BAB III GAMBARAN UMUM
A. Rumah Sakit Jiwa Islam Klender
8. Terapi Unggulan
1. Therapi spiritual (Membaca AL-Quran,Ruqyah Syari’iyah, Sholat & Dzikir
2. Rehabilitasi Psikososial
B. Rehabilitasi Psikososial Rumah Sakit Jiwa Islam Klender 1. Profil Rehabilitasi Psikososial RSJIK
Pada tahun 2009 permintaan keluarga pasien pasca rawat inap meningkat terkait tempat rehabilitasi psikososial meningkat, karena sehabis pasien pulang ke rumah tidak mendapatkan perawatan karena tidak tersedianya fasilitas di rumah pasien tersebut. Pada akhirnya pasien kembali lagi untuk rawat inap.
60
Melihat kondisi tersebut pihak manajemen RSJIK menyedian program daycare atau perawatan sehari dimana pasien bersama dengan pekerja sosial medis memfasilitasi apa saja yang dibutuhkan pasien sebelum kembali ke rumahnya.
Karena banyaknya permintaan namun lokasi untuk melakukan program daycare tidak ada maka pihak manajemen mulai memperluas dan membuat unit rehabilitasi psikososial.
Dengan adanya unit rehabilitasi psikososial dapat memenuhi keinginan dan permintaan pasien dan keluarganya.
Dan pada tahun 2014 bulan Juli, secara resmi unit rehabiltasi psikososial dibuka. Awal target pasien awalnya hanya 10 peserta namun sampai sekarang target peserta melebihi kapasitas yang ada, dan sekarang sudah ada 40-50 yang mengikuti rehabiltasi setiap bulannya.
Kegiatan yang dilakukan di rehabilitasi psikososial memberikan dampak yang sangat besar bagi pasien dan keluarganya seperti adanya perubahan tingkah laku, etika, perasaan atau kognitif, kemampuan keterampilan dan lainnya.
Konsep dari rehabilitasi psikososial adalamh memberikan pelayanan secara holistik dimana semua tim profesi dan instruktur memberikan pelayanan untuk mengembalikan keberfungsian sosial pasien sehingga pasien bisa kembali ke masyakarat dan tidak menyulitkan keluarganya karena sudah bisa mandiri dalam melakukan sesuatu yang sebelumnya belum bisa.
2. Visi Misi dan Motto
61 a. Visi
Memberikan upaya rehabilitasin psikososial yang bermutu untuk meningkatkan kualitas hidup dalam bersosialisai di lingkungan masyarakat.
b. Misi
1) Memberikan pelayanan dalam upaya rehabilitasi psikososial yang komprehensif.
2) Memberikan pelayanan dalam upaya rehablitasi psikososial dengan ikhlas, handal dan professional
3) Melakukan pengembangan pelayanan rehabilitasi psikososial mengacu pada nilai seni, budaya dan spiritual.
c. Motto
Ramah, Santun, Jujur, Amanah, Ikhlas, Komunikatif dan Inovatif dalam pelayanan
3. Struktur kepengurusan Rehabilitasi Psikososial RSJIK
Bagan 3.1
Struktur unit Rehabilitasi Psikosial
Direksi Dr Prasila Darwin, SpKJ
Manager Pelayanan &
Penunjang Ns.Isnaini.M.S.Kep.MKM
Ka.ur Pelayanan Rajal,Ranap &
Rehabilitasi Ns.Nana Kunarti. S.Kep.
62
Sumber: Studi Dokumen Buku Profil RSJIK 2021
4. Pendanaan
Pendanaan rehabilitasi psikosial RSJIK berasal dari peserta umum, peserta BPJS dan Institusi yang bekerjasama.
5. Alur Masuk Pasien
Pasien yang datang ke rehabilitasi sosial RSJIK berdasarkan dari jalur berikut:
1) Rujukan dari Puskesmas 2) Rujukan dari Rumah Sakit lain
3) Pasien datang bersama keluarga untuk mendaftar secara mandiri
4) Diantar oleh pihak tertentu seperti kepolisian, pemadam kebakaran, warga, satpol PP dan lainnya.
. Koord.Rehabilitasi Psikososial Rinaldi, .S. Sos
INSTRUKTUR/PELATIH : 1. Spiritual Islam :
Sugiyanto S.Sos.I.
2. Spiritual Kristen : Dra Forman Raja Gukguk 3. Okupasi therapy:Jurnal 4. T.Vokasional: Kuniti 5. Olah Raga: Hadi & Sri
TIM PROFESI : 1. Dokter DPJP 2. Dokter Umum
3. Psikolog: Dra.Dian Ariyana .Psi.Psikolog
4. Perawat :Pipit Aryadi AMK 5. Pekerja Sosial Medis:
Rinaldi, S. Sos
63
6. Peran Rehabilitasi Psikososial kepada Masyarakat
Berikut peran unit rehabilitasi psikososial RSJIK terhadap masyarakat:
1) Sebagai tempat untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait kesehatan jiwa
2) Sebagai tempat penyuluhan kesehatan jiwa
3) Menyedian layanan bantuan sosial kepada masyarakat
7. Hambatan-hambatan dalam Pelayanan
Dalam memberikan pelayanan kepada pasien, masih terdapat kesulitan atau hambatan yang harus dilalui oleh unit rehabilitasi psiksosial diantaranya:
1) Masih terdapat stigma buruk dari masyarakat terkait penyakit jiwa
2) Masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan jiwa
3) Masih terdapat masyarakat yang kurang peduli dengan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)
8. Program Rehabilitasi Psiksosial
Berikut program yang ada di unit rehabilitasi psiksosial RSJIK:
1) Terapi Medik 2) Terapi Psikologi 3) Terapi Medis 4) Terapi keperawatan
64 5) Terapi sosial
6) Terapi okupasi 7) Terapi vokasional 8) Terapi rekreasi 9) Terapi spiritual 10) Terapi visik 11) Art terapi
12) Konsultasi tim profesi
9. Tahapan Rehabilitasi Psikosial
Terdapat tiga tahapan dalam rehabilitasi psikososial yaitu:
a. Tahap seleksi (5x pertemuan)
Pada tahap ini, tim profesi akan melakukan assessment kepada pasien berdasarkan data yang diterima dari dokter atas penyakit jiwa yang dialaminya. Selanjutnya pasien akan mengikuti aktivitas day care yang kemudian dievaluasi apakah pasien layak untuk dilanjutkan atau tidak ke tahap selanjutnya beradarkan hasil analis oleh tim profesi unit rehabilitasi psikososial. Apabila tidak dapatb melanjutkan ke tahap selanjutnya pasien akan dikembalikan ke rawat jalan atau rawat inap.
b. Tahap aktivitas (20x pertemuan)
Dalam tahap ini, pasien sudah bisa mengikuti kegiatan yang ada di unit rehabilitasi psikososial sesuai dengan minat dan keahliannya yang tentunya diarahakan oleh instruktur. Selain itu pasien juga melakukan terapi
65
yang berkaitan dengan penyakit jiwanya dimana pasien harus mengikuti beberapa terapi dan selalu meminum obat yang diberikan kepada pasien. Dalam tahap ini apabila pasien sudah selesai melaksanakannya namun belum ada perubahan maka pasien akan diremedial sesuai dengan pertimbangan dari tim profesi yang ada di unit rehabilitasi psikososial.
c. Tahap Mandiri (60x pertemuan)
Tahap terakhir yang harus dilewatin oleh pasien. Pada tahap ini pasien sudah siap untu kembali ke masyarakat sesuai dengan pertimbangan dari tim profesi rehabilitasi psikososial. Tim profesi hanya akan melakukan pemantauan selama tahap ini untuk melihat apakah pasien benar-benar sudah sembuh dan mampu berinteraksi dengan lingkungan sosialnya atau tidak. Apabila tidak maka pasien disarankan untuk kembali mengikuti kegiatan rehabilitasi psikososial.
C. Profil Pekerja Sosial Medis RSJIK
Di unit rehabilitasi psikososial terdapat satu pekerja sosial medis yang bernama Rinaldi S. Sos yang bisa dipanggil dengan sebutan pak Dedi. Beliau lahir di Padang, Sumatera Barat pada tanggal 26 Juni 1969. Berikut ini profil pekerja sosial medis RSJIK:
Nama Lengkap : Rinaldi S. Sos Nama Panggilan : Dedi
Tempat/ tanggal lahir : Padang/ 26 Juni 1969
66
Alamat : Jl. Harapan Mulia VI Rt 09 Rw 05, Kemayoran, Jakarta Pusat
Status : Menikah No. Handphone : 082165178233
Pendidikan terakhir : S1 Kesejahteraan Sosial
Selama hidupnya, beliau sudah banyak profesi sudah dikeluti diantaranya
1. Pengurus Adeline Art Therapy Center (Koordinator Program Care Social of Art Therapy)
2. Terapis di unit Rehabilitasi Psikososial RSJIK (Pekerja Sosial Medis/PSM)
3. Sekretaris Yayasan Jiwa Layang Jakarta 4. Koordinator Rehabilitasi Psikososial RSJIK
5. Ketua Ikatan Karyawan RS Jiwa Islam Klender (IKRSM) 6. Sekretaris Pengurus Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) RSJIK
Selama menjadi pekerja sosial medis di RSJIK, pak Renaldi ditemani oleh rekan profesi lainnya yaitu psikolog, perawat dan ahli terapi di rehabilitasi psikososial.
Untuk pelayanan yang dilakukan oleh pak Renaldi di RSJIK adalah sebagai berikut
1. Penerimaan Pasien
2. Penghubung Pasien dengan sumber daya yang dibutuhkan 3. Terapi social
4. Terapi Vokasional 5. Terapi Okupasi
6. Konseling Tim Profesi 7. Home visit
67 8. Aktivitas Daily Living
9. Penyuluhan terkait kesehatan jiwa
D. Narasumber Pasien Skizofrenia
Dalam penelitian ini terdapat dua pasien skizofrenia yang menjadi narasumber utama. Dua narasumber tesebut dipilih berdasarkan persyaratan yang sudah peneliti tentukan sebelumnya yaitu: a) Pasien yang mana emosi serta perilakunya yang stabil dan halusinasinya sudah berkurang, b) Sudah bisa berkomunikasi dan paham akan pertanyaan yang nanti diberikan oleh peneliti, c) Sedang melakukan pengobatan di RSJIK dan secara aktif bertemu dengan pekerja sosial medis RSJIK.
Persyaratan tersebut peneliti putuskan agar pasien bisa memahami terkait pertanyaan yang nanti penenliti berikan sekaligus peneliti juga lebih mudah dalam menganalisa jawaban yang nanti diberikan oleh pasien tersebut. Untuk menentukan siapa pasien, peneliti meminta saran dari pekerja sosial medis dan diputuskan dua pasien berinisial D dan F.
Pasien D merupakan pasien skizofrenia yang telah melakukan rehabilitasi psikososial dari bulan Januari 2021.
Pasien berjenis kelamin laki-laki dan berumur 21 tahun. Pasien dalam kegiatan rehabilitasi psikososial cukup aktif dan mengikuti semua kegiatan yang diberikan. Pasien sudah bisa mengendalikan diri namun halusinasinya akan muncul apabila dirinya stress dan panic. Halusinasi yang sering muncul berupa suara-suara orang berkelahi dan memanggil-manggil namanya. Menurut pekerja sosial medis RSJIK, pasien D keadaan mentalnya sudah cukup
68
stabil dan mampu mengikuti semua intruksi yang diberikan sehingga bisa dijadikan narasumber dalam penelitian ini.
Pasien F juga merupakan pasien skizofrenia dan sedang melakukan rehabilitasi psikososial di RSJIK. pasien berumur 17 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Berbeda sedikit dengan pasien D, pasien F sedikit malas dalam melakukan kegiatan fisik seperti olahraga atau terapi lainnya yang mengandalkan fisik.
Namun akan antusias saat melakukan terapi yang berada di dalam ruangan seperti bernyanyi, bercerita dan berbagi ilmu pengetahuan. Pasien melakukan pengobatan di rehabilitasi psikososial pada bulan Februari dan masih berlanjut hingga sekarang. Untuk halusinasi yang sering timbul adalah suara-suara samar yang sering menganggu dan menyuruh pasien untuk melakukan sesuatu seperti meludah sembarangan, memukul dan berteriak. Namun menerut pekerja sosial medis RSJIK keadaan pasien sudah cukup baik dan mampu dalam menjawab pertanyaan yang diberikan. Karena itu pasien F dijadikan narasumber kedua dalam penelitian ini.
E. Pasien Rehabilitasi Psikososial RSJIK
Berikut daftar nama pasien yang ada di unit rehabilitasi psikososial:
69 Tabel 3.2
Daftar Nama Pasien Rehabilitasi Psikososial
No Nama No Nama
Sumber: : Studi Dokumen Daftar Peserta Rehabilitasi Psikososial RSJIK 2021
70 BAB IV
DATA DAN HASIL TEMUAN
Dalam melakukan penelitian di RSJIK, berdasarkan observasi dan pengalaman peneliti terkait urusan surat izin penelitian di kantor administrasi, sudah cukup baik pelayanannya.
Tidak banyak persyaratan yang dibutuhkan untuk bisa melakukan penelitian di RSJIK. Menurut pemaparan pihak rumah sakit semua orang bisa melakukan penelitian disini asalkan tujuan jelas dan mampu menjaga nama baik RSJIK. Untuk melakukan penelitian disini pihak RSJIK meminta bayaran sesuai dengan jenjang pendidikan, semakin tinggi jenjang pendidikannya maka bayaran buat penelitiannya semakin tinggi pula. Awal mula peneliti disana pihak RSJIK menjelaskan terkait peraturan dan segala fasilitas yang peneliti dapatkan selama disana. Cara mereka menyampaikan informasi tersebut sangat ramah dan mendalam (hasil observasi lapangan tanggal 29 Maret).
Untuk penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 29 Maret 2021 s.d 29 April 2021 atau selama satu bulan dan bertempat di unit rehabilitasi psikososial RSJIK Jakarta Timur. Untuk jumlah informan yang peneliti gali terdiri dari 6 orang diantaranya 1 pekerja sosial medis, 1 perawat, 1 psikolog, 1 kepala urusan pelayanan dan penunjang RSJIK dan 2 pasien skizofrenia.
Berikut adalah pemaparan hasil yang peneliti dapatkan selama melakukan penelitian di RSJIK terkait peranan pekerja sosial medis dalam pelayanan sosial bagi pasien skizofrenia.
71
A. Pelayanan Sosial Pekerja Sosial Medis bagi Pasien Skizofrenia
1. Penerimaan Pasien
Pasien yang datang pertama kali ke RSJIK harus melewati tahapan administrasi yang harus diurus pada bagian administrasi RSJIK. Untuk melakukan hal tersebut dibutuhkan perwakilan dari salah satu anggota keluarga pasien untuk mengurus formulir pendaftaran dan pembayaran. Selain itu, keluarga juga menerima penjelasan terakit pelayanan yang diberikan kepada pasien pengidap skizofrenia atau penyakit jiwa lainnya.
Sedangkan untuk pasien yang dilayani oleh pekerja sosial medis adalah mereka yang mendaftar di unit rehabilitasi psikososial RSJIK. Disana pekerja sosial medis melakukan pengenalan terhadap pasien dan keluarganya saat datang ke rehabilitasi psikososial.
“mereka yang datang kesini terlebih dahulu harus mengurus segala persyaratan yang telah ditentukan oleh rumah sakit, saya hanya menerima pasien apabila mereka mendaftarkan anggota keluarganya yang sakit ke rehab. Yaa sebelum dimulai saya harus tahu terlebih dahulu apa sebab anggota keluarganya seperti itu, apakah trauma, stress berkepanjangan dan lainnya yang mungkin Yoga tahu. Disini saya juga bisa merekomendasikan mereka yang ada di ruang rawat inap untuk ikut rehab dengan saya apabila kondisi mereka sudah cukup stabil, soalnya di rehab ini yang ditangani mereka yang sudah bisa mengendalikan diri mereka. Kalau masih agresif maka mereka tetap berada diruang rawat inap.
Lanjut yang tadi pasien yang datang harus setuju dulu untuk melakukan rehab disini jadi tidak dari
72
sudut keluarga saja tapi pasien juga harus, kan dia yang melakukan kegiatan disini, kalau mereka tidak mau tapi dipaksa mereka bakal stress selama berada disini. Setelah semua data awal pasien dapat maka sudah bisa kita mulai melakukan kegiatan rehab, untuk pekerja sosial harus melakukan assessment lagi agar data yang didapat cukup mendalam”(Rinaldi, Pekerja Sosial Medis, 2021)
Berdasarkan pernyatan diatas, pekerja sosial medis di RSJIK terlebih dahulu menggali data pasien dari keluarganya. Selanjutnya pasien dan keluarga pasien menandatangi berkas persetujuan melakukan kegiatan rehabilitasi psikososial di RSJIK. Namun harus diingat bahwa kegiatan pelayanan yang dilakukan di rehabilitasi, baik pasien maupun keluarganya sama-sama menyetujuinya. Apabila salah satu dari mereka tidak setuju atau tidak mau maka rehabilitasi bagi pasien tidak bisa dilaksanakan.
2. Penghubung Pasien Skizofrenia dengan Sumber Daya yang dibutuhkan
Pelayanan sosial ini dilakukan oleh pekerja sosial medis RSJIK apabila pasien skizofrenia membutuhkan bantuan dari pihak luar. Bentuk bantuan yang mereka butuhkan terdiri dari bantuan dana dan bantuan sosial.
Diantaranya bentuk bantuannya adalah uang untuk membayar tagihan rumah sakit, biaya pendidikan atau beasiswa, dan santunan kematian.
73
“Dipelayanan rehabilitasi psikososial bayarannya tidak termasuk mahal dari tempat lain, dan di RSJIK ini sudah bisa menggunakan BPJS jadi pasien tidak akan terlalu terbebani sama tagihannya. Tapi ya masih ada beberapa pasien yang tidak memiliki BPJS namun mereka dari keluarga ekonomi bawah, saya akan menyuruh kelaurga tersebut untuk mengurusnya, tapi kalau mereka tidak ngerti atau butuh bantuan orang maka saya akan membantu, kan sudah jadi tugas pekerja sosial medis disini. Selain itu ada juga yang minta bantuan kayak beasiswa atau santunan kematian karena di RSJIK ini ada LAZISMU. Jadi saya juga bisa merekomendasikan mereka ke lembaga tersebut apabila syarat-syarat mereka terpenuhi”. (Rinaldi, Pekerja Sosial Medis, 2021)
Lembaga yang memberikan bantuan kepada pasien diantaranya BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan), LAZISMU (Lembaga Amil Zakat dan Shadaqah Muhammadiyah) dan pihak luar lainnya yang ingin memberikan bantuan ke RSJIK dan pasien. Namun sebelum mendapatkan bantuan tersebut pasien perlu meyelesaikan administrasi dari lembaga yang ingin diminta bantuan. Tetapi masih terdapat pasien maupun anggota keluarganya yang kesulitan dalam mengurus bantuan di lembaga tersebut. Maka dari itu pekerja sosial medis berupaya membantu pasien agar bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.
Tabel 4.1
Rincian Harga Rehabilitasi Psikososial
NO Rincian Harga
1 Kelas rehabilitasi Rp. 160.000 hanya dibayar
74 psikososial + BPJS
Kesehatan sekali saat pendaftaran (60x pertemuan gratis)
2 kelas rehabilitasi psikososial tanpa BPJS Kesehatan (paket harian)
RP. 100.000 dan dibayar setiap mengikuti kelas rehabilitasi psikososial
3 Paket Makan 1 bulan
(8x) Rp. 150.000
Sumber: Administrasi Rehabilitasi Psikososial 2021
Rincian diatas adalah harga untuk kelas rehabilitasi psikososial dan berlaku bagi semua jenis peyakit jiwa.
Untuk pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan hanya perlu membayar satu kali saat pendaftaran dan sudah bisa mengikuti kelas rehabilitasi psikososial selama 60x pertemuan. Namun bagi pasien yang tidak menyertakan BPJS Kesehatan maka akan dikenakan bayaran normal dan harus membayar setiap mengikuti kelas rehabilitasi psikososial.
Sedangkan untuk bantuan seperti beasiswa atau santunan kematian dapat dibantu oleh LAZISMU. Pekerja sosial medis dapat memberikan surat rekomendasi kepada LAZISMU terhadap pasien maupun pihak keluarga yang memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan tersebut.
3. Terapi Sosial
Terapi sosial menjadi pelayanan andalan pekerja sosial medis di RSJIK. Terapi sosial menurut penuturan pekerja sosial medis RSJIK adalah suatu terapi yang
75
berguna bagi pasien guna untuk mengembalikan kepercayaan diri terhadap lingkungan sosial dan mampu beradaptasi terhadap sekitarnya.
Terapi ini sangat berguna bagi pasien skizofrenia karena beberapa dari mereka kesulitan dalam bersosialisasi.
Mereka malu dan takut untuk bertemu dengan orang lain karena penyakit yang diidapnya. Maka dari itu pekerja sosial medis membantu mereka agar lebih percaya diri dan keberfungsian sosial diri pasien dapat kembali.
“kita sebagai pekerja sosial sudah pasti tujuan utamanya adalah mengembalikan keberfungsian sosial, jadi karena itu saya menambahkan terapi sosial sebagai cara agar mereka bisa lebih PD lagi dalam bersosialisasi. Kebanyakan pasien skizofrenia disini kesulitan dalam bersosialisasi karena takut atau malu karena penyakitnya, ditambah lagi stigma orang yang cukup jelek terhadap mereka. Jadi saya dan rekan profesi lain berusaha membantu mereka sekaligus sosialisasi kepada masyarakat”. (Rinaldi, Pekerja Sosial Medis, 2021)
Bentuk terapi sosial dilakukan adalah group therapy, personality, komunikasi interpersonal dan interaksi sosial.
a. Group Therapy
Dalam group therapy, pekerja sosial medis mengumpulkan semua pasien yang ada di kelas dalam bentuk satu lingkaran besar agar para pasien dapat melihat satu sama lain. Tujuannya untuk melatih pasien percaya diri dalam bertatap muka dengan orang disekitarnya. Group therapy yang dilakukan dengan
76
berkelompok, bisa dalam satu kelompok besar atau kecil dan tujuannya pelaksanaannya sesuai dengan apa yang diperlukan oleh kelompok tersebut.
Gambar 4.1
Group Therapy diselingi Hiburan Musik
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Pasien dalam group therapy biasanya dimulai dengan memperkenalkan diri dan juga menveritakan kegiatan yang dilakukan beberapa hari sebelumnya dihadapan teman-temanya. Sehabis perkenalan para pasien memainkan game agar suasana tidak bosan dan lebih bersemangat.
b. Personality
Personality berarti kepribadian, dalam terapi ini pekerja sosial medis membantu pasien skizofrenia pribadi yang lebih baik. Dalam terapi ini pekerja sosial menjelaskan kepada pasien bagaimana cara menuangkan emosi dengan baik, salah satunya dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat seperti hobby. Selanjutnya mengajarkan pasien bagaimana bersikap kepada orang
77
lain dan cara bertata-krama serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
c. Komunikasi Interpersonal
Terapi ini berguna agar pasien skizofrenia dapat melakukan komunikasi dengan lancar terhadap lawan bicaranya tanpa takut ataupun malu. Dalam terapi ini pasien disuruh untuk berbicara dengan pengunjung yang datang ke rumah sakit dan menanyakan alasan kesini, selanjutnya mereka harus meminta tanda-tangan orang yang mereka ajak bicara sebagai bukti bahwa mereka telah melakukan wawancara. Terapi ini cukup efektif membangkitkan rasa percaya diri pasien skizofrenia terhadap masyarakat dan lingkungan sosialnya.
4. Terapi Vokasional
Pelayanan terapi vokasional dapat diberikan kepada pasien skizofrenia yang mulai pulih atau sudah dapat berkomunikasi dengan lancar dengan orang yang ada disekitarnya. Terapi vokasional sendiri adalah terapi dimana pasien dapat memperoleh skill atau kemampuan baru yang nantinya dapat digunakan setelah pasien keluar dari rumah sakit. Dengan kemampuan baru tersebut pasien dapat lebih mandiri karena sudah bisa menghidupi dirinya sendiri tanpa perlu bergantung kepada orang lain.
Pada terapi ini pekerja sosial medis tidak bekerja sendiri namun dibantu oleh tenaga kerja sosial yang ahli dalam bidang keterampilan atau skill. Pekerja sosial medis
78
membantu menggali kemampuan yang ada didalam pasien kemudian diperdalam melalui terapi vokasi
Untuk vokasi saya membantu mereka agar lebih berkembang lagi. Skill atau kemampuan mereka yang sebelumnya belum terasah disini mereka bisa mendalaminya. Vokasi ini menurut saya sangat penting karena mereka sehabis dari RSJ dapat bekerja jadi ya tidak merepotkan keluarga mereka sendiri. Dalam pelaksanaanya saya juga dibantu pa Dedy karena untuk mengetahui kemampuan dan kebutuhkan pasien, saya dapat dari pa Dedy. Nah setelah dapat baru saya jalankan. Biasanya dilaksanakan sesuai dengan dengan jadwal tergantung jenis keterampilannya. Kadang ada juga beberapa keterampilan tidak dilakukan karena tidak ada minat dari diri pasien”(Titi, Tenaga Kerja Sosial, 2021)
.Untuk direhabilitasi psikososial RSJIK terdapat beberapa terapi atau pelatihan vokasi yang dilakukan diantaranya, perkantoran, menjahit, kecantikan, anyaman, cleaning services, berdagang atau niaga, tata boga, telur asin dan perkantoran.
a. Menjahit
Keterampilan menjahit biasanya digandrungi sama pasien perempuan. Biasanya kelas menjahit diadakan sekali seminggu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Kelas menjahit pelaksanaanya dibarengi sama kelas kecantikan pada hari kamis jam 09.15-11.00.
Diharapkan pasien skizofrenia dapat memanfaatkan keterampilan ini dan berguna saat kembali kepada masyarakat.
79 b. Kecantikan / tata rias
Kelas kecantikan dilaksanakan berbarengan dengan kelas menjahit yaitu hari Selasa atau Kamis jam 09.15-11.00. Untuk kelas ini peminatnya lebih banyak daripada kelas menjahit dan menjadi kelas yang ditunggu-tunggu oleh pasien perempuan terkhususnya pasien skizofrenia. Dalam kelas kecantikan pasien belajar bagaiamana cara menghias pengantin, pemasangan sanggul dan hijab yang baik serta make up.
Gambar 4.2 Kelas Kecantikan
Sumber: Dokumentasi Pribadi
c. Anyaman dan Handycraft
Kelas anyaman dilakukan apabila kelas kecantikan atau menjahit tidak dilaksanakan pada waktu yang ditentukan. Kelas anyaman menjadi kelas selingan bagi pasien rehabilitasi psikososial. Bisa dilaksanakan pada
80
hari Senin-Kamis jam 09.15-11.00 tergantung kebutuhan pasien.
Gambar 4.3
Hasil Anyaman Pasien Rehabilitasi Psikososial
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Sedangkan untuk handycraft dilaksanakan apabila pasien tidak ada yang mengikuti kelas anyaman. Pasien pada saat handycraft diaajarkan membuat sebuah prakarya dari tangan dan bernilai jual. Jadi pasien dapat
Sedangkan untuk handycraft dilaksanakan apabila pasien tidak ada yang mengikuti kelas anyaman. Pasien pada saat handycraft diaajarkan membuat sebuah prakarya dari tangan dan bernilai jual. Jadi pasien dapat