemeriksaan penunjang yang lebih mendalam atau pengobatan yang lebih agresif. Analgesik dan NSAID yang digunakan adalah golongan salisilat, paraaminofenol

(asetaminophen, parasetamol), pirazolon (dipiron, fenilbutason dan oksifenbutazon) dan golongan asam organik lain seperti asam mefenamat, asam propionat (ibuprofen, naproksen, ketoprofen), asam asetat (Natrium diklofenak, indometasin, fentiazak) dan derivat oksikam (piroksikam, tenoksikam, meloksikam)

Bila penderita belum berkurang nyerinya pada minggu ke 4 – 12, ulangi assesment apakah ada tanda kelainan sistemik seperti berat badan yang turun, demam, atau nyeri pada malam hari dimana mengindikasikan adanya infeksi, metastasis atau spondilitis.Terapi exercise diteruskan dengan rutin, bila tidak ada perbaikan dirujuk pada spesialis rehabilitasi untuk terapi manipulasi, edukasi tulang belakang, atau dilakukan injeksi pada trigger point, ligamentum dan facet joints. Terapi setelah minggu ke 12 adalah program rehabilitasi dengan fitness fisik dikombinasikan dengan terapi psikologis.

Beberapa review mengenai obat-obatan yang sering digunakan dalam penanganan LBP telah dilakukan terutama mengenai efektivitas AINS dan AINS mana yang paling efektif dalam penanganan LBP.

Berikut ini kami sampaikan kesimpulan dari beberapa review yang telah dilakukan mengenai efikasi AINS dalam penanganan LBP.

Review yang dilakukan oleh Roelofs dkk. dengan menggunakan sumber data dari MEDLINE, EMBASE, dan Cochrane. Berdasarkan 65 studi klinis yang di-review, dapat disimpulkan bahwa AINS efektif untuk penanganan simptomatik jangka pendek pada pasien dengan LBP akut dan kronik tanpa sciatica (nyeri yang menjalar di sepanjang tungkai atas hingga ke bawah lutut menurut distribusi nervus sciatic, dimana terdapat gangguan pada akar serabut saraf yang berhubungan dengan tekanan mekanik atau peradangan). Tidak ada AINS dari kelas tertentu yang lebih efektif dalam penanganan LBP. Inhibitor selektif COX-2 memperlihatkan efek samping yang lebih rendah dibandingkan dengan AINS konvensional pada studi secara acak

yang termasuk dalam review ini. Namun, studi terbaru memperlihatkan bahwa inhibitor COX-2 berhubungan dengan peningkatan risiko kardiovaskular pada populasi pasien tertentu.

Review yang dilakukan oleh Koes dkk.. dengan menggunakan sumber data dari studi-studi klinis secara acak yang dipublikasikan. Berdasarkan 26 studi secara acak yang direview, dapat ditarik kesimpulan bahwa AINS dapat efektif untuk penanganan simptomatik jangka pendek pada pasien dengan LBP tanpa komplikasi, namun kurang efektif atau tidak efektif pada pasien LBP dengan sciatica dan pasien sciatica dengan gejala-gejala akibat gangguan pada akar serabut saraf.

Review yang dilakukan oleh Chou dan Huffman dengan menggunakan sumber data dari

MEDLINE dan Cochrane. Dari review ini dapat ditarik kesimpulan : pengobatan dengan efektivitas jangka pendek yang baik dalam penanganan LBP adalah AINS, skeletal muscle relaxant (untuk LBP akut), dan antidepresan trisiklik (untuk LBP kronik). Dari bukti-bukti yang ada, tidak ada satu obat yang dapat memberikan keuntungan secara menyeluruh dalam

penanganan LBP dikarenakan adanya hubungan yang kompleks antara keuntungan dan kerugian dari masing-masing jenis obat. Masing-masing pasien memiliki perbedaan dalam hal keuntungan dan kerugian dari setiap obat-obatan yang digunakan.

1. Terapi untuk nyeri pinggang akut karena faktor mekanik

Pengobatan dengan menggunakan analgesic, pengaturan gerakan dan aktifitas

Analgesic OTC(Over The counter) dan NSAID (Non Steroid Anti Inflammatory Desease) Hot pack atau icepack --- tergantung mana yang paling nyaman

Membatasi aktifitas untuk beberapa hari biasanya jalan merupakan hal yang baik untuk tulang belakang dan otot-otot

untuk posisi yang nyaman biasanya posisi terlentang dengan hip fleksi dan lutut/knee fleksi. Aktifitas normal seperti biasa secara bertahap

Jika nyeri masih lebih dari 1 minggu, gejala memburuk atau tidak ada perbaikan sama sekali maka

pemeriksaan kembali perlu dilakukan dalam hal ini fisioterapi sangatlah berperanan

2. Terapi nyeri pinggang akut radikulopati

Pengobatan sama dengan nyeri pinggang akut mekanik, meskipun resep untuk obat nyeri diperlukan ( seperti narkotik ) dapat

juga diberikan muscle relaxant

Pasien diberikan pengertian , bahwa kondisi penyakitnya memerlukan waktu yang relatif sedikit lama. Lebih dari 90% pasien dengan radikulopati

Pasien ini biasanya mengeluh nyeri sekali. Apabila pasien tidak menunjukkan perubahan maka rujukan ke fisioterapi atau ke spesialis

merupakan sebuah pilihan

Jika tidak ada kontraindikasi , steroid oral dapat diberikan

Tujuan jangka panjang dengan fisioterapi adalah belajar latihan dirumah yang dipantau dan diberikan oleh fisioterapi

Saat menjalani fisioterapi, alat yang dapat digunakan misalnya hot pack,eletrical stimulasi,

ultrasoud. Hal yang paling terpenting

dari pelayanan Fisitoerapi adalah memberikan pengetahuan program latihan, positioning dan edukasi tentang tulang belakang.Apakah sebuah program gerakan

ektensi tulang belakang atau fleksi tulang belakang tergantung dari kenyamanan pasien

Biasanya HNP (Hernia Nucleus Pulposus) akan menunjukkan efek yang baik terhadap program gerakan ektensi (McKenzie) akan tetapi bagi usia lanjut

dengan canal stenosis gerakan akan memperburuk kondisinya sehingga program gerakan fleksi

(William) harus digunakan.

Apabila pengobatan dengan fisioterapi selama 4 - 6 session tidak menunjukkan hasil yang berarti, maka program fisioterapi dapat diganti atau dihentikan. Saat pasien

dalam stadium recovery maka tugas seorang fisioterapi adalah memberikan program program latihan lanjutan dan evaluasi kunjungan 1 atau 2 minggu sekali, dan bahkan bisa

berkurang.

Posisi aktifitas untuk pasien nyeri pinggang akut radikulopati adalah posisi yang nyaman. Pasien kemudian secara bertahap melakukan aktifitas seperti biasa kembali.

Pengobatan chicopractik dapat dipertimbangkan. Jika pasien tidak mengalami perbaikan selam 3 kali kunjungan, hentikan !

3. Terapi Nyeri Pinggang Kronis atau radikular kronis

Nyeri pinggang kronis atau radikular kronis merupakan sesuatu yang dikatakan "highly

situational", sehingga memerlukan pemeriksaan yang lebih seksama dari riwayat riwayat yang

ada, dan memiliki

masalah yang yang sangat kompleks, sehingga dalam hal ini rujukan diperlukan. 4. Indikasi dilakukannya MRI

Untuk membedakan nyeri pinggang karena faktor mekanik atau bukan mekanik maka MRI dapat dilakukan.CT scan dapat digunakan bagi apabila ada kontraindikasi, misalnya pace maker, metal

implants dan lain sebagianya, atau

karena claustrophobia

MRI diperlukan apabila setelah dilakukan x-ray menunjukkan hal yang tidak normal dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut

MRI tidak diperlukan untuk pengobatan awal pada radikulopati saat diduga adanya Hernia Nucleus pulposus.MRI diperlukan saat saat atau jika rencana terapi diatas tidak menunjukkan hasil dan terapinya memerlukan tindakan invasive misalnya

epidural steroid, operasi.

MRI diperlukan jika terjadi fraktur kompresi dengan adanya tanda tanda radiculer, atau ada pertimbangan dilakukan kyphoplasty.

Nyeri dan kesemutan di anggota badan sebelah bawah tanpa pola neurologi yang abnormal mempunyai penyebab yang beraneka ragam, akan tetapi ini bukan merupakan indikasi MRI. Pemeriksaan oleh seorang spesialis sebelum dilakukan MRI pada kasus ini dapat membantu mengurangi penyalah gunaan penggunaan MRI yang berlebih.

Dokumen terkait